1 of 40

MENGIDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT IKAN PATIN

BALAI PELATIHAN DAN PENYULUHAN PERIKANAN (BPPP) MEDAN

2 of 40

PENGERTIAN HAMA

Segala macam hewan yang ada di kolam/wadah budidaya selain yang dibudidayakan dan dianggap merugikan karena mengurangi produktivitas maksimal, disebabkan hilangnya hewan budidaya karena proses makan memakan, terjadi persaingan dalam pemanfaatan sumber energi.

3 of 40

BERDASARKAN AKTIFITASNYA HAMA DIGOLONGKAN MENJADI

Predator (Pemangsa)

Katak, uncit, ular, burung, mamalia (garangan, biawak, lingsang)

Kompetitor (Penyaing)

Hewan yang menyaingi

Peruusak Sarana

Yuyu, kepiting

Karier

Virus dan parasit

4 of 40

Pengendalian hama

a. Pengolahan dasar kolam

Pengeringan secara total, agar semua organisme mati.

Dan memperbaiki struktur tanah dasar agar gas-gas

beracun keluar.

b. Penutupan permukaan kolam dengan menggunakan jaring yang dapat menghindari burung

c. Memasang filter / saringan pada pintu pemasukan air

d. Pemberantasan hama secara mekanis

5 of 40

IKAN, PATOGEN DAN LINGKUNGAN

1. Dalam keadaan kesetimbangan

Inang

Lingkungan

Patogen

6 of 40

2. Keseimbangan berubah

Lingkungan

Pathogen

Inang/Ikan

Penyakit

Kelebihan pakan

Dominasi

Daya tahan tubuh

Pakan terbuang

Pertumbuhan terhambat

7 of 40

Ikan, kuman & lingkungan

Mekanisme Terjadinya Penyakit

INANG:

  1. Genetik
  2. Vaksin
  3. Imunostimulan
  4. Vitamin C
  5. Probiotik

PATOGEN:

1. Pengobatan (antibiotika, dll)

2. Pencegahan

(biosecurity)

LINGKUNGAN:

Budidaya ramah lingkungan

(Padat tebar, pakan, pergantian air)

Inang

Patogen

Lingkungan

penyakit

8 of 40

Identifikasi Penyakit

  • Pemeriksaan fisik luar
  • Pemeriksaan organ dalam

9 of 40

Gejala Ikan Sakit

  • Hilang nafsu makan
  • Tingkah laku tidak normal
  • Berenang malas dan lemah berenang tanpa henti
  • Berenang dengan posisi kepala dibawah
  • Menggosok – gosokkan tubuh pada dinding bak pemeliharaan
  • Diam didasar
  • Mengambang dekat permukaan air

10 of 40

Tanda-tanda luar ikan sakit

  • Perubahan warna tubuh
  • Kurus dan perut membengkak
  • Pendarahan dan menonjol
  • Warna permukaan tubuh keputihan
  • Rusak dan banyak lendir pada insang
  • Kemerahan pada bagian dalam tutup insang
  • Mata keputihan

11 of 40

Tanda-tanda Internal ikan sakit:

  • Pendarahan pada organ dalam
  • Organ dalam berwarna pucat terdapat cairan pada rongga perut
  • Pembesaran gelembung renang/dropsy
  • Terdapat bintik putih pada organ dalam

12 of 40

Cara penularan penyakit

  • Melalui air
  • Melalui kontak/gesekan badan secara langsung
  • Melalui peralatan yang digunakan
  • Penyakit yang terbawa oleh ikan
  • Konstruksi kolam yang tidak memenuhi syarat

13 of 40

Cara Untuk Menghambat Penyebaran Penyakit

  • Sterilisasi fasilitas budidaya
  • Sterilisasi pakan
  • Sterilisasi peralatan

14 of 40

Bagaimana bila ikan telah terjangkit penyakit ..?

  • Pemisahan ikan sakit (karantina)
  • Mengidentifikasi jenis penyakit
  • Pemilihan obat dan penetapan dosis
  • Persiapan air dan tempat pengobatan

15 of 40

Penetapan cara pengobatan

  • Dipping (pencelupan)
  • Mengalir (flush)
  • Dimandikan (bath)
  • Rendam (immersion)
  • Oral
  • Oles
  • Injeksi atau suntik

16 of 40

1. Serangan Parasit�

Masalah utama dalam budidaya ikan patin adalah munculnya penyakit parasit. Serangan parasit dapat menyebabkan penurunan kualitas budidaya mulai dari menurunkan produktivitas ikan patin hingga menyebabkan kerugian ekonomi bagi Pembudidaya.

17 of 40

2. Lingkungan Tercemar�

Lingkungan yang tercemar (amonia yang menjadi racun) akan mengakibatkan luka bakar pada jaringan ikan, termasuk luka pada insangnya. Kemudian, ikan akan memperlihatkan gejala keracunan. Ikan yang terpapar amonia biasanya akan melakukan gerakan menghentak tak beraturan dan menunjukkan perilaku lesu maupun berdiam diri di bawah air.

