01.
BPMP Kep. Bangka Belitung
September 2025
1
Siklus Penjaminan Mutu
di Satuan Pendidikan (SPMI)
Berdasarkan evaluasi dari berbagai aspek, terdapat urgensi yang besar terhadap penguatan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
C
Komitmen
Peningkatan Mutu
B
Capaian Hasil Belajar
A
Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai Acuan Minimal Penjaminan Mutu
Pengelolaan
Standar Nasional Pendidikan
standar minimal yang ditetapkan pemerintah dalam bidang pendidikan yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan dan semua pemangku kepentingan dalam mengelola dan menyelenggarakan pendidikan
3
4
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian
5
6
7
8
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Pengelolaan
Standar Sarana dan Prasarana
Standar Pembiayaan
1
2
Proses Pembelajaran
Proses
Penilaian
Isi
Sarana/
prasarana
PTK
Pembiayaan
Kompetensi Lulusan
Standar Nasional Pendidikan (SNP) sebagai Acuan Minimal Penjaminan Mutu
Konstruksi 8 Standar Nasional Pendidikan
Standar Kompetensi �Lulusan | Standar Isi | Standar Proses | Standar Penilaian |
Nilai agama dan moral, kognitif, motorik, karakter, pengetahuan dan kompetensi peserta didik Permendikdasmen 10/2025 tentang SKL | Ruang lingkup muatan materi pembelajaran Permendikdasmen 12/2025 tentang Standar Isi | Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses pembelajaran Permendikbudristek 16/2022 tentang Standar Proses | Prosedur penilaian hasil belajar, pengembangan instrumen penilaian, pengolahan hasil penilaian, penilaian formatif, dan penilaian sumatif Permendikbudristek 21/2022 tentang Standar Penilaian |
Standar �Pembiayaan | Standar �Sarpras | Standar PTK | Standar �Pengelolaan |
Alokasi biaya investasi dan operasional, sumber pembiayaan, dan perhitungan standar biaya Permendikbudristek 18/2023 tentang Standar Pembiayaan | Ketersediaan, kondisi, keamanan, kesehatan, dan keselamatan sarana dan prasarana Permendikbudristek 22/2023 tentang Standar Sarana dan Prasarana | Ketercukupan dan kompetensi pendidikan dan tenaga kependidikan
| Perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan Permendikbudristek 47/2023 tentang Standar Pengelolaan |
Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Perencanaan
Pemantauan
/Evaluasi
Pelaksanaan
Sistem Penjaminan Mutu Internal
Penetapan Pemetaan
Standar Mutu
Satuan Pendidikan
Badan/Lembaga Standar Pendidikan
Menyusun dan mengevaluasi standar mutu
Badan/Lembaga Akreditasi
Penetapan akreditasi
Pemerintah/ Pemerintah Daerah
Pemetaan mutu sekolah
Perencanaan peningkatan mutu
Fasilitasi pemenuhan/ peningkatan mutu
Supervisi pelaksanaan penjaminan mutu
Mitra Pembangunan (NGO, PT, asosiasi pendidik, dll)
Inovasi dan fasilitasi peningkatan mutu
Sistem Penjaminan Mutu Eksternal
Sistem Informasi Penjaminan Mutu Pendidikan
Sistem penjaminan mutu internal memiliki hubungan fungsional dengan sistem penjaminan mutu eksternal
Terwujud dalam satu siklus penjaminan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement system)
Penjaminan mutu di satuan pendidikan dilakukan melalui 5 tahapan sebagai sebuah siklus
Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu
Pemantauan dan
Evaluasi Pelaksanaan Peningkatan Mutu
Pelaksanaan Peningkatan Mutu
Budaya mutu
1
Penetapan Standar Mutu
2
Pemetaan Mutu
3
4
5
Siklus Penjaminan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan
SPMI digunakan untuk memastikan bahwa keseluruhan unsur yang meliputi organisasi, kebijakan, dan proses-proses yang terkait di satuan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk menjamin terwujudnya budaya mutu di satuan pendidikan
4
1.
Penetapan Standar
5
5. Evaluasi Pelaksanaan
4. Pelaksanaan
Standar nasional pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana
Definisi Penetapan Standar
Penetapan Standar
8
Apa?
