OBAT
Romauli Lumbantobing
Obat
Dosis
Resep
BSO
Defenisi Obat
OBAT
| |
diagnosis | Clinitest, Gravindex Test, Tuberculin |
pencegahan, | Vaksin : BCG, DPTP, Vac. cacar |
penyembuhan, | Chloramphenicol |
pemulihan | Novalgin, Pethidin, Buscopan, Paracetamol |
peningkatan kesehatan | Vitamin dan mineral |
kontrasepsi | Obat KB, Alat KB |
PENGGOLONGAN OBAT
Nama Obat
Lambang Obat
Cara Pemberian
Etiket
Farmakologi
Bentuk Sediaan Obat
Nama Obat
Obat Baru
Obat Paten
Mee-too
Generik Berlogo
Generik Bermerek
Obat Baru
Obat Pengembangan Baru
Obat atau bahan Obat berupa molekul baru atau Formula baru, Produk Biologi/bioteknologi yang sedang dikembangkan dan dibuat oleh institusi riset atau Industri Farmasi di Indonesia dan/atau di luar negeri untuk digunakan dalam tahapan uji nonklinik dan/atau uji klinik di Indonesia dengan tujuan untuk mendapatkan Izin Edar di Indonesia
Secara garis besar ada 3 jenis yang beredar di Indonesia, yaitu:�
1. Obat paten atau yang lebih sering disebut dengan Obat inovator atau Originator�
2.Obat copy atau Obat Metoo, ada 2 macam, yaitu:
Obat Paten
Obat yang masih memiliki hak Paten dan hanya dapat diproduksi oleh produsen pemegang hak paten
Obat Paten
Obat Mee-Too
Generik/ Generik Berlogo
Obat Generik Bermerek
Zat Berkhasiat | Paten | Generik | |
Berlogo | Bermerek | ||
Amlodipin | Norvasc | Amlodipin | CARDISAN |
Amoksicillin | Amoxil (Beecham) | Amoksisililin | Amoksan |
acetylsalicylic acid | Aspirin tab 500mg | Asetosal | Naspro |
| | | |
Amlodipin
Lambang Obat
Bebas
Bebas Terbatas
Keras
Psikotropika
Narkotika
Tanpa Resep Dokter
Harus dengan resep dokter
Obat Bebas
Dijual bebas di pasaran
Dapat dibeli tanpa resep dokter Tempat penjualan :
Apotek
Toko Obat Berijin
Swalayan
Contoh:Tablet Parasetamol (antipiretik& analgesik) Tablet Vitamin C
Bebas Terbatas
�
Obat Keras (G)
Psikotropika
Penggolongan
Penggolongan Psikotropika
Contoh
Narkotika
UU No 35 th 2009 Pasal 6 ayat (1) Narkotika, �narkotika digolongkan ke dalam:�
Contoh
Obat Essensial
DOEN
Definisikan oleh World Health Organization, adalah obat-obatan yang memenuhi prioritas kebutuhan pelayanan kesehatan penduduk.
Merupakan obat-obatan yang dapat diakses setiap saat dalam jumlah yang cukup.
Memiliki harga yang terjangkau.
Daftar ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1977, yang terdapat 204 obat-obatan
Kepmenkes HK.01.07/MENKES/499/2020
ttg Komite Nasional Penyusunan Daftar Obat Esensial Nasional.pdf
Obat Wajib Apotek
OWA
�Jenis OWA�
Yang termasuk ke dalam daftar dan jenis obat OWA adalah obat-obat yang sesuai kriteria di bawah ini:
OWA I
Cara Pemberian Obat
Contoh
| | |
Oral | Tablet, Syrup, Kapsul | |
Topikal | Salep, cream, pasta, gel | |
Par-enteral | Injeksi | |
| |
Etiket
Farmakologi
| |
Antitusive | Codein |
Ekspektoran | Guaifenesin |
Mucolitik | Bromhexine (acetylcysteine) |
| |
Bentuk Sediaan Obat
Padat | Cair | Setengah Padat |
Serbuk Terbagi | Larutan | Salep |
Serbuk Tidak Terbagi | Suspensi | Cream |
Kapsul | Emulsi | Pasta |
Tablet | | Gel |
Bentuk Sediaan Obat
Obat
Dosis
Resep
BSO
Tujuan pembuatan �Bentuk Sediaan Obat
Bentuk Sediaan Obat�Zat berkhasiat + Zat Tambahan ( pembawa)�
Zat berkhasiat (zat aktif/ Remedium Cardinale) | Zat Tambahan ( pembawa/eksipien) |
Tunggal atau Campuran | -Harus inert -Tidak memberikan efek terapi |
| Tujuan penambahan
Remedium adjuvans (membantu kerja obat) Tidak mutlak harus ada Remedium Corrigens
|
| |
-Proses pembuatan
-Corrigens saporis
-Corrigens coloris
-Corrigens odoris
Constituen (Vehikulum)
Air , Saccharum Lactis, Vaselin
Bentuk sediaan Obat
Padat | cair | Setengah padat |
Serbuk terbagi (Pulveres) | Larutan ( solutio) | Salep (Unguentum) |
Serbuk tidak terbagi (pulvis) | Suspensi | Krim ( Cream) |
Tablet | Emulsa | Pasta |
Kapsul | | Gel |
Suppositoria | | Sabun (sapones) |
Ovula | | Linimentum |
| | Patch |
Pulvis & Pulveres
Pulvis dan Pulveres
Persyaratan
Pulvis dan Pulveres
Keuntungan / kelebihan bentuk sediaan pulveres
Keuntungan | Kerugiaan serbuk / kekurangan |
campuran obat dan bahan obat yang sesuai kebutuhan | kurang baik untuk zat obat yang mudah terurai karena kontak dengan udara |
dosis lebih tepat, lebih stabil dari sediaan larutan | sulit untuk ditutupi rasanya (tidak enak maupun baunya) |
disolusi/melarut cepat dalam tubuh | peracikannya membutuhkan waktu yang relatif lama |
tidak memerlukan banyak bahan tambahan yang tidak perlu | |
Pulveres
Jenis Pulvis
Pulvis Adspersorius
Pulvis Dentrificius
Pulvis Sternutatorius
Pulvis Effervescent
Srerbuk yang sebelum ditelan dilarutkan lebih dahulu di air dingin atau hangatdan akan mengeluarkan gas CO2
Pulvis
Kapsul
Kapsul (capsulae)�
Kapsul adalah sediaan padat yg terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut ( FI ed 6 th 2020)
Nama resmi dari kapsul adalah capsulae operculate.
