PETA KOMIT
DUDIH ROHAEDI, S.Pd.,MSi
Pemetaan Komitmen Kepala Satuan Pendidikan untuk Penguatan
Pembelajaran Mendalam
Skema Transformasi Peran Pengawas Sekolah
Kriteria | Sebelumnya | Sesudahnya |
Peran | Pengendali | Pendamping |
Fokus layanan | Memastikan satuan pendidikan memenuhi 8 standar nasional pendidikan | Mendampingi kepala satuan pendidikan dalam menggerakkan warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan pembelajaran |
Asesmen Awal | Menganalisis kesenjangan satuan pendidikan dengan 8 standar pendidikan | Melakukan refleksi berdasarkan rapor pendidikan sekolah |
Strategi | Mengevaluasi program kerja sekolah agar mendukung pemenuhan 8 standar pendidikan | Mengembangkan strategi pendampingan yang disesuaikan dengan kapasitas kepala satuan pendidikan dan potensi satuan pendidikan |
Luaran yang Dihasilkan | Laporan administrasi pengawasan satuan pendidikan | Rekomendasi peningkatan tata kelola satuan pendidikan yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran |
Ukuran Keberhasilan |
|
|
Visualisasi Ringkas Seluruh Tahapan Siklus Pendampingan
Tahap Pertama: Perencanaan Pendampingan
LUARAN: Dokumen Rencana Pendampingan Pengawas Sekolah
Dalam hal jumlah Pengawas Sekolah terbatas dan jumlah Satuan Pendidikan yang didampingi melebihi rasio ideal, Pengawas Sekolah dapat melakukan perencanaan Pendampingan yang adaptif dengan memanfaatkan teknologi atau alat bantu lain yang relevan.
Langkah 5:
Mengirimkan Dokumen Rencana Pendampingan ke Dinas Pendidikan
Langkah 4:
Menyusun
Dokumen Rencana Pendampingan
Langkah 3:
Menentukan Metode Pendampingan
Langkah 2:
Menentukan Strategi Pendampingan
Langkah 1:
Melakukan Refleksi Komitmen Perubahan
Mengidentifikasi komitmen perubahan kepala sekolah
dengan menggali
(a) tingkat kapasitas kepemimpinan perubahan dan (b) tingkat kesadaran kepala sekolah untuk melakukan refleksi.
(Untuk indikator komitmen perubahan, lihat: Panduan Refleksi)
Menentukan strategi pendampingan yang tepat bagi masing-masing Satuan Pendidikan berdasarkan hasil refleksi.
(Untuk pilihan strategi, lihat: Matriks Strategi Pendampingan)
Memilih metode Pendampingan yang tepat (i.e. fasilitasi, konsultasi, training, coaching, mentoring) sesuai dengan strategi Pendampingan dan program kerja masing-masing Satuan Pendidikan.
(Untuk deskripsi metode pendampingan, lihat: Tabulasi Metode Pendampingan)
Menyusun dokumen rencana Pendampingan yang memuat:
(Untuk contoh, lihat:
Contoh Dokumen Rencana Pendampingan)
Mengkomunikasikan luaran Rencana Pendampingan yang telah disusun kepada Dinas Pendidikan.
Panduan Refleksi Komitmen Perubahan
Pertanyaan Pemantik | Pola Jawaban (Ceklis) | Simpulan |
Konteks: Mengidentifikasi Tingkat Kesadaran (Kepala Sekolah) Melakukan Refleksi | ||
Apa kelemahan dan kekuatan Satuan Pendidikan Anda? Bagaimana Anda mengantisipasi kelemahan dan kekuatan tersebut? |
| Berkembang |
| Berdaya | |
Konteks: Mengidentifikasi Tingkat Kapasitas (Kepala Sekolah) Memimpin Perubahan | ||
Bagaimana Anda menyusun program kerja dan anggaran Satuan Pendidikan? Apa perbedaan program/kegiatan Satuan Pendidikan tahun lalu dengan tahun sebelumnya? |
| Rendah |
| Sedang | |
| Tinggi | |
Alat Bantu 1
Strategi ini tepat diterapkan pada sekolah yang baru mengawali pembentukan komitmen perubahan. Contohnya, Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah berkapasitas rendah dalam memimpin perubahan dengan kesadaran refleksi yang baru berkembang. Pendekatan ini berupaya meninggalkan praktik-praktik lama yang tidak efektif, menuju penerapan praktik-praktik baru.
