1 of 41

TEKANAN

  1. Tekanan Zat Padat

Tekanan adalah besarnya gaya yang diberikan pada suatu benda per satuan luas permukaan tempat gaya tersebut bekerja. Ini berarti tekanan menggambarkan seberapa banyak tekanan atau dorongan yang diberikan pada suatu benda dalam satu area tertentu. Rumus tekanan (P) dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.

Keterangan:

P = tekanan dalam satuan pascal (Pa).

F = gaya yang diberikan pada benda dalam satuan newton (N).

A = luas bidang atau permukaan yang menerima gaya dalam satuan meter persegi (m2).

2 of 41

Contoh soal

  • Benda yang beratnya 600N terletak di lantai dengan dengan luas bidang singgung 50 dm2. Hitung tekanan benda pada lantai!

Penyelesaian:

Diketahui :

F = 600N

A= 50 dm2 = 50/100 m2= 0,5m2

Ditanya : P = ?

P = F/A

P = 600N/0,5m2 = 1200N/m2

3 of 41

  • Tugas :

Kerjakan Latihan uji kemampuan halaman 53 nomor 1 dan 2.

Dikumpulkan.

4 of 41

  • a. Pengukuran Tekanan dan Aplikasinya
  • Pengukuran tekanan adalah proses untuk menentukan besarnya tekanan yang diberikan pada suatu benda atau dalam suatu sistem. Tekanan diukur dalam unit pascal (Pa) atau newton per meter persegi (N/m2). Ada beberapa alat yang digunakan untuk mengukur tekanan, di antaranya adalah manometer, barometer, dan alat ukur lainnya.
  • 1) Manometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan zat cair dan gas dalam suatu sistem tertutup. Manometer bekerja berdasarkan perbedaan tinggi antara permukaan cairan di dalam tabung dengan tekanan yang akan diukur. Semakin tinggi permukaan cairan dalam manometer, semakin besar tekanan dalam sistem tersebut.
  • 2) Barometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan atmosfer. Tekanan atmosfer sangat penting karena memengaruhi cuaca dan iklim. Barometer merkuri adalah salah satu jenis barometer yang paling umum digunakan. Cara kerjanya adalah dengan mengukur tinggi kolom merkuri yang dipengaruhi oleh tekanan atmosfer.

5 of 41

b. Aplikasi Tekanan Zat Padat

Tekanan zat padat memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa contoh penggunaannya:

1). Kursi dan Kasur

Ketika kamu duduk atau berbaring di atas kursi atau kasur, berat tubuh Anda didistribusikan ke seluruh permukaan kursi atau kasur tersebut. Ini menghasilkan tekanan yang merata, sehingga kamu merasa nyaman.

2) Sepatu dengan Hak Tinggi

Hak sepatu tinggi memiliki luas permukaan yang lebih kecil daripada alas kaki. Ini mengakibatkan tekanan yang lebih besar di bawah hak sepatu saat berjalan, sehingga kamu tidak tenggelam dalam tanah.

6 of 41

  • 3) Pemotongan dengan Pisau Tumpul
  • Saat kamu menggunakan pisau tumpul untuk memotong sesuatu, tekanan yang diberikan pada benda tersebut lebih rendah dibandingkan dengan menggunakan pisau yang tajam. Oleh karena itu, pemotongan dengan pisau tumpul menjadi lebih sulit.
  • 4) Ban Sepeda
  • Saat kamu mengayuh sepeda, berat tubuh kamu didistribusikan ke permukaan ban sepeda. Ban yang memiliki tekanan yang tepat akan memberikan kinerja yang baik saat mengayuh sepeda.
  • 5) Menggunakan Peralatan Masak
  • Saat kamu memasak, tekanan yang diberikan pada panci atau wajan memengaruhi suhu dan waktu memasak. Pengaturan tekanan yang tepat sangat penting dalam memasak yang baik.

7 of 41

B. Tekanan Zat Cair

a. Tekanan Hidrostatis

Tekanan hidrostatis adalah tekanan yang timbul pada suatu titik dalam zat cair, seperti air, akibat berat zat cair di atasnya dan kedalaman titik tersebut di dalam cairan tersebut. Ini berarti semakin dalam suatu titik berada dalam zat cair dan semakin besar massa jenis zat cair, tekanan hidrostatisnya akan semakin besar.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tekanan Hidrostatis

8 of 41

Ada dua faktor utama yang memengaruhi besar kecilnya tekanan hidrostatis.

