1 of 44

01.

BPMP Kep. Bangka Belitung

September 2025

1

Siklus Penjaminan Mutu

di Satuan Pendidikan (SPMI)

2 of 44

Berdasarkan evaluasi dari berbagai aspek, terdapat urgensi yang besar terhadap penguatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

  • Regulasi yang mendorong penjaminan mutu pendidikan belum optimal
  • Layanan sesuai SNP tidak eksplisit bisa diukur dalam Rapor Pendidikan
  • Siklus perencanaan berbasis data belum menggambarkan penggunaan dan pemenuhan standar
  • Perlunya penguatan peranan BBPMP/BPMP dalam mengawal penjaminan mutu pendidikan
  • Pemerintah daerah belum menggunakan SPM sebagai alat fasilitasi satuan pendidikan dalam penjaminan mutu

C

Komitmen

Peningkatan Mutu

  • Penggunaan Rapor Pendidikan belum menjamin komitmen satdik dalam menyediakan sumber daya peningkatan mutu
  • Potensi keterbatasan sumber daya di satuan pendidikan membuat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan peningkatan mutu
  • Komitmen pemda dalam menyediakan anggaran pendidikan (sesuai SPM) belum bersinergi dengan kebutuhan satuan pendidikan

B

Capaian Hasil Belajar

  • Layanan pendidikan belum memastikan hasil belajar yang merata (literasi, numerasi, dan karakter) di seluruh satdik
  • Keterbatasan penyediaan layanan sesuai SNP konsisten terjadi di berbagai aspek standar (proses pembelajaran, PTK, sarpras, pendanaan)

A

3 of 44

Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai Acuan Minimal Penjaminan Mutu

Pengelolaan

Standar Nasional Pendidikan

standar minimal yang ditetapkan pemerintah dalam bidang pendidikan yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan dan semua pemangku kepentingan dalam mengelola dan menyelenggarakan pendidikan

3

4

Standar Kompetensi Lulusan

Standar Isi

Standar Proses

Standar Penilaian

5

6

7

8

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Standar Pengelolaan

Standar Sarana dan Prasarana

Standar Pembiayaan

1

2

Proses Pembelajaran

Proses

Penilaian

Isi

Sarana/

prasarana

PTK

Pembiayaan

Kompetensi Lulusan

4 of 44

Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai Acuan Minimal Penjaminan Mutu

Konstruksi 8 Standar Nasional Pendidikan

Standar Kompetensi �Lulusan

Standar Isi

Standar Proses

Standar Penilaian

Nilai agama dan moral, kognitif, motorik, karakter, pengetahuan dan kompetensi peserta didik

Permendikdasmen 10/2025

tentang SKL

Ruang lingkup muatan materi pembelajaran

Permendikdasmen 12/2025 tentang Standar Isi

Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran

Permendikbudristek 16/2022 tentang Standar Proses

Prosedur penilaian hasil belajar, pengembangan instrumen penilaian, pengolahan hasil penilaian, penilaian formatif, dan penilaian sumatif

Permendikbudristek 21/2022 tentang Standar Penilaian

Standar �Pembiayaan

Standar �Sarpras

Standar PTK

Standar �Pengelolaan

Alokasi biaya investasi dan operasional, sumber pembiayaan, dan perhitungan standar biaya

Permendikbudristek 18/2023 tentang Standar Pembiayaan

Ketersediaan, kondisi, keamanan, kesehatan, dan keselamatan sarana dan prasarana

Permendikbudristek 22/2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana

Ketercukupan dan kompetensi pendidikan dan tenaga kependidikan

  • Permendiknas 13/2007 tentang Standar Kepsek
  • Permendiknas 16/2007 tentang Standar Guru
  • Permendiknas 12/2007 tentang Standar Pengawas Sekolah

Perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan

Permendikbudristek 47/2023 tentang Standar Pengelolaan

5 of 44

Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

Perencanaan

Pemantauan

/Evaluasi

Pelaksanaan

Sistem Penjaminan Mutu Internal

Penetapan Pemetaan

Standar Mutu

Satuan Pendidikan

Badan/Lembaga Standar Pendidikan

Menyusun dan mengevaluasi standar mutu

Badan/Lembaga Akreditasi

Penetapan akreditasi

Pemerintah/ Pemerintah Daerah

Pemetaan mutu sekolah

Perencanaan peningkatan mutu

Fasilitasi pemenuhan/ peningkatan mutu

Supervisi pelaksanaan penjaminan mutu

Mitra Pembangunan (NGO, PT, asosiasi pendidik, dll)