Strategi ini tepat diterapkan pada sekolah yang berada pada tahap awal pembentukan komitmen perubahan. Misalnya, Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah berkapasitas rendah dalam memimpin perubahan, namun berdaya dalam hal kesadaran melakukan refleksi. Dengan adanya modalitas lebih pada kesadaran melakukan refleksi tersebut, pendekatan ini berupaya melakukan perubahan guna meningkatkan kapasitas untuk melakukan perubahan.
Strategi ini tepat diterapkan bagi sekolah yang komitmen perubahannya tengah bertumbuh. Contohnya, Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah berkapasitas sedang dalam memimpin perubahan sementara kesadaran refleksinya masih pada tahap berkembang. Pendekatan ini bertujuan untuk mengenali sekaligus menguatkan penggerak perubahan hingga kepala sekolah mendapatkan bukti dan praktik baik perubahan.
Strategi ini diperuntukkan bagi sekolah yang komitmen perubahannya telah tumbuh, yakni Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah yang berkapasitas sedang dalam aspek kepemimpinan perubahan, tetapi berdaya dalam aspek kesadaran melakukan refleksi. Pendekatan ini bertujuan membantu kepala sekolah merencanakan, melaksanakan dan mendukung perubahan secara bertahap atau pada komponen tertentu.
Strategi ini tepat diterapkan pada sekolah dengan komitmen perubahan yang sudah cukup maju. Misalnya, sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah yang berkapasitas tinggi dalam memimpin perubahan namun kesadaran melakukan refleksinya masih berkembang. Pendekatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran akan pentingnya perubahan berkelanjutan dengan membangun percakapan yang menggerakkan bersama kepala sekolah serta pihak manajemen sekolah.
Strategi ini tepat diterapkan pada sekolah dengan komitmen perubahan yang lebih maju dan mandiri. Dalam hal ini, Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah yang berkapasitas tinggi dalam aspek kepemimpinan perubahan dan berdaya dalam aspek kesadaran melakukan refleksi. Tujuan strategi ini adalah melakukan pelembagaan perubahan melalui penyesuaian anggaran dan perubahan kebijakan Satuan Pendidikan, yang menguatkan perubahan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
(*Penjelasan lebih lanjut, periksa hlm. 13-15 atau bagian Lampiran Petunjuk Pelaksanaan Siklus Pendampingan)
Matriks Strategi Pendampingan*
Alat Bantu 2
(*Lebih lengkapnya, periksa hlm. 17 Petunjuk Pelaksanaan Siklus Pendampingan)
| Training | Mentoring | Coaching | Facilitating | Consulting |
Tujuan | Mengajarkan suatu strategi atau teknik kepada seseorang yang relevan dengan pekerjaan. | Memberikan saran dan contoh untuk dipelajari oleh seseorang untuk meningkatkan kinerjanya | Memberdayakan seseorang untuk meningkatkan kinerja dengan mengungkap potensi dirinya | Membantu sekelompok orang dalam mengambil keputusan kelompok atau organisasi | Memberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisis untuk pengembangan organisasi |
Lingkup | Komunitas Belajar | Individu atau kelompok | Individu atau kelompok. | Kelompok atau organisasi. | Organisasi |
Luaran |
|
|
|
|
|
Dibutuhkan oleh… |
|
|
|
|
|
Lebih tepat bila… |
|
|
|
|
|
Tabel Pilihan Metode Pendampingan*
Alat Bantu 3
Prioritas Pendampingan
A | Penyemai Perubahan | Prioritas Utama |
B | Perubahan Segera | Prioritas Menegah |
C | Penguatan Perubahan | Prioritas Menegah |
D | Perubahan Berangsur | Prioritas Menegah |
E | Pemicu Perubahan | Prioritas Menegah |
F | Perubahan Berkelanjutan | Prioritas Akhir |
Terimakasih