Menurut FI III kapsul harus memenuhi syarat :
timbang 20 kapsul, untuk bobot rata-rata 120 atau lebih maka tidak boleh terdapat kapsul yang kurang atau lebih 10%
Penggolongan kapsul
Ukuran cangkang kapsul keras
Kapsul�keuntungan/kerugian
Keuntungan kapsul | Kerugian kapsul |
|
|
�������TABLET
Tablet
zat aktif
bahan bahan tambahan:
bahan pengisi,
pengikat,
penghancur,
pelicin dan
pewarna
Tablet
Jenis Tablet
Jenis | | Gambar |
tablet kompresi | tablet yang dibuat dalam sekali tekanan/kempa | |
tablet kompresi ganda | tablet yang dibuat dengan lebih dari satu kali pengempaan | |
tablet salut gula | tablet yang dilapisi gula, yang mudah larut apabila ditelan | |
tablet salut enterik | tablet yang dilapisi lapisan yang tidak hancur saat dilambung, tapi hancur didalam usus | |
tablet salut selaput | tablet yang disalut oleh selaput tipis, larut maupun tidak larut air, akan hancur dalam lambung-usus | |
tablet sublingual / bukal | tablet yang ditujukan untuk disisipkan di pipi maupun dilidah | |
tablet kunyah | tablet yang segera hancur setelah dikunyah, biasanya tablet multivitamin, analgetik dsb | |
tablet effervescent | tablet berbuih, yang dibuat dengan mengkompresi granul yang mengandung garam effervescent (misal: garam karbonat) dengan bahan-bahan yang mengandung asam, sehingga akan melepaskan gas ketika bercampur dengan air. | |
tablet triturat | tablet kecil biasa berbentuk silinder, dikempa mengandung sejumlah kecil obat keras | |
tablet hipodermik | tablet untuk dimasukkan kebawah kulit | |
tablet pelepasan terkendali (controlled release) | tablet yang dibuat untuk lepas secara terkendali | |
Tablet Salut
Tujuan untuk melindungi
Kelebihannya
Tablet yang bersalut / berlapis dengan selaput tipis dari polimer yang larut atau tidak larut dalam air maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet
Tablet Kompressi Ganda
tablet kompresi berlapis
pembuatannya memerlukan lebih dari satu kali tekanan
Hasilnya menjadi tablet dengan beberapa lapisan atau tablet didalam tablet.
Tablet salut Gula
Tujuan:�melindungi obat dari
Kerugian�pembuatannya membutuhkan waktu dan keahlian menambah berat serta ukuran tablet.
Diberi lapisan gula berwarna atau tidak,
Lapisan larut dalam air dan cepat terurai begitu ditelan.
Tablet Salut Enterik
Tablet yang disalut dengan lapisan yang tidak melarut dan tidak hancur di lambung tetapi di usus.
Gunanya
Menghindari terjadinya iritasi pada lambung.
Tablet Salut Selaput
Selaput tipis dari polimer yang larut atau tidak larut dalam air maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet.
�Kelebihan:
lebih tahan lama
bahan yang digunakan lebih sedikit
waktu yang lebih sedikit untuk penggunaannya.
Tablet Sublingual Atau Bukal
Tablet Kunyah
Tablet Effervescent
Tablet Hisap
Tablet Dengan Penglepasan Terkendali
Pil (Pilulae)�
PIL
Pil
Keuntungan | Kerugian |
Mudah digunakan / ditelan � | Obat yang dikehendaki memberikan aksi yang cepat |
Rasa obat yang tak enak dapat tertutupi� | Obat yang dalam keadaan larutan pekat dapat mengiritasi lambung |
Relatif lebih stabil dibandingkan serbuk dan solutio� | Bahan Obat padat/serbuk yang voluminous dan Bahan Obat cair dalam jumlah besar |
Sangat baik untuk sediaan yang penyerapannya dikehendaki secara lambat | Penyimpanan lama sering menjadi keras dan tidak memenuhi waktu hancur� |
| Ada kemungkinan ditumbuhi jamur (dapat diatasi dengan bahan pengawet |
Syarat sediaan pil yang baik�
1. Homogen ukuran, bentuk, warna dan dosisnya�2. Mempunyai kekenyalan, daya rekat, dan kekerasan tertentu.�3. Mempunyai waktu hancur tertentu
Persyaratan pil menurut FI Ed III�1. Keseragaman bobot�2. Waktu hancur pil = Waktu hancur tablet� · Tidak lebih dari 15 menit untuk pil tak bersalut� · Tidak lebih dari 60 menit untuk pil bersalut gula dan bersalut selaput.� · Pil bersalut enterik : 3 jam dalam larutan 0,06 N HCl dan tidak lebih dari 60 menit dalam larutan pendapar pH 6,8��
Suppositoria
Definisi �
sediaan padat dalam berbagai bobot dan bentuk, yang diberikan melalui rektal, vagina atau uretra.
Persyaratan Sediaan Supositoria�
Syarat:
Homogen agar dosis dan efeknya sama.
Padat pada suhu kamar, meleleh pada suhu tubuh atau melarut dalam cairan setempat.