  1. Kedalaman (h): Semakin dalam suatu titik berada dalam zat cair, semakin besar tekanan hidrostatis yang akan dirasakan. Ini karena semakin dalam, kolom zat cair yang ada di atas titik tersebut semakin tinggi, sehingga berat zat cair yang menekan dari atas semakin besar.
  2. Massa Jenis (ρ) Zat Cair: Massa jenis merupakan besaran yang mengukur seberapa padat suatu zat cair. Semakin besar massa jenis zat cair, semakin besar pula tekanan hidrostatis yang dihasilkannya. Massa jenis zat cair dinyatakan dalam satuan kilogram per meter kubik (kg/m3).

9 of 41

  • Rumus tekanan hidrostatis di dalam suatu zat cair dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut.
  • P = ρ g h
  • Dengan:�P = Tekanan hidrostatis (Pascal, Pa)�ρ = Massa jenis zat cair (kg/m3)�g = Percepatan gravitasi (m/s2)�h = Kedalaman titik di dalam zat cair (meter, m)

10 of 41

Contoh soal :

  • Berapa besar tekanan dalam air kolam yang kedalamannya 2meter jika massa jenis air 1000kg/m3 dan percepatan gravitasi bumi 10 N/kg?
  • Penyelesaian :
  • Diketahui :
  • : h = 2 m
  • ꝭ = 1000kg/m3
  • G = 10N/kg
  • Ditanya : P = ?
  • Jawab :

11 of 41

  • Rumus = P = ρ g h
  • P = 1000 kg/m3 x 10 N/kg x 2 m

P = 20.000 N/m3 = 20.000 Pa

Jadi besar tekanan air yang kedalamanya 2m adalah 20.000Pa

12 of 41

  • Penerapan Tekanan Hidrostatis dalam Kehidupan Sehari-hari
  • Tekanan hidrostatis memiliki banyak penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah dalam desain dan perancangan bangunan bawah air seperti kapal selam. Kapal selam dirancang sedemikian rupa agar dapat menahan tekanan hidrostatis yang meningkat seiring dengan kedalaman penyelaman ke dalam laut.

13 of 41

  • Selain itu, pemahaman tentang tekanan hidrostatis juga penting dalam mengevaluasi risiko ketika seseorang melakukan penyelaman laut dalam. Penyelam harus memahami bagaimana tekanan air berubah seiring dengan kedalaman agar dapat menjaga keamanan diri mereka sendiri.
  • b. Hukum Archimedes
  • Hukum Archimedes ditemukan oleh ilmuan Yunani yang bernama Archimedes. Hukum ini menjelaskan hubungan gaya berat dan gaya ke atas pada suatu benda jika dimasukkan ke dalam air. Akibat adanya gaya angkat ke atas (gaya apung), benda yang ada didalam zat cair beratnya akan berkurang. Sehingga benda yang diangkat dalam air akan terasa lebih ringan dibandingankan ketika diangkat di darat.

14 of 41

  • Hukum Archimedes berbunyi: "Sebuah benda yang dicelupkan seluruhnya atau sebagian dalam zat cair, akan mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut".
  • Jenis Benda di dalam Air
  • Dengan hukum Archimedes, kita bisa mengelompokkan benda menjadi 3 jenis. Benda-benda tersebut di antaranya adalah benda tenggelam, terapung, dan melayang. Benda bisa tenggelam jika gaya angkat air lebih kecil dari gaya berat benda tersebut. Sedangkan benda melayang terjadi jika gaya angkat air dan gaya berat benda sama. Untuk benda yang bisa mengapung terjadi saat gaya angkat air lebih besar dibandingkan dengan gaya berat benda.

15 of 41

  • 1. Benda Tenggelam
  • Benda disebut tenggelam dalam zat cair apabila posisi benda selalu terletak pada dasar tempat zat cair berada.

  • Dalam keadaan seimbang maka w = N + Fa sehingga:
  • w > Fa
  • m g > ρf g V
  • ρb g V > ρf g V
  • ρb > ρf

16 of 41

17 of 41

18 of 41

3. Tekanan Zat Gas

Tekanan gas adalah tekanan yang dihasilkan oleh partikel-partikel gas yang bertabrakan dengan dinding wadah atau permukaan lain. Tekanan gas juga dapat didefinisikan sebagai gaya per satuan luas permukaan tempat gas tersebut berada.