Penetapan standar mutu merupakan sebuah aktivitas dalam menyepakati standar yang akan digunakan sebagai acuan bagi satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu
Mengapa?
Memastikan bahwa satuan pendidikan memiliki suatu acuan pasti dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu
Siapa?
Kepala sekolah bersama dengan warga sekolah
Di mana?
KSP, RKJM, RKT
Kapan?
Awal tahun ajaran (sesuai dengan timeline KSP)
Bagaimana?
5. Evaluasi Pelaksanaan
Penetapan kebijakan mutu
1
2 Penetapan standar
mutu
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Rincian Aktivitas dalam Penetapan Standar Mutu
Aktivitas Definisi Rincian
9
Dokumen Luaran
Menetapkan komitmen warga satuan pendidikan dalam hal peningkatan mutu
Komitmen diwujudkan dalam bentuk visi, misi, dan tujuan
Perencanaan: Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)
Program: RKJM, RKT
Menetapkan standar mutu tertentu sebagai acuan dalam melaksanakan penjaminan mutu
Terdapat 2 standar yang dapat ditetapkan, yaitu:
sekolah-sekolah yang sudah mencapai SNP
5. Evaluasi Pelaksanaan
4. Pelaksanaan
1. Penetapan Standar
2. Pemetaan Mutu
3. Penyusunan Rencana
Indikator Standar Nasional Pendidikan
Terdapat total 26 indikator jenjang Dasmen dan 19 Indikator jenjang PAUD
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Isi
Standar Proses
Standar Sarpras
3 Indikator Level 1
3 Indikator
6 Indikator Level 1
5 Indikator
(Level 2 : 3; Level 1 : 2)
Standar Pembiayaan
Standar Penilaian
Standar PTK
Standar Pengelolaan
1 Indikator Level 1
2 Indikator Level 2
4 Indikator
(Level 1 : 2; Level 2 : 2)
2 Indikator Level 1
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Isi
Standar Proses
Standar Sarpras
6 Indikator Level 2
1 Indikator Level 2
3 Indikator Level 2
1 Indikator Level 2
Standar Pembiayaan
Standar Penilaian
Standar PTK
Standar Pengelolaan
1 Indikator Level 1
2 Indikator Level 2
3 Indikator Level 1
2 Indikator Level 1
DASMEN
PAUD
10
5. Evaluasi Pelaksanaan
Standar PTK
11
No. Standar | Kode | Nama Indikator | Adaptasi dalam Dokumen Sekolah |
1 | SKL01 | Kemampuan literasi | |
2 Standar Kompetensi Lulusan | SKL02 | Kemampuan numerasi | KSP dan hasil refleksi satuan pendidikan |
3 | SKL03 | Karakter | |
4 | SIS01 | Pengelolaan kurikulum sekolah | |
5 Standar Isi | SIS02 | Kriteria aktivitas kognitif khusus pembelajaran Literasi | KSP dan peraturan sekolah |
6 | SIS03 | Kriteria aktivitas kognitif khusus pembelajaran Numerasi | |
7 | SPR01 | Kualitas Pembelajaran Satuan Pendidikan | |
8 | SPR02 | Refleksi dan perbaikan pembelajaran | |
9 Standar Proses | SPR03 | Indeks Keamanan satuan pendidikan | KSP dan peraturan sekolah |
10 | SPR04 | Indeks Kebinekaan Satuan Pendidikan | |
11 | SPR05 | Indeks Inklusivitas Satuan pendidikan | |
12 | SPR06 | Indeks kesetaraan gender satuan pendidikan | |
13 Standar Penilaian | SPN01 | Umpan balik konstruktif menurut guru | KSP dan peraturan sekolah |
14 | SPN02 | Umpan balik konstruktif menurut siswa | |
15 | SSP01 | Indeks Sanitasi Satuan Pendidikan | |
16 | SSP02 | Indeks Bahan dan Fasilitas Belajar Literasi | |
17 Standar Sarana dan Prasarana | SSP03 | Indeks Fasilitas TIK | KIR dan KIB |
18 | SSP04 | Indeks Kelengkapan Ruang Satuan Pendidikan | |
19 | SSP05 | Indeks Kelayakan Ruang Satuan Pendidikan | |