Inovasi dan fasilitasi peningkatan mutu

Sistem Penjaminan Mutu Eksternal

Sistem Informasi Penjaminan Mutu Pendidikan

Sistem penjaminan mutu internal memiliki hubungan fungsional dengan sistem penjaminan mutu eksternal

Terwujud dalam satu siklus penjaminan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement system)

6 of 44

Penjaminan mutu di satuan pendidikan dilakukan melalui 5 tahapan sebagai sebuah siklus

Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu

Pemantauan dan

Evaluasi Pelaksanaan Peningkatan Mutu

Pelaksanaan Peningkatan Mutu

Budaya mutu

1

Penetapan Standar Mutu

2

Pemetaan Mutu

3

4

5

Siklus Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan

SPMI digunakan untuk memastikan bahwa keseluruhan unsur yang meliputi organisasi, kebijakan, dan proses-proses yang terkait di satuan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk menjamin terwujudnya budaya mutu di satuan pendidikan

4

7 of 44

1.

Penetapan Standar

5

8 of 44

5. Evaluasi Pelaksanaan

4. Pelaksanaan

Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana

Definisi Penetapan Standar

Penetapan Standar

8

Apa?

Penetapan standar mutu merupakan sebuah aktivitas dalam menyepakati standar yang akan digunakan sebagai acuan bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu

Mengapa?

Memastikan bahwa satuan pendidikan memiliki suatu acuan pasti dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu

Siapa?

Kepala sekolah bersama dengan warga sekolah

Di mana?

KSP, RKJM, RKT

Kapan?

Awal tahun ajaran (sesuai dengan timeline KSP)

Bagaimana?

  1. Menetapkan kebijakan mutu satuan pendidikan sebagai komitmen untuk meningkatkan mutu satuan pendidikan
  2. Menetapkan standar mutu sebagai acuan mutu bagi satuan pendidikan

9 of 44

5. Evaluasi Pelaksanaan

Penetapan kebijakan mutu

1

2 Penetapan standar

mutu

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Rincian Aktivitas dalam Penetapan Standar Mutu

Aktivitas Definisi Rincian

9

Dokumen Luaran

Menetapkan komitmen warga satuan pendidikan dalam hal peningkatan mutu

Komitmen diwujudkan dalam bentuk visi, misi, dan tujuan

Perencanaan: Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)

Program: RKJM, RKT

Menetapkan standar mutu tertentu sebagai acuan dalam melaksanakan penjaminan mutu

Terdapat 2 standar yang dapat ditetapkan, yaitu:

  1. Standar Nasional Pendidikan (SNP)
  2. Standar di atas SNP khusus bagi

sekolah-sekolah yang sudah mencapai SNP

  1. Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)
  2. RKJM (4 tahunan) yang berisi tujuan, indikator, dan target peningkatan mutu
  3. RKT (1 tahunan) yang berisi tujuan, indikator, dan target kinerja
  4. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berisi petunjuk tentang:
  1. SKL: KSP dan hasil refleksi satuan pendidikan
  2. Standar isi, proses, dan penilaian: KSP yang berupa kurikulum dan isinya, proses pembelajaran yang dituangkan melalui dokumen RPP, proses penilaian/evaluasi pembelajaran, dan peraturan sekolah
  3. Standar PTK: Penilaian kinerja guru, penilaian kinerja kepala sekolah
  4. Standar sarpras: Pengelolaan inventaris dan aset dalam bentuk KIR (kartu inventaris ruangan) dan KIB (kartu inventaris barang)
  5. Standar pengelolaan: RKT dan laporan hasil evaluasi kegiatan sekolah
  6. Standar pembiayaan: juknis BOS dan/atau SOP pembiayaan untuk sumber dana lain, RKAS

10 of 44

5. Evaluasi Pelaksanaan

4. Pelaksanaan

1. Penetapan Standar

2. Pemetaan Mutu

3. Penyusunan Rencana

Indikator Standar Nasional Pendidikan

Terdapat total 26 indikator jenjang Dasmen dan 19 Indikator jenjang PAUD

Standar Kompetensi Lulusan

Standar Isi

Standar Proses

Standar Sarpras

3 Indikator Level 1

3 Indikator

6 Indikator Level 1

5 Indikator

(Level 2 : 3; Level 1 : 2)

Standar Pembiayaan

Standar Penilaian

Standar PTK

Standar Pengelolaan

1 Indikator Level 1

2 Indikator Level 2

4 Indikator

(Level 1 : 2; Level 2 : 2)

