1 of 55

Dasar-dasar Fotografi

2 of 55

pengertian

  • Fotografi (photography) berasal dari bahasa Yunani, dari kata photos (cahaya) dan graphien (menggambar). Fotografi secara umum dapat diartikan dengan “ menggambar dengan cahaya”. Pencahayaan tidak bisa lepas dari dunia fotografi. Tanpa cahaya, seorang fotografer tidak akan dapat mengambil gambar dari proses pemotretan.

3 of 55

Jenis-jenis fotografi

4 of 55

1. FOTO MANUSIA

Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu :

  1. Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan image tersendiri dalam membuat foto portrait. Tantangan dalam membuat foto portrait adalah dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan, kerut wajah) yang mampu memberikan kesan emosional dan menciptakan karakter seseorang.

5 of 55

b. Human Interest Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah kehidupannya, yang mana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan rasa simpati bagi para orang yang menikmati foto tersebut.

6 of 55

c. Stage Photography

Stage Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik untuk divisualisasikan.

7 of 55

d. Sport Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap momen terbaik.

8 of 55

2. FOTO NATURE

Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.

  1. Foto Flora Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk direkam dengan kamera.

9 of 55

b. Foto Fauna Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam aktifitas dan interaksinya.

10 of 55

c. Foto Lanskap Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya foto manusia. Foto lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto lanskap.

11 of 55

3. FOTO ARSITEKTUR

Kemanapun anda pergi akan menjumpai bangunan-bangunan dalam berbagai ukuran, bentuk, warna dan desain. Dalam jenis foto ini menampilkan keindahan suatu bangunan baik dari segi sejarah, budaya, desain dan konstruksinya. Memotret suatu bangunan dari berbagai sisi dan menemukan nilai keindahannya menjadi sangat penting dalam membuat foto ini. Foto arsitektur ini tak lepas dari hebohnya dunia arsitektur dan teknik sipil sehingga jenis foto ini menjadi cukup penting peranannya.

12 of 55

4. FOTO STILL LIFE

Foto still life adalah menciptakan sebuah gambar dari benda atau obyek mati. Membuat gambar dari benda mati menjadi hal yang menarik dan tampak “hidup”, komunikatif, ekspresif dan mengandung pesan yang akan disampaikan merupakan bagian yang paling penting dalam penciptaan karya foto ini. Foto still life bukan sekadar menyalin atau memindahkan objek ke dalam film dengan cara seadanya, karena bila seperti itu yang dilakukan, namanya adalah mendokumentasikan. Jenis foto ini merupakan jenis foto yang menantang dalam menguji kreatifitas, imajinasi, dan kemampuan teknis.

13 of 55

5. FOTO JURNALISTIK

Foto jurnalistik adalah foto yang digunakan untuk kepentingan pers atau kepentingan informasi. Dalam penyampaian pesannya, harus terdapat caption (tulisan yang menerangkan isi foto) sebagai bagian dari penyajian jenis foto ini. Jenis foto ini sering kita jumpai dalam media massa (Koran, majalah, bulletin, dll).

14 of 55

6. Food Photography

Food photography lebih dari sekadar menampilkan makanan dalam piring agar orang merasa lapar atau timbul selera untuk makan. Sang fotografer harus mampu menciptakan komposisi yang bagus dan memperlihatkan detail atau tekstur makanan. Untuk menampilkan tekstur makanan secara detail, faktor pencahayaan yang bagus menjadi hal yang mutlak diperlukan.

15 of 55

7. Commercial/Advertising Photography

Kehadiran foto yang menarik dalam sebuah iklan sangat membantu dalam menciptakan imagepositif di benak audiens. Dan, peran fotografer dalam pembuatan sebuah iklan cetak sangat signifikan. Commercial atau advertising photography sangat luas cakupannya, dan bisa meliputi fashion, still life, food maupun architectural photography. Yang menjadi ciri khusus commercial photography yaitu ia ditujukan untuk kepentingan komersial seperti pembuatan iklan misalnya.

16 of 55

8. Wedding/Event Photography

Event pernikahan merupakan moment langka yang mungkin terjadi satu kali seumur hidup. Untuk itulah, moment tersebut menjadi sangat spesial bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya dan perlu diabadikan. Lalu muncullah istilah wedding/prewedding photography yang mengabadikan pengantin saat berada di pelaminan maupun kejadian-kejadian sesudah maupun setelahnya. Dalam ruang lingkup yang lebih luas, wedding photography bisa dikategorikan sebagai event photography. Contoh lain event photography yaitu mengabadikan acara wisuda yang menjadi moment spesial tak terlupakan bagi yang menjalaninya.