Untuk mendapatkan efek terapetik yang baik, bahan obat yang terkandung harus :
Tujuan Pemberian Sediaan Supositoria�
Efek lokal | Efek sistemik |
untuk pengobatan lokal pada rektum, vagina dan uretra | Untuk obat antimuntah, analgesik, asma, dll yang tidak dapat diberikan per oral |
Haemoroid supositoria rektal | Pasien yang tidak dapat diberikan obat secara per-oral |
Vaginitis: OVULA supositoria vaginal | |
Uretral supositoria uretral | |
Alasan Pasien tidak dapat menerima obat secara oral:
A. Faktor penderita :
Tidak dapat menelan, pingsan
Pasca operasi saluran cerna atas
Mual + muntah, asma hebat
B. Faktor bahan obat :
Keuntungan & Kerugian
Keuntungan | Kerugian |
Dapat digunakan untuk obat yang tidak bisa diberikan secara oral. | Daerah absorpsinya lebih kecil |
Dapat diberikan pada anak bayi, lansia yang susah menelan | Absorpsi hanya melalui difusi pasif |
Dapat menghindari first fast efek dihati | Pemakaian kurang praktis |
| Tidak dapat digunakan untuk zat yang rusak pada pH rektum |
SETENGAH PADAT
Defenisi
Indikas | mekanisme | Kandungan zat |
Anti Eczematous | Menghilangkan kotoran dan sekret dari vesikel kulit | protektan, anti pruritik |
Anti Parasitik | Merusak/menghambat parasit | Benzylbenzoat, sulfur |
Anti Pruritik | Mengurangi rasa gatal | Anaetesi lokal, menthol, cahampora, phenol |
Anti Seboroika | Mencegah pengeluaran sebum berlebihan dari kel keringat | Benzoic acis, sulfur, resorcinol |
Anti Septik, Anti Infeksi | Menghambat/membunuh bakteri dan fungi | Antibiotk (bacitracin, neomicin Antifungi Seny iodine, acid boric |
Anti Inflammatory | Mengurangi infeksi, alergi, gatal | Mengand Kortikosteroid |
. Emolient | Melemaskan kulit | Cold cream |
Keratolytic | Menghilangkan/melunakkan lapisan tanduk pada yang mengeras | AS Salisilat ,sulfur |
Keratoplastic | Meningkatkan penebalan lap tanduk utk mempercepat penyembuhan merangsang pertumbuhan kulit | Ichtyol |
Protectan | Melindungi kulit dari kelembaban udara, sinar matahari | Silikon, petroleum, titanium dioxide |
Adstringent | Menyebabkan kontraksi kulit dan mengurangi pengeluaran cairan kulit | Tannin, Aluminium Asetat |
Proliferants / cell stimulants | Merangsang proliferasi/pertumbuhan sel/epitel yang abrasi/erosi | Vitamin A&D, balsam peruvian, l;evertrans (m Ikan) |
Zat berkhasiat
Vehikulum/Zat Pembawa
+
Zat Berkhasiat
mg, g, atau ml untuk cairan.
Vehikulum�Dasar salep
Vehikulum mempengaruhi efek terapeutik dari suatu salep.
Syarat:
Vehikulum�Dasar salep
Adeps lanae
Penggolongan
Sesuai pada karakteristik fisik-konsistensi, obat yang digunakan pada kulit dibagi 3:
Cairan Kental | Linimentum |
Setengah padat | Unguentum, cream, pasta |
Padat | Sapo medicatus, emplastrum |
Kegunaan Salep
Jenis
Unguentum
sediaan setengah padat yang mudah dioleskan pada kulit tanpa kekerasan ataupun pemanasan terlebih dahulu.
Seperti mentega.
Syarat
bahan obat yang terkandung harus terdispersi rata atau terdispersi homogen dalam vehikulum
Jenis Salep
| | Vehikulum |
Salep endodermik | bahan obat berpenetrasi melalui kulit sehingga bekerja pada permukaan kulit. | dapat berupa lemak/ campuran beberapa bahan yang mirip dengan lemak kulit manusia |
Salep epidermis | melindungi kulit/mengobati epitelium. | yang sering digunakan biasanya vaseline atau campuran hidrokarbon |
Salep mukosa | melindungi atau mengobati mukosa | campuran vaseline dengan 10-20% Adeps lanae |
Salep mata Occulenta
Salep steril untuk pengobatan mata dengan menggunakan dasar salep yang cocok.
Syarat
Pasta
(buku farmasetika, prof. Drs. Moh. Anief, Apt.)
Pasta
Biasanya dibuat dengan mencampurkan bahan obat yang berbentuk serbuk dalam jumlah besar dengan vaselin atau paraffin cair atau dengan bahan dasar tidak berlemak yang dibuat dengan Gliserol, musilago atau sabun.
Macam-macam Pasta
| |
Pasta Berlemak | Pasta berlemak merupakan suatu salep yang mengandung lebih dari 50% zat padat (serbuk) |
Pasta Kering | Mengandung ± 60% zat padat (serbuk). |
Pasta Pendingin | Merupakan campuran serbuk minyak lemak dan cairan berair dikenal dengan salep 3 dara. |
Pasta Detifriciae (Pasta Gigi) | Merupakan campuran kental terdiri dari serbuk dan Glycerinum yang digunakan untuk pembersih gigi |
Karakteristik Pasta�
Kelebihan&Kekurangan
Kelebihan Pasta | Kekurangan Pasta |
Pasta mengikat cairan secret, pasta lebih baik dari unguentum untuk luka akut dengan tendensi mengeluarkan cairan | Karena sifat pasta yang kaku dan tidak dapat ditembus, pasta pada umumnya tidak sesuai untuk pemakaian pada bagian tubuh yang berbulu. |
Bahan obat dalam pasta lebih melekat pada kulit sehingga meningkatkan daya kerja local | Dapat mengeringkan kulit dan merusak lapisan kulit epidermis |
Konsentrasi lebih kental dari salep | Dapat menyebabkan iritasi kulit |
Daya adsorpsi sediaan pasta lebih besar dan kurang berlemak dibandingkan dengan sediaan salep. | |
Linimen
Sifat Obat Linimentum
�
Sapones (SAPO) = SABUN
Sediaan setengah padat/ cair untuk obat luar yang penggunaannya digosokkan sampai berbusa, dibiarkan sebentar lalu dicuci bersih.
Didapat dari proses penyabunan alkali dengan lemak atau asam lemak tinggi.
Fungsi :
Keuntungan
Daerah pengobatan luas dan tidak berbekas mudah dibersihkan
Contoh :
1. Sapo Kalinus = sabun hijau
- Lunak, warna kuning kehijauan/ kecoklatan
- mengandung glycerin
- dibuat dari KOH + minyak nabati
2. Sapo Medicatus
- Keras kekuningan
- tidak mengandung glycerin
- dibuatkan dari NaOH + minyak/ lemak tinggi
3. Sapo Superadipatus
- Balsamum perivianum …..sabun purol
- Icthyol ……………………..sabun ichtyol
- Sulfur precipitatum ……….sabun sulfur
Cremor
Penggolongan krim�
| | |
Tipe a/m | air terdispersi dalam minyak | Cold cream adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk maksud memberikan rasa dingin dan nyaman pada kulit, sebagai krim pembersih, berwarna putih dan bebas dari butiran. Cold cream mengandung mineral oil dalam jumlah besar. |
Tipe m/a | minyak terdispersi dalam air | Vanishing cream adalah sediaan kosmetika yang digunakan untuk maksud membersihkan, melembabkan dan sebagai alas bedak. Vanishing cream sebagai pelembab (moisturizing) meninggalkan lapisan berminyak/film pada kulit |
Kelebihan sediaan krim, yaitu: | Kekurangan sediaan krim, yaitu: |
Mudah menyebar rata | 1. Susah dalam pembuatannya karena pembuatan krim harus dalam keadaan panas |
Praktis | Gampang pecah disebabkan dalam pembuatan formula tidak pas |
Mudah dibersihkan atau dicuci | Mudah kering dan mudah rusak khususnya tipe a/m karena terganggu sistem campuran terutama disebabkan oleh perubahan suhu dan perubahan komposisi disebabkan penambahan salah satu fase secara berlebihan |
Cara kerja berlangsung pada jaringan setempat | |
Tidak lengket terutama tipe m/a | |
Memberikan rasa dingin (cold cream) berupa tipe a/m | |
Digunakan sebagai kosmetik | |
Bahan untuk pemakaian topikal jumlah yang diabsorpsi tidak cukup beracun |
Jelly�salep encer
Gom Acacia,
Carboxymethylchellulosa
mucilagines
Bentuk sediaan Cair
Suspensi
Suspension
Emulsi
Emulsion
Larutan
Solutionesn
Solutiones (larutan)
sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut.
