BESARAN, SATUAN, DIMENSI DAN PENGUKURAN
Untuk Fisika SMA
Dikembangkan Oleh Ahmad Rampiki
Besaran
Definisi Besaran dan Satuan Dan Pembagiannya
Besaran :
Sesuatu yang dapat diukur, hasilnya dinyatakan dengan angka serta memiliki satuan.
Satuan :
Standar nilai dari suatu besaran sejenis yang dijadikan pembanding.
Berdasarkan Satuan
Berdasarkan Nilai dan Arah
Besaran Pokok
Besaran Turunan
Besaran Skalar
Besaran Vektor
Satuannya telah ditentukan
Satuannya > 1 (dari satuan besaran pokok)
Hanya memiliki nilai
Memiliki nilai dan arah
Panjang, massa, kuat arus listrik, suhu, waktu, jumlah zat, intensitas cahaya
Luas, volume, kecepatan, percepatan, gaya, dll.
Semua besaran pokok, energi, daya, luas, volume, dll
Kecepatan, percepatan, gaya, momentum, impuls, dll
Pembagian Besaran
No | Besaran Pokok | Satuan ( SI ) | Dimensi |
1 | Jumlah zat | Mol ( mol ) | N |
2 | Intensitas cahaya | Candela ( Cd ) | J |
3 | Waktu | Sekon ( s ) | T |
4 | Kuat arus | Ampere ( A ) | I |
5 | Suhu | Kelvin ( K ) | θ |
6 | Massa | Kilogram ( Kg ) | M |
7 | Panjang | Meter ( m ) | L |
No | Besaran Pokok Tambahan | Satuan |
1 | Sudut datar | Radian ( Rad ) |
2 | Sudut ruang | Steradian ( Sr ) |
Besaran Pokok
Tips mudah menghafal :
J I Wa Ku S M P
Dimensi :
Huruf Lambang suatu besaran.
Besaran yang satuannya sudah ditentukan dan berdiri sendiri tanpa disertai satuan besaran yang lain
Besaran Turunan
No | Besaran | Lambang ( Rumus ) | Satuan ( SI ) | Dimensi |
1 | Luas | A = p x l | m2 | L2 |
2 | Volume | V = p x l x t | m3 | L3 |
3 | Massa Jenis | | Kg/m3 | L T-3 |
4 | Kecepatan | | m/s | L T-1 |
5 | Percepatan | | m/s2 | L T-2 |
6 | Gaya | F = m.a | N = kg m/s2 | M L T-2 |
7 | Usaha | W = F.s | J = Nm = kg m2/s2 | M L2 T-2 |
8 | Daya | | W = J/s = kg m2/ s3 | M L2 T-3 |
9 | Energi | E = mgh = ½ mv2 | Sama dengan usaha | |
10 | Tekanan | | Pa = N/m2 = kg /ms2 | M L-1 T-2 |
11 | Momentum | P = m.v | Kg m/s | M L T-1 |
12 | Impuls | I = F.∆t | Sama dengan momentum | |
Besaran yang satuannya diturunkan dari satuan besaran pokok
Contoh Soal
1. Tentukan dimensi dari gaya !
Rumus :
F = m.a
Satuan penyusun :
kg. m/s2
Dimensi :
M.L.T-2
2. Tentukan dimensi dari usaha !
Rumus :
W = F.s
= m.a.s
Satuan penyusun :
kg. m/s2 . m
= kg. m2. s-2
Dimensi :
M.L2.T-2
Rumus
Satuan
Dimensi
SAATNYA BERLATIH,…
SEMANGAT
BELAJAR !!!
2. Besaran-besaran berikut ini yang merupakan besaran turunan adalah ....
3. Jika M dimensi massa, L dimensi panjang, dan T dimensi waktu, dimensi tekanan adalah ....
Latihan Soal
5. Lintasan sebuah partikel dinyatakan dengan :
x = A + Bt + Ct2. Dalam rumus itu x menunjukan tempat kedudukan dalam cm, t waktu dalam sekon, A, B, dan C masing-masing merupakan konstanta. Satuan C adalah ....