20 Standar Pembiayaan | SBI01 | Proporsi pembelanjaan untuk peningkatan mutu pendidikan | Juknis BOS, RKAS, dan/atau SOP sumber dana lain |
21 | SPT01 | Visi-misi sekolah | |
Penilaian Kinerja Guru dan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
22
SPT02
Dukungan untuk refleksi guru
23 | | SPT03 | Proporsi PTK bersertifikat | |
24 | | SPT04 | Proporsi guru dengan kualifikasi S1/DIV | |
25
Standar Pengelolaan
SPL01
Partisipasi Warga satuan pendidikan
RKT dan laporan hasil evaluasi kegiatan sekolah
26
SPL02
Program dan kebijakan satuan pendidikan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Indikator Standar Nasional Pendidikan
Daftar Indikator SNP jenjang SD, SMP, dan SMA
5. Evaluasi Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Indikator Standar Nasional Pendidikan
Daftar Indikator SNP jenjang PAUD
Adaptasi dalam Dokumen Sekolah
12
Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA)
No. Standar Kode Indikator
1 SKL01 Literasi dasar
KSP dan hasil refleksi satuan pendidikan
2
3
4
5
6
7 Standar Isi
KSP dan peraturan sekolah
8
Standar Penilaian
KSP dan peraturan sekolah
9
10
KSP dan peraturan sekolah
11 Standar Proses
12
13
Standar Pengelolaan
RKT dan laporan hasil evaluasi kegiatan sekolah
14
15 Standar Sarpras
KIR dan KIB
16 Standar Pembiayaan
Juknis BOS dan/atau SOP pembiayaan untuk sumber dana lain, serta RKAS
17
Standar PTK
Penilaian Kinerja Guru dan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah
18
SKL02 Kemampuan kognitif
SKL03 Nilai agama dan budi pekerti
SKL04 Identitas diri
SKL05 Perilaku mandiri dan prososial
SKL06 PHBS dan penguatan motorik kasar dan halus SIS01 Kualitas perencanaan
SPN01 Penerapan asesmen dalam pembelajaran SPN02 Umpan balik yang konstruktif
SPR01 Pemahaman mengenai komponen perencanaan SPR02 Pengaturan Lingkungan Belajar
SPR03 Proses Belajar yang Sesuai bagi Anak Usia Dini SPL01 Kemitraan dengan Orang Tua/Wali
SPL02 Kapasitas Perencanaan
SSR01 Indeks Ketersediaan Sarana Prasarana Esensial
SBI01 Penganggaran yang efektif dan akuntabel SPT01 Proporsi guru D-4/S-1
SPT02 Proporsi PTK Bersertifikat
19
SPT03
Kepemimpinan yang mendukung perbaikan layanan secara berkelanjutan dan partisipatif
13
5. Evaluasi Pelaksanaan
2
Analisis Karakteristik
Satuan Pendidikan
1. Proses berpikir untuk menganalisis karakteristik satuan pendidikan
2. Merumuskan visi, misi, dan tujuan
Visi, Misi, dan
3 Tujuan
4
Pengorganisasian Pembelajaran
5
Perencanaan Pembelajaran
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Penetapan Standar dalam Dokumen KSP
Daftar Komponen dalam Dokumen KSP
No. Komponen Isi
1 Pendahuluan
dimunculkan dalam visi, misi, dan tujuan dalam KSP sebagai panduan bagi perumusan program di satuan pendidikan
Contoh Bentuk Kebijakan Mutu Satuan Pendidikan
2.
Pemetaan Mutu
13
15
5. Evaluasi Pelaksanaan
4. Pelaksanaan
3. Penyusunan Rencana
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu
Definisi Pemetaan Mutu
Pemetaan mutu
Apa?
Pemetaan mutu adalah sebuah analisis untuk mengetahui capaian, masalah, dan solusi yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu
Mengapa?
Memastikan bahwa satuan pendidikan mengetahui mengetahui capaian mutu, masalah dan akar masalah, serta rekomendasi peningkatan mutu yang perlu dilakukan
Siapa?
Kepala sekolah bersama dengan warga sekolah
Di mana?
KSP, RKJM, RKT
Kapan?