Jika tidak disebutkan, maka pelarutnya adalah AIR
Penggolongan menurut cara pemberiannya
Larutan oral sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral,
Mengandung satu atau lebih zat dengan atau
tanpa bahan pengaroma, pemanis, atau pewarna
yang larut dalam air atau campuran konsolven-air
Larutan oral
Sirop adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar tinggi (50-60%) senyawa poliol seperti sorbitol dan gliserin untuk menghambat penghabluran dan untuk mengubah kelarutan, rasa, dan sifat zat pembawa lainnya.
Zat antimikroba untuk mencegah pertumbuhan bakteri, jamur, dan ragi.
Larutan oral
Eliksir adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai kosolven (pelarut). Untuk mengurangi kadar etanol yang dibutuhkan untuk pelarut, dapat ditambahkan kosolven lain seperti gliserin dan propilen glikol
Larutan Oral
Penggolongan menurut cara pemberiannya
Larutan topikal adalah larutan yang biasanya mengandung air, tetapi sering kali mengandung pelarut lain seperti etanol dan poliol untuk penggunaan pada kulit, atau dalam larutan lidokain oral topikal untuk penggunaan pada permukaan mukosa mulut.
Penggunaan telinga luar
misalnya larutan otik benzokain dan antipirin,
larutan otik neomisin B sulfat, dan
larutan otik hidrokortison.
Keuntungan dan kerugian bentuk larutan
Keuntungan:
Kerugian:
Suspensi
Suspensi adalah sedian cair yang mengandung partikel tidak larut dalam bentuk halus yang terdispersi ke dalam fase cair.
Suspeni:
Suspensi
Suspensi oral adalah
Sediaan cair yang mengandung partikel padat dalam bentuk halus yang terdispersi dalam fase cair dengan bahan tambahan yang sesuai yang ditujukan untuk penggunaan oral.
Suspensi Topikal
Sediaan cair yang mengandung partikel padat dalam bentuk halus yang terdispersi dalam pembawa cair yang ditujukan untuk penggunaan pada kulit.
Suspensi topikal
Obat dalam suspensi harus dalam bentuk termikronisasi agar tidak menimbulkan iritasi atau goresan pada kornea.
Suspensi obat mata tidak boleh digunakan jika terdapat massa yang mengeras atau terjadi penggumpalan.
Kriteria Suspensi
Sediaan suspensi yang baik harus memenuhi kriteria:
Emulsi
Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.
Emulsi merupakan sediaan yang mengandung dua zat yang tidak tercampur, biasanya air dan minyak, dimana cairan yang satu terdispersi menjadi butir-butir kecil dalam cairan yang lain.
Dispersi ini tidak stabil, butir-butir ini bergabung (koalesan) membentuk dua lapisan air dan minyak yang terpisah.
Type Emulsi
Emulsi M/A
Emulgator yang membentuk emulsi tipe M/A antara lain adalah :
Emulsi A/M
Emulgator yang membentuk emulsi tipe A/M antara lain adalah
Beberapa jenis guttae (Obat tetes):�
•Guttae oris untuk mulut dengan cara mengencerkan lebih dahulu dengan air untuk dikumur – kumurkan dan tidak untuk ditelan
•Guttae auriculares / tetes telinga dan biasanya cairan pembawanya adalah bukan air, tapi lebih kental (mis. Glycerin, minyak propylenglikol)
•Guttae Nasales / tetes hidung, tidak boleh menggunakan lemak / minyak mineral sebagai cairan pembawanya
Guttae Ophthalmicae (Obat tetes mata)�
obat tetes mata adalah sediaan tetes berupa larutan, suspensi steril yang digunakan untuk mengobati gangguan pada indra penglihatan.
*ada yang digunakan untuk menyembuhkan mata merah karena iritasi ringan
*antibiotik untuk menyembuhkan infeksi
*mengandung antibiotik+steroid untuk mengurangi glukosa (tekanan pada mata).
Pengawet untuk tetes mata �
fenilraksa (II) nitrat
fenilraksa (II) asetat 0,002% b/v
benzalkonium klorida 0,01% b/v.
pemilihan pengawet berdasarkan tingkat kesesuaian kelarutan pengawet dan zat aktif
benzalkonium klorida tidak cocok pada tetes mata yang mengandung anestetikum lokal
Syarat obat tetes mata
Collyiria / obat cuci mata
Tidak termasuk dalam obat tetesan, tapi cara kerja dan komposisi serta cara pembuatanya tidak berbeda dengan guttae ophthalmic, hanya jumlahnya lebih banyak jumlahnya lebih banyak
Injectiones / obat suntik�
sediaan steril untuk penggunaan parenteral.