6. Massa jenis air dalam sistem CGS (cm - gram - sekon) adalah 1 g/cm3. Jika massa jenis ini dikonversikan ke sistem internasional (SI) maka nilainya adalah
Latihan Soal
Intro:
Angka Penting adalah: Angka yang dalam istilah asing disebut Significant Figures adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran. Terdiri atas angka pasti dan 1 angka taksiran.
Misal: Panjang meja belajar diukur menggunakan meteran adalah 90,25 cm. Angka 9, 0, dan 2 adalah angka pasti. Sedangkan 5 adalah angka taksiran, atau perkiraan.
Contoh: 123,45 cm → mengandung 5 AP (angka penting)
Contoh: 10,05 cm → mengandung 4 AP (angka penting)
Contoh: 0,0035 m → mengandung 2 AP (angka penting)
Contoh: 0,0035 m → mengandung 2 AP (angka penting)
4. Angka nol di kanan angka bukan nol harus diberikan tanda khusus
Contoh:
Untuk bilangan desimal, semuanya adalah angka penting
Jika tidak ada tanda khususnya, maka banyak angka pentingnya relatif/bergantung jenis alat ukurnya.
Aturan Operasi Aljabar Angka penting
Aturan Penjumlahan/ Pengurangan
Angka taksiran paling kiri dari bilangan hasil penjumlahan/ pengurangan dijadikan patokan jumlah angka penting terakhir
2345
321,05
2666,05 ditulis menjadi 2666 (4 AP)
Aturan Perkalian/ Pembagian
Jumlah angka penting hasil perkalian/ pembagian harus sama banyak dengan bilangan (dalam operasi perkalian/ pembagian) yang jumlah AP-nya paling sedikit.
45,005 🡪 memiliki (5 AP)
0,32 🡪 memiliki (2 AP)
14,4016 ditulis menjadi 14 (2 AP)
+
×
Awalan Dalam Fisika
Awalan Dalam Fisika
Konversi satuan
1 m = 100 cm = 1000 mm = 106 μm = 109 nm = 1010 A0 = 1012 pm = 1015 fm
1 Kg = 103 gr = 106 mg
1 A = 103 mA = 106 µA
Contoh soal:
Tentukan konversi dari:
SAATNYA BERLATIH,…
SEMANGAT
BELAJAR !!!
Pernyataan manakah yang tidak benar
Bilangan | Banyak Angka Penting | Banyak Angka Desimal |
A. 0,010 | 2 | 3 |
B. 0,000461 | 3 | 6 |
C. 12,50 | 3 | 2 |
D. 2,000 | 4 | 3 |
E. 125,00 | 5 | 2 |
Latihan Soal Angka penting
3. Hasil pengukuran panjang dan lebar suatu lantai adalah 12,61 m dan 5,2 m. Menurut aturan angka penting, luas lantai tesebut adalah . . . .
4. Sebuah zat cair ditimbang massanya sebesar 457 g. Sedangkan volumenya sebesar 25 ml. Massa jenis zat cair tersebut adalah . . .
Ketidakpastian bergantung pada alat ukur
Pengukuran tunggal
Pengukuran Berulang
Dilakukan berulang
Ketidakpastian menggunakan standart deviasi
PENGUKURAN :
Adalah kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis
Dilakukan sekali
Ketidakpastian adalah faktor kesalahan dalam pengukuran, nilainya dipengaruhi oleh ketelitian alat ukur dan kecermatan dalam pengukuran.