2 Indikator Level 1

Standar Kompetensi Lulusan

Standar Isi

Standar Proses

Standar Sarpras

6 Indikator Level 2

1 Indikator Level 2

3 Indikator Level 2

1 Indikator Level 2

Standar Pembiayaan

Standar Penilaian

Standar PTK

Standar Pengelolaan

1 Indikator Level 1

2 Indikator Level 2

3 Indikator Level 1

2 Indikator Level 1

DASMEN

PAUD

10

11 of 44

5. Evaluasi Pelaksanaan

Standar PTK

11

No. Standar

Kode

Nama Indikator

Adaptasi dalam Dokumen Sekolah

1

SKL01

Kemampuan literasi

2 Standar Kompetensi Lulusan

SKL02

Kemampuan numerasi

KSP dan hasil refleksi satuan pendidikan

3

SKL03

Karakter

4

SIS01

Pengelolaan kurikulum sekolah

5 Standar Isi

SIS02

Kriteria aktivitas kognitif khusus pembelajaran Literasi

KSP dan peraturan sekolah

6

SIS03

Kriteria aktivitas kognitif khusus pembelajaran Numerasi

7

SPR01

Kualitas Pembelajaran Satuan Pendidikan

8

SPR02

Refleksi dan perbaikan pembelajaran

9 Standar Proses

SPR03

Indeks Keamanan satuan pendidikan

KSP dan peraturan sekolah

10

SPR04

Indeks Kebinekaan Satuan Pendidikan

11

SPR05

Indeks Inklusivitas Satuan pendidikan

12

SPR06

Indeks kesetaraan gender satuan pendidikan

13 Standar Penilaian

SPN01

Umpan balik konstruktif menurut guru

KSP dan peraturan sekolah

14

SPN02

Umpan balik konstruktif menurut siswa

15

SSP01

Indeks Sanitasi Satuan Pendidikan

16

SSP02

Indeks Bahan dan Fasilitas Belajar Literasi

17 Standar Sarana dan Prasarana

SSP03

Indeks Fasilitas TIK

KIR dan KIB

18

SSP04

Indeks Kelengkapan Ruang Satuan Pendidikan

19

SSP05

Indeks Kelayakan Ruang Satuan Pendidikan

20 Standar Pembiayaan

SBI01

Proporsi pembelanjaan untuk peningkatan mutu pendidikan

Juknis BOS, RKAS, dan/atau SOP sumber dana lain

21

SPT01

Visi-misi sekolah

Penilaian Kinerja Guru dan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

22

SPT02

Dukungan untuk refleksi guru

23

SPT03

Proporsi PTK bersertifikat

24

SPT04

Proporsi guru dengan kualifikasi S1/DIV

25

Standar Pengelolaan

SPL01

Partisipasi Warga satuan pendidikan

RKT dan laporan hasil evaluasi kegiatan sekolah

26

SPL02

Program dan kebijakan satuan pendidikan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Indikator Standar Nasional Pendidikan

Daftar Indikator SNP jenjang SD, SMP, dan SMA

12 of 44

5. Evaluasi Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Indikator Standar Nasional Pendidikan

Daftar Indikator SNP jenjang PAUD

Adaptasi dalam Dokumen Sekolah

12

Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA)

No. Standar Kode Indikator

1 SKL01 Literasi dasar

KSP dan hasil refleksi satuan pendidikan

2

3

4

5

6

7 Standar Isi

KSP dan peraturan sekolah

8

Standar Penilaian

KSP dan peraturan sekolah

9

10

KSP dan peraturan sekolah

11 Standar Proses

12

13

Standar Pengelolaan

RKT dan laporan hasil evaluasi kegiatan sekolah

14

15 Standar Sarpras

KIR dan KIB

16 Standar Pembiayaan

Juknis BOS dan/atau SOP pembiayaan untuk sumber dana lain, serta RKAS

17

Standar PTK

Penilaian Kinerja Guru dan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

18

SKL02 Kemampuan kognitif

SKL03 Nilai agama dan budi pekerti

SKL04 Identitas diri

SKL05 Perilaku mandiri dan prososial

SKL06 PHBS dan penguatan motorik kasar dan halus SIS01 Kualitas perencanaan

SPN01 Penerapan asesmen dalam pembelajaran SPN02 Umpan balik yang konstruktif

SPR01 Pemahaman mengenai komponen perencanaan SPR02 Pengaturan Lingkungan Belajar

SPR03 Proses Belajar yang Sesuai bagi Anak Usia Dini SPL01 Kemitraan dengan Orang Tua/Wali