Awal tahun ajaran (sesuai dengan timeline dokumen perencanaan sekolah)
Bagaimana?
16
5. Evaluasi Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Rincian Aktivitas dalam Pemetaan Mutu
Aktivitas Definisi
Rincian
Dokumen Luaran
Mengumpulkan data untuk mengetahui masalah dan akar masalah mutu satuan pendidikan
Data berupa data internal dan eksternal yang masing
Evaluasi Diri Sekolah (EDS) dalam dokumen perencanaan (KSP, RKJM, RKT)
Mengidentifikasi masalah dan akar masalah mutu satuan pendidikan
Melakukan pengolahan dan analisis data internal serta eksternal
Merumuskan rekomendasi solusi berdasarkan masalah dan akar masalah
Rekomendasi solusi mengacu pada berbagai dokumen petunjuk perencanaan, misalnya unduhan Rapor Pendidikan, referensi ARKAS, serta referensi solusi benahi dan SNP
Pengumpulan data
1
Identifikasi masalah dan akar masalah
2
Perumusan rekomendasi solusi
3
17
5. Evaluasi Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Skema Pemetaan Mutu di Satuan Pendidikan
Pengumpulan data
Identifikasi masalah dan akar masalah
Perumusan rekomendasi solusi
Data internal
Dapodik, RKAS, rapor siswa,
hasil ulangan harian, dll
1 2
3
Pengolahan dan Analisis Data
Data eksternal
Data referensi solusi
Proses Perencanaan Peningkatan mutu
Pemetaan mutu dilakukan untuk mengetahui capaian mutu, masalah dan akar masalah, serta rekomendasi peningkatan mutu yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan
Unduhan Rapor Pendidikan, referensi ARKAS, serta referensi solusi benahi dan SNP
18
5. Evaluasi Pelaksanaan
4. Pelaksanaan
Data internal
Data eksternal
Sumber data
Kelebihan
Kekurangan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana
Aktivitas 1: Pengumpulan Data
Sumber Data dalam Pemetaan Mutu
Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Menelusuri akar masalah dengan melihat capaian Rapor Pendidikan
19
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan
Untuk mempermudah proses refleksi, terdapat dua tampilan akar masalah dalam Rapor Pendidikan:
sebagai fokus utama
Menelusuri Akar Masalah
Informasi akar masalah tersedia untuk memudahkan satuan pendidikan melakukan refleksi capaian dan fokus perbaikan layanan pendidikan
Warna capaian merah dan orange dapat digunakan sebagai indikasi adanya kendala dalam pelaksanaan layanan pendidikan
20
5. Evaluasi Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Mengidentifikasi capaian mutu berdasarkan 8 SNP
Capaian satuan pendidikan berdasarkan SNP dapat dilihat pada dashboard SNP. Capaian skor setiap standar tersedia secara detail beserta dengan label capaiannya hingga level satuan pendidikan. Identifikasi masalah dan akar masalah dapat dilakukan dengan menggunakan framework tertentu.
Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Menghubungkan indikator mutu sekolah dengan 8 SNP (framework 1–7)
21
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan
Masalah
Akar Masalah
Standar Pembiaya an
SKL
Standar Isi
Standar Penilaian
Standar Sarpras
Standar PTK
Standar Pengelola an
Standar Proses
Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Menghubungkan indikator mutu sekolah dengan 8 SNP (framework 1–3–4)
22
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan
SB
SKL
SI
SPN
SSP
SPTK
SPL
SPR
Sub-akar masalah
Akar masalah
Masalah
Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Menghubungkan indikator mutu sekolah dengan 8 SNP (framework 1–3–1–3)
23
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan
SB
SKL
SSP
SPTK
SPL
SPR
SI
SPN
Sub-akar masalah
Akar masalah
Masalah
Contoh Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Langkah 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Indikator dengan capaian rendah atau sedang menunjukkan indikasi adanya permasalahan dalam pelaksanaan layanan
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Contoh Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Langkah 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
*
*
*
Indikator dengan capaian rendah atau sedang menunjukkan indikasi adanya permasalahan dalam pelaksanaan layanan
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Langkah 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Contoh Analisis Hubungan Masalah dan Akar Masalah
