1 of 56

METODE HARGA POKOK PROSES�(PROCESS COSTING)�

2 of 56

CIRI METODE HP. PROSES

  • Produknya standart
  • Produknya dari bulan ke bulan adalah sama
  • Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi tentang rencana produksi produk standar dalam jangka waktu tertentu
  • Contoh : Perusahaan semen

3 of 56

METODE HP. PROSES >< PESANAN

No

Perbedaan

HP Pesanan

HP Proses

1.

Pengumpulan biaya produksi

Berdasarkan Pesanan

Per departemen produksi per periode akuntansi

2.

Perhitungan HP.Produksi per satuan

Total biaya yang dikeluarkan utk pesanan ttt dibagi jumlah pesanan ybs & dilakukan saat pesanan selesai diproduksi

Total biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu dibagi jumlah produk yang dihasilkan selama periode ybs & dilakukan setiap akhir periode akuntansi (biasanya akhir bulan)

4 of 56

METODE HP. PROSES >< PESANAN

No

Perbedaan

HP Pesanan

HP Proses

3.

Penggolongan biaya produksi

Dipisahkan menjadi BPL(B.Prod.Lgsg) dan BPTL(B.Prod.Tdk Lgsg) BPL dibebankan pada produk berdasar biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan BPTL ditentukan bdsk tarif yang ditentukan dimuka

Sering tidak diperlukan pembedaan BPL & BPTL (terutama jika hanya memproduksi satu macam produk). Biasanya BFOH dibebankan pada produk berdasarkan pada biaya yang sesungguhnya terjadi

4.

Unsur biaya yang dikelompokkan dalam B.FOH

BFOH tdr dari : BB Penolong,BTKTL, B.Produksi lain selain BB.Penolong dan BTKTL. BFOH dibebankan pada produk berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka

BFOH tdr dari B.Produksi selain BBB BB.Penolong dan BTK (L&TL). BFOH dibebankan pada produk berdasrkan pada biaya yang sesungguhnya terjadi

5 of 56

MANFAAT INFORMASI �HP. PRODUKSI

  • Menentukan harga jual produk
  • Memantau realisasi biaya
  • Menghitung laba atau rugi periodik
  • Menghitung HP.Persediaan Produk Jadi dan Produk dalam Proses yang akan disajikan dalam neraca

6 of 56

Menentukan Harga Jual Produk

7 of 56

Memantau realisasi biaya

  • Manajemen memerlukan informasi biaya produksi yang sesungguhnya dikeluarkan dalam pelaksanaan rencana produksi ketika rencana untuk jangka waktu tertentu tersebut telah diputuskan
  • Akuntansi biaya digunakan untuk mengumpulkan informasi tersebut (apakah total biaya produksi sesuai dengan yang telah diperhitungkan (sesuai rencana) atau tidak
  • Metode yang dilakukan adalah HP.Proses

8 of 56

Rumus :

9 of 56

Menghitung Laba Atau Rugi Periodik

  • Informasi biaya produksi yang telah dikeluarkan digunakan untuk mengetahui apakah kegiatan produksi perusahaan dalam periode tertentu menghasilkan laba atau justru rugi
  • Laba atau rugi digunakan untuk mengetahui kontribusi produk dalam menutup biaya non produksi dan menghasilkan Laba atau rugi
  • Metode HP.Proses digunakan oleh manajemen untuk mengumpulkan informasi biaya produksi yang sesungguhnya dikeluarkan pada periode tertentu guna menghasilkan informasi Laba atau rugi pada tiap periode.

10 of 56

Rumus :

11 of 56

Menghitung HP.Prsd .Produk Jadi dan Produk dlm Proses yang akan disajikan dalam neraca

  • Lap.Keuangan sbg pertanggungjawaban manajemen (salah satunya adalah neraca)
  • Dlm neraca harus ada informasi HP.Prsd.Prdk.Jadi dan HP.Produk yang ada pada tanggal neraca masih dalam proses, shg perlu catatan biaya produksi tiap periode
  • Catatan biaya produksi tiap periode berguna bagi manajemen untuk menentukan biaya produksi yang melekat pada produk jadi yang belum laku dijual (HP.Prsd.Prdk Jadi) dan produk yang masih dalam proses pengerjaan (HP.Prsd.Prdk.Dlm Proses) pada tanggal neraca

12 of 56

Metode HP.Proses – Tanpa Memperhitungkan Persediaan Produk dalam Proses Awal

  • Perusahaan yang produknya diolah melalui satu departemen
  • Perusahaan yang produknya diolah melalui lebih dari satu departemen
  • Pengaruh terjadinya produk yang hilang dalam proses terhadap perhitungan HP.Produksi per satuan, dengan asumsi :

1. Produk hilang pada awal proses

2. Produk hilang pada akhir proses

13 of 56

Metode HP.Proses �Produk melalui satu departemen�(TIDAK ADA BDP AWAL)

Contoh :

Berikut ini adalah jumlah biaya yang dikeluarkan selama bulan Februari 200X oleh PT. Tiara Permata yang mengolah produknya secara massa melalui satu departemen produksi