Keuntungannya:
•Resorbsi obat lebih cepat dan baik
•Untuk obat yang tidak tahan asam lambung
•Untuk obat yang mengiritasi lambung
•Untuk pasien yang yang tidak dapat makan obat
•Yang memerlukan obat bekerja cepat (mis. mengalami shock)
Inhalasi�
sediaan obat / larutan / suspensi terdiri atas satu atau lebih bahan obat yang diberikan melalui saluran nafas hidung atau mulut untuk memperoleh efek local atau sistemik
(FI ed 6 th 2020)
(larutan yang disemprotkan dengan menggunakan gas inert dan wadahnya disebut inhaler)
Dosis
Obat
Dosis
Resep
BSO
Pendahuluan
Dosis Obat
Sejumlah takaran obat yang diberikan kepada manusia yang dapat memberikan efek fisiologis
Tujuan Perhitungan Dosis Obat
DOSIS
Dosis adalah takaran /jumlah obat yang diberikan kepada pasien yang dapat memberikan efek farmakoterapi (khasiat) yang diinginkan
JUMLAH OBAT YANG DIBERIKAN DALAM
SATUAN BERAT ( g, mg, u)
SATUAN ISI (ml, l, cc)
Satuan unit / UI (UNIT INTERNASIONAL)
Minimal dosis dosis
dose toxic letal
Dosis terapi DM
Dosis Minimal
Dosis Terapi = Dosis Lazim =� Dosis Medicinal
Dosis terapi adalah sejumlah dosis yang memberikan efek terapetik pada penderita dewasa (Joenoes, 2004)
Dosis Terapi
Dosis Terapi untuk anak
Misal
DOSIS OBAT UNTUK ANAK�
1. PERBANDINGAN DENGAN DOSIS OBAT ORANG DEWASA
KURANG TEPAT
2. UKURAN FISIK ANAK SECARA INDIVIDUAL LEBIH TEPAT
1. BB kg
2. LPT m2
Umur
B B
LPT
Dosis Terapi
Luas Permukaan Tubuh
Bila Luas permukaan tubuh pasien tidak diketahui, tetapi tinggi badan dan berat badannya diketahui selain menggunakan rumus di atas, luas permukaan tubuh pasien dapat ditentukan dengan menggunakan bantuan nomogram.
Contoh:
An. Tono, BB 6 kg , TB 80 cm
luas permukaan tubuh An. Tono = 0,36 m2
diketahui berat badan anak 6 kg dengan tinggi badan 80 cm, bila ditarik garis dari titik 6 pada jalur berat badan dan dihubungkan dengan titik 80 pada jalur tinggi badan, maka dapat diketahui luas permukaan tubuh an Tono tersebut adalah 0,36.
Luas Permukaan Tubuh = √ Tinggi x Berat badan
Luas permukaan tubuh anak tersebut adalah √(80 x 6)/3600 = 0,36
Luas Permukaan Tubuh
Dosis Perkiraan Konversi = Luas Permukaan Tubuh (LPT) Anak/ LPT Dewasa x Dosis Dewasa
Luas Permukaan Tubuh
Berdasarkan berat badan�
Perhitungan dosis berdasarkan berat badan sebenarnya lebih tepat karna sesuai dengan kondisi pasien ketimbang umur yang terkadang tidak sesuai dengan berat badan, bila memungkinkan hitung dosis melalui berat badan
Rumus Thermich-Fier
DM = W / 70 x Dosis dewasa
W = berat badan dalam kg
Berdasarkan Usia
Berdasarkan Usia
DOSIS MAKSIMAL
Jumlah terbesar dari obat yang dapat diberikan 1 Kali dan 1 hari atau dalam waktu 24 jam tanpa menimbulkan gejala keracunan
OBAT RACUN
F I ED III daftar dosis maksimum untuk orang dewasa
Contoh:
DM Atropin Sulfat 1mg, 3 mg
DM Phenobarbital 300mg,600mg
DM CTM -,40mg
Dosis Maksimal Anak
Rumus Young umur anak 8 tahun atau <
Rumus Dilling untuk umur anak ≥ 8 tahun
n = dalam tahun
Perhitungan DM anak
DM untuk anak > 8 th
�Dosis toksik�
Takaran dosis yang apabila diberikan dalam keadaan biasa dapat menimbulkan keracunan pada pasien.
(takaran melebihi dosis maksimum)
�
�Dosis Letalis�
Takaran obat yang apabila diberikan dalam keadaan biasa dapat menimbulkan kematian pada pasien
Dosis letal dibagi menjadi 2 :
sejumlah obat yang diperlukan untuk mencapai konsentrasi obat yang diinginkan dalam darah/jaringan tubuh
Dosis pemeliharaan (maintenence dose)
sejumlah obat yang diperlukan untuk memelihara kadar obat dalam darah sesuai yang diperlukan
Preparat sulfa (sulfisoxasole; trisulfa)
PO dosis permulaan (initial dose) = dosis awal (loading dose) > dosis pemeliharaan (maintenance dose)
Tujuan: Kadar obat dalam darah dicapai lebih awal
Contoh : Sulfisoxasole
initial dose = 2g
Diikuti maintenance dose 1 g tiap 6 jam
Beberapa Istilah Dosis
Single Dose | Dosis pemakaian obat satu kali sudah mampu memberikan efek terapi dengan efektif secara klinik, contoh Pirantel Pamoat |
Daily Dose | Dosis pemakaian satu hari, contoh |
Dosis Regimen | Frekuensi pemberian obat |
Dosis Lazim/terapeutik | Dosis untuk tercapainya dosis terapi |
Dosis inisial/loading dose | sejumlah obat yang digunakan untuk memacu percepatan waktu penyampaian kadar efektif minimum. |
Dosis maksimum | Dosis tertinggi yang tidak menimbulkan gejala keracunan |
Dosis Toksik | jumlah terkecil dari obat yang dapat menimbulkan gejala keracunan pada penderita dewasa |
Maintenance dose: . | sejumlah obat yg diberikan dg tujuan untuk dpt menjaga kadar obat dalam tubuh tertentu pada periode tertentu |
Dosis Lethal | jumlah terkecil dari obat yang dapat menimbulkan kematian pada penderita dewasa |
Faktor yang mempengaruhi Dosis
Faktor yang mempengaruhi Dosis Obat
Faktor OBAT | Sifat Fisik: daya larut obat,kristal/amorf Sifat Kimia: asam-basa, garam, ester, pH, Pka |
Faktor PENDERITA | Umur, Berat badan, Jenis kelamin, Ras, Tolerance, Obesitas, Sensitivitas individual, Kondisi patofisiologi |
Waktu dan Cara pemberian obat | administrasi : IV, IA dan Intrakardial
Waktu Pemberian Obat Waktu pemberian obat dapat mempengaruhi absorpsi obat: aktivitas obat dipengaruhi oleh makanan sehingga respon obat dapat berkurang atau meningkat. Kelompok obat absorpsinya terhambat oleh makanan: Penicillin, Tetracyclin, Digoxin, Acetaminopen, Aspririn. Waktu yang tepat untuk meminum obat tersebut adalah 1 jam sebelum makan atau 2 jam sesudah makan Obat-obat absorpsinya meningkat bersama makanan (makanan berlemak): Spironolacton, Griseofulvin, Vitamin ADEK🡪 pemberiannya setelah makan. Obat memerlukan interval waktu tertentu sehingga interaksinya dapat dihindari 🡪 berikan jeda 2 jam. Lincomycin dengan Kaolin Pectin Penicillin dengan Chlorampenicol Obat melalui rectal waktu pemberian obat setelah defikasi. |
Cara Pemberian Obat
Cara Intravaskuler :�
administrasi : IV, IA dan Intrakardial
obat langsung masuk peredaran sistemik
absorpsi obat secara lengkap/sempurna
bioavaibilitasnya 100% dan didistribusikan
keseluruh tubuh.
