AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
KERANGKA DASAR
AAP 2022
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
KERANGKA DASAR
Di akhir prosesi, datang pula malaikat-malaikat lain yang tampak sedih, dengan tangan mereka terkatup dalam doa, tetapi mata mereka terarah ke bawah.
Mereka ini adalah para Malaikat Pelindung dari orang-orang yang ada di sini, namun tidak menghendakinya. Yakni orang-orang yang merasa terpaksa datang, yang datang kemari karena kewajiban, tanpa kerinduan untuk ikut ambil bagian dalam Misa Kudus. Malaikat mereka maju dengan sedih hati sebab mereka tidak mempunyai suatu apapun untuk dihaturkan di hadapan Altar, terkecuali doa-doa mereka sendiri.
(Kesaksian Catilina, hal 24, Persiapan Persembahan)
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
LITURGI SABDA
MELAHIRKAN
MANUSIA EKARISTIS
Tema AAP 2022
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Tanggal 8 January 2022, dalam Misa Pesta Pembabtisan Tuhan di Gereja Beatae Mariae Virginis (BMV) Katedral Bogor, Bapak Uskup mencanangkan tahun 2022 sebagai:
TAHUN EKARISTI DAN TOLERANSI.
KERANGKA DASAR
LATAR BELAKANG
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Agenda dan Fokus Karya Pastoral Keuskupan Bogor 2022
Ekaristi
Toleransi Moderasi Hidup Beragama
Transformasi Nyata
AAP 2022
APP 2023
AAP 2023
KERANGKA DASAR
Tahun 2022: Tahun Ekaristi & Toleransi
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Harapan:
LITURGI SABDA MELAHIRKAN
MANUSIA EKARISTIS
KERANGKA DASAR
Tema AAP 2022
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
KERANGKA DASAR
Sakramen Ekaristi
KGK 1322-1323
KGK 1409
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Ekaristi adalah Puncak Hidup GEREJA: Ekaristi merupakan kepenuhan pengungkapan IMAN Gereja
Ekaristi adalah Sumber Hidup Gereja: Ekaristi menjadi dasar bagi segala pengungkapan Iman kita dalam hidup sehari-hari
LITURGI-ROHANI
PROFAN-DUNIAWI
KERANGKA DASAR
Ekaristi: Puncak dan Sumber Hidup Gereja
KGK 1324
Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup kristiani (LG 11). Sakramen-sakramen lainnya, begitu pula semua pelayanan gerejani serta karya kerasulan, berhubungan erat denga Ekarsiti Suci dan terarahkan kepadanya. Sebag dalam Ekaristi suci tercakuplan seluruh kekayaan rohani Gereja yakni Kristu sendiri, Paskah kita (PO 5)
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Ekaristi
Penguatan
Perkawinan
Imamat
Pengurapan Orang Sakit
Pembabtisan
Rekonsiliasi (Tobat)
Ekaristi: Puncak dan Sumber Hidup Gereja
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
PERAYAAN EKARISTI
LITURGI SABDA
LITURGI EKARISTI
RITUS PEMBUKA
RITUS PENUTUP
Mempersatukan umat dan mempersiapkan untuk Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi dengan layak
Allah menyingkapkan misteri penebusan dan keselamatan serta memberikan makna rohani.
Lewat Sabda-Nya Kristus hadir di tengah-tengah umat beriman
Mengenangkan kembali perjamuan terakhir.
Roti dan Anggur dikonsekrasikan menjadi Tubuh dan Darah Kristus
Berkat Penutup dan Perutusan
KERANGKA DASAR
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Liturgi Sabda
KERANGKA DASAR
Bdk. SC 24, 35
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Liturgi Sabda:
Bertolak dari pengalaman Iman Kitab Suci, terutama peristiwa Yesus, kita diajak untuk menyadari bahwa Allah dialami dan dijumpai oleh umat-Nya melalui dan di dalam peristiwa sejarah, manusiawi dan sehari-hari.
