1 of 9

PETA KOMIT

DUDIH ROHAEDI, S.Pd.,MSi

Pemetaan Komitmen Kepala Satuan Pendidikan untuk Penguatan

Pembelajaran Mendalam

2 of 9

Skema Transformasi Peran Pengawas Sekolah

Kriteria

Sebelumnya

Sesudahnya

Peran

Pengendali

Pendamping

Fokus layanan

Memastikan satuan pendidikan memenuhi 8 standar nasional pendidikan

Mendampingi kepala satuan pendidikan dalam menggerakkan warga sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan pembelajaran

Asesmen Awal

Menganalisis kesenjangan satuan pendidikan dengan 8 standar pendidikan

Melakukan refleksi berdasarkan rapor pendidikan sekolah

Strategi

Mengevaluasi program kerja sekolah agar mendukung pemenuhan 8 standar pendidikan

Mengembangkan strategi pendampingan yang disesuaikan dengan kapasitas kepala satuan pendidikan dan potensi satuan pendidikan

Luaran yang Dihasilkan

Laporan administrasi pengawasan satuan pendidikan

Rekomendasi peningkatan tata kelola satuan pendidikan yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran

Ukuran Keberhasilan

  • Peningkatan nilai ujian terstandar (nilai absolut)
  • Pencapaian Standar Nasional Pendidikan (capaian absolut)
  • Peningkatan literasi, numerasi dan karakter peserta didik pada satuan pendidikan binaan dari tahun ke tahun (delta skor) yang ditunjukkan pada Rapor Pendidikan
  • Peningkatan kinerja satuan pendidikan binaan dari tahun ke tahun (delta skor) yang ditunjukkan pada Rapor Pendidikan

3 of 9

Visualisasi Ringkas Seluruh Tahapan Siklus Pendampingan

4 of 9

Tahap Pertama: Perencanaan Pendampingan

LUARAN: Dokumen Rencana Pendampingan Pengawas Sekolah

Dalam hal jumlah Pengawas Sekolah terbatas dan jumlah Satuan Pendidikan yang didampingi melebihi rasio ideal, Pengawas Sekolah dapat melakukan perencanaan Pendampingan yang adaptif dengan memanfaatkan teknologi atau alat bantu lain yang relevan.

Langkah 5:

Mengirimkan Dokumen Rencana Pendampingan ke Dinas Pendidikan

Langkah 4:

Menyusun

Dokumen Rencana Pendampingan

Langkah 3:

Menentukan Metode Pendampingan

Langkah 2:

Menentukan Strategi Pendampingan

Langkah 1:

Melakukan Refleksi Komitmen Perubahan

Mengidentifikasi komitmen perubahan kepala sekolah

dengan menggali

(a) tingkat kapasitas kepemimpinan perubahan dan (b) tingkat kesadaran kepala sekolah untuk melakukan refleksi.

(Untuk indikator komitmen perubahan, lihat: Panduan Refleksi)

Menentukan strategi pendampingan yang tepat bagi masing-masing Satuan Pendidikan berdasarkan hasil refleksi.

(Untuk pilihan strategi, lihat: Matriks Strategi Pendampingan)

Memilih metode Pendampingan yang tepat (i.e. fasilitasi, konsultasi, training, coaching, mentoring) sesuai dengan strategi Pendampingan dan program kerja masing-masing Satuan Pendidikan.

(Untuk deskripsi metode pendampingan, lihat: Tabulasi Metode Pendampingan)

Menyusun dokumen rencana Pendampingan yang memuat:

  • Daftar Satuan Pendidikan yang didampingi;
  • Strategi dan metode pendampingan bagi masing-masing Satuan Pendidikan; dan
  • Skala prioritas (utama, menengah, akhir) berdasarkan kebutuhan masing-masing Satuan Pendidikan.

(Untuk contoh, lihat:

Contoh Dokumen Rencana Pendampingan)

Mengkomunikasikan luaran Rencana Pendampingan yang telah disusun kepada Dinas Pendidikan.

5 of 9

Panduan Refleksi Komitmen Perubahan

Pertanyaan Pemantik

Pola Jawaban (Ceklis)

Simpulan

Konteks: Mengidentifikasi Tingkat Kesadaran (Kepala Sekolah) Melakukan Refleksi

Apa kelemahan dan kekuatan Satuan Pendidikan Anda?