SPL02 Kapasitas Perencanaan

SSR01 Indeks Ketersediaan Sarana Prasarana Esensial

SBI01 Penganggaran yang efektif dan akuntabel SPT01 Proporsi guru D-4/S-1

SPT02 Proporsi PTK Bersertifikat

19

SPT03

Kepemimpinan yang mendukung perbaikan layanan secara berkelanjutan dan partisipatif

13 of 44

13

5. Evaluasi Pelaksanaan

2

Analisis Karakteristik

Satuan Pendidikan

1. Proses berpikir untuk menganalisis karakteristik satuan pendidikan

2. Merumuskan visi, misi, dan tujuan

Visi, Misi, dan

3 Tujuan

  1. Merumuskan tujuan satuan pendidikan
  2. Menyelaraskan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan

4

Pengorganisasian Pembelajaran

  1. Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan Pendidikan
  2. Menganalisis Kebutuhan untuk Mengorganisasi Pembelajaran
  3. Pengorganisasian pembelajaran: Mata Pelajaran, Tematik, Integrasi, dan Blok

5

Perencanaan Pembelajaran

  1. Perencanaan Pembelajaran Mendalam
  2. Perencanaan Pembelajaran Intrakurikuler
  3. Perencanaan Pembelajaran Kokurikuler

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Penetapan Standar dalam Dokumen KSP

Daftar Komponen dalam Dokumen KSP

No. Komponen Isi

1 Pendahuluan

  • Kebijakan mutu diterapkan dalam visi, misi, dan tujuan dalam KSP
  • Kebijakan mutu juga dapat diwujudkan melalui komitmen bersama yang disepakati oleh warga satuan pendidikan
  • Penetapan SNP sebagai standar

dimunculkan dalam visi, misi, dan tujuan dalam KSP sebagai panduan bagi perumusan program di satuan pendidikan

Contoh Bentuk Kebijakan Mutu Satuan Pendidikan

14 of 44

2.

Pemetaan Mutu

13

15 of 44

15

5. Evaluasi Pelaksanaan

4. Pelaksanaan

3. Penyusunan Rencana

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu

Definisi Pemetaan Mutu

Pemetaan mutu

Apa?

Pemetaan mutu adalah sebuah analisis untuk mengetahui capaian, masalah, dan solusi yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu

Mengapa?

Memastikan bahwa satuan pendidikan mengetahui mengetahui capaian mutu, masalah dan akar masalah, serta rekomendasi peningkatan mutu yang perlu dilakukan

Siapa?

Kepala sekolah bersama dengan warga sekolah

Di mana?

KSP, RKJM, RKT

Kapan?

Awal tahun ajaran (sesuai dengan timeline dokumen perencanaan sekolah)

Bagaimana?

  1. Mengumpulkan data mutu dari sumber data internal maupun eksternal
  2. Mengidentifikasi masalah dan akar masalah mutu pada satuan pendidikan
  3. Merumuskan rekomendasi solusi berdasarkan masalah dan akar masalah pada satuan pendidikan

16 of 44

16

5. Evaluasi Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Rincian Aktivitas dalam Pemetaan Mutu

Aktivitas Definisi

Rincian

Dokumen Luaran

Mengumpulkan data untuk mengetahui masalah dan akar masalah mutu satuan pendidikan

Data berupa data internal dan eksternal yang masing

  • Data internal: Dapodik, RKAS, asesmen formatif dan sumatif, rapor siswa, data penelusuran alumni, data prestasi sekolah
  • Data eksternal: Asesmen Nasional, TKA, dan akreditasi

Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dalam dokumen perencanaan (KSP, RKJM, RKT)

Mengidentifikasi masalah dan akar masalah mutu satuan pendidikan

Melakukan pengolahan dan analisis data internal serta eksternal

  • Data internal diolah dan dianalisis
  • Data eksternal didapat melalui Rapor Pendidikan dan Dashboard Peta Mutu SNP

Merumuskan rekomendasi solusi berdasarkan masalah dan akar masalah

Rekomendasi solusi mengacu pada berbagai dokumen petunjuk perencanaan, misalnya unduhan Rapor Pendidikan, referensi ARKAS, serta referensi solusi benahi dan SNP