SB
SI
SPN
SSP
SPTK
SPL
SPR
SKL
Masalah
Capaian Literasi: Sedang
Umpan balik konstruktif menurut guru: Kurang
Program dan Kebijakan: Sedang
Indeks Kelengkapan Sarpras: Kurang
Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen
Aktivitas 2: Identifikasi Masalah dan Akar Masalah
Contoh mengidentifikasi masalah melalui hubungan antarindikator
27
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan
Rekomendasi Solusi
Data referensi solusi
Unduhan Rapor Pendidikan, referensi ARKAS, serta referensi solusi benahi dan SNP
Masalah | Akar Masalah |
SKL → A.1 Kemampuan Literasi | Pengaruh langsung
Pengaruh tidak langsung
|
Aktivitas 3: Perumusan Rekomendasi Solusi
Contoh mengambil solusi perbaikan mutu dari referensi solusi benahi dan SNP
28
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan
Akar Masalah | Rekomendasi Solusi | Rekomendasi RKAS |
Pengaruh langsung
| Pengelolaan kelas yang mendukung pembelajaran serta penerapan penghargaan dan sanksi secara proporsional mendukung peningkatan kualitas pembelajaran | Kegiatan BOS Reguler
|
Pengaruh tidak langsung
| Pengembangan standar pengelolaan | Kegiatan BOSP Reguler
|
29
5. Evaluasi Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Aktivitas 3: Perumusan Rekomendasi Solusi
Contoh mengambil solusi perbaikan mutu dari Dashboard SNP
Merespon hasil pemetaan mutu pada dokumen Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP)
30
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan
No.
1
Pendahuluan
4
2 | Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan | 1. 2. | Proses berpikir untuk menganalisis karakteristik satuan pendidikan Merumuskan visi, misi, dan tujuan |
| | | |
| Visi, Misi, dan | 1. | Merumuskan tujuan satuan pendidikan |
3 | Tujuan | 2. | Menyelaraskan visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan |
| Pengorganisasian Pembelajaran | 1. | Pengorganisasian Pembelajaran di Satuan Pendidikan |
5
Perencanaan Pembelajaran
Daftar Komponen dalam Dokumen KSP
Komponen Isi
3.
Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu
36
32
5. Evaluasi Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Definisi Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu
Perencanaan
Apa?
Rencana peningkatan mutu adalah serangkaian rencana kerja yang merupakan kombinasi dari komitmen peningkatan mutu (yang diwujudkan dalam visi, misi, tujuan) dengan hasil evaluasi diri sekolah
Mengapa?
Menyusun prioritas penyediaan solusi berdasarkan akar masalah yang sudah diidentifikasi serta ketersediaan sumber daya
Siapa?
Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, dengan melibatkan komite, pengawas satuan pendidikan, dan pemerintah daerah
Di mana?
KSP, RKJM, RKT, ARKAS
Kapan?
Awal tahun ajaran
Bagaimana?
Skema Penyusunan Rencana Peningkatan Mutu
33
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Evaluasi Pelaksanaan
Rekomendasi dipetakan berdasarkan tujuan dalam belanja, yang dituangkan dalam:
Evaluasi Diri Sekolah
Masalah
Akar Masalah
Rekomendasi
Kebutuhan anggaran
RKJM
RKT
Beberapa dokumen penting dalam penyusunan rencana peningkatan mutu adalah Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM), Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Ketiga dokumen tersebut digunakan untuk mengakomodasi rekomendasi solusi perbaikan mutu yang telah dirumuskan pada tahapan pemetaan mutu.
Kebutuhan anggaran disediakan dari sumber dana:
BOSP
SPP
Uang pangkal
Sumber lainnya Pemda: Guru (rekrutmen PPPK); sarpras (revitalisasi, APBD)
Lainnya: DUDI, alumni
RKAS
(Diwujudkan melalui penganggaran dalam ARKAS)
34
5. Evaluasi Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Merespon hasil pemetaan mutu ke dalam RKJM
Contoh Isi Dokumen RKJM
Penetapan standar dapat diwujudkan melalui penetapan visi, misi, dan tujuan yang memuat esensi SNP
Hasil pemetaan mutu berdasarkan 8 standar dimasukkan dalam analisis kondisi/profil sekolah
Rekomendasi solusi ditindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang dimasukkan dalam program kerja sekolah
Hasil pemetaan mutu dapat disesuaikan dengan format/isi RKJM masing-masing sekolah, selama esensi dari pemetaan mutu yang berlandaskan 8 SNP tetap ada
35
5. Evaluasi Pelaksanaan
4. Pelaksanaan
No.