Kehidupan Sehari-hari:
Pengalaman iman akan Allah ini menjadi cakrawala dan dasar seluruh pengalaman hidup sehari-hari. Dunia ini mempunyai hubungan dengan Allah dan hubungan ini terjalin, terjadi dan terlaksana melalui kehidupan sehari-hari
LITURGI-ROHANI
PROFAN-DUNIAWI
KERANGKA DASAR
Liturgi Sabda
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
MANUSIA EKARISTIS
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
ALUR PENDALAMAN IMAN
Pertemuan Pertama
Pandemi Covid-19 dan Ekaristi
Pertemuan Kedua
Liturgi Sabda Dalam Ekaristi
Pertemuan Ketiga
Menghidupkan Liturgi Sabda
Dalam Kehidupan Sehari-hari
Umat Diajak Untuk Semakin Menyadari bahwa Ekaristi Adalah Puncak dan Sumber hidup Katolik
Umat Menyadari Pentingnya Liturgi Sabda Dalam Perayaan Ekaristi
Umat Dapat Mewujudkan Apa Yang Dihayati Dalam Liturgi Sabda Pada Perayaan Ekaristi Dalam Kehidupan Sehari-hari
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
KERANGKA DASAR
Ketika selebran hendak menyampaikan berkat, Santa Perawan Maria mengatakan:
“Perhatikanlah, berhati-hatilah…….(Banyak dari) Kalian membuat tanda kuno dan bukannya Tanda Salib. Ingatlah bahwa berkat ini dapat menjadi yang terakhir yang kalian terima dari tangan seorang Imam. Kalian tidak tahu apakah setelah meninggalkan tempat ini, kalian akan meninggal atau tidak. Kalian tidak tahu apakah kalian beroleh kesempatan untuk menerima berkat dari Imam lain. Tangan-tangan yang telah diskonsekrasikan itu memberi kalian berkat dalam Nama Tritunggal Mahakudus. Sebab itu buatlah Tanda Salib dengan hormat, seolah itulah yang terakhir dalam hidupmu”
(Kesaksian Catilina, hal 44, Berkat Penutup)
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Lampiran
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
KERANGKA DASAR
HOMILI
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Tulisan dari Paus Benediktus XVI dalam Ekshortasi Apostoliknya, Verbum Domini, yang belum lama ini dikeluarkan, dapat membantu kita untuk lebih memahaminya. Paus menulis demikian:
“Dalam kata- kata Konstitusi tentang Liturgi Suci [Konsili Vatikan II] Sacrosanctum Concillium, “Kitab Suci adalah merupakan yang terpenting di dalam perayaan liturgi. Daripadanya diambil bacaan- bacaan, yang dijelaskan di dalam homili dan mazmur dinyanyikan. Dari Kitab Sucilah, permohonan, doa- doa dan lagu pujian liturgis memperoleh inspirasi dan isinya. Dari Kitab Suci, kegiatan- kegiatan liturgis dan tanda- tanda memperoleh maknanya.” (SC 24) Bahkan lagi, harus dikatakan bahwa Kristus sendiri “hadir di dalam Sabda-Nya, karena Ia sendirilah yang bersabda ketika Kitab Suci dibacakan di Gereja.” (ibid. 7) Memang, “perayaan liturgi menjadi presentasi Sabda Tuhan yang berkesinambungan, lengkap dan efektif. Sabda Tuhan, yang terus menerus diwartakan di dalam liturgi, selalu adalah Sabda yang hidup dan efektif melalui kuasa Roh Kudus. Sabda tersebut menyatakan kasih Allah Bapa yang tidak pernah gagal di dalam efektivitasnya terhadap kita. (Ordo Lectionum Missae, 4)” (Verbum Domini, 52)
“…[di Perayaan Ekaristi] Kesatuan antara Sabda Tuhan dan Ekaristi mengambil dasar dari kesaksian Kitab Suci (lih. Yoh 6; Luk 24), diajarkan oleh para Bapa Gereja dan diteguhkan kembali di dalam Konsili Vatikan II…. Di dalam pribadi-Nya sendiri, Yesus membawa penggenapan gambaran kuno: “Roti Surga adalah roti yang telah turun dari surga dan memberi hidup kepada dunia” … “Akulah Roti hidup” (Yoh 6:33-35). Di sini “hukum telah menjadi Seseorang. Ketika kita menyambut Yesus, kita menyantap Tuhan yang hidup,… kita sungguh memakan ‘Roti dari surga’ (J. Ratzinger (Benedict XVI), Jesus of Nazareth, New York, 2007, p. 268). Di khotbah di Kapernaum, prolog Injil Yohanes diterangkan secara lebih mendalam. Di sana Sabda Tuhan (Logos) menjelma menjadi daging, dan daging ini menjadi ‘roti’ yang diberikan kepada dunia (lih. Yoh 6:51), dengan penyebutan pemberian diri Kristus dalam misteri salib, yang diteguhkan kembali dengan Sabda tetang darah-Nya yang diberikan sebagai minuman (lih. Yoh 6:53). Misteri Ekaristi menyatakan manna yang sejati, Roti yang sejati dari surga: itu adalah Sabda Tuhan yang menjadi daging, yang menyerahkan diri-Nya untuk kita di dalam misteri Paska.