Beberapa contoh alat ukur dan fungsinya
Neraca Ohaus
Mistar
Jangka Sorong
Mikrometer sekrup
Stop watch
Termometer
AVO meter
Lux meter
MEMBACA NILAI HASIL PENGUKURAN
PADA ALAT UKUR PANJANG
1. Mistar
2,5 cm
Nilai Skala Terkecil (nst) = 1 mm = 0,1 cm
1. Mistar
L = 2,3 cm
2. Jangka Sorong
Dua jenis skala Jangka Sorong
Nilai Skala Terkecil (nst)
Nst = 0,1 mm = 0,01 cm
Nilai Skala Terkecil (nst)
Nst = 0,05 mm = 0,005 cm
2. Jangka sorong (skala 0,1 mm = 0,01 cm)
2. Jangka sorong (skala 0,05 mm = 0,005 cm)
Skala Nonius (SN) = 15 x 0,005 cm
= 0,075 cm
Skala Utama (SU) = 2,6 cm
Hasil Pengukuran = SU + SN
= 2,6 cm + 0,075 cm
= 2,675 cm
2. Jangka Sorong
3. Mikrometer Sekrup
Nilai Skala Terkecil (nst) = 0,01 mm
Mikrometer Sekrup
4,17 mm
Skala Nonius (SN) = 17 x 0,01 mm
= 0,17 mm
Skala Utama (SU) = 4,0 mm
Hasil Pengukuran = SU + SN
= 4,0 mm + 0,17 mm
= 4,17 mm
Mikrometer Sekrup (0,01 mm)
Laporan bilangan hasil pengukuran dituliskan sebagai:
Ketidakpastian (Mutlak) (ΔX) Pada Pengukuran Tunggal
nst = nilai skala terkecil dari alat ukur yang digunakan.
1. Mistar (0,1 cm)
x =2,55 cm
(x + Δx) cm = (2,55 + 0,05) cm
Skala terkecil = 0,1 cm
2. Jangka sorong (skala 0,1 mm = 0,01 cm)
Skala terkecil (nst) = 0,01 cm
Hasil pengukuran dilaporkan sebagai
L = (2,27 ± 0,005 ) cm
Skala Nonius (SN) = 6 x 0,005 cm
= 0,030 cm
Skala Utama (SU) = 3,1 cm
Hasil Pengukuran = SU + SN
= 3,1 cm + 0,030 cm
= 3,130 cm
Skala terkecil (nst) = 0,005 cm
Hasil pengukuran dilaporkan sebagai
L = (3,130 ± 0,003 ) cm
2. Jangka sorong (skala 0,05 mm = 0,005 cm)
Mikrometer Sekrup
Skala Nonius (SN) = 17 x 0,01 mm
= 0,17 mm
Skala Utama (SU) = 4,0 mm
Hasil Pengukuran = SU + SN
= 4,0 mm + 0,17 mm
= 4,17 mm
Skala terkecil (nst) = 0,01 mm
Hasil pengukuran dilaporkan sebagai
L = (4,170 ± 0,005 ) mm
Melaporkan Hasil Pengukuran Berulang
Percobaan ke- | xi (cm) | xi2 (cm) |
1 | 30,2 | 912,04 |
2 | 30,4 | 924,16 |
3 | 30,2 | 912,04 |
4 | 30,5 | 930,25 |
5 | 30,3 | 918,09 |
n = 5 | Σ xi = 151,6 | Σxi2=4596,58 |
3. Panjang sebuah buku diukur menggunakan mistar sebanyak 5 kali dengan menghasilkan data sebagai berikut : 30,2 cm ; 30,4 cm; 30,2 cm; 30,5 cm; 30,3 cm. Laporkan hasil pengukuran berulang tersebut berikut ketidakpastiannya !
3. Panjang sebuah buku diukur menggunakan mistar sebanyak 5 kali dengan menghasilkan data sebagai berikut : 30,2 cm ; 30,4 cm; 30,2 cm; 30,5 cm; 30,3 cm. Laporkan hasil pengukuran berulang tersebut berikut ketidakpastiannya !
Laporan hasil pengukuran :
X = (30,32 ± 0,06) cm
Aspek-Aspek Pengukuran
Bentuk Persamaan | Ketidakpastian |
| |
| |
| |
SAATNYA BERLATIH,…
SEMANGAT
BELAJAR !!!
2. Hasil pembacaan mikrometer sekrup di bawah ini adalah . . . . mm
PENGUKURAN
3. Pada pengukuran benda dengan neraca ohauss , kedudukan skala diperlihatkan gambar berikut
Hasil pengukuran benda tersebut adalah….
A. 330 gram
B. 334 gram
C. 343 gram
D. 430 gram
E. 433 gram