1 of 12

Pendahuluan

Penilaian

Autentik

Fithrotul Azizah / 220321810697

2 of 12

Apakah Penilian Autentik itu?

Istilah “penilaian autentik” pertama kali muncul pada tahun 1989 oleh Grant Wiggins. Menurut (G. Wiggins, 2011), penilaian autentik adalah “tes sejati” dari kemampuan intelektual karena mengharuskan siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka yang mendalam, pemikiran tingkat tinggi, dan proses pemecahan masalah. Tugas autentik yang diberikan dibuat serupa dengan tantangan dunia nyata dan “standar kinerja” yang biasanya dihadapi para pakar atau profesional di lapangan.

3 of 12

(Koh, 2017)

Konteks Penilaian Autentik

    • Penilaian autentik dalam reformasi pendidikan atau sekolah, pembelajaran
    • Pengembangan profesional guru dalam penilaian autentik
    • Penilaian autentik sebagai alat atau metode yang digunakan dalam berbagai mata pelajaran atau disiplin ilmu di sekolah dan di lembaga pendidikan tinggi (universitas)

4 of 12

(G. P. Wiggins, 1998)

Karakter Penilaian Autentik

    • Penilaiain autentik dikarakterisasi sebagai tugas open-ended yang mengharuskan siswa untuk mengkontruksi tanggapan, tindakan atau hasil pemikiran dari konteks permasalahan dunia nyata.
    • Penilaian autentik harus melibatkan siswa dalam tantangan, standar, dan kebiasaan aktual yang diperlukan untuk sukses di bidang akademik atau di tempat kerja.
    • Penilaian autentik merepresentasikan tantangan profesional di tempat kerja saat ini dan masa depan mengharuskan seseorang untuk menyeimbangkan antara pencapaian individu dan kelompok.
    • Penilain autentik mendukung pembelajaran berbasis masalah (PbL), pembelajaran berbasis inkuiri, dan pendekatan pedagogis yang berpusat pada siswa.

5 of 12

(Koh, 2017)

Contoh Penugasan Penilaian Autentik

    • Tugas proyek
    • Portofolio
    • Menulis artikel untuk majalah
    • Membuat poster untuk pameran sains
    • Simulasi atau bermain peran
    • Memeriksa / mengkritik studi kasus dari berbagai posisi teoritis

6 of 12

(Shepard, 2000)

Feedback

Penilaian

Autentik

    • Proses pemberian skor dalam penilaian autentik berupa rubrik penskoran.
    • Rubrik tersebut memungkinkan pemberian feedback secara deskriptif.
    • Rubrik juga dapat digunakan sebagai penilaian diri dan teman sebaya menggunakan kriteria dan standar seperti dalam bentuk rubrik holistik atau analitik.
    • Perlu diperhatikan agar siswa menerima feedback formatif dari guru dan teman sebaya sehingga mereka dapat menggunakan feedback tersebut untuk meningkatkan kualitas pekerjaan mereka.

7 of 12

Permasalahan dan Solusi pada Jurnal

8 of 12

Permasalahan muncul akibat tradisi 'menguji' pengetahuan subjek yang didekontekstualisasikan. Salah satu penghalang mungkin kurangnya konseptualisasi istilah penilaian autentik yang cukup untuk menginformasikan desain penilaian pada tingkat kursus individu.

Pada prakteknya banyak kelas dalam perguruan tinggi yang mengembangkan dengan baik penilaian untuk pembelajaran berbasis praktik namun masih terdapat tantangan untuk penilaian autentik di universitas. Meskipun literatur memberikan pemahaman yang luas tentang tujuan dan kegunaan penilaian autentik, kendala masih muncul karena kurangnya implementasi dan konseptualisasi dari penilaian autentik (Kreber et al. 2007).

Permasalahan Kontekstual yang Relevan

9 of 12

Sebagai jawaban atas tantangan ini, artikel ini mengacu pada tinjauan literatur penilaian otentik untuk menentukan dimensi desain penting yang diperlukan untuk membawa keaslian penilaian pembelajaran di kelas (sebagai lawan pembelajaran berbasis kerja).

Hal ini bertujuan untuk memajukan pembelajaran autentik situasional yang mendorong siswa untuk mengembangkan kompetensi yang relevan untuk kehidupan kerja mereka (Segers, Dochy, dan Cascallar 2003). Penelitian ini ditutup dengan mengusulkan empat langkah baru untuk menerapkan penilaian autentik yang berasal dari analisis penulis terhadap literatur yang ada.

Solusi yang sudah ada dari Permasalahan Kontekstual

10 of 12

Pada penelitian ini penulis melakukan tinjauan sistematis literatur penilaian autentik . Dilakukan dengan tujuan mengintegrasikan, menganalisis dan mengidentifikasi tema sentral, mengikuti Randolph (2009). Penulis menganalisis 112 artikel yang berfokus pada subjek dan diterbitkan antara tahun 1988 dan 2015.

Artikel tersebut diidentifikasi dalam indeks Scielo, Scopus, dan Web of Science, dan semuanya diterbitkan dalam jurnal berbahasa Inggris. Kata kunci pencariannya adalah: penilaian otentik, karya intelektual otentik, dan instruksi otentik:

36% artikel merujuk ke perguruan tinggi tinggi sedangkan 64% berbasis di sektor pendidikan lainnya.

Solusi dan Desain/Rancangan Terbaru yang Ditawarkan

11 of 12

Kesimpulan

Penilaian Autentik

    • Penilaian autentik adalah pengukuran atas hasil dari kapasitas yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari di kehidupan nyata.
    • Permasalahan yang dinilai meliputi, menyimak, meneliti, analisis, merevisi, menulis dan menjelaskan setiap permasalahan kehidupan sehari-hari secara lisan, bekerjasama dengan grup dll.
    • Penilaian autentik menuntut guru agar lebih peka dalam menguraikan nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan pada siswa. Dengan bisa menguraikannya guru bisa mendorong siswa untuk bisa mengetahui potensi dan kelemahannya sehingga pembelajaran menjadi berarti.

12 of 12

Join us for another section!

TERIMA KASIH