17 of 55

9. Street Photography

Realitas yang terjadi di jalanan merupakan prinsip utama dalam aliran street photography. Mungkin terlihat sama dengan human interest maupun photojournalism. Beberapa genre fotografi tersebut memang saling bertautan. Namun ada ciri khusus yang membedakan street photography dengan jenis fotografi lainnya. Street photography merupakan suatu pendekatan yang berusaha menampilkan realitas sesungguhnya yang terjadi di ruang publik secara spontan.

18 of 55

10. Fashion Photography

Keindahan desain pakaian seperti baju dengan aneka motif, celana maupun aksesoris fashion lainnya menjadi titik fokus utama dalam fashion photography. Memang tak bisa dipungkiri, peran model menjadi signifikan dalam fashion photography yang membuatnya sering dicampuradukkan dengan portrait photography. Keduanya bisa saja hadir dalam waktu yang bersamaan karena samasama menampilkan orang. Namun, dalam fashion photography yang menjadi penekanan adalah desain pakaian agar orang yang melihatnya tertarik untuk membeli.

19 of 55

11. Macro Photography

Objek-objek berukuran kecil seperti hewan serangga, tumbuhan atau bunga yang berada di sekitar kita seringkali luput dari perhatian dan pandangan mata. Namun tidak bagi para pecinta macro photography. Macro photography yaitu membuat subjek berukuran kecil terlihat sangat dekat dan menampilkan detail yang tinggi. Untuk melakukannya, kamu perlu kamera DSLR maupun kamera hape yang dilengkapi dengan fitur zoom agar bisa menangkap detail subjek yang difoto.

20 of 55

12. Wildlife Photography

Memotret kehidupan alam liar di habitat aslinya sungguh menantang bagi siapa saja. Di alam liar, kamu akan bertemu secara langsung dengan aneka jenis hewan yang bebas berkeliaran. Tentu saja itu memberikan sensasi tersendiri dan bisa memicu adrenalin. Apalagi jika hewan yang kamu temui adalah satwa buas seperti si raja hutan misalnya. Jenis fotografi ini umumnya hanya dilakukan oleh para fotografer profesional yang menjadi kontributor sebuah media.

21 of 55

13. Aerial Photography

Jika kamu melihat suatu subjek yang seolah-olah kamu melihatnya dari atas, itulah yang disebut dengan aerial photography. Foto-foto aerial membuat kamu layaknya seekor burung yang sedang terbang di angkasa. Jenis fotografi ini mempunyai ciri khusus yang sangat unik, yaitu teknik pengambilan gambar (angle) yang dilakukan dari atas. Untuk bisa melakukannya, sang fotografer membutuhkan alat bantu khusus seperti drone misalnya. Cara lain yaitu dengan naik kendaraan seperti helikopter atau pesawat.

22 of 55

23 of 55

Jenis-jenis kamera

24 of 55

Kamera Pocket

Kamera pocket disebut juga kamera saku, karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana serta sangat praktis dan mudah menggunakannya karena tidak perlu menyetel apa-apa dan yang penting adalah fotonya pasti jadi karena semuanya sudah diatur oleh kamera. Jadi dalam hal ini sang fotografer nggak perlu ikut campur masalah teknis kamera, pokoknya bidik dan jepret (point and shoot). Namun pada saat ini kamera pocket telah cukup berkembang dengan berbagai macam fasilitas seperti lensa zoom.

25 of 55

Kamera SLR

Kamera SLR (Single Lens Reflex atau Cermin Lensa Tunggal), disebut SLR karena cara kerja kamera ini karena pembidikannya dipantulkan melalui prisma dan cermin lalu diteruskan pada lensa utama sehingga tidak terjadi efek paralax (perbedaan bidikan dan hasil gambar yang ditangkap kamera) seperti yang terjadi pada kamera jenis range finder. Dengan kamera jenis ini, fotografer harus menentukan kecepatan shutter speed (Kecepatan rana), aperture (bukaan diafragma) serta fokus, maka disini fotografer adalah si penentu kualitas foto, apakah jadi kabur nggak karuan atau lebih indah dari aslinya

26 of 55

Kamera Range Finder

Disebut demikian karena pembidikannya secara langsung tanpa melalui lensa utama (sama dengan kamera pocket) beberapa fasilitasnya mirip dengan kamera SLR, seperti pengaturan diafragma, kecepatan rana, penyetelan fokus serta dapat ditambah asesoris seperti filter dll. Kamera jenis ini sekarang sudah tidak populer lagi

27 of 55

Kamera Medium Format

Kamera ini cara kerjanya mirip dengan SLR namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. Kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan Still Life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis seperti iklan dan majalah yang membutuhkan hasil gambar yang besar.

