TATA PARAGRAF
RIAN PRATAMA
1A
163510005
1
Apakah paragraf itu ?
Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik. Kalimat-kalimat dalam paragraf memperlihatkan kesatuan pikiran atau mempunyai keterkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.
2
Lalu apa kegunaan paragraph?
3
Dalam sebuah paragraf terdapat hanya satu pokok pikiran. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat yang membentuk paragraf perlu ditata secara cermat agar tidak ada satu pun kalimat yanag menyimpang dari ide pokok paragraf itu.
Kepaduan paragraf dapat terlihat melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan ( kata-kata ) pengait antar kalimat.
=> Agar paragraf menjadi padu digunakan pengait paragraf, yaitu berupa :
4
Beberapa kata transisi
5
Hubungan tambahan | : | Lebih lagi, selanjutnya, tambahan pula, disamping itu, lalu, berikutnya, demikian pula, behitu juga, lagi pula. |
Hubungan pertentangan | : | Akan tetapi, namun, bagaimanapun, walaupun demikian, sebaliknya, meskipun begitu, lain halnya. |
Hubungan perbandingan | : | Sama dengan itu, dalam hal yang demikian, sehubungan dengan itu. |
Hubungan akibat | : | Oleh sebab itu, jadi, akibatnya, oleh karena itu, maka. |
Hubungan tujuan | : | Untuk itu, untuk maksud itu. |
Hubungan singkatan | : | Singkatnya, pendeknya, akhirnya, pada umumnya, dengan kata lain, sebagai simpulan. |
Hubungan waktu | : | Sementara itu, segera setelah itu, beberapa saat kemudian. |
Hubungan tempat | : | Berdekatan dengan itu. |
Kata ganti yang lain digunakan dalam menciptkan kepaduan paragraf ialah itu, ini, tadi, begitu, demikian, di situ, ke situ, di atas, di sana, di sana dan sebagainya.
6
Kata ganti orang pertama | : | Saya, aku, ku, kita, kami. |
Kata ganti orang kedua | : | Engkau, kau, kamu, mu, kamu sekalian |
Kata ganti orang ketiga | : | Dia, ia, beliau, mereka dan nya. |
Di samping itu, ungkapan pengait dapat pula berupa pengulangan kata-kata kunci, seperti kata sampah pada contoh paragraf yang pertama. Pengulangan kata_kata kunci ini perlu dilakukan dengan hati-hati ( tidak terlalu sering ).
Paragraf ini merupakan pembuka atau pengantar untuk sampai pada segala pembicaraaan yang akan menyusul kemudian. Oleh sebab itu, paragraf pembuka harus dapat menarik minat dan perhatian pembaca, serta sanggup menghubungkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan disajikan selanjutnya.
Paragraf pengembang ialah paragraf yang terletak antara paragraf pembuka dan paragraf yang terakhir sekali di dalam bab atau anak bab itu. Paragraf ini mengembangkan pokok pembicaraan yang dirancang. Dengan kata lain, paragraf pengembang mengemukakan inti persoalan yang akan dikemukakan.
Paragraf penutup adalah paragraf yang terdapat pada akhir karangan atau pada akhir suatu kesatuan yang lebih kecil di dalam karangan itu. Biasanya paragraf penutup berisi simpulan semua pembicaraan yang telah dipaparkan pada bagian-bagian sebelumnya.
7
Sebuah paragraf dapat ditandai dengan memulai kalimat pertama agak menjorok ke dalam, kira-kira lima ketukan mesin ketik atau kira-kira dua sentimeter.
Rangka atau struktur sebuah paragraf terdiri atas sebuah kalimat topik dan beberapa kalimat penjelas. Dengan kata lain, apabila dalam sebuah paragraf terdapat lebih dari sebuah kalimat topik, paragraf itu tidak termasuk paragraf yang baik.
8
Mengarang itu adalah usaha mengembangkan beberapa kalimat topik. Dengan demikian, dalam karangan itu kita harus mengembangkan beberapa paragraf demi paragraf. Oleh karena itu, kita harus hemat menempatkan kalimat topik. Satu paragraf hanya mengandung satu kalimat topik.
Teknik pengembangan paragraf itu, secara garis besarnya, ada dua macam. Pertama, dengan menggunakan “ ilustrasi “. Apa yang dikatakan kalimat topik itu dilukiskan dan digambarkan dengan kalimat-kalimat penjelas sehingga di depan pembaca tergambar dengan nyata apa yang dimaksud oleh penulis. Kedua, dengan “ analisis “. Apa yang dinyatakan kalimat topik dianalisis secara logis sehingga pernyataan tadi merupakan sesuatu yang meyakinkan.
Di dalam praktik, kedua teknik di atas dapat diperinci lagi menjadi beberapa cara yang lebih praktis, diantaranya (a) dengan memberikan contoh, (b) dengan menampilkan fakta-fakta, (c) dengan memberikan alasan-alasan, dan (d) dengan bercerita.
9
Paragraf deskriptif disebut juga paragraf melukiskan ( lukisan ). Paragraf ini melukiskan apa yang terlihat di depan mata. Paragraf ini bersifat tata ruang atau tata letak. Pembicaraannya dapat berurutan dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan.
Paragraf ekspositoris disebut juga paragraf paparan. Paragraf ini menampilkan suatu objek. Peninjauannya tertuju pada satu unsur saj. Penyampaiannya dpat menggunakan perkembangan analisis kronologis atau keruangan.
Paragraf agumentatif sebenarnya dapat dimasukkan ke dalam ekspositoris. Paragraf argumentatif disebut juga persuasi. Paragraf ini lebih besifat membujuk atau meyakinkan pembaca terhadap suatu hal atau objek. Biasanya, paragraf ini menggunakan perkembangan analisis.
Karangan narasi biasnya dihubung-hubungkan dengan cerita. Oleh sebab itu, sebuah karangan narasi atau paragraf narasi hanya kita temukan dalm novel, cerpen, atau hikayat.
10