1 of 14

METODOLOGI PENELITIAN

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 14

MEMILIH RANCANGAN PENELITIAN

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

Dosen: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

3 of 14

Pengetahuan Ilmiah, Metode Ilmiah dan Jenis Penellitian

Paradigma, Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Campuran

Strategi Menulis Proposal

Rumusan Masalah dan Tujuan Penelitian

Tinjauan Pustaka, Teori dan Hipotesis

Metode Kuantitatif

Metode Kualitatif

UTS

Metode Pengumpulan Data

Metode Campuran

Analisis Data

Mendesain Proposal Skripsi

Paparan Proposal Skripsi

UAS

4 of 14

Pengetahuan Ilmiah

1

5 of 14

PENGETAHUAN ILMIAH

Pengetahuan yang disusun secara konsisten dan kebenarannya telah teruji secara empiris

(Suriasumantri dalam Muhyidin 2017: 2)

6 of 14

TIGA CIRI SPESIFIK PENGETAHUAN ILMIAH

Ontologi merupakan asas dalam menerapkan batas atau ruang lingkup objek penelaahan (objek formal dari pengetahuan) (Soetriono dan Hanafie dalam Muhyidin, 2017: 2)

Suriasumantri (1985), kajian ontologis digunakan untuk menjawab:

  1. Apa objek ilmu yang akan ditelaah
  2. Bagaimana wujud hakiki dari objek
  3. Bagaimana hubungan antara objek dengan daya tangkap manusia (berpikir, merasa, dan menggunakan indera) yang selanjutnya membuahkan pengetahuan.

ONTOLOGI

  • Epistemologi atau teori pengetahuan berkaitan dengan hakikat dan ruang lingkup pengetahuan.
  • Epistemologi dari ilmu pengetahuan merupakan analisis tentang tersusunnya ilmu pengetahuan melalui proses Metode Ilmiah.
  • Suatu gejala dapat diterima sebagai kebenaran apabila dapat diverifikasi secara empiris.
  • Setiap hukum, rumus atau teori ilmiah yang dibuat haruslah berdasarkan bukti empiris.

EPISTEMOLOGI

  • Aksiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan.
  • Landasan aksiologi dari ilmu pengetahuan adalah analisis tentang penerapan hasil-hasil temuan ilmu pengetahuan.
  • Penerapan ilmu pengetahuan dimaksudkan untuk memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup.

AKSIOLOGI

7 of 14

CIRI-CIRI SEBUAH PENGETAHUAN DISEBUT SEBAGAI PENGETAHUAN ILMIAH

  1. Memiliki derajat kepastian tinggi dengan pijakan berpikir yang dilandasi dengan pengetahuan luas dan fokus tujuan harus jelas.
  2. Pengetahuan ilmiah mempunyai metode ilmiah sehingga kadar kebenaran dapat disepakati bersama dan alur pikirnya sistematis.
  3. Kritis, analisis dan logis sehingga mendorong suatu kepastian dalam identifikasi masalah demi memperoleh solusi berdasarkan argumentasi ilmiah.
  4. Rigor, teliti serta memiliki dasar teori dan desain metodologi yang baik.
  5. Testability, prosedur pengujian hipotesis jelas dengan berdasarkan data yang dikumpulkan serta teknik analisis yang digunakan dapat dipastikan.
  6. Objektivitas didasarkan pada data aktual dan tidak subjektif.
  7. Ketelitian (precision, mendekati realitas dan confidence peluang kejadian dari estimasi dapat dilihat.
  8. Parsimony, kesederhanaan dalam pemaparan masalah dan metode penelitian.

8 of 14

Metode Ilmiah

9 of 14

METODE ILMIAH

“Metode ilmiah adalah suatu kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah”

Terdapat dua jenis metode ilmiah, yaitu:

  1. Metode deduktif- terdapat pada ranah ontologis dan epistemologis.
  2. Metode induktif – terdapat pada ranah aksiologi.

10 of 14

Metode Deduktif

  • Berpikir deduktif adalah cara berpikir dari hal yang bersifat umum terlebih dahulu kemudian berlanjut menuju kesimpulan yang bersifat khusus.
  • Teori digunakan sebagai panduan untuk observasi dan analisis hasilnya bersifat umum ke khusus.

TEORI

Observasi 2

Observasi 1

Observasi 3

Tingkat Abstraksi Konseptual

Tingkat Empiris

11 of 14

Metode Induktif

  • Berpikir induktif adalah cara berpikir yang menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus individu.
  • Metode ini diawali dengan pengumpulan data, penarikan hipotesis atau dapat tanpa hipotesis dan secara langsung masuk ke proses penarikan kesimpulan.
  • Dengan berpikir induktif, para peneliti melakukan observasi yang hasilnya akan memunculkan sebuah teori.

TEORI

Observasi 2

Observasi 1

Observasi 3

Tingkat Abstraksi Konseptual

Tingkat Empiris

12 of 14

Jenis

Penelitian

13 of 14

PENELITIAN DASAR DAN PENELITIAN TERAPAN

Keterangan

Penelitian Dasar

Penelitian Terapan

Lingkungan Penelitian

Akademik

Pemerintah atau Bisnis

Inisiatif

Peneliti

Klien atau sponsor

Biaya

Peneliti atas bantuan

Klien melalui kontrak

Jenis

Mandiri

Kelompok

Disiplin ilmu

Satu atau dua disiplin ilmu

Multidisiplin

Tempat

Laboratorium/ lapangan

Lapangan

Fleksibilitas

Lebih fleksibel

Kurang fleksibel

Manfaat

Pengembangan ilmu

Pemecahan masalah

14 of 14

JENIS PENELITIAN

PENELITIAN HISTORIS

PENELITIAN DESKRIPTIF

Merekontruksi masa lampau secara sistematisa dan objektif dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi serta mensintesiskan bukti untuk menguatkan fakta dan menarik kesimpulan yang kuat.

Menggambarkan dan memecahkan masalah secara sistematis, faktual dan akurat.

Peneliti hanya sebagai pengamat dan membuat kategori serta mengamati gejala dan mencatatnya.

PENELITIAN PERKEMBANGAN

PENELITIAN KASUS & LAPANGAN

Menyelidiki pola urutan pertumbuhan atau perubahan dalam jangka waktu tertentu

Mempelajari secara intensif tentang latar belakang

keadaan saat ini dan secara mendalam.

PENELITIAN EKSPERIMENTAL

PENELITIAN TINDAKAN

Menyelidiki hubungan sebab akibat dengan cara menerapkan suatu tindakan ke satu atau lebih kelompok eksperimental pada suatu kondisi tertentu dan membandingkannya dengan kelompok eksperimental yang tidak dikenai kondisi tertentu.

Mengembangkan keterampilan, cara pendekatan, atau produk pengetahuan baru yang memecahkan masalah dengan penerapan langsung di dunia nyata.