P
ENDALAMAN MATERI
TEMA 7
PERISTIWA DALAM KEHIDUPAN
PM
Subtema 2:
Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi
T7 St1
Pembelajaran 1:
Peristiwa-Peristiwa Penting Seputar Proklamasi Kemerdekaan
Muatan
IPS
KD 3.4 dan 4.4
P1
T7 St2
Pembentukan BPUPKI
Letnan Jenderal Kumakichi Harada membentuk BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai pada tanggal 1 Maret 1945.
Pembentukan PPKI
BPUPKI dibubarkan pada tanggal 7 Agustus 1945 dan digantikan oleh PPKI atau Dokuritsu Junbi Iinkai, yang diketuai oleh Soekarno.
Peristiwa Rengasdengklok
T7 St2
P1
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.5 dan 4.5
Pembelajaran 1:
Mengelompokkan Informasi Teks Narasi Sejarah Menggunakan Peta Pikiran
Perubahan Wujud Benda yang Dapat Kembali
T7 St2
P1
Muatan
IPA
KD 3.7 dan 4.7
Pembelajaran 1:
Perhatikan gambar berikut!
Es yang didiamkan di ruang terbuka
kembali menjadi air (mencair).
Air yang dimasukkan ke dalam freezer
menjadi es
(membeku).
Faktor yang Memengaruhi Perubahan Wujud Benda (1)
T7 St2
P2
Muatan
IPA
KD 3.7 dan 4.7
Pembelajaran 2:
Es batu
Kalor
Es batu dapat mencair karena menyerap kalor
T7 St2
P2
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.5 dan 4.5
Pembelajaran 2:
Mengemukakan Informasi Penting Teks Narasi Sejarah
Pada pembelajaran sebelumnya, kamu telah belajar cara mengelompokkan informasi penting dari teks narasi sejarah ke dalam peta pikiran. Untuk menambah pemahamanmu, ayo lakukan kegiatan berikut!
T7 St2
P2
Muatan
SBdP
KD 3.3 dan 4.3
Pembelajaran 2:
Pola Lantai pada Gerak Tari Kreasi Daerah
Pola lantai vertikal, yaitu penari melakukan formasi bentuk garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya. Contoh tari daerah yang menggunakan pola ini adalah tari Yosepan dari Papua.
A
Pola lantai horizontal, yaitu penari melakukan formasi bentuk garis lurus ke samping. Contoh tari daerah yang menggunakan pola lantai ini adalah tari Saman dari Aceh.
B
Pola lantai garis melengkung, yaitu penari melakukan gerakan membentuk setengah lingkaran. Pola lantai ini banyak digunakan pada tari tradisional Indonesia, salah satunya adalah tari Rejang Dewa dari Bali.
C
Pola lantai diagonal, yaitu penari melakukan gerakan menyudut ke kanan atau ke kiri. Contoh pola lantai diagonal adalah tari Bedhaya Ketawang yang menggunakan pola lantai menyerupai pesawat terbang.
D
T7 St2
P3
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.5 dan 4.5
Pembelajaran 3:
Mengidentifikasi Teks Narasi Sejarah melalui Pertanyaan
Peristiwa-Peristiwa Heroik setelah Kemerdekaan
T7 St2
P3
Muatan
IPS
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 3:
Peristiwa 10 November 1945
Pada tanggal 10 November 1945, meletuslah pertempuran sengit antara tentara Sekutu dan rakyat Surabaya. Salah seorang pemimpin barisan Banteng, Bung Tomo, berpidato berapi-api untuk membakar semangat rakyat Surabaya.
Pertempuran Ambarawa
Pertempuran Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November 1945–15 Desember 1945 di Ambarawa, Jawa Tengah.
Bandung Lautan Api
Sebelum ditinggalkan, Bandung Selatan dibumihanguskan atau dibakar agar tidak dapat dipakai oleh musuh. Meskipun demikian, para pejuang tetap melawan sekutu dengan taktik gerilya. Peristiwa tersebut pun dikenal dengan nama Bandung Lautan Api.
T7 St2
P3
Muatan
PPKn
KD 3.3 dan 4.3
Pembelajaran 3:
Bhineka Tunggal Ika dalam Hidup Bermasyarakat
Keberagaman masyarakat yang ada di lingkungan sekitar hendaknya disikapi dengan menerapkan hidup rukun dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pelaksanaannya, setiap individu masyarakat harus saling menghormati dan juga menghargai.
Contohnya, saat membantu korban bencana alam dan kerja bakti membersihkan lingkungan. Kita harus bekerja sama meskipun berbeda suku dan agama. Dengan demikian, kita telah menerapkan semangat Bhinneka Tunggal Ika di masyarakat.