Pada dasarnya, semakin banyak partikel gas yang bertabrakan dengan dinding, semakin tinggi tekanan gasnya. Begitu pula semakin besar gaya yang diberikan pada gas, semakin tinggi tekanan yang dihasilkan. Namun, faktor lain yang mempengaruhi tekanan gas adalah volume wadah yang mengandung gas tersebut

19 of 41

�Hukum Gas Ideal�

Salah satu konsep penting dalam memahami perilaku gas adalah Hukum Gas Ideal. Hukum Gas Ideal menyatakan bahwa pada kondisi tertentu, tekanan, volume, dan suhu gas terkait dengan rumus matematis sebagai berikut:

PV = nRT

Dalam rumus ini:�P adalah tekanan gas dalam pascal (Pa).�V adalah volume gas dalam meter kubik (m3).�n adalah jumlah mol gas.�R adalah konstanta gas (8.31 J/(mol·K)).�T adalah suhu gas dalam kelvin (K).

Dari rumus ini, kita dapat melihat bagaimana perubahan tekanan, volume, jumlah mol, atau suhu akan memengaruhi perilaku gas. Hukum Gas Ideal memberikan landasan yang kuat untuk memahami sifat-sifat gas.

20 of 41

Aplikasi Tekanan Gas

Tekanan gas memiliki banyak aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh penting meliputi:

  1. Ban Mobil: Tekanan dalam ban mobil harus dijaga agar kendaraan dapat berjalan dengan baik dan aman.
  2. Tabung Gas: Gas dalam tabung gas seperti LPG digunakan dalam memasak dan pemanasan.
  3. Pesawat Terbang: Tekanan udara di dalam pesawat harus dikendalikan agar penumpang dan awak pesawat tetap aman selama penerbangan.

Penyebab Perubahan Tekanan Gas

21 of 41

Penyebab Perubahan Tekanan Gas

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan tekanan gas, antara lain:

  1. Perubahan Suhu: Kenaikan suhu akan meningkatkan tekanan gas jika volume dan jumlah mol tetap.
  2. Perubahan Volume: Penyusutan volume akan meningkatkan tekanan jika suhu dan jumlah mol tetap.
  3. Perubahan Jumlah Mol: Penambahan jumlah mol gas akan meningkatkan tekanan jika volume dan suhu tetap.

Keselamatan dalam Menggunakan Gas

Penting untuk memahami bagaimana mengelola tekanan gas dengan aman, terutama dalam penggunaan bahan bakar seperti LPG atau dalam industri kimia. Kesalahan dalam mengelola tekanan gas dapat berpotensi berbahaya.

22 of 41

4. PenerapanTekanan dalam Kehidupan

a. Hukum Pascal (Pompa Hidrolik)

Hukum pascal adalah salah satu hukum fisika yang menjelaskan tentang tekanan fluida di dalam wadah yang tertutup dan bagaimana tekanan tersebut dapat memengaruhi benda-benda di sekitarnya. Hukum pascal menyatakan bahwa tekanan yang diberikan pada sebuah fluida yang tertutup akan merambat dengan sama kuatnya di seluruh bagian dari fluida tersebut. Artinya, jika kita memberikan tekanan pada sebuah wadah yang berisi cairan, maka tekanan tersebut akan merambat ke seluruh bagian cairan yang ada di dalam wadah tersebut.

23 of 41

  • Selain pompa hidrolik yang telah disebutkan sebelumnya, contoh hukum pascal yang lain adalah pada pompa air. Ketika kita menekan piston pada sebuah pompa air, tekanan yang kita berikan pada piston tersebut akan merambat ke seluruh cairan yang ada di dalam pipa. Hal inilah yang menyebabkan air keluar dari pipa dengan tekanan yang sama dan kuat. Rumus hukum pascal dapat digunakan untuk menghitung tekanan fluida pada sebuah wadah yang tertutup. Rumus pascal adalah sebagai berikut.

24 of 41

Dari rumus pascal di atas, dapat disimpulkan bahwa semakin besar gaya yang diberikan pada fluida dan semakin kecil luas permukaan fluida yang diberikan tekanan, maka tekanan fluida yang dihasilkan akan semakin besar.�Secara matematis diperoleh persamaan Hukum Pascal berikut.�

25 of 41

b. Tekanan Darah

Tekanan darah pada pembuluh darah memiliki prinsip kerja seperti hukum pascal. Peredaran darah berada di dalam pembuluh darah yang merupakan ruang tertutup. Sehingga tekanan pada pembuluh darah berlaku prinsip hukum pascal. Organ utama peredaran darah pada manusia adalah jantung. Jantung tersebut terdiri dari empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan, dan bilik kiri.