14 of 56

Data Biaya Produksi

15 of 56

Bagaimana menghitung

HP.produk jadi yg ditransfer

ke gudang dan HP.Prsd.Produk

dlm Proses yg pada akhir

periode Belum selesai

16 of 56

Perhitungan HP Per Satuan

* Unit Ekuivalensi : produk jadi + (produk dalam proses x % penyelesaian)

17 of 56

18 of 56

Laporan Biaya Produksi

19 of 56

Jurnal Pencatatan Biaya Produksi

20 of 56

Jurnal Pencatatan Biaya Produksi

21 of 56

Metode HP.Proses Produk �melalui lebih dari satu departemen�(TIDAK ADA BDP AWAL)

Contoh :

Berikut ini adalah jumlah biaya yang dikeluarkan selama bulan Februari 200X oleh PT. Tiara Permata yang mengolah produknya melalui dua departemen (A & B)

  • Untuk Departemen I, perhitungan biaya produksinya sama dengan untuk satu departemen
  • Untuk departemen berikutnya perhitungannya bersifat kumulatif
  • HP.Produk departemen setelah departemen I meliputi :Biaya produksi yang dibawa dari departemen I dan Biaya produksi departemen setelah departemen I (Dep.ybs)

22 of 56

Data biaya produksi departemen A & B

23 of 56

Perhitungan HP.Per Satuan departemen A

24 of 56

Perhitungan Hp.Produk Selesai �Yang Ditransfer Ke Departemen B �Dan Persediaan Produk Dalam Proses

25 of 56

Laporan Biaya Produksi Departemen A

26 of 56

Jurnal Pencatatan Biaya Produksi �Departemen A

27 of 56

Jurnal Pencatatan Biaya Produksi �Departemen A

28 of 56

Perhitungan HP.Per Satuan departemen B

29 of 56

Perhitungan Hp.Produk Jadi �Dan Produk Dalam Proses Departemen B

30 of 56

Laporan Biaya Produksi Departemen B

31 of 56

Jurnal Pencatatan Biaya Produksi �Departemen B

32 of 56

Jurnal Pencatatan Biaya Produksi �Departemen B

33 of 56

Prosedur Perhitungan Harga Pokok Proses (Ada persediaan BDP awal)

  1. Mengumpulkan data produksi untuk periode tertentu.

Produk selesai dihitung dg formula sbb:

Persediaan BDP awal xxx

Produk masuk proses periode ini xxx

Total unit yang diproses xxx

Persediaan BDP akhir (xxx)

Produk selesai xxx

34 of 56

Contoh:

PT Aquana memproduksi air mineral dengan merk “Fresh”. Perusahaan ini memiliki BDP per 1 Januari 2008 sebanyak 10.000 liter dan dalam bulan Januari 2008 perusahaan memproses 50.000 liter. Pada akhir bulan Januari 2008 perusahaan memiliki BDP akhir sebanyak 20.000 liter.

Diminta: berapa liter produk selesai selama bulan Januari 2008?

35 of 56

Jawab:

Produk selesai dihitung dg formula sbb:

Persediaan BDP awal 10.000 l

Produk masuk proses periode ini 50.000 l

Total unit yang diproses 60.000 l

Persediaan BDP akhir (20.000 l)

Produk selesai 40.000 l

36 of 56

2. Menghitung unit setara (equivalent units).

3. Mengumpulkan BBB, BTKL dan BOP selama periode tertentu.

4. Menghitung HP per unit untuk setiap unsur biaya produksi.

5. Menghitung HP produk selesai yang dipindahkan ke gudang atau departemen berikutnya dan harga pokok produk yang belum selesai pada akhir periode (persediaan BDP akhir).

37 of 56

Perlakuan Persediaan BDP awal

  • Persediaan BDP awal adalah persediaan yang berasal dari produk yang diproses pada periode lalu dan belum selesai sampai akhir periode.
  • Perlakuan dengan metode rata-rata (average cost method) dan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP/FIFO).

38 of 56

Metode HP rata-rata

  1. Produk selesai dan BDP akhir tidak dibedakan apakah berasal dari BDP awal atau produk masuk proses periode ini.
  2. Total biaya untuk setiap elemen biaya produksi dihitung dengan menambahkan masing-masing elemen biaya BDP awal (biaya yang terjadi periode lalu) dengan biaya produksi yang terjadi periode ini.

39 of 56

Metode MPKP / FIFO

  1. Persediaan BDP awal diasumsikan diproses lebih dahulu dan setelah selesai baru dilakukan pemrosesan terhadap produk masuk proses periode ini.
  2. Biaya produksi (harga pokok) BDP awal dipisahkan dari biaya produksi yang terjadi periode ini.