18 of 40

3. Kualitas Air Menurun�

Lingkungan dengan fluktuasi suhu, pH, salinitas, dan kekeruhan yang besar akan menyebabkan stres dan mengurangi nafsu makan ikan. Akibatnya, tingkat ikan patin yang sakit tinggi dan hasil panen Bapak/Ibu tidak maksimal.

19 of 40

4. Pakan Tidak Sesuai�

Pakan yang tidak sesuai dengan kebutuhan ikan akan membuat ikan tidak tumbuh dengan baik, bahkan mudah terserang penyakit.

Pakan dengan kualitas baik akan membantu terciptanya sistem ketahanan tubuh pada ikan.

20 of 40

5. Tubuh Ikan Terluka�

Tubuh ikan patin yang terluka akan berlendir atau mengeluarkan nanah.

Hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi yang dibarengi dengan berbagai penyakit lainnya. 

21 of 40

6. Faktor Genetik�

  • Kondisi tubuh ikan yang lemah karena faktor genetik (kurang kuat menghadapi perubahan lingkungan) akan mengakibatkan kelainan.
  • Salah satu penyebanya adalah perkawinan satu keturunan (inbreeding).

22 of 40

Jenis Penyakit Ikan Patin�

  1. White Spot

White Spot adalah penyakit bintik putih pada tubuh ikan akibat infeksi Ichthyophthirius multifiliis. Penyebab utama dari penyakit ini adalah protozoa yang hidup karena air kolam terlalu dingin.

Selain itu, banyaknya air hujan yang tercampur di dalam kolam juga menyebabkan tumbuhnya protozoa. Akibat dari penyakit ini, persentase kematian mencapai 100% hanya dalam beberapa hari saja.

23 of 40

Gejala:

  • Adanya bintik putih di lapisan lendir kulit, sirip, dan insang.
  • Ikan sering berkumpul di tempat gelap.
  • Sering menggosok-gosokkan tubuhnya pada dinding kolam.
  • Napsu makan menurun

24 of 40

2. Aeromonas�

  • Penyakit ini merupakan penyakit yang sering menyerang ikan patin. Penyakit Aeromonas dapat menyebabkan kematian hingga mencapai 80%, dalam kurun waktu yang singkat (1–2 minggu) sehingga sangat merugikan pembudidaya ikan. Penyebab penyakit ini adalah Bakteri Aeromonas sp.. 
  • Penyakit ini timbul karena kondisi stres akibat kepadatan ikan tinggi, pakan tidak berkualitas, handling ikan yang kasar, dan kualitas air buruk. Terkadang, ikan patin yang terserang penyakit aeromonas lebih sering menyendiri dan berenang di permukaan air.

25 of 40

Gejala:

  • Munculnya bercak berwarna merah hampir di seluruh bagian tubuh ikan (perut, dada, sirip, hingga ekornya).
  • Adanya luka atau borok.
  • Cairan lendir di tubuh ikan berkurang sehingga ketika diraba ikan terasa kasar.
  • Terjadi pendarahan.

26 of 40

3. MES�

  • Penyakit MES atau Motile Edwardsiella Septicemia merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Edwardsiella tarda.
  • Infeksi dari bakteri ini menimbulkan penurunan produktivitas budidaya ikan patin, sehingga menyebabkan kerugian bagi pembudidaya.
  • Penularan infeksi bakteri ini terjadi melalui kontak antara inang satu dengan inang lainnya melalui media air budidaya.

27 of 40

Gejala:

  • kan patin jadi malas berenang.
  • Ikan tidak memiliki napsu makan.
  • Adanya luka pada kulit kemudian akan meluas ke bagian daging, jika tidak segera diobati, luka akan menjadi bisul dan mengeluarkan nanah.
  • Terjadinya pendarahan.

28 of 40

4. Trichodiniasis�

  • Penyakit gatal pada ikan ini menyerang benih ikan yang baru menetas, hingga ikan berumur 1 bulan.
  • Penyakit ini menyerang kulit, sirip, dan insang. Penyebabnya adalah infeksi parasit Trichodina sp.
  • Akibat serangan penyakit ini, banyak ikan yang mengalami kematian.
  • Persentase kematian dapat mencapai 50%.

29 of 40

Gejala:

  • Warna tubuh pucat.
  • Perubahan warna sisik, sisik mengelupas, lesi pada kulit.
  • Produksi mucus berlebihan.
  • Ikan tampak kurus.
  • Ikan merasa gatal dan sering menggosok-gosokkan badan pada benda di sekitarnya.
  • Ikan sering loncat-loncat pada kolam.
  • Kerusakan insang.

30 of 40

Cara Mencegah Penyakit Ikan Patin�

  • Mencegah penyakit ikan patin lebih baik daripada mengobatinya.
  • Jika penyakit ikan patin sudah menyerang, tentunya kerugian yang ditimbulkan akan lebih besar.
  • Bapak/Ibu perlu melengkapi pengetahuan tentang cara mencegah penyakit ikan patin.
  • Dengan begitu, proses budidaya ikan patin Bapak/Ibu akan aman dari penyakit yang menyerang.