Jantung memompa darah sehingga darah mengalir ke seluruh tubuh. Darah merpakan sarana pengangkut oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh seluruh sel di dalam tubuh. Darah mengalir di dalam pembuluh darah.

26 of 41

Jantung memompa darah karena adanya otot jantung. Saat otot pada bilik berkontraksi maka darah akan mendapatkan dorongan. Dorongan tersebut untuk mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh aorta yang disebut tekanan darah sistol. Adapun saat bilik berelaksasi, maka darah akan mendapatkan dorongan untuk masuk ke dalam serambi melalui pembuluh vena, disebut darah diastol. Agar tekanan darah tetap terjaga maka pembuluh darah harus terisi penuh oleh darah. Pengukuran tekanan darah Tekanan darah dapat diukur dengan alat syphygmomanometer atau tensimeter.

27 of 41

c. Tekanan pada Pernapasan Manusia

  • Di dalam paru-paru terjadi pertukaran antara oksigen dan juga karbon dioksida. Hal ini dikarenakan setiap menitnya paru-paru dapat menyerap sekitar 250 mililiter O2 dan mengeluarkan sebanyak 200 mililiter CO2. Hal ini juga dikarenakan adanya tekanan gas pada proses pernapasan manusia.
  • Proses pertukaran antara O2 dengan CO2 terjadi dengan cara difusi, yaitu proses pemindahan zat paling larut dari daerah yang memiliki konsentrasi dan juga tekanan parsial yang tinggi ke daerah yang memiliki konsentrasi dan tekanan parsial rendah. Tekanan parsial adalah tekanan yang diberikan oleh gas tertentu dalam campuran gas tersebut. Yang dimaksud dengan tekanan parsial adalah O2 dan CO2 yang terlarut di dalam darah.

28 of 41

Tekanan parsial O2 akan diberikan simbol PO2, sedangkan tekanan parsial CO2 akan diberikan simbol PCO2. Pada sistem peredaran darah, tekanan parsial antara O2 dan CO2 bervariariasi pada setiap organnya.

 

Darah yang masuk ke dalam paru-paru melalui arteri pulmonalis juga memiliki kandungan PO2 yang jauh lebih rendang jika dibandingkan dengan PCO2.

Saat darah memasuki kapiler alveoli, CO2 yang terkadung dalam darah berdifusi dan akan menuju alveoli dan O2 yang terkandung dalam udara di alveoli akan berfusi ke dalam darah. Akibatnya, PO2 di dalam darah menjadi naik dan juga mengandung banyak oksigen dan PCO2 di dalam darah akan menjadi turun dan mengandung karbon dioksida. Darah tersebut akan menuju jantung, kemudian dipompa ke diseluruh bagian tubuh.

29 of 41

Tekanan parsial O2 akan diberikan simbol PO2, sedangkan tekanan parsial CO2 akan diberikan simbol PCO2. Pada sistem peredaran darah, tekanan parsial antara O2 dan CO2 bervariariasi pada setiap organnya.

Darah yang masuk ke dalam paru-paru melalui arteri pulmonalis juga memiliki kandungan PO2 yang jauh lebih rendang jika dibandingkan dengan PCO2.

Saat darah memasuki kapiler alveoli, CO2 yang terkadung dalam darah berdifusi dan akan menuju alveoli dan O2 yang terkandung dalam udara di alveoli akan berfusi ke dalam darah. Akibatnya, PO2 di dalam darah menjadi naik dan juga mengandung banyak oksigen dan PCO2 di dalam darah akan menjadi turun dan mengandung karbon dioksida. Darah tersebut akan menuju jantung, kemudian dipompa ke diseluruh bagian tubuh.

Pada saat darah tiba di jaringan tubuh, O2 dalam darah tersebut akan mengalami difusi menuju jaringan tubuh. Selain itu, kandungan CO2 dalam jaringan tubuh juga jauh lebih besar daripada kandungan CO2 di dalam darah, sehingga CO2 jaringan tubuh mengalami difusi ke dalam darah. Setelah melepaskan O2 dan membawa CO2 dari jaringan tubuh, darah akan kembali menuju jantung dan dipompa kembali ke paru-paru.