40 of 56

Laporan Harga Pokok Produksi

  • Digunakan untuk menghitung harga pokok produksi.
  • Terdiri dari 3 bagian:

- Data produksi

- Biaya dibebankan

- Elemen biaya produksi

41 of 56

Formula data produksi:

Produk Masuk Proses + BDP awal = Produk Selesai + BDP Akhir

Elemen biaya produksi dg metode HP rata-rata:

HP BDP Awal

Biaya Produksi Periode ini

Total Biaya Produksi

BBB

xxx

xxx

xxx

BTKL

xxx

xxx

xxx

BOP

xxx

xxx

xxx

TOTAL

xxx

xxx

xxx

42 of 56

Elemen biaya produksi dg metode FIFO:

Total Biaya Produksi

HP BDP Awal xxx

Biaya periode ini:

BBB xxx

BTKL xxx

BOP xxx

TOTAL xxx

43 of 56

  • Unit setara (equivalent units)

adalah perkiraan unit selesai dengan menggunakan biaya yang telah terjadi.

  • Persentase penyelesaian

adalah persentase penyerapan biaya produksi oleh persediaan BDP

Misal persediaan BDP akhir 20.000 liter dengan tingkat penyelesaian BB, BTK dan BOP 40%.

Unit equivalen?

44 of 56

Perhitungan unit equivalen dengan menggunakan metode HP rata-rata:

Unit equivalen = produk selesai + (persd. BDP akhir x persentase penyelesaian)

45 of 56

  • Contoh:

PT A quana memp. persediaan BDP awal 10.000 liter (BB 100%, BTK 50% dan BOP 40%), produk masuk proses 50.000 liter, produk selesai 40.000 liter dan persediaan BDP akhir 20.000 liter (BB 100%, BTK 60% dan BOP 30%). Berapa unit equivalen untuk masing-masing elemen biaya produksi dengan metode harga pokok rata-rata?

46 of 56

Jawab:

  • Unit equivalen = produk selesai + (persd. BDP akhir x persentase penyelesaian)

  • BB = 40.000 l + (20.000 l x 100%) = 60.000 l
  • TKL= 40.000 l + (20.000 l x 60%) = 52.000 l
  • BOP= 40.000 l + (20.000 l x 30%) = 46.000 l

47 of 56

Perhitungan unit equivalen dengan menggunakan metode FIFO:

Unit equivalen = Persediaan BDP awal x %-tase penyelesaian yang diperlukan + produk selesai dari proses periode ini + persediaan BDP Akhir x %-tase penyelesaian

48 of 56

Dengan contoh yang sama hitung unit ekuivalen dengan metode FIFO

  • Unit equivalen = Persediaan BDP awal x %tase penyelesaian yang diperlukan + produk selesai dari proses periode ini + persediaan BDP Akhir x %tase penyelesaian
  • BB = (10.000 x 100%) + 30.000 + (20.000 x 100%) = 70.000
  • TKL = (10.000 x 50%) + 30.000 + (20.000 x

60%) = 57.000

. BOP = (10.000 x 40%) + 30.000 + (20.000 x 30%) = 50.000

49 of 56

  • Harga Pokok Produk per unit

Biaya per unit untuk setiap elemen produksi

= Total biaya utk setiap elemen biaya prod.

Unit equivalen

50 of 56

Misal dari contoh sebelumnya (PT Aquana), diketahui biaya produksinya sbb:

Berapakah HP produk per unit dengan menggunakan metode HP rata-rata dan MPKP/FIFO?

Biaya periode lalu

(HP BDP awal)

Biaya periode ini

TOTAL

BBB

3.000.000

15.000.000

18.000.000

BTK

1.200.000

4.000.000

5.200.000

BOP

3.200.000

6.000.000

9.200.000

Total

7.400.000

25.000.000

32.400.000

51 of 56

Jawab: Metode Rata-rata

  • Biaya yg dibebankan ke Dep:
  • Persediaan awal: Total By UE By/unit
  • BB 3 jt
  • TKL 1,2 jt
  • BOP 3,2 jt
  • 7,4 jt
  • Biaya periode berjln
  • BB 15 jt 60.000 300
  • TKL 4 jt 52.000 100
  • BOP 6 jt 46.000 200
  • 25 jt
  • Total biaya 32,4 jt 600

52 of 56

Jawab: Metode FIFO

  • Biaya yg dibebankan ke Dep:
  • Persediaan awal: Total By UE By/unit
  • BB 3 jt
  • TKL 1,2 jt
  • BOP 3,2 jt
  • 7,4 jt
  • Biaya periode berjln
  • BB 15 jt 70.000 214.29
  • TKL 4 jt 57.000 70.18
  • BOP 6 jt 50.000 120
  • 25 jt
  • Total biaya 32,4 jt 404.47

53 of 56

  • Masih dengan contoh PT Aquana, hitung Biaya yang diperhitungkan (dengan metode HP rata-rata dan MPKP) dan buat Laporan HP Produksi dengan 2 metode tersebut.

54 of 56

Pengaruh Produk Hilang Dalam Proses Terhadap Perhitungan HP.Produk Per Satuan

  • Tidak semua produk yang diolah dapat menjadi produk yang baik dan memenuhi standart yang ditetapkan, ada kemungkinan terjadinya produk yang hilang
  • Berdasarkan saat terjadinya kehilangan :

* Hilang di awal proses

* Hilang di akhir proses

55 of 56

Produk Hilang di awal proses

56 of 56

Produk Hilang di awal proses