31 of 40

1. Mengontrol Kualitas Air agar Selalu Optimal�

  • Bapak/Ibu perlu menyediakan kondisi lingkungan optimal pada ikan patin, caranya dengan mengontrol kualitas air.
  • Kualitas air berpengaruh terhadap pertumbuhan, tingkat kesehatan, dan kelangsungan hidup ikan patin.
  • Kualitas air harus dijaga karena air bisa menjadi sangat berbahaya apabila tidak dilakukan kontrol rutin.

32 of 40

Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan:

  • Ikan mengalami stres dan imun turun.
  • Patogen mudah berkembang.
  • Potensi timbulnya penyakit.

33 of 40

2. Penerapan Biosekuriti yang Baik�

  • Perapkan sistem biosekuriti yang baik atau karantina ikan. Dengan melakukan biosekuriti, ikan akan terhindar dari penyakit.
  • Berikut adalah manfaat dari penerapan biosekuriti pada ikan patin:
  • Memperkecil resiko penyakit.
  • Mendeteksi dini wabah penyakit ikan.
  • Menekan kerugian apabila terjadi wabah penyakit.
  • Efisiensi waktu, pakan, dan tenaga.
  • Kualitas ikan lebih terjamin.

34 of 40

3. Pemberian Pakan dan Suplemen Berkualitas�

  • Memberikan pakan dan suplemen sesuai dosis serta kebutuhan ikan patin.
  • Bapak/Ibu disarankan dapat menghitung kebutuhan pakan sehingga pada tahap pemeliharaan dapat meminimalisir penyakit.

35 of 40

4. Beenih yang SPF�

  • Pastikan Bapak/Ibu, memilih benih ikan patin yang berkualitas dan terbebas dari penyakit maupun virus.

36 of 40

5. Pemberian Probiotik Rutin�

  • Cara menunjang kesehatan ikan adalah dengan memberikan probiotik secara rutin.
  • Pemberian probiotik dapat meningkatkan kekebalan tubuh ikan.
  • Berikut adalah kriteria pemilihan probiotik untuk ikan patin:

Meningkatkan sistem imun ikan patin.

Meminimalkan penyakit.

Mengandung multivitamin lengkap.

Menjadi kombinasi tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada pakan ikan patin.

Terbuat dari bahan organik yang berdampak baik untuk kesehatan ikan.

37 of 40

6. Pemantauan atau Sampling Rutin pada Ikan Patin�

  • Pengambilan sampel ikan patin merupakan suatu prosedur yang dilaksanakan ketika melakukan kegiatan monitoring kesehatan ikan.
  • Dengan adanya sampling rutin pada ikan patin dapat meminimalkan penularan penyakit ikan.

38 of 40

Jenis Tumbuhan Herbal

No

Jenis Tumbuhan

Dosis

Aplikasi

1.

BAWANG PUTIH ( Allium sativum Linn)

10 – 20 gram per kilogram pakan

Tumbuk bawang putih, campurkan ke dalam telur ayam yang sudah di kocok  terlebih dahulu lalu di campur dengan pakan atau pelet. Setelah tercampur rata, keringkan pelet

2.

KUNYIT (Curcuma domestica)

2,5 gram perasan kunyit per liter air

Tumbuk/blender kunyit, peras, lalu tambahkan air. Lalu campurkan ke dalam pakan atau pelet. Setelah tercampur berikan ke ikan

3.

MENIRAN (Phyllanthus urinaria)

10 gram per kilogram pakan

Tumbuk /blender ranting dan daun meniran, keringkan di oven 50 derajat celcius, haluskan dan campurkan ke dalam telur ayam yang sudah di kocok terlebih dahulu dan campurkan dengan pakan atau pelet

4.

RAGI/YEAST (Saccharomyces spp)

0,1-1,0 % ragi roti dalam pakan

Campurkan ke dalam telur ayam yang sudah di kocok terlebih dahulu dan campur dengan pakan atau pelet

5.

SIRIH (Piper betle L)

2 gram per 60 ml air

Di rebus dengan air, setelah dingin rendam ikan yang terkena penyakit

6.

DAUN JAMBU BATU (Psidium guajava)

2 gram per 60 ml air

Di rebus dengan air, setelah dingin rendam ikan selama 24 jam

7.

DAUN PEPAYA (Carica papaya)

2 gram per 60 ml air

Di remas lalu campur dengan air, rendam ikan yang terkena penyakit selama 24 jam.

39 of 40

TE

RI

MA

KA

SIH

40 of 40

�ZAT AKTIF YANG DILARANG BEREDAR DAN DIPERGUNAKAN SEBAGAI OBAT IKAN

  • Nitrofuran
  • Ronidosol
  • Dapson
  • Chloramphenicol
  • Cholichicin
  • Chlorpromazone
  • Trichlorfone
  • Dimetildasole
  • Metronidasole
  • Aristoloshia spp, DLL