30 of 41

d. Tekanan pada Tumbuhan

  • Tumbuhan membutuhkan air dan zat hara demi kelangsungan hidupnya. Air diserap dari tanah lalu diangkut hingga ke daun. Tumbuhan tidak memiliki pompa seperti jantung yang dapat menekan air hingga sampai dahan tertinggi.
  • Pada tumbuhan tingkat rendah, pengangkutan air dan zat hara dilakukan oleh seluruh tubuhnya. Namun, pada tumbuhan tingkat tinggi seperti spermatophyta, pengangkutan air dilakukan di dalam pembuluh tanaman. Berikut proses masuknya air ke tanaman: Proses pengangkutan air dan mineral dari dalam tanah oleh tumbuhan berawal dari air dalam tanah, diserap oleh rambut akar. Air dan mineral tanah memasuki tumbuhan melalui epidermis akar, melintasi korteks akar, dan masuk ke dalam stele. Dari stele, air dan mineral melalui xylem, air tiba di daun pada dahan tertinggi. Air yang diserap oleh akar harus sampai ke dahan tertinggi yang terkadang tinggi dahan mencapai lebih dari 10 meter.

31 of 41

Berikut ini terdapat tiga faktor yang memengaruhi sampainya air hingga ke dahan tertinggi, yaitu

  1. Tekanan akar

Faktor pertama yang air dapat naik ke daun tertinggi dalam tumbuhan adalah tekanan akar. Air diserap melalui akar. Akar memiliki rambut akar yang berfungsi untuk memperluas bidang penyerapan air. Rambut akar terbentuk dari sel epidermis yang menjulur keluar. Cara penyerapan air oleh rambut akar berlangsung secara osmosis. Osmosis adalah perpindahan zat dari larutan kurang pekat ke larutan yang kurang pekat melalui membran semipermeable. Membran semipermeable adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilalui oleh air dan zat tertentu yang larut di dalamnya.

32 of 41

Berikut ini prosesnya:

  1. Air dan mineral yang terlarut di dalam tanah masuk ke dalam sel rambut secara osmosis.
  2. Setelah rambut akar menyerap air, maka cairan pada sel rambut akar menjadi kurang pekat jika dibandingkan dengan cairan pada sel korteks. Hal ini membuat air dari sel rambut akar dapat mengalir ke dalam sel pada korteks secara osmosis.
  3. Air kemudian mengalir ke endoddermis dengan cara yang osmosis hingga mencapai pembuluh kayu (xylem).
  4. Proses pengangkutan air dari rambut akar menuju ke pembuluh xylem dinamakan pengangkutan ekstravasikuler (pengangkutan di luar pembuluh angkut).
  5. Proses penyerapan air menyebabkan akar menekankan air hingga air masuk ke dalam pembuluh xylem, dalam pembuluh ini air diangkut menuju ke batang daun yang letaknya lebih tinggi.

Saat air masuk ke dalam sel, akan terjadi tekanan pada dinding sel, sehingga sel akan merenggang. Hal ini menyebabkan adanya tekanan hidrostatis untuk melawan aliran air tersebut.

  1. Daya kapilaritas batang Air dapat diangkut dari akar ke seluruh tubuh tumbuhan karena adanya daya kapilaritas batang

33 of 41

Daya kapilaritas batang adalah kemampuan xylem yang memiliki diameter sangat kecil (kapiler) untuk menaikkan permukaan air lebih tinggi dibanding dengan di luar pembuluh.

Daya kapilaritas dipengaruhi oleh gaya kohesi dan gaya adhesi. Gaya kohesi adalah gaya antar molekul zat yang sejenis. Adapun gaya adhesi adalah gaya tarik antar molekul zat yang tidak sejenis. Pada saat air masuk ke dalam pembukuh xylem, air akan mengalami gaya adhesi yang lemah antara molekul air dan molekul pembuluh xylem. Gaya kohesi antara molekul air dengan molekul air lainnya sangat kuat, hal inilah yang menyebabkan air bergerak dapat naik di sepanjang pembuluh xylem.

  1. Daya hisap daun

Air digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Proses fotosintesis terjadi pada daun. Selain itu, daun juga mengalami proses transpirasi.

34 of 41

Transpirasi adalah peristiwa pelepasan uap air dari daun. Daya hisap daun adalah kemampuan daun untuk menyerap air dari jaringan yang ada dibawahnya yaitu batang. Kemampuan ini disebabkan karena tekanan osmosis pada sel daun lebih tinggi daripada sel batang. Perbedaan tekanan osmosis ini karena daun selalu mengeluarkan air saat terjadi transpirasi. Terdapat beberapa faktor transpirasi, yaitu suhu udara, luas bidang penguapan, kecepatan angin, kelembaban dan tekanan udara. Daya hisap daun merupakan faktor terakhir yang menyebabkan air dapat terangkut dari akar hingga ke daun.