Pengumpulan data

1

Identifikasi masalah dan akar masalah

2

Perumusan rekomendasi solusi

3

17 of 44

17

5. Evaluasi Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Skema Pemetaan Mutu di Satuan Pendidikan

Pengumpulan data

Identifikasi masalah dan akar masalah

Perumusan rekomendasi solusi

Data internal

Dapodik, RKAS, rapor siswa,

hasil ulangan harian, dll

1 2

3

Pengolahan dan Analisis Data

Data eksternal

  1. Asesmen Nasional
  2. Rapor Pendidikan
  3. Dashboard capaian SNP

Data referensi solusi

Proses Perencanaan Peningkatan mutu

Pemetaan mutu dilakukan untuk mengetahui capaian mutu, masalah dan akar masalah, serta rekomendasi peningkatan mutu yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan

Unduhan Rapor Pendidikan, referensi ARKAS, serta referensi solusi benahi dan SNP

18 of 44

18

5. Evaluasi Pelaksanaan

4. Pelaksanaan

Data internal

Data eksternal

Sumber data

  1. Dapodik
  2. RKAS
  3. Rapor siswa
  4. Hasil ulangan harian
  1. Asesmen Nasional
  2. Rapor Pendidikan
  3. Akreditasi
  4. Dashboard capaian SNP

Kelebihan

  1. Menyajikan informasi yang spesifik terhadap keadaan sekolah
  2. Memungkinkan keterlibatan stakeholder yang tinggi dalam proses evaluasi, seperti guru, siswa, dan orang tua
  3. Membantu mengembangkan rencana perbaikan perbaikan yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan sekolah
  1. Bersifat lebih objektif karena tidak terpengaruh kepentingan internal
  2. Memiliki kredibilitas tinggi karena berasal dari sumber yang independen
  3. Memungkinkan adanya perbandingan dengan sekolah lain
  4. Membantu mengembangkan standar yang lebih tinggi dan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.
  5. Membantu memvalidasi hasil evaluasi internal sekolah

Kekurangan

  1. Rawan terhadap subjektivitas dan kepentingan internal sekolah
  2. Memiliki keterbatasan perspektif
  3. Memiliki validitas yang lebih rendah karena dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal sekolah.
  4. Memiliki objektivitas yang terbatas karena adanya keterlibatan emosional dari stakeholder internal sekolah
  5. Memiliki keterbatasan dalam memberikan perbandingan dengan sekolah lain atau standar nasional
  1. Informasi cenderung kurang spesifik dibanding data internal
  2. Hanya menyediakan data yang sudah ada tanpa mempertimbangkan kebutuhan dan tujuan sekolah
  3. Memiliki konteks yang terbatas untuk memahami situasi dan kondisi sekolah

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana

Aktivitas 1: Pengumpulan Data

Sumber Data dalam Pemetaan Mutu

19 of 44

Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Menelusuri akar masalah dengan melihat capaian Rapor Pendidikan

19

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan

Untuk mempermudah proses refleksi, terdapat dua tampilan akar masalah dalam Rapor Pendidikan:

  1. Akar masalah yang merupakan dirinya sendiri

sebagai fokus utama

  1. Akar masalah lain yang mempengaruhi capaian Indikator Prioritas

Menelusuri Akar Masalah

Informasi akar masalah tersedia untuk memudahkan satuan pendidikan melakukan refleksi capaian dan fokus perbaikan layanan pendidikan

Warna capaian merah dan orange dapat digunakan sebagai indikasi adanya kendala dalam pelaksanaan layanan pendidikan

20 of 44

20

5. Evaluasi Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Mengidentifikasi capaian mutu berdasarkan 8 SNP

Capaian satuan pendidikan berdasarkan SNP dapat dilihat pada dashboard SNP. Capaian skor setiap standar tersedia secara detail beserta dengan label capaiannya hingga level satuan pendidikan. Identifikasi masalah dan akar masalah dapat dilakukan dengan menggunakan framework tertentu.

21 of 44

Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Menghubungkan indikator mutu sekolah dengan 8 SNP (framework 1–7)

21

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan

Masalah

Akar Masalah

  • SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dijadikan sebagai masalah (tujuan) yang perlu diselesaikan
  • 7 standar dianggap satu level dan sebagai proksi akar masalah SNP
  • Akar masalah dianggap sebagai standar yang perlu diintervensi, bisa dilihat melalui skor yang paling rendah untuk menentukan prioritas standar yang perlu diintervensi

Standar Pembiaya an

SKL

Standar Isi

Standar Penilaian

Standar Sarpras

Standar PTK

Standar Pengelola an

Standar Proses

22 of 44

Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Menghubungkan indikator mutu sekolah dengan 8 SNP (framework 1–3–4)