Isi
1
Analisis Lingkungan Operasional Sekolah
2
Analisis Pendidikan Sekolah Saat Ini
3
Analisis Pendidikan Sekolah 1 Tahun ke Depan (Yang Diharapkan)
4
Identifikasi Tantangan Nyata 1 Tahun ke Depan
5
Tujuan Situasional/Sasaran
6
Alternatif Langkah-Langkah Pemecahan Persoalan
7
Rencana Program Kerja dan Rencana Kegiatan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana
Merespon hasil EDS ke dalam RKT
Contoh Isi Dokumen RKT
Hasil pemetaan mutu (rekomendasi kegiatan) diwujudkan dalam berbagai program kerja yang termuat dalam RKT
Hasil pemetaan mutu dimasukkan dalam analisis kondisi sekolah dalam dokumen RKT
Hasil pemetaan mutu dapat disesuaikan dengan format/isi RKT masing-masing
sekolah, selama esensi dari pemetaan mutu yang berlandaskan 8 SNP tetap ada
36
5. Evaluasi Pelaksanaan
4. Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana
Merespon hasil EDS ke dalam RKAS
Menganggarkan kegiatan dalam kertas kerja sesuai dengan rekomendasi
yang telah dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah
37
5. Evaluasi Pelaksanaan
4. Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana
Merespon hasil EDS ke dalam ARKAS
Menganggarkan kegiatan sesuai dengan rekomendasi yang telah dirumuskan berdasarkan hasil evaluasi diri sekolah
Merespon hasil evaluasi diri sekolah dengan menyusun kertas kerja anggaran sekolah
4.
Pelaksanaan Peningkatan Mutu
43
39
5. Evaluasi Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan
Definisi Pelaksanaan Peningkatan Mutu
Pelaksanaan
Apa? Aktivitas sekolah untuk melaksanakan program peningkatan mutu sesuai dengan perencanaan
Mengapa?
Memastikan pelaksanaan program peningkatan mutu berjalan dengan baik dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan berdampak pada peningkatan mutu layanan satuan pendidikan
Siapa?
Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, dengan melibatkan komite, pengawas satuan pendidikan, dan pemerintah daerah
Di mana?
ARKAS, SIPLAH (PBJ), laporan realisasi BOSP
Kapan?
Sepanjang tahun anggaran
Bagaimana?
40
5. Evaluasi Pelaksanaan
4. Pelaksanaan
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana
Pelaksanaan Peningkatan Mutu
Pelaksanaan peningkatan mutu dilakukan sepanjang tahun dengan merealisasikan anggaran dan memantaunya melalui Buku Kas Umum (BKU) dalam ARKAS dan laporan realisasi penggunaan dana.
5.
Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Peningkatan Mutu
46
Definisi Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Peningkatan Mutu
42
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Pemantauan & Evaluasi
Pemantauan dan Evaluasi
Apa?
Aktivitas untuk mengukur dampak dari pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan dalam meningkatkan kualitas layanan sesuai dengan standar
Mengapa?
Memastikan hasil pelaksanaan program peningkatan mutu berdampak pada peningkatan capaian layanan pendidikan sesuai dengan standar nasional
Siapa?
Kepala sekolah dan tim penjaminan mutu, komite sekolah, dan pengawas sekolah.
Di mana?
KSP dan hasil refleksi satuan pendidikan
Kapan?
Akhir tahun ajaran
Bagaimana?
Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Peningkatan Mutu
43
1. Penetapan Standar 2. Pemetaan Mutu 3. Penyusunan Rencana 4. Pelaksanaan 5. Pemantauan & Evaluasi
Kegiatan Refleksi Satuan Pendidikan
Kegiatan Refleksi Satuan Pendidikan
Hasil refleksi capaian satuan pendidikan ditindaklanjuti sebagai bahan untuk menyusun Kurikulum Satuan Pendidikan dan dokumen perencanaan lain pada periode selanjutnya
49