Cara Extravaskuler :�
- Bioavaibilitasnya tidak mencapai 100%
- Kecepatan pembebasan obat tergantung jumlah obat yang terabsorpsi.
Dosis Bayi atau Anak
Sediaan yang cocok untuk anak
Puyer
Drops (tetes oral)
Syrup
Tablet hisap
�Efek obat tergantung dosisnya�
Phenobarbital
Codein HCl
Dosis 10-20 mg pada pasien dewasa memberikan efek antitusive
Dosis 60 mg memberikan efek analgetik
Bayi yang baru lahir menunjukan kerentanan yang lebih besar terhadap obat, karena fungsi hati dan ginjal serta sistem enzimnya belum berkembang secara lengkap.�
Dosis Manula
2. jumlah albumin yang lebih sedikit, maka pengikatan obat pun berkurang.
3. Karena sering kali manula menderita berbagai penyakit dalam waktu yang sama nenyebabkan harus memakai beberapa obat sekaligus, sehingga meningkatkan resiko interaksi farmakodinamika dan farmakokinetika antar obat.
Oleh karena itu lansia dianjurkan memakai dosis obat yang lebih rendah
FREKUENSI PEMBERIAN OBAT
Frekuensi pemberian obat untuk menentukan berapa kali/ hari obat digunakan tergantung:
Satuan Dosis yang sering digunakan dalam penulisan resep
Persen(%)
Ada beberapa macam yaitu:
Contoh %
Dosis Bayi atau Anak
Sediaan yang cocok untuk anak
Puyer
Drops (tetes oral)
Syrup
Tablet hisap
FREKUENSI PEMBERIAN OBAT
Frekuensi pemberian obat untuk menentukan berapa kali/ hari obat digunakan tergantung:
�ALAT PENAKAR DOSIS UNTUK OBAT MINUM�
SENDOK BESAR = S MAKAN= COCHLEAR CIBARUM = 15 ML = C = Cc
SENDOK KECIL = S.TEH = COCHLEAR THEAE = 5 ML = CTh
IDEAL�
PENETES
PENETES BAKU ( P.INTERNASIONAL)
1 GRAM AIR SULING = 1 ML = 20 TETES - SUHU 20 0 C
LUAR 3 MM
LUBANG 0,6 MM
Latihan�
Latihan
Anak umur 2 tahun dengan BB 14 kg panas.
Hendak diberi Parasetamol yang dosis terapinya 10-15 mg/kg BB/kali
Dosis : 14 kg BB X 10 -15mg/kg BB= 140 - 210 mg
Anak 2 tahun BSO ?
Kemasan ?
Tabel daftar sediaan Obat Parasetamol
No | Macam BSO | Komposisi | Contoh |
1 | Serbuk dalam bungkus/sachet | 120 mg/7ml | Babaton Sachet |
2 | Kaplet/tablet | 500 mg 650 mg 700 mg | Tablet Parasetamol Tablet Panadol Tablet Dibrinol Tablet Pirexin Forte |
3 | Tetes Oral Oral drops | 60 mg/0,6ml 80 mg/0,8 ml 100 mg/1ml 120 mg/1,2 ml | Panadol Drops 15 ml Tempra Drops (15ml) Sanmol Drops (15ml) Termagon Drops (15ml) |
4 | Sirup dalam botol Sirup dalam sachet | 120 mg/5 ml 150 mg/ 5 ml 160 mg/5 ml 250 mg/5ml 150 mg/7 ml | Sirup Parasetamol (60 ml) Sirup Zetamol (60ml) Biogesic liquida (60 ml) Sirup Panadol (60 ml) Sirup Progesic (60ml) Biogesic liquida (7 ml/sachet) |
Seorang anak umur 4 tahun ,BB 16 kg memerlukan obat antimikroba Erythromicin. Bila diketahui dosis terapi Erythromycin 30-50 mg/kg BB/hari dan waktu paruh nya 6 jam.
Maka dosisErythromycin anak tersebut adalah
Dosis perhari :
16 kg BB X (30mg- 50 mg/kg BB/hari) =
480 mg-800 mg/hari
Waktu paruh 6 jam artinya : pemberian tiap 6 jam (24jam:6jam=4)
Maka dosis 1X pemberian adalah
480mg-800 mg : 4 = 120mg - 200 mg
BSO ?
Daftar sediaan obat Erythromycin
BSO | Kekuatan | Sediaan Generik |
Tablet Sirup | 250 mg 200 mg/5 ml | Tablet Erythromycin Sirup Erythromycin (60ml) |
| | Sediaan paten |
Tablet dulcet Kapsul Tablet/Kaplet Sirup | 200 mg 250 mg 500mg 200 mg/5 ml | Tablet Chewable Erysanbe Capsule Erysanbe Tablet/kaplet Erysanbe Dry syrup Erysanbe (60ml) |
Oral drops Tablet kunyah/ dulcet Kapsul Tablet/kaplet suspensi | 100 mg/2,5 ml 200 mg/tablet 250 mg 500 mg 250 mg/5 ml | Erythrocin oral drops (30 ml) Erythrocin Dulcet Capsule Erythrocin Tablet Erythrocin Erythrocin Suspensi Forte (60 ml) |
Dosis Maksimal Berganda
R/ Sulfas Atropin 0,5mg
Extr. Belladon 10mg
Sacch. Lact. Qs
m f l.a pulv. Dtd no. X
S 4 dd P I
#
DM Sulfas 1mg/3mg
DM Extr.Belladon 20mg/80mg
Sulfas Atropin x 100% = 50 %/1x
Extr. Belladon x 100% = 50%/ 1x
Sulfas Atropin x 100%=66,7%/hari
Extr.Belladon x 100%=50%/hari
0,5
1
10
20
100% tidak melampaui
2
3
40
80
116,7% dilampaui
Dosis berganda
RESEP
Obat
Dosis
Resep
BSO
��PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 2016��
Resep
Resep yang lengkap menurut SK Menkes RI No 26/2981 (Bab 3, pasal 10)
PENULISAN RESEP�DAN �BAHASA LATIN
Resep
Wujud akhir kompetensi
Pengetahuan
Resep
KEAHLIAN MENERAPKAN PENGETAHUAN
DALAM BIDANG
FARMAKOLOGI & TERAPI
SIFAT-SIFAT OBAT DIKAITKAN DG PENDERITA
NASIB OBAT DALAM TUBUH
PENYERAPAN METABOLISME
DISTRIBUSI EKSKRESI OBAT
KERTAS RESEP
Lebar :10-12 Cm
Panjang : 15-18 Cm
Rangkap 2 :-Untuk pasien
-Untuk Dokumentasi
KETENTUAN MENULIS RESEP
Resep LENGKAP
Inscriptio
Dr. Haris Tranujaya
SIP 08102013
Jl. May Jend Sutoeyo no. 2
Jakarta Timur
Telp: 021-888.8888
Jakarta, 14 September 2017
R/ 🡺Invocatio
Prescriptio
Amoksisilin 100 mg
Sacch lact q.s.
