1 of 23

FILUM COELENTERATA (CNIDARIA)

Coelenterata: Hewan avertebrata air yang menggunakan rongga tubuhnya sebagai tempat pencernaan makanan

Cnidaria: Hewan avertebrata air yang memiliki sel penyengat

1

2 of 23

2

Filum Cnidaria: ubur-ubur, terumbu karang, hydroids, anemone laut

ubur-ubur

terumbu karang

hydroids

anemone laut

3 of 23

3

Bentuk tubuh simetri radial atau biradial sepanjang sumbu oral-aboral.

COELENTERATA

oral

aboral

4 of 23

4

Polyp; berbentuk silinder dengan

bagian mulut (oral) yang mengandung

tentakel menghadap ke atas dan ujung

lainnya (aboral) melekat pada

substrat. Lapisan mesoglea tipis.

Medusa; berbentuk seperti lonceng

atau payung dengan bagian yang

cekung menghadap ke atas dan mulut

terletak di tengah-tengah bagian

cembung yang menghadap ke bawah.

Mesoglea tebal.

Dibedakan menjadi dua macam, Polyp dan Medusa

5 of 23

5

Tubuh terdiri atas 3 lapisan sel: lapisan epidermis

di luar, lapisan gastrodermis di dalam, dan

di antara keduanya terdapat mesoglea; nematocyst

terdapat pada salah satu atau kedua lapisan

tersebut.

6 of 23

6

Lapisan epidermis terdiri atas: Sel Epitel Otot, Sel Interstisial,

Sel Cnidocyte, Sel Kelenjar Lendir, Sel Saraf Indera.

Mesoglea

Pseudopodia

Nutritive

muscle cell

Enzymatic

gland cell

Interstitial cell

Cnidocil

Cnidocyte

Sensory cell

Epithelio-muscle cell nucleus

Nerve cell

7 of 23

Pada Sel Cnidocyte terdapat Nematocyst.

Selain Nematocyst, terdapat pula Spirocyst dan Ptychocyst.

Nematocyst pada Coelenterata ada 4 macam:

  1. Penggulung (Volvent),
  2. Penusuk (Penetrant),
  3. 2 macam Perekat (Glutinant):

Stereoline glutinant

Streptoline glutinant

8 of 23

8

A. Nematocyst dari Hydra, B. spirocyst dari anemone laut (A. Schulze dalam Storer dkk. 1983; B. Barnes dkk. 1993)

PENETRANT

nukleus

digulung

ditembakkan

nematocyst melekat pada sikat crustacea

cnidocil

cnidoblast

VOLVENT

GLUTINANT

A

B

9 of 23

Gastrodermis terdiri atas beberapa macam sel:

  1. Sel Otot Pencerna yang Berflagela
  2. Sel Kelenjar Enzim
  3. Sel Kelenjar Lendir

Kecuali Hydra, kebanyakan Coelenterata mempunyai

nematocyst di dalam lapisan gastrodermis.

Pada beberapa jenis Hydra sp., di dalam gastrodermis

terdapat zoochlorella yang hidup bersimbiosis.

10 of 23

10

Pergerakan:

Polyp; terbatas, merayap, atau meliuk-liuk.

Medusa; bergerak bebas.

Makanan dan Cara Makan:

Coelenterata bersifat karnivora.

Makanan masuk ke dalam mulut dengan

bantuan tentakel, dan proses pencernaan

dibantu oleh sel otot pencerna (Pseudopodia).

Pernafasan dan Ekskresi

Pertukaran gas dan pengeluaran sisa

metabolisme melalui proses difusi.

11 of 23

11

Reproduksi:

Coelenterata berkembang biak secara Aseksual

dan Seksual.

Aseksual terjadi pada stadium Polyp melalui

Pertunasan dan Pembelahan .

Seksual terjadi pada stadium Medusa.