22

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan

  • SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dijadikan sebagai masalah (tujuan) yang perlu diselesaikan
  • 7 standar tidak dianggap satu level
  • Akar Masalah (Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian) berkaitan langsung dengan SKL
  • Sub Akar Masalah (Standar Pengelolaan, Standar Biaya, Standar PTK, Standar Sarpras) merupakan turunan dari setiap akar masalah
  • Intervensi dilihat dari akar masalah yang paling rendah, setelah itu melihat sub akar masalah apa saja yang paling bermasalah

SB

SKL

SI

SPN

SSP

SPTK

SPL

SPR

Sub-akar masalah

Akar masalah

Masalah

23 of 44

Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Menghubungkan indikator mutu sekolah dengan 8 SNP (framework 1–3–1–3)

23

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan

SB

SKL

SSP

SPTK

SPL

SPR

SI

SPN

Sub-akar masalah

Akar masalah

Masalah

  • SKL (Standar Kompetensi Lulusan) dijadikan sebagai masalah (tujuan) yang perlu diselesaikan
  • Akar Masalah (Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian) berkaitan langsung dengan SKL
  • Sub Akar Masalah merupakan turunan dari setiap akar masalah
  • Sub Akar Masalah (Standar Pengelolaan) menjadi standar yang berkaitan langsung dengan SKL
  • Standar Sarpras, Standar Biaya, dan Standar PTK diproksikan sebagai Sub Akar Masalah yang perlu diintervensi terlebih dahulu yang berkaitan dengan Std Pengelolaan

24 of 44

Contoh Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Langkah 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Indikator dengan capaian rendah atau sedang menunjukkan indikasi adanya permasalahan dalam pelaksanaan layanan

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

25 of 44

Contoh Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Langkah 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

*

*

*

Indikator dengan capaian rendah atau sedang menunjukkan indikasi adanya permasalahan dalam pelaksanaan layanan

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

26 of 44

Langkah 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Contoh Analisis Hubungan Masalah dan Akar Masalah

SB

SI

SPN

SSP

SPTK

SPL

SPR

SKL

Masalah

Capaian Literasi: Sedang

  • Kualitas Pembelajaran: Sedang
  • Iklim Inklusivitas: Sedang

Umpan balik konstruktif menurut guru: Kurang

Program dan Kebijakan: Sedang

Indeks Kelengkapan Sarpras: Kurang

  • PTK Bersertifikat: Sedang
  • Dukungan untuk refleksi guru: Sedang
  • Guru Kualifikasi S1/D4: Sedang

Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen

27 of 44

Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah

Contoh mengidentifikasi masalah melalui hubungan antarindikator

27

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan

Rekomendasi Solusi

Data referensi solusi

Unduhan Rapor Pendidikan, referensi ARKAS, serta referensi solusi benahi dan SNP

Masalah

Akar Masalah

SKL → A.1 Kemampuan Literasi

Pengaruh langsung

  • Standar proses → Kualitas Pembelajaran dan Iklim Inklusivitas
  • Standar penilaian → Umpan balik konstruktif menurut guru

Pengaruh tidak langsung

  • Standar pengelolaan → Program dan kebijakan
  • Standar sarpras → Indeks kelengkapan sarpras
  • Standar PTK → PTK Bersertifikat, Dukungan untuk refleksi guru, dan Guru Kualifikasi S1/D4
  • Berdasarkan analisis menggunakan framework SNP, terdapat indikator yang mempengaruhi SKL secara langsung maupun tidak langsung
  • Indikator yang berpengaruh secara langsung terhadap SKL adalah indikator dalam standar proses dan isi, sedangkan indikator dalam standar pengelolaan, sarpras, dan PTK berpengaruh tidak langsung terhadap SKL

28 of 44

Aktivitas 3: Perumusan Rekomendasi Solusi

Contoh mengambil solusi perbaikan mutu dari referensi solusi benahi dan SNP

28

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan

Akar Masalah

Rekomendasi Solusi

Rekomendasi RKAS

Pengaruh langsung

  • Standar proses → Kualitas Pembelajaran dan Iklim Inklusivitas
  • Standar penilaian → Umpan balik konstruktif menurut guru

Pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional mendukung peningkatan kualitas pembelajaran

Kegiatan BOS Reguler

  • Peningkatan kompetensi guru untuk memahami kurikulum dan cara mengajarkannya
  • Peningkatan kompetensi guru untuk pengembangan diri melalui kebiasaan refleksi
  • Peningkatan kompetensi guru untuk pembelajaran berorientasi pada peserta didik