m.f. pulv dtd. No. XXI
Mau bentuk obatnya dulu baru nama obat jg boleh
Signatura
Subscriptio
Pro
Pro: An. Nani Putri (2 kata)
Usia : 2 tahun
BB : 12 kg
(alamatnya tidak wajib kecuali obatnya ada narkotika)
Dr. Hendra Tri Hartono
SIP 0706259223
Jl. Salemba Raya no. 6
Jakarta Pusat
Tel[: 021- 456 789
Jakarta, 14 September 2017
R/ Eritromisin tab 500mg tab No. XXX
S 4 dd tab I a.c.
R/ Parasetamol tab 500mg tab No. X
S 3 dd tab I p.c. p.r.n. demam
R/ Povidon Iodin 1% fls No. I
S 2 dd garg.
Pro : Tn. Adam
Usia : 40 tahun
Inscriptio
Pro
Prescriptio, signatura, subscriptio
Jangan lupa garis penutup setelah tiap resep
PASIEN
DOKTER
ANAMNESIS, DIAGNOSIS, PROGNOSIS
TERAPI
Farmakologi Non Farmakologi
PROFILAKTIK SIMTOMATIK KAUSAL
JENIS-JENIS TERAPI
1. Terapi Profilaktif
🡪 Antibiotik Profilaktif tindakan Bedah
2. Terapi Simtomatik
🡪 Meredakan Gejala (Demam, Pusing)
3. Terapi Kausal
🡪 Menghilangkan Penyebab (Infeksi)
JENIS-JENIS TERAPI
1. Pembedahan
2. Radioterapi (penyinaran)
3. Fisioterapi
4. Pengaturan Pola Makan
5. Pengaturan Pola Hidup
6. Konselling (KIE)
RESEP YANG TEPAT DAN RASIONAL
OBAT YANG TEPAT
DOSIS YANG TEPAT
BENTUK SEDIAAN YANG TEPAT
WAKTU YANG TEPAT
PENDERITA YANG TEPAT
Obat yang tepat
DOSIS YANG TEPAT
-DEWASA
-ANAK-ANAK
-PENDERITA OBESITAS
-PENDERITA GERIATRIK
BENTUK SEDIAAN YANG TEPAT
Bayi : Puyer, syrup, tetes oral
Anak anak < 8 th: puyer, syrup, tablet hisap
Dewasa : tablet, kapsul
DALAM KEADAAN TIDAK SADAR :
-Supositoria
-Injeksi
WAKTU YANG TEPAT
-Ante coenam =ac
-Post coenam = pc
-Durante coenam=dc
- Ante noctem=an
-Mane
-Post defaecatio
RESEP YANG TIDAK RASIONAL
1. Satu resep obat > 5
2. Selalu memberikan obat konfeksi
3. Memberikan obat >, untuk terapi singkat
4. Memberikan terlalu sedikit obat antibiotika
5. Tidak memperhatikan ekonomi pasien
6. Obat paten berupa komposisi, mis: obat flu yang mengandung Coffein untuk penderita peny jantung
BAHASA LATIN DALAM RESEP
RESEP SEGERA
Bila pasien harus segera mendapat obatnya, pada bagian atas resep tulis :
�Tanda resep dapat diulang�
Dr. Hendra Tri Hartono�SIP 0706259223�Jl. Salemba Raya no. 6�Jakarta Pusat�Tel[: 021- 456 789
Jakarta, 14 September 2017
R/ Capsul Erythromycin 500 mg No XX
S 4 dd I Capsul
R/ Tablet vitamin B complek No XV
S 3 dd I tablet iter 2x
Pro Tn Tono Sadikin
Umur 45 th
Dr. Hendra Tri Hartono�SIP 0706259223�Jl. Salemba Raya no. 6�Jakarta Pusat�Tel[: 021- 456 789
Jakarta, 14 September 2017
Iter 2x
R/ Capoten tablet 25 mg No XV
S 3 dd I tablet
R/ Hydrochlorthiazide 25 mg No XV
S 1 dd 1/2 tablet mane
Pro Tn Tono Sadikin
Umur 45 th
�Tanda Ne iteratie (N.I) = tidak dapat diulang.�
�Tanda dosis sengaja dilampaui.�
Resep yang mengandung narkotik.�
Resep yang mengandung narkotik tidak boleh ada
Persyaratan Menulis Resep dan Kaidahnya
1. Resep ditulis jelas dengan tinta dan lengkap dikop resep, tidak ada keraguan dalam pelayanannya dan pemberian obat kepada pasien.
2. Satu lembar kop resep hanya untuk satu pasien.
3. Signatura ditulis dalam singkatan latin dengan jelas, jumlah takaran sendok dengan signa bila genap ditulis angka romawi, tetapi angka pecahan ditulis arabik.
4. Menulis jumlah wadah atau numero (No.) selalu genap, walaupun kita butuh satu setengah botol, harus digenapkan menjadi Fls. II saja.
5. Setelah signatura harus diparaf atau ditandatangani oleh dokter bersangkutan, menunjukkan keabsahan atau legalitas dari resep tersebut terjamin.
6. Jumlah obat yang dibutuhkan ditulis dalam angka romawi.
7. Nama pasien dan umur (anak) harus jelas.
8. Khusus untuk peresepan obat narkotika, harus ditandatangani oleh dokter bersangkutan dan dicantumkan alamat pasien dan resep tidak boleh diulangi tanpa resep dokter.
9. Tidak menyingkat nama obat dengan singkatan yang tidak umum (singkatan sendiri),karena menghindari material oriented.
10. Hindari tulisan sulit dibaca hal ini dapat mempersulit pelayanan.
11.Resep merupakan medical record dokter dalam praktik dan bukti pemberian obat kepada pasien yang diketahui oleh farmasi di apotek, kerahasiaannya dijaga.