28 of 55

Kamera Large Format

Biasa disebut juga View Kamera, kamera jenis ini menggunakan film yang lebih besar, yaitu ukuran 4x5 inci atau 8x10 inci. Jika menginginkan hasil cetak ukuran yang sangat besar dengan kualitas yang sangat bagus biasanya menggunakan kamera ini. Kamera ini biasanya hanya digunakan untuk pemotretan yang lebih khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi (minimal)

29 of 55

Kamera Instan

Kelebihan dari kamera ini adalah kecepatannya dalam menghasilkan gambar. Dengan kamera ini kita tidak perlu repot-repot melakukan proses cuci cetak film, sebab, beberapa detik setelah selesai pengambilan gambar, maka hasilnya akan langsung jadi. Namun disamping kelebihan yang dimiliki, kamera inipun memiliki kekurangan. Karena Film yang digunakan adalah film instan, yang tentunya tidak memiliki klise, maka hasil pemotretan tidak memungkinkan untuk dicetak ulang

30 of 55

31 of 55

32 of 55

Jenis-jenis lensa

33 of 55

Lensa Standar

Dinamakan lensa standar karena lensa ini memiliki fokus yang sesuai dengan pandangan mata manusia. Sudut pandang lensa ini sama dengan sudut pandang mata manusia, Jadi tidak menjauhkan obyek maupun mendekatkan objek. Fokus pada lensa standar adalah 50 mm.

34 of 55

Lensa Sudut Lebar

Lensa sudut lebar disebut dengan Wide Angle Lens, dengan lensa ini kita dapat menangkap obyek lebih banyak. Hal ini dikarenakan sudut lensa ini lebih lebar, sesuai dengan namanya Wide Angle Lens yaitu Lensa Sudut Lebar. Dengan menggunakan lensa ini maka obyek menjadi lebih jauh dan mengecil. Fokus pada lensa ini adalah 17 mm, 20mm, 24mm, 28mm dan 35mm

35 of 55

Lensa Mata Ikan

Lensa mata ikan dinamakan juga Fish Eye Lens. Mengapa dinamakan demikian? karena sesuai dengan bentuk dari lensa ini yang memiliki permukaan yang sangat cembung seperti mata ikan koki yang melotot. Lensa ini sebenarnya dapat dikategorikan sebagai Lensa Sudut Lebar namun karena dia memiliki sudut yang sangat lebar dan memiliki titik fokus yang begitu pendek yaitu 14 mm, 15 mm atau 16 mm dan bentuknya yang melotot seperti mata ikan maka dinamakan Lensa Mata Ikan atau Fish Eye Lens.

36 of 55

Lensa Tele

Lensa yang paling digemari oleh paparazi karena dengan menggunakan lensa ini, fotografer dapat menangkap dan mendekatkan jarak obyek. Dengan menggunakan lensa tele obyek yang jauh dapat terlihat lebih dekat, maka paparazipun dapat tersenyum senang karena berhasil memotret sang artis dari jarak yang jauh tanpa harus mendekatinya dengan resiko babak belur dihajar bodyguardnya, atau motret singa yang sedang kelaparan dari jarak yang aman. Bayangkan jika harus motret singa dari jarak 2 meter karena hanya menggunakan lensa standar.

37 of 55

Lensa Zoom

Saat ini lensa zoom adalah lensa yang sangat populer karena kepraktisannya. Dengan memiliki sebuah lensa zoom itu sama artinya dengan memiliki beberapa buah lensa, karena kemampuan lensa ini yang dapat merubah titik fokusnya. Dengan kelebihan yang dimiliki lensa ini, kita tidak perlu membawa lensa terlalu banyak dan tidak perlu lagi mengganti-ganti jenis lensa apabila hendak hunting foto. Ukuran lensa zoom bervariasi seperti 28-80mm, 35-70, 80-200mm, 70-300mm.