Pengaruh tidak langsung

  • Standar pengelolaan → Program dan kebijakan
  • Standar sarpras → Indeks kelengkapan sarpras
  • Standar PTK → PTK Bersertifikat, Dukungan untuk refleksi guru, dan Guru Kualifikasi S1/D4

Pengembangan standar pengelolaan

Kegiatan BOSP Reguler

  • Peningkatan Kompetensi Guru untuk keterlibatan orangtua/wali dan masyarakat dalam pembelajaran
  • Penyusunan perencanaan program satuan pendidikan (Visi Misi Sekolah, RKJM, RKT, RKAS)
  • Pengembangan dan Pelaksanaan Program Kerja Kepala Sekolah
  • Pendataan Dapodik
  • Pelaksanaan Monitoring Program/Kegiatan Sekolah
  • Pengembangan Sistem Informasi untuk menunjang Manajemen Sekolah

29 of 44

29

5. Evaluasi Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Aktivitas 3: Perumusan Rekomendasi Solusi

Contoh mengambil solusi perbaikan mutu dari Dashboard SNP

30 of 44

Merespon hasil pemetaan mutu pada dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)

30

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan

No.

1

Pendahuluan

4

2

Analisis

Karakteristik Satuan Pendidikan

1.

2.

Proses berpikir untuk menganalisis

karakteristik satuan pendidikan Merumuskan visi, misi, dan tujuan

Visi, Misi, dan

1.

Merumuskan tujuan satuan pendidikan

3

Tujuan

2.

Menyelaraskan visi, misi, dan tujuan satuan

pendidikan

Pengorganisasian Pembelajaran

1.

Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan Pendidikan

  1. Menganalisis Kebutuhan untuk Mengorganisasi Pembelajaran
  2. Pengorganisasian pembelajaran: Mata Pelajaran, Tematik, Integrasi, dan Blok

5

Perencanaan Pembelajaran

  1. Perencanaan Pembelajaran Mendalam
  2. Perencanaan Pembelajaran Intrakurikuler
  3. Perencanaan Pembelajaran Kokurikuler

Daftar Komponen dalam Dokumen KSP

Komponen Isi

  • Hasil pemetaan mutu (pengumpulan data dan identifikasi masalah serta akar masalah) dimasukkan pada bagian analisis karakteristik
  • Metode analisis yang digunakan dapat beragam, selama esensi dari 8 SNP tetap termuat dalam analisis karakteristik

31 of 44

3.

Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu

36

32 of 44

32

5. Evaluasi Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Definisi Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu

Perencanaan

Apa?

Rencana peningkatan mutu adalah serangkaian rencana kerja yang merupakan kombinasi dari komitmen peningkatan mutu (yang diwujudkan dalam visi, misi, tujuan) dengan hasil evaluasi diri sekolah

Mengapa?

Menyusun prioritas penyediaan solusi berdasarkan akar masalah yang sudah diidentifikasi serta ketersediaan sumber daya

Siapa?

Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, dengan melibatkan komite, pengawas satuan pendidikan, dan pemerintah daerah

Di mana?

KSP, RKJM, RKT, ARKAS

Kapan?

Awal tahun ajaran

Bagaimana?

  1. Menyusun rencana peningkatan mutu dalam KSP
  2. Menyusun rencana peningkatan mutu dalam RKJM
  3. Menyusun rencana peningkatan mutu dalam RKT
  4. Menyusun rencana peningkatan mutu dalam RKAS

33 of 44

Skema Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu

33

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan

Rekomendasi dipetakan berdasarkan tujuan dalam belanja, yang dituangkan dalam:

Evaluasi Diri Sekolah

Masalah

Akar Masalah

Rekomendasi

Kebutuhan anggaran

RKJM

RKT

Beberapa dokumen penting dalam penyusunan rencana peningkatan mutu adalah Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Ketiga dokumen tersebut digunakan untuk mengakomodasi rekomendasi solusi perbaikan mutu yang telah dirumuskan pada tahapan pemetaan mutu.

Kebutuhan anggaran disediakan dari sumber dana:

BOSP

SPP

Uang pangkal

Sumber lainnya Pemda: Guru (rekrutmen PPPK); sarpras (revitalisasi, APBD)

Lainnya: DUDI, alumni

RKAS

(Diwujudkan melalui penganggaran dalam ARKAS)

34 of 44

34

5. Evaluasi Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Merespon hasil pemetaan mutu ke dalam RKJM

Contoh Isi Dokumen RKJM

Penetapan standar dapat diwujudkan melalui penetapan visi, misi, dan tujuan yang memuat esensi SNP

Hasil pemetaan mutu berdasarkan 8 standar dimasukkan dalam analisis kondisi/profil sekolah

Rekomendasi solusi ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang dimasukkan dalam program kerja sekolah

Hasil pemetaan mutu dapat disesuaikan dengan format/isi RKJM masing-masing sekolah, selama esensi dari pemetaan mutu yang berlandaskan 8 SNP tetap ada

35 of 44

35

5. Evaluasi Pelaksanaan

4. Pelaksanaan

No.