Prinsip penulisan resep
1. Obat ditulis dengan nama generik bermerek, generik berlogo, resmi atau kimia.
2. Karakteristik nama obat ditulis harus sama dengan yang tercantun di label kemasan.
3. Resep ditulis dengan jelas di kop resep resmi.
4. Bentuk sediaan dan jumlah obat ditentukan dokter penulis resep.
5. Signatura ditulis dalam singkatan bahasa latin.
6. Pro atau peruntukan dinyatakan umur pasien.
Permasalahan dalam Menulis Resep
Kesalahan dalam penulisan resep, dimana dokter gagal untuk mengkomunikasikan info yang penting, seperti :
Meresepkan satu tablet yang tersedia lebih dari satu kekuatan obat tersebut
Tidak menuliskan rute pemberian untuk obat yang dapat diberikan lebih dari satu rute.
Meresepkan obat untuk diberikan melalui infus intavena intermitten tanpa menspesifikasi durasi penginfusan.
Tidak mencantumkan tanda tangan penulis resep.
��TEMPAT MENGAMBIL��
HANYA MELAYANI RESEP –RESEP DARI PARA DOKTER RUMAH SAKIT YANG BERSANGKUTAN
2. APOTEK UMUM
ETIKET
ETIKET TAMBAHAN :
Pulveres (puyer)
R/ amoksisilin 100mg
Sacch. Lact q.s.
m.f. pulv. dtd. no. XXI
S 3 dd pulv I p.c
Jika obat lebih dari 1
R/ Parasetamol 100 mg
Phenobarbital 10 mg
Sacch. lact q.s.
m.f. pulv. dtd. no. X
S 3 dd pulv I p.c
Pro Ratih Suryo
Contoh
Penyelesaian
Penulisan resep
R/ Amoksisilin 100mg
Sacch Lact q.s.
m.f. pulv. dtd. No. XV
S 3 dd pulv I p.c.
R/ Parasetamol 120mg
Sacch lact. q.s.
m.f. pulv. dtd. No. IX
S 3 dd pulv I p.c. feb dur
Resep racikan
Dr. Haris Tranujaya
SIP 08102013
Jl. May Jend Sutoeyo no. 2
Jakarta Timur
Telp: 021-888.8888
R/Parasetamol 120 mg
Sacch Lactis qs
m f pulv dtd No X
S 3 dd I pulv, feb dur
#rt
Pro: Nani (2th)
Dr. Haris Tranujaya
SIP 08102013
Jl. May Jend Sutoeyo no. 2
Jakarta Timur
Telp: 021-888.8888
R/Parasetamol 1,2
Sacch Lactis qs
m f pulv No X
S 3 dd pulv I , feb dur
#rt
Pro: Nani (2th)
Tablet, Kapsul, Pil
Penyelesaian
Penulisan resep
R/ amoksisilin Caps 500mg no. XXI
S 3 dd caps I p.c
R/ Tab parasetamol 500mg no. X
S 3 dd tab I p.c. prn
Resep obat jadi
Dr. Haris Tranujaya
SIP 08102013
Jl. May Jend Sutoeyo no. 2
Jakarta Timur
Telp: 021-888.8888
R/ Caps amoksisilin 500mg no. XXI
S 3 dd caps I p.c
#rt
R/ Tab parasetamol 500mg no. X
S 3 dd tab I p.c. prn
#rt
Pro: Shiro
Umur: 22 tahun
Jakarta, 14 September 2017
Sirup
Contoh kasus
Penyelesaian
Penulisan resep
Dr. Haris Tranujaya
SIP 08102013
Jl. May Jend Sutoeyo no. 2
Jakarta Timur
Telp: 021-888.8888
R/ Amoksisilin syr 125mg/5cc No. II lag
S 3dd c.orig I p.c.
#rt
Pro: Nani (2 th)
Sendok original/bawaan dari obatnya (dlm hal ini 5cc)
Jakarta, 14 September 2017
Contoh kasus
R/ Sol Povidon iodin 1% No. I lag
S 2 dd garg
Solusio
Penulisan resep
R/ Shampo Ketokonazol 2% 100ml No.I lag
S 2x seminggu o.m.
R/ cream ketokonazol 2% 10g No.I Tube
S 2 dd m.et.v
Penulisan resepnya
R/ Inj Ceftriaxon 1g No.XV vial
S pro inj / S i m m
R/ Spuit 10cc No. V
S pro inj / S i m m
R/ Water for Injection No. Xflc
S pro inj /S i m m
R/ Infus set No.I
S pro infus / S i m m
R/ Infus Dextrose 5% 100cc No. V kolf
S pro infus / S i m m
R/ Kanul intravena (Venflon) 18 No.I
S pro infus / S i m m
Venflon ini nama merknya. Boleh ditulis lgsg venflon aja tanpa kanul intravenanya.
Boleh juga diganti Sol (solusio)
Ukurannya
Penulisan resep
R/ Sol H2O2 3% 5cc
S 2dd gtt X auric dex
#rt
R/ Sol Ofloxacin No.I lag
S 2dd gtt II auric dex
#rt
Penulisan resep
R/ Gentamycin eyedrops No.I lag
S 3 dd gtt I o.d.s
R/ Gentamycin eye ointment 5g No.I tube
S 1dd o.d.s a.n.
R/ Sulfas atropin eyedrops No.I lag
S 3dd gtt I o.d.s
Perbedaan RESEP obat jadi dan racikan
R/ Tab parasetamol 500mg no. X
S 3 dd tab I p.c. prn
#rt
R/ Parasetamol 500mg
mf pulv dtd No.X da in cap
S 3 dd I cap
�APOGRAPH (Copie resep = apograph, exemplum atau afschrift)�
DIBUAT ATAS :
*PERMINTAAN DOKTER ADA TANDA
ITERETUR
*PERMINTAAN PENDERITA
Copy resep atau salinan tertulis dari suatu resep.
Salinan resep selain memuat semua keterangan yg termuat dlm resep asli, harus memuat pula informasi sbb :
Penulisan resep obat Narkotika
Harus resep asli (bukan copi Resep)
Ada nama penderita dan alamat lengkap dan jelas
Tidak boleh ada tulisan:
1. Iter ; yang artinya dapat diulang
Aturan pakai yang jelas, dan tidak boleh ada tulisan:
2. Usus cognitus ( UC) yang artinya cara pakai diketahui
Obat narkotika di dalam resep diberi garis bawah tinta merah
Resep yang mengandung narkotika tidak boleh diulang, tetapi harus dibuat resep baru
Terima Kasih