Bagaimana Anda mengantisipasi kelemahan dan kekuatan tersebut?

  • (Kepala Sekolah) belum mengakui kelemahan apa adanya dan menjelaskan dampaknya pada kualitas pembelajaran.
  • (Kepala Sekolah) belum mengetahui dan menunjukkan keinginan mengoptimalkan kekuatan Satuan Pendidikan.

Berkembang

  • (Kepala Sekolah) mengakui kelemahan apa adanya dan menjelaskan dampaknya pada kualitas pembelajaran.
  • (Kepala Sekolah) mengetahui dan menunjukkan keinginan mengoptimalkan kekuatan Satuan Pendidikan.

Berdaya

Konteks: Mengidentifikasi Tingkat Kapasitas (Kepala Sekolah) Memimpin Perubahan

Bagaimana Anda menyusun program kerja dan anggaran Satuan Pendidikan?

Apa perbedaan program/kegiatan Satuan Pendidikan tahun lalu dengan tahun sebelumnya?

  • (Kepala Sekolah) tidak melakukan perubahan program/kegiatan apapun dalam 3 tahun terakhir (monoton).
  • (Kepala Sekolah) belum mampu menjelaskan perubahan berdasarkan perencanaan berbasis data.

Rendah

  • (Kepala Sekolah) melakukan perubahan kegiatan/program dalam 3 tahun terakhir tapi belum efektif.
  • (Kepala Sekolah) mampu menjelaskan perubahan berdasarkan perencanaan berbasis data

Sedang

  • (Kepala Sekolah) melakukan perubahan kegiatan/program dalam 3 tahun terakhir yang berdampak.
  • (Kepala Sekolah) mampu menjelaskan dan mencoba perubahan berdasarkan perencanaan berbasis data

Tinggi

Alat Bantu 1

6 of 9

  • Penyemai Perubahan:

Strategi ini tepat diterapkan pada sekolah yang baru mengawali pembentukan komitmen perubahan. Contohnya, Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah berkapasitas rendah dalam memimpin perubahan dengan kesadaran refleksi yang baru berkembang. Pendekatan ini berupaya meninggalkan praktik-praktik lama yang tidak efektif, menuju penerapan praktik-praktik baru.

  • Perubahan Segera:

Strategi ini tepat diterapkan pada sekolah yang berada pada tahap awal pembentukan komitmen perubahan. Misalnya, Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah berkapasitas rendah dalam memimpin perubahan, namun berdaya dalam hal kesadaran melakukan refleksi. Dengan adanya modalitas lebih pada kesadaran melakukan refleksi tersebut, pendekatan ini berupaya melakukan perubahan guna meningkatkan kapasitas untuk melakukan perubahan.

  • Penguatan Perubahan:

Strategi ini tepat diterapkan bagi sekolah yang komitmen perubahannya tengah bertumbuh. Contohnya, Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah berkapasitas sedang dalam memimpin perubahan sementara kesadaran refleksinya masih pada tahap berkembang. Pendekatan ini bertujuan untuk mengenali sekaligus menguatkan penggerak perubahan hingga kepala sekolah mendapatkan bukti dan praktik baik perubahan.

  • Perubahan Berangsur:

Strategi ini diperuntukkan bagi sekolah yang komitmen perubahannya telah tumbuh, yakni Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah yang berkapasitas sedang dalam aspek kepemimpinan perubahan, tetapi berdaya dalam aspek kesadaran melakukan refleksi. Pendekatan ini bertujuan membantu kepala sekolah merencanakan, melaksanakan dan mendukung perubahan secara bertahap atau pada komponen tertentu.

  • Pemicu Perubahan:

Strategi ini tepat diterapkan pada sekolah dengan komitmen perubahan yang sudah cukup maju. Misalnya, sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah yang berkapasitas tinggi dalam memimpin perubahan namun kesadaran melakukan refleksinya masih berkembang. Pendekatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran akan pentingnya perubahan berkelanjutan dengan membangun percakapan yang menggerakkan bersama kepala sekolah serta pihak manajemen sekolah.