Isi

1

Analisis Lingkungan Operasional Sekolah

2

Analisis Pendidikan Sekolah Saat Ini

3

Analisis Pendidikan Sekolah 1 Tahun ke Depan (Yang Diharapkan)

4

Identifikasi Tantangan Nyata 1 Tahun ke Depan

5

Tujuan Situasional/Sasaran

6

Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan

7

Rencana Program Kerja dan Rencana Kegiatan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana

Merespon hasil EDS ke dalam RKT

Contoh Isi Dokumen RKT

Hasil pemetaan mutu (rekomendasi kegiatan) diwujudkan dalam berbagai program kerja yang termuat dalam RKT

Hasil pemetaan mutu dimasukkan dalam analisis kondisi sekolah dalam dokumen RKT

Hasil pemetaan mutu dapat disesuaikan dengan format/isi RKT masing-masing

sekolah, selama esensi dari pemetaan mutu yang berlandaskan 8 SNP tetap ada

36 of 44

36

5. Evaluasi Pelaksanaan

4. Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana

Merespon hasil EDS ke dalam RKAS

Menganggarkan kegiatan dalam kertas kerja sesuai dengan rekomendasi

yang telah dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah

37 of 44

37

5. Evaluasi Pelaksanaan

4. Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana

Merespon hasil EDS ke dalam ARKAS

Menganggarkan kegiatan sesuai dengan rekomendasi yang telah dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah

Merespon hasil evaluasi diri sekolah dengan menyusun kertas kerja anggaran sekolah

38 of 44

4.

Pelaksanaan Peningkatan Mutu

43

39 of 44

39

5. Evaluasi Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan

Definisi Pelaksanaan Peningkatan Mutu

Pelaksanaan

Apa? Aktivitas sekolah untuk melaksanakan program peningkatan mutu sesuai dengan perencanaan

Mengapa?

Memastikan pelaksanaan program peningkatan mutu berjalan dengan baik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan berdampak pada peningkatan mutu layanan satuan pendidikan

Siapa?

Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, dengan melibatkan komite, pengawas satuan pendidikan, dan pemerintah daerah

Di mana?

ARKAS, SIPLAH (PBJ), laporan realisasi BOSP

Kapan?

Sepanjang tahun anggaran

Bagaimana?

  1. Menyusun rencana pelaksanaan (jadwal kegiatan, penanggung jawab, teknis kegiatan, dll)
  2. Pelibatan pemangku kepentingan (mengajak warga dalam kegiatan)
  3. Penyusunan laporan pelaksanaan (termasuk dokumentasi kegiatan)

40 of 44

40

5. Evaluasi Pelaksanaan

4. Pelaksanaan

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana

Pelaksanaan Peningkatan Mutu

Pelaksanaan peningkatan mutu dilakukan sepanjang tahun dengan merealisasikan anggaran dan memantaunya melalui Buku Kas Umum (BKU) dalam ARKAS dan laporan realisasi penggunaan dana.

41 of 44

5.

Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Peningkatan Mutu

46

42 of 44

Definisi Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Peningkatan Mutu

42

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Pemantauan & Evaluasi

Pemantauan dan Evaluasi

Apa?

Aktivitas untuk mengukur dampak dari pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan dalam meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan standar

Mengapa?

Memastikan hasil pelaksanaan program peningkatan mutu berdampak pada peningkatan capaian layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional

Siapa?

Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, komite sekolah, dan pengawas sekolah.

Di mana?

KSP dan hasil refleksi satuan pendidikan

Kapan?

Akhir tahun ajaran

Bagaimana?

  1. Menyusun instrumen evaluasi
  2. Menyusun laporan evaluasi
  3. Diseminasi laporan evaluasi kepada warga satuan pendidikan

43 of 44

Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Peningkatan Mutu

43

1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Pemantauan & Evaluasi

Kegiatan Refleksi Satuan Pendidikan

Kegiatan Refleksi Satuan Pendidikan

Hasil refleksi capaian satuan pendidikan ditindaklanjuti sebagai bahan untuk menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan dan dokumen perencanaan lain pada periode selanjutnya

44 of 44

49