MENGIDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT IKAN PATIN
BALAI PELATIHAN DAN PENYULUHAN PERIKANAN (BPPP) MEDAN
PENGERTIAN HAMA
Segala macam hewan yang ada di kolam/wadah budidaya selain yang dibudidayakan dan dianggap merugikan karena mengurangi produktivitas maksimal, disebabkan hilangnya hewan budidaya karena proses makan memakan, terjadi persaingan dalam pemanfaatan sumber energi.
BERDASARKAN AKTIFITASNYA HAMA DIGOLONGKAN MENJADI
Predator (Pemangsa)
Katak, uncit, ular, burung, mamalia (garangan, biawak, lingsang)
Kompetitor (Penyaing)
Hewan yang menyaingi
Peruusak Sarana
Yuyu, kepiting
Karier
Virus dan parasit
Pengendalian hama
a. Pengolahan dasar kolam
Pengeringan secara total, agar semua organisme mati.
Dan memperbaiki struktur tanah dasar agar gas-gas
beracun keluar.
b. Penutupan permukaan kolam dengan menggunakan jaring yang dapat menghindari burung
c. Memasang filter / saringan pada pintu pemasukan air
d. Pemberantasan hama secara mekanis
IKAN, PATOGEN DAN LINGKUNGAN
1. Dalam keadaan kesetimbangan
Inang
Lingkungan
Patogen
2. Keseimbangan berubah
Lingkungan
Pathogen
Inang/Ikan
Penyakit
Kelebihan pakan
Dominasi
Daya tahan tubuh
Pakan terbuang
Pertumbuhan terhambat
Ikan, kuman & lingkungan
Mekanisme Terjadinya Penyakit
INANG:
PATOGEN:
1. Pengobatan (antibiotika, dll)
2. Pencegahan
(biosecurity)
LINGKUNGAN:
Budidaya ramah lingkungan
(Padat tebar, pakan, pergantian air)
Inang
Patogen
Lingkungan
penyakit
Identifikasi Penyakit
Gejala Ikan Sakit
Tanda-tanda luar ikan sakit
Tanda-tanda Internal ikan sakit:
Cara penularan penyakit
Cara Untuk Menghambat Penyebaran Penyakit
Bagaimana bila ikan telah terjangkit penyakit ..?
Penetapan cara pengobatan
1. Serangan Parasit�
Masalah utama dalam budidaya ikan patin adalah munculnya penyakit parasit. Serangan parasit dapat menyebabkan penurunan kualitas budidaya mulai dari menurunkan produktivitas ikan patin hingga menyebabkan kerugian ekonomi bagi Pembudidaya.
2. Lingkungan Tercemar�
Lingkungan yang tercemar (amonia yang menjadi racun) akan mengakibatkan luka bakar pada jaringan ikan, termasuk luka pada insangnya. Kemudian, ikan akan memperlihatkan gejala keracunan. Ikan yang terpapar amonia biasanya akan melakukan gerakan menghentak tak beraturan dan menunjukkan perilaku lesu maupun berdiam diri di bawah air.
3. Kualitas Air Menurun�
Lingkungan dengan fluktuasi suhu, pH, salinitas, dan kekeruhan yang besar akan menyebabkan stres dan mengurangi nafsu makan ikan. Akibatnya, tingkat ikan patin yang sakit tinggi dan hasil panen Bapak/Ibu tidak maksimal.
4. Pakan Tidak Sesuai�
Pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan akan membuat ikan tidak tumbuh dengan baik, bahkan mudah terserang penyakit.
Pakan dengan kualitas baik akan membantu terciptanya sistem ketahanan tubuh pada ikan.
5. Tubuh Ikan Terluka�
Tubuh ikan patin yang terluka akan berlendir atau mengeluarkan nanah.
Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi yang dibarengi dengan berbagai penyakit lainnya.
6. Faktor Genetik�
Jenis Penyakit Ikan Patin�
White Spot adalah penyakit bintik putih pada tubuh ikan akibat infeksi Ichthyophthirius multifiliis. Penyebab utama dari penyakit ini adalah protozoa yang hidup karena air kolam terlalu dingin.
Selain itu, banyaknya air hujan yang tercampur di dalam kolam juga menyebabkan tumbuhnya protozoa. Akibat dari penyakit ini, persentase kematian mencapai 100% hanya dalam beberapa hari saja.
Gejala:
2. Aeromonas�
Gejala:
3. MES�
Gejala:
4. Trichodiniasis�
Gejala:
Cara Mencegah Penyakit Ikan Patin�
1. Mengontrol Kualitas Air agar Selalu Optimal�
Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan:
2. Penerapan Biosekuriti yang Baik�
3. Pemberian Pakan dan Suplemen Berkualitas�
4. Beenih yang SPF�
5. Pemberian Probiotik Rutin�
Meningkatkan sistem imun ikan patin.
Meminimalkan penyakit.
Mengandung multivitamin lengkap.
Menjadi kombinasi tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pakan ikan patin.
Terbuat dari bahan organik yang berdampak baik untuk kesehatan ikan.
6. Pemantauan atau Sampling Rutin pada Ikan Patin�
Jenis Tumbuhan Herbal
No | Jenis Tumbuhan | Dosis | Aplikasi |
1. | BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn) | 10 – 20 gram per kilogram pakan | Tumbuk bawang putih, campurkan ke dalam telur ayam yang sudah di kocok terlebih dahulu lalu di campur dengan pakan atau pelet. Setelah tercampur rata, keringkan pelet |
2. | KUNYIT (Curcuma domestica) | 2,5 gram perasan kunyit per liter air | Tumbuk/blender kunyit, peras, lalu tambahkan air. Lalu campurkan ke dalam pakan atau pelet. Setelah tercampur berikan ke ikan |
3. | MENIRAN (Phyllanthus urinaria) | 10 gram per kilogram pakan | Tumbuk /blender ranting dan daun meniran, keringkan di oven 50 derajat celcius, haluskan dan campurkan ke dalam telur ayam yang sudah di kocok terlebih dahulu dan campurkan dengan pakan atau pelet |
4. | RAGI/YEAST (Saccharomyces spp) | 0,1-1,0 % ragi roti dalam pakan | Campurkan ke dalam telur ayam yang sudah di kocok terlebih dahulu dan campur dengan pakan atau pelet |
5. | SIRIH (Piper betle L) | 2 gram per 60 ml air | Di rebus dengan air, setelah dingin rendam ikan yang terkena penyakit |
6. | DAUN JAMBU BATU (Psidium guajava) | 2 gram per 60 ml air | Di rebus dengan air, setelah dingin rendam ikan selama 24 jam |
7. | DAUN PEPAYA (Carica papaya) | 2 gram per 60 ml air | Di remas lalu campur dengan air, rendam ikan yang terkena penyakit selama 24 jam. |
TE
RI
MA
KA
SIH
�ZAT AKTIF YANG DILARANG BEREDAR DAN DIPERGUNAKAN SEBAGAI OBAT IKAN