 

35 of 41

LATIHAN BAB 3

  1. Pilihan Ganda
  2. Semakin besar luas alas bidang tekannya, besarnya tekanan akan ....

A. semakin besar

B. semakin kecil

C. tidak terpengaruh

D. menjadi 0

  1. Pada zat cair, semakin dalam airnya, besarnya tekanan zat cair akan ....

A. semakin besar

B. semakin kecil

C. tidak terpengaruh

D. menjadi 0

36 of 41

3. Tekanan zat cair pada ruang tertutup diteruskan ke segala arah dan besarnya sama merupakan bunyi dari ...

A. Hukum Pascal

B. Hukum Kekekalan Energi

C. Hukum Archimedes

D. Hukum Newton

4. Melalui percobaan Torricelli, besarnya tekanan udara di setiap tempat adalah ....

A. sama

B. berbeda-beda

C. relatif

D. berubah

37 of 41

5. Massa jenis air 1.000 kg/m3 dan percepatan gravitasi 9,8 N/kg. Ada benda dengan volume 20 m3 yang tercelup di air. Besarnya gaya tekan ke atas yang diterima benda itu adalah ….

A. 100.000 N

B. 115.000 N

C. 165.000 N

D. 196.000 N

6. Pipa U diisi air dan minyak tanah. Massa jenis air 1 gram/cm3, massa jenis minyak tanah 0,8 gram/cm3. Jika perbedaan tinggi air menjadi 20 cm, besarnya tinggi minyak tanah adalah ….

A. 20 cm

B. 22 cm

C. 25 cm

D. 28 cm

38 of 41

7. Sebuah bejana berhubungan memiliki F1= 50 N, A1 = 20 cm2, dan A2 = 80 cm2. Besarnya gaya F2 adalah ….

A. 100 N

B. 200 N

C. 300 N

D. 400 N

8. Di Malang, tekanan udara menurut barometer adalah 69 cm. Ketinggian di Kota Malang sebesar ….

A. 500 meter dpl

B. 600 meter dpl

C. 700 meter dpl

D. 800 meter dpl

39 of 41

9. Ketinggian suatu kota 300 meter dpl (di atas permukaan laut). Besarnya tekanan udara di kota itu adalah ….

A. 60 cmHg

B. 73 cmHg

C. 88 cmHg

D. 111 cmHg

10. Sebuah bejana berhubungan diisi air. Kemudian, dituangkan minyak di kaki lainnya hingga tinggi minyak 20 cm terhadap garis setimbang. Besarnya tinggi air terhadap garis setimbang jika massa jenis air 1 g/cm3 dan massa jenis minyak 0,8 g/cm3 adalah ….

A. 12 cm

B. 14 cm

C. 16 cm

D. 18 cm

40 of 41

B. Uraian

1. Sebuah benda ditimbang di udara beratnya 50 N. setelah ditimbang di dalam air, beratnya menjadi 30 N. Tentukan gaya angkat benda tersebut.

2. Perhatikan gambar berikut

Mesin pengangkat mobil hidrolik pada gambar di atas memiliki pengisap masing-masing dengan luas A1 = 15 cm² dan A2 = 600 cm². Apabila pada pengisap kecil diberi gaya F1 sebesar 500 N, hitunglah berat beban yang dapat diangkat.

41 of 41

3. Sebuah bejana berhubungan diisi air dan minyak. Yang mempunyai Massa air 1

g/cm³ kemudian massa jenis minyak 0,8 g/cm³. Apabila tinggi permukaan air dari

batas minyak 10 cm, tentukan tinggi permukaan minyak.

4. Seekor ikan sedang berenang di akuarium. Ikan tersebut berada 50 cm dari

permukaan akuarium. Berapakah tekanan hidrostatis yang diterima oleh

ikan?Apabila diketahui massa jenis airnya = 1000 kg/m³ dengan percepatan gravitasi

bumi 10 m/s2)

5. Suatu wadah setinggi 0,8 m dengan luas alas 0,5 m2 menampung air yang massa jenisnya

1000 Kg/m3. Sementara itu, percepatan gravitasinya 9,8 N/Kg. Berapa tekanan air di

kedalaman 20 cm dan di dasarnya, serta gaya hidrostatik di dasar?