  • Perubahan Berkelanjutan:

Strategi ini tepat diterapkan pada sekolah dengan komitmen perubahan yang lebih maju dan mandiri. Dalam hal ini, Satuan Pendidikan yang dipimpin oleh kepala sekolah yang berkapasitas tinggi dalam aspek kepemimpinan perubahan dan berdaya dalam aspek kesadaran melakukan refleksi. Tujuan strategi ini adalah melakukan pelembagaan perubahan melalui penyesuaian anggaran dan perubahan kebijakan Satuan Pendidikan, yang menguatkan perubahan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

(*Penjelasan lebih lanjut, periksa hlm. 13-15 atau bagian Lampiran Petunjuk Pelaksanaan Siklus Pendampingan)

Matriks Strategi Pendampingan*

Alat Bantu 2

7 of 9

(*Lebih lengkapnya, periksa hlm. 17 Petunjuk Pelaksanaan Siklus Pendampingan)

Training

Mentoring

Coaching

Facilitating

Consulting

Tujuan

Mengajarkan suatu strategi atau teknik kepada seseorang yang relevan dengan pekerjaan.

Memberikan saran dan contoh untuk dipelajari oleh seseorang untuk meningkatkan kinerjanya

Memberdayakan seseorang untuk meningkatkan kinerja dengan mengungkap potensi dirinya

Membantu sekelompok orang dalam mengambil keputusan kelompok atau organisasi

Memberikan rekomendasi berdasarkan hasil analisis untuk pengembangan organisasi

Lingkup

Komunitas Belajar

Individu atau kelompok

Individu atau kelompok.

Kelompok atau organisasi.

Organisasi

Luaran

  • Praktik penerapan hasil pelatihan.
  • Cenderung lebih standar mengacu pada kurikulum atau tujuan pelatihan.
  • Praktik penerapan hasil mentoring.
  • Cenderung lebih mengikuti kekayaan pengalaman mentor.
  • Praktik atau perspektif baru hasil kesadaran atau inspirasi yang didapatkan dari coaching.
  • Cenderung lebih kontekstualisasi berdasarkan kapasitas peserta.
  • Keputusan tentang strategi, kebijakan, atau program hasil proses fasilitasi kelompok.
  • Cenderung lebih kontekstualisasi sesuai potensi kelompok atau organisasi dan kondisi lingkungan.
  • Keputusan tentang strategi, kebijakan, atau program hasil proses konsultasi organisasi.
  • Cenderung lebih kontekstualisasi sesuai potensi organisasi dan kondisi lingkungan.

Dibutuhkan oleh…

  • Anggota komunitas belajar yang akan menangani posisi atau pekerjaan baru atau akan mempelajari suatu strategi atau teknik baru.
  • Orang yang akan menangani posisi atau pekerjaan baru atau akan mempelajari suatu strategi atau teknik baru.
  • Orang yang ingin meningkatkan kinerjanya berdasarkan hasil refleksi pengalamannya yang relevan.
  • Kelompok orang yang ingin mengambil keputusan yang berdampak besar atau pengembangan yang melibatkan sejumlah aspek/pihak.
  • Organisasi yang ingin melakukan perubahan atau pengembangan dalam lingkup organisasi.
  • Sangat dibutuhkan terutama oleh organisasi yang terpuruk.

Lebih tepat bila…

  • Jumlah orang yang banyak dan waktu terbatas.
  • Menyediakan contoh yang bisa dipelajari dan diadopsi.
  • Waktu relatif terbatas untuk pengembangan.
  • Menyediakan contoh yang bisa dipelajari dan diadopsi.
  • Ada potensi atau praktik baik yang bisa dikembangkan seseorang.
  • Bertujuan membuat seseorang menjadi berdaya melakukan perubahan.
  • Bertujuan memberdayakan kelompok atau organisasi melakukan perubahan.
  • Butuh inovasi atau diferensiasi praktik sesuai konteks kelompok atau organisasi
  • Bertujuan membantu organisasi bangkit dari kondisi terpuruk atau melakukan perubahan besar.
  • Mengombinasikan dengan pilihan metode yang lain

Tabel Pilihan Metode Pendampingan*

Alat Bantu 3

8 of 9

Prioritas Pendampingan

A

Penyemai Perubahan

Prioritas Utama

B

Perubahan Segera

Prioritas Menegah

C

Penguatan Perubahan

Prioritas Menegah

D

Perubahan Berangsur

Prioritas Menegah

E

Pemicu Perubahan

Prioritas Menegah

F

Perubahan Berkelanjutan

Prioritas Akhir

9 of 9

Terimakasih