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Pernyataan Lukas tentang para murid di perjalanan ke Emaus memampukan kita untuk merenungkan lebih lanjut tentang kaitan ini, antara mendengarkan Sabda dan pemecahan roti (lih. Luk 24:13-35). Yesus menampakkan diri kepada murid- murid-Nya sehari setelah hari Sabat, mendengarkan mereka saat mereka mengatakan tentang pupusnya harapan mereka, dan, bergabung dengan mereka dalam perjalanan mereka, “menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia di dalam seluruh Kitab Suci” (Luk 24:27). Kedua murid mulai melihat Kitab Suci dengan cara yang baru dengan ditemani oleh Ia yang berjalan bersama mereka ini, yang kelihatannya secara tak terduga sangat memahami kehidupan mereka. Apa yang terjadi pada saat itu tidak lagi terlihat sebagai suatu kegagalan, tetapi sebagai penggenapan dan awal yang baru. Namun demikian, nyatanya bahkan kata- kata ini tidak cukup bagi kedua murid itu. Injil Lukas mengatakan bahwa “terbukalah mata mereka dan merekapun mengenali Dia” (24:31) hanya ketika Yesus mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan membagikannya kepada mereka, sementara sebelumnya “ada sesuatu yang menghalangi mata mereka” (24:16). Kehdiran Yesus, pertama- tama dengan Sabda-nya dan kemudian dengan tindakan pemecahan roti, memungkinkan para murid itu untuk mengenali Dia. Sekarang mereka dapat menghargai dengan cara yang baru semua yang telah mereka alami dengan Dia: “Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
Dari kejadian- kejadian ini, jelaslah bahwa Kitab Suci sendiri mengarahkan kita kepada sebuah penghargaan yang tak terpisahkan antara Sabda Tuhan dengan Ekaristi. “Tidaklah pernah dapat dilupakan bahwa Sabda Ilahi, yang dibacakan dan diwartakan oleh Gereja, mempunyai sebagai satu maksudnya, [yaitu] kurban Perjanjian Baru dan perjamuan rahmat, yaitu, Ekaristi.” (Ordo Lectionum Missae, 10). Sabda dan Ekaristi begitu dalam terjalin satu sama lain sehingga kita tidak dapat memahami salah satu tanpa satu yang lainnya: Sabda Tuhan secara sakramental menjadi daging dalam perayaan Ekaristi. Ekaristi membuka bagi kita kepada pemahaman Kitab Suci, seperti halnya Kitab Suci menerangi dan menjelaskan tentang misteri Ekaristi. Tanpa kita mengenali kehadiran Tuhan yang nyata di dalam Ekaristi, pemahaman kita akan Kitab Suci tetap tidak sempurna. Karena alasan ini “Gereja telah menghormati Sabda Tuhan dan misteri Ekaristi dengan penghormatan yang sama, meskipun tidak dengan penyembahan yang sama, dan telah selalu dan di manapun menekankan dan meneguhkan dengan syarat- syaratnya tentang penghormatan itu. Digerakkan oleh teladan Pendirinya, Gereja telah tidak pernah berhenti merayakan misteri Paska ini dengan berkumpul bersama untuk membaca “apa yang tertulis tentang Dia di dalam seluruh Kitab Suci” (Luk 24:27) dan untuk melaksanakan karya keselamatan melalui perayaan peringatan Tuhan dan melalui sakramen- sakramen.” (Ibid.)
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Bacaan Pertama
Gereja menetapkan rancangan bacaan liturgi yang menyeluruh dalam bentuk sebuah buku yang disebut lectionary. Pada hampir setiap hari Minggu, bacaan pertama diambil dari Perjanjian Lama. Biasanya isi dari bacaan pertama ini memiliki kaitan yang erat dengan bacaan Injil. Dalam Perjanjian Lama, Allah menyatakan Diri-Nya melalui peristiwa sejarah bangsa Israel, untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Pewahyuan Allah itu akhirnya mencapai puncaknya pada peristiwa Yesus Kristus. Jadi, dengan mendengarkan bacaan pertama, kita dapat memahami secara lebih baik tentang apa yang Yesus katakan/lakukan dalam Injil.