38 of 55

39 of 55

Asesories kamera

40 of 55

Filter

Filter dipasang di bagian depan lensa, dibuat dari kaca bermutu tinggi. Dalam dunia fotografi filter ada berbagai macam jenisnya, mulai dari yang hanya berfungsi memperindah gambar, sampai dengan yang dapat memberikan efek-efek khusus pada foto. Salah satu filter yang dianjurkan untuk selalu dipasang pada kamera adalah type A1 Skylight atau UV. Disamping dapat melindungi lensa dari goresan, karena filter ini sifatnya yang netral dan tidak merubah warna aslinya

41 of 55

Blitz

Flash, Lampu Kilat atau orang biasanya menyebutnya Blitz, adalah sebuah alat yang dapat memberikan cahaya buatan. Digunakan pada saat memotret pada kondisi kurang cahaya, seperti di dalam ruangan, ditempat yang gelap, malam hari dsb. Ukuran kekuatan lampu kilat disebut GN (Guide Number). Semakin besar nilai GN maka semakin kuat juga lampu kilat menerangi obyek, dalam pengertian semakin besar GN maka jangkauan lampu kilat ini akan semakin jauh, dan biasanya semakin besar pula fisik lampu kilat tersebut.

42 of 55

Teknik Dasar Fotografi 

43 of 55

Zooming

Foto zooming adalah membuat objek seakan-akan bergerak, memberi kesan bergerak menjauh atau mendekat pada kamera.Sama hal dengan teknik panning yang memberi kesan objek bergerak secara horizontal atau vertikal, sedangkan kalau zooming memberi kesan bergerak mendekati objek foto yang berada dititik tengah.Kecepatan yang dipakai hampir sama dengan teknik panning yaitu dibawah 1/50 agar kesan bergeraknya atau fokus objeknya lebih pas. Sehingga bisa menghasilkan foto zoom in (mendekat ) atau zoom out (menjau

h).Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Cara Membuat Foto Zooming dalam Fotografi",

44 of 55

fotografi teknik zooming

45 of 55

Teknik foto depth of field (DoF)

teknik memanipulasi area tajam pada foto dengan mengontrol jarak antara objek terdekat dan terjauh yang terlihat fokus

46 of 55

Teknik foto depth of field (DoF)

47 of 55

Panning

Teknik panning adalah salah satu teknik pada fotografi untuk membekukan subjek yang sedang bergerak. Teknik panning biasanya digunakan dalam fotografi sport di mana pengambilan foto dilakukan ketika subjek bergerak.

Teknik panning dilakukan dengan mengatur shutter speed (ss). Shutter speed diatur lebih rendah dari biasanya. Biasanya nilai shutter speed yang dipakai antara 1/20 - 1/100 tergantung kecepatan subjek.

Pengambilan foto panning dilakukan dengan kamera yang bergerak mengikuti subjek agar subjek tetap fokus. Hasil foto yang didapat subjek tetap fokus dan background tampak blur/kabur. Pergerakan kamera harus dilakukan dengan lembut agar hasil yang didapatkan baik. Hal yang harus dilakukan adalah latihan.

48 of 55

Berikut beberapa kondisi shutter speed yang biasa dipakai pada foto panning:

  • - Orang jogging atau jalan menggunakan ss 1/20 detik
  • - Orang bersepeda menggunakan ss 1/30 sampai 1/50 detik
  • - Mobil yang melaju menggunakan ss 1/50
  • - Balapan mobil atau motor menggunakan ss 1/100 sampai 1/200 detik

Ingat angka di atas bukan patokan baku. Kondisi di lapangan dapat berbeda-beda, bisa menggunakan shutter speed kurang atau lebih dari angka di atas. Yang harus dilakukan adalah latihan dan latihan.

49 of 55

Cara mengambil foto panning.

  1. Setting kamera pada mode shutter priority (Tv atau S).
  2. Atur angka shutter speed yang akan digunakan. Bisa mengacu pada angka yang dijelaskan di atas atau sesuai keadaan tergantung kecepatan subjek foto.
  3. Gunakan autofokus untuk memudahkan fokus subjek karena subjek bergerak. AF-C pada kamera Nikon dan AI Servo pada kamera Canon. Bisa juga menggunakan manual fokus untuk yang sudah ahli.
  4. Arahkan kamera ke subjek dengan menekan setengah tombol shutter untuk mendapatkan fokus. Ikuti pergerakan subjek dengan lembut.
  5. Setelah subjek fokus, tekan penuh tombol shutter sambil tetap mengikuti pergerakan subjek.

50 of 55

foto panning

51 of 55

Siluet

Siluet adalah salah satu teknik fotografi yang menarik. Fotografi siluet menunjukkan garis gelap subjek di depan pemandangan yang kontras dan cerah seperti matahari terbenam. Gambar siluet tidak seperti bentuