PENGANTAR E-BUSINESS
DR. MASWADI, SP, MSC
PEMBAHASAN
Agar dapat beroperasi bisnis harus berhubungan dengan banyak bagian berbeda dari informasi�mengenai pemasok, pelanggan, karyawan, tagihan, dan pembayaran. Dan tentu saja produk dan jasa mereka. Mereka harus mengelola aktifitas kerja yang menggunakan informasi ini untuk beroperasi dengan efisien, dan meningkatkan kinerja keseluruhan perusahaan. Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk mengelola seluruh informasinya, membuat keputusan yang lebih baik, dan meningkatkan pelakasanaan proses bisnis mereka. �
PEMBAHASAN
Perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi (teknologi informasi) yang sangat pesat dewasa ini telah mengakibatkan terjadinya revolusi di dunia perdagangan dan industri. Jika dahulu transaksi bisnis yang harus dilakukan secara tatap muka (face-to-face), melibatkan sejumlah fasilitas dan sumber daya fisik (office and paper), dan mempertukarkan barang dan jasa terkait dengan uang kertas atau receh; maka pada saat ini transaksi serupa dapat dilakukan�oleh siapa saja dan dari mana saja secara fleksibel (tanpa harus bertemu muka), dilakukan�dengan menggunakan peralatan elektronik (komputer, personal digital assistant, dan�sebagainya) dan internet, dimana proses pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer�informasi keuangan (credit card, digital money, dan sebagainya). �
PEMBAHASAN
Para praktisi bisnis harus melihat fenomena ini sebagai suatu tawaran kesempatan untuk dapat�meningkatkan kinerja bisnis dari berbagai segi secara signifikan, karena banyak sekali hal yang�dapat dilakukan seperti: memperbaiki efisiensi, efektivitas, transformasi industri, dan lain�sebagainya. Intinya adalah, jika praktisi bisnis melihat adanya sumber daya fisik atau proses�bisnis yang saat ini dapat didigitaliasikan, maka disitulah kesempatan konsep e-Business dapat�diimplementasikan. �
SYARAT UTAMA E-BUSINESS
Syarat utama yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan yang ingin mengimplementasikan�konsep e-Bussiness adalah bahwa manajemen perusahaan benar-benar memahami filosofi�dasar dari konsep e-Business (bukan sekedar ikut-ikutan atau latah belaka). Setelah itu, barulah�dua hal penting yang harus dimiliki, masing-masing adalah: kemauan dan kemampuan.�“Kemauan” artinya adanya keinginan, inisiatif, komitmen, dan dukungan dari segenap pimpinan dan manajemen perusahaan untuk mengimplementasikan konsep e-Business di institusi yang dikelolanya �
SYARAT UTAMA E-BUSINESS
Mengapa aspek “kemauan” tersebut diperlukan karena sering kali inisiatif penerapan prinsip e-Business memerlukan paradigma dan pandangan baru terhadap bagaimana cara-cara mengelola bisnis (misalnya: prosedur kerja berbasis proses yang sifatnya lintas fungsi) dari segenap sumber daya manusia perusahaan. Bahkan tidak jarang ditemukan�proyek penerapan eBusiness yang dilakukan secara simultan dengan program manajemen�perubahan (change management). �
SYARAT UTAMA E-BUSINESS
“Kemampuan” berarti perusahaan memiliki sumber daya yang cukup untuk mewujudkan “kemauan” tersebut, seperti: sumber daya manusia dengan kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan, dukungan finansial yang memadai, keberadaan fasilitas teknologi informasi terkait (aplikasi, database, komputer, internet, dan infrastruktur), dan kerjasama kondusif dengan berbagai mitra bisnis. �
DEFENISI E-BUSINESS�(IBM)
e-bisnis adalah pemanfaatan emampuan teknologi dan jaringan untuk berinteraksi dan bertransaksi dengan pelanggan, pemasok, mitra, dan karyawan dalam rangka mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif �
Industri | |
Didirikan | Endicott, New York, A.S.�(16 Juni 1911) |
Pendiri | |
Kantor�pusat | Armonk, New York , A.S. |
Wilayah operasi | Seluruh dunia |
DEFENISI E-BUSINESS��(STEVEN ALTER. INFORMATION SYSTEM: FOUNDATION OF E-BUSINESS. PRENTICE HALL. 2002) �
E-business adalah praktek pelaksanaan dan pengelolaan proses bisnis utama seperti perancangan produk, engelolaan pasokan bahan baku, manufaktur, penjualan, pemenuhan pesanan, dan penyediaan servis melalui penggunaan teknologi komunikasi,�komputer, dan data yang telah terkomputerisasi. �
STEVEN ALTER
PROFESSOR
�
DEFENISI E-BUSINESS��(SID L. HUFF, DKK. 2000. CASES IN ELECTRONIC COMMERCE. MCGRAWHILL) �
E-business meliputi semua hal yang harus dilakukan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk melakukan kegiatan bisnis antar organisasi maupun dari organisasi ke konsumen. �
SID L. HUFF
PROFESSOR
�
DEFENISI E-BUSINESS��(KENNETH C. LAUDON DAN JANE P. LAUDON. 2001. ESSSENTIALS OF MANAGEMENT INFORMATION SYSTEMS: ORGANIZATION AND TECHNOLOGY IN NETWORKED ENTERPRISE. PRENTICE HALL) �
Penggunaan internet dan teknologi digital lainnya untuk komunikasi, koordinasi, dan manajemen organisasi. �
KENNETH C. LAUDON PROFESSOR
�
DEFENISI E-BUSINESS SEDERHANA���
Definisi e-business secara sederhana adalah penggunaan internet untuk berhubungan dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier. Penggunaan internet menyebabkan proses bisnis menjadi lebih efisien. Dalam penggunaan e-business, perusahaan perlu untuk membuka data pada sistem informasi mereka agar perusahaan dapat berbagi informasi dengan konsumen, rekan bisnis, dan supplier dan dapat bertransaksi secara elektronik dengan mereka memanfaatkan internet. Beda e-business dengan e-commerce adalah ecommerce hanya berupa transaksi secara elektronik di internet sedangkan ebusiness termasuk juga pertukaran informasi secara online misalnya sebuah perusahaan manufaktur membagi informasi persediaan bahan baku ke supplier, sebuah lembaga keuangan membagi informasi tentang perbankan, credit card, dan lain-lain dengan konsumen mereka, dan sebagainya.
�
PERSPEKTIF E-BUSINESS
1 PELAKU E BUSINESS | 2 ALAT/ MEDIA/SUMBER DAYA LAIN | 3 KEGIATAN SASARAN |
4 TUJUAN | 5 KEUNTUNGAN | |
| | |
1 PELAKU BISNIS
2 ALAT/MEDIA/SUMBER DAYA YANG DIGUNAKAN �
teknologi informasi dan komunikasi� komputer� data� internet �
3 KEGIATAN SASARAN
4 TUJUAN
5 KEUNTUNGAN
SIMPULAN DARI DEFINISI E BUSINESS
CONTOH KASUS
EFEK POSITIF DAN NEGATIVE E -BUSINESS
EFEK POSITIF DAN NEGATIVE E -BUSINESS
Negatif:
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN E-BUSINESS �
TUGAS 1