12 of 23

12

Daur Hidup Obelia, kelas Hydrozoa (Buchsbaum, 1948)

13 of 23

Coelenterata dibagi ke dalam empat kelas:

  1. Kelas Hydrozoa

Polyp soliter atau koloni, ukuran kecil tidak menyolok. Daur hidup polyp, medusa, atau keduanya. Umumnya memiliki velum.

2. Kelas Schypozoa

Dalam daur hidupnya, bentuk polyp selalu kecil, dan medusa berdiameter 2-40 cm atau lebih.

  1. Kelas Cubozoa

Medusa berbentuk persegi dengan 4 sisi datar, memiliki velum.

4. Kelas Anthozoa

Selalu dalam bentuk polyp; soliter, atau koloni.

14 of 23

Ukuran kecil dan tidak menyolok, dalam daur hidup

Hydrozoa ada yang berbentuk polyp, medusa atau

kedua-duanya.

Hidup soliter atau berkoloni.

Soliter: kuncup yang sudah lengkap lepas dari

induknya dan hidup sebagai individu baru.

Koloni: kuncup tetap melekat pada induk

kemudian membentuk kuncup baru hingga

akhirnya tiap polyp berhubungan satu sama lain.

14

KELAS HYDROZOA

15 of 23

Pada polyp soliter, tunas hasil reproduksi aseksual

yang telah mempunyai mulut dan tentakel akan

lepas dari induknya dan akan hidup sendiri sebagai

polyp baru yang soliter. Contoh Hydra sp.

Pada polyp yang berkoloni, tunas hasil reproduksi

aseksual yang telah lengkap tetap menempel pada

induknya, hingga masing-masing polyp saling

berhubungan yang disebut koloni hydroid. Contoh

Obelia sp.

16 of 23

16

Koloni hydroid :

Dilindungi lapisan khitin yang dihasilkan oleh

epidermis.

Zat tanduk (Perisarc) dan jaringan hidup

di dalamnya disebut coenosarc.

Paling sedikit dimorphic (dua macam polip)

atau polymorphic (Polyp pemangsa & Polyp

reproduktif).

17 of 23

Polip pemangsa,

mempunyai mulut dan

tentakel untuk menangkap

dan mencerna makanan

polip Reproduksi

secara aseksual dengan

pertunasan menghasilkan

medusa. Polip ini tumbuh

dari hydrocaulus dan

hydrorhiza/gastrozooid

18 of 23

Medusa Hydrozoa umumnya kecil,

berdiameter 0,5-6,0 cm. Biasanya tepi

lonceng melekuk ke dalam disebut Velum.

Tentakel dilengkapi dengan Nematocyst, yang

terletak di tepi lonceng.

Mulut terletak pada

ujung manubrium di

tengah subumbrella.

19 of 23

Struktur bagian dalam kelas Hydrozoa

20 of 23

20

Susunan syaraf medusa lebih baik daripada

polyp. Tepi lonceng selain berisi sel indra, juga

mengandung 2 macam alat indera yang sejati :

A. Ocellus sebagai fotoreseptor.

B. Statocyst sebagai alat keseimbangan dan biasanya terletak di antara tentakel.

Beberapa jenis medusa bersifat fototaksis

negatif dan fototaksis positif, dan adapula

yang tidak memperlihatkan fototaksis.

21 of 23

Reproduksi : Aseksual dan Seksual

Aseksual pada Polyp dan Seksual pada Medusa

Daur Hidup Obelia, kelas Hydrozoa

22 of 23

Tidak semua jenis koloni hydrozoid hidup

menempel pada substrat, tetapi ada juga

yang hidup bebas (Physalia & Velella).

Koloni Velella terdiri atas

sebuah gastrozooid, gonozooid

dan datylozooid.

Koloni Physalia terdiri atas

gastrozooid dan di dalamnya terdapat

tentakel yang dipenuhi oleh nematocyst.

23 of 23

Struktur koloni hydroid yang berenang bebas

A

B

A. Physalia dan contoh sebuah cardium, B. Velella