Inilah sebabnya mengapa Gereja tetap mempertahankan tradisi para rasul yang pada zamannya menggunakan kitab Perjanjian Lama. Yesus sendiri pernah mengatakan: "Janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. (Matius 5:17)
Pada akhir bacaan, lektor akan mengatakan: "demikianlah sabda Tuhan." Seruan ini merupakan ajakan bagi kita untuk mengingat kembali sejarah penjanjian antara Allah dengan manusia. Bahwa Allah karena kasih-Nya, sejak awal selalu berinisiatif terlebih dahulu mendekati manusia untuk menyelamatkan manusia dari dosa.
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Bacaan Kedua
Pada setiap misa di hari Minggu dan hari-hari raya lainnya, Gereja menetapkan bacaan kedua sebelum memasuki bacaan Injil. Bacaan kedua ini biasanya diambil dari tulisan-tulisan dalam Perjanjian Baru yang bukan termasuk sebagai Injil, yaitu Kisah Para Rasul, tulisan-tulisan apostolik dan Kitab Wahyu. Bacaan kedua ini memang sengaja dibuat untuk dibacakan pada hari ketika banyak umat berkumpul di gereja untuk merayakan misa.
Melalui bacaan kedua, kita diajak untuk memahami bahwa Gereja yang ada sekarang merupakan bagian dari Gereja yang telah ada sejak zaman para rasul. Di dalam bacaan kedua, kita dapat merasakan dinamika perkembangan Gereja pada masa awal didirikan. Kita diajak untuk mengikuti bagaimana pergulatan jemaat perdana yang berusaha bertahan untuk tidak ikut larut dalam kepercayaan pagan yang pada waktu itu sangat mendominasi, dan usaha para rasul yang menjaga umat Kristen binaannya untuk tetap setia pada Injil. Dengan kata lain, melalui bacaan kedua kita dapat mengetahui jatuh bangun jemaat Gereja perdana dalam mempertahankan iman kepada Kristus.
Dari bacaan kedua ini juga, kita dapat menyadari bahwa Gereja bukan hanya apa yang terjadi di pada paroki kita saja sekarang ini, melainkan Gereja yang universal. Gereja yang telah ada sejak zaman para rasul, yang telah melewati banyak peristiwa. Gereja yang hidup dan terus berkembang dari zaman ke zaman, dan kita adalah bagian dari Gereja tersebut. Untuk itu kita pun bersyukur kepada Allah. -
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
Bacaan Injil
Pembacaan Injil merupakan puncak liturgi Sabda. Untuk menunjukkan hal ini, maka ada beberapa upacara kecil yang menyertai pembacaan Injil seperti umat mendengarkan sambil berdiri, bait pengantar Injil dinyanyikan, buku Injil diarak menuju mimbar disertai lilin dan atau pendupan.
Ada salam pembukaan, tanda salib (Imam pada buku Injil) dan bersamaan dengan umat yang membuat tanda salib pada dahi, bibir dan dada, serta seruan Aklamasi sesudah Injil.
Membuat tanda salib kecil dengan menggunakan ibu jari pada dahi, bibir dan dada mengungkapkan harapan dan doa:
Selama Injil dibacakan, kita berdisi. Sikap ini menyatakan kesiapsediaan kita untuk mewartakan pesan Kristus dalam Injil.
AKSI ADVEN PEMBANGUNAN 2022
PAROKI MARIA BUNDA SEGALA BANGSA
KOTA WISATA - BOGOR
PERAYAAN EKARISTI
LITURGI SABDA
LITURGI EKARISTI
RITUS PEMBUKA
RITUS PENUTUP
Mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka supaya dapat mendengarkan sabda Allah dengan penuh perhatian dan merayakan Ekaristi dengan layak
Terdiri: Perarakan Masuk, Salam, Kata Pengantar, Pernyataan Tobat, Tuhan Kasihanilah Kami, Kemuliaan dan doa pembuka
Allah menyingkapkan misteri penebusan dan keselamatan serta memberikan makna rohani. Lewat Sabda-Nya Kristus hadir di tengah-tengah umat beriman
1. Pewartaan Sabda Allah: pembacaan KS dan Homili yang memperdalam sabda Allah
2. Tanggapan Umat atas Sabda Allah: terungkap dalam Mazmur Tanggapan dan Bait Pengantar Injil, Syahadat, Doa Umat yang memperdalam tanggapan umat.
Tersusun sesuai dengan kata-kata dan Tindakan Kristus saat perjamuan terakhir
Terdiri dari:
KERANGKA DASAR