Proses Pembentukan NKRI
T7 St2
P4
Muatan
IPS
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 4:
Pasca dibubarkannya BPUPKI pada tanggal 7 Agustus 1945, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). PPKI yang diketuai oleh Ir. Soekarno memiliki beberapa tugas utama, yaitu:
Untuk menjalankan tugas-tugasnya tersebut, maka PPKI segera menggelar beberapa sidang, yaitu:
18 Agustus 1945 • Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945. • Memilih dan mengangkat Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai presiden dan wakil presiden Indonesia. |
19 Agustus 1945 • Membentuk 12 kementrian dan 4 menteri negara. • Membagi wilayah Indonesia menjadi 8 provinsi (Sumatra, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sunda Kecil, Maluku, Sulawesi, dan Borneo) yang dipimpin oleh seorang gubernur. |
22 Agustus 1945 • Membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) sebagai pembantu presiden sebelum lembaga-lembaga negara sesuai UUD 1945 terbentuk secara resmi. • Membentuk tiga badan sebagai wadah perjuangan, yaitu Komite Nasional Indonesia (KNI), Parta Nasional Indonesia (PNI), dan BKR (Badan Keamanan Rakyat yang memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban umum di bawah koordinasi KNI) |
T7 St2
P4
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.5 dan 4.5
Pembelajaran 4:
Menuliskan Kesimpulan Teks Narasi Sejarah
T7 St2
P4
Muatan
PPKn
KD 3.3 dan 4.3
Pembelajaran 4:
Menjelaskan Unsur-Unsur Kebudayaan Suku Bangsa di Indonesia
Sebagai negara yang majemuk, masyarakat Indonesia memiliki keberagaman ras, suku, bahasa, dan agama. Sebaiknya, kita memelihara keberagaman tersebut dengan belajar memahami perbedaan unsur kebudayaan yang ada dalam masyarakat.
Kepercayaan, Indonesia mengakui enam agama dan juga menjami kebebasan masyarakat Indonesia untuk memeluk dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing.
Mata pencaharian, kenampakan alam yang beragam memengaruhi keragaman mata pencaharian masyarakat Indonesia.
Teknologi dan peralatan, perkembangan teknologi dan peralatan di Indonesia merupakan hasil kreativitas masyarakat yang disesuaikan dengan budaya setempat.
Unsur-unsur kebudayan tersebut antara lain:
Kesenian adalah hasil ciptaan manusia yang berkembang dan disesuaikan dengan budaya masing-masing.
Pengetahuan, masyarakat menggunakan ilmu pengetahuan sebagai suatu cara untuk mengatasi berbagai kesulitan dalam hidupnya.
Bahasa daerah adalah sarana komunikasi yang digunakan oleh masyarakat di suatu daerah.
T7 St2
P4
Muatan
SBdP
KD 3.3 dan 4.3
Pembelajaran 4:
Gerak Pola Lantai dalam Tari Tradisional
Kesenian adalah salah satu unsur kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Ada beragam jenis kesenian. Salah satunya adalah seni tari yang menggunakan gerak tubuh sebagai media utamanya.
Tari Kancet dari Kalimatan.
Tari Cakalele dari Maluku.
Tari-tari daerah di atas bermakna tentang kepahlawanan. Tari Kancet menggunakan pola lantai lurus ke samping. Sedangkan, tari Cakalele menggunakan pola lantai melingkar.
T7 St2
P5
Muatan
SBdP
KD 3.3 dan 4.3
Pembelajaran 5:
Gerak Pola Lantai sesuai Irama Lagu
Salah satu tari tradisional Indonesia adalah Tari Jaran Kepang. Tari Jaran Kepang merupakan tari yang berasal dari daerah Jawa, biasanya ditampilkan bersama dengan Reog Ponorogo.
Tari Jaran Kepang mengisahkan tentang rakyat yang sedang berperang untuk merebut kekuasaan dengan menunggangi kuda dan memegang senjata di tangannya.
Pola lantai melingkar
T7 St2
P5
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.5 dan 4.5
Pembelajaran 5:
Mempresentasikan Informasi Penting Teks Narasi Sejarah
Faktor yang Memengaruhi Perubahan Wujud Benda (2)
T7 St2
P5
Muatan
IPA
KD 3.7 dan 4.7
Pembelajaran 5:
1
Saat dipanaskan, air rebusan bunga akan menyerap kalor dan menaikkan suhu. Akibatnya, air akan menguap.
1
2
Uap air yang terbentuk kemudian dicampur dengan air dingin.
2
3
Hal tersebut menyebabkan uap air yang panas melepas kalor untuk menyeimbangkan suhu, sehingga terjadilah proses mengembun.
3
4
Hasil dari pengembunan uap air tersebutlah yang disebut dengan minyak wangi.
4
Perhatikan bagan berikut!
T7 St2
P6
Muatan
Bahasa Indonesia
KD 3.5 dan 4.5
Pembelajaran 6:
Menentukan Informasi Penting Teks Narasi Sejarah
T7 St2
P6
Muatan
PPKn
KD 3.4 dan 4.4
Pembelajaran 6:
Makna Kepahlawanan dalam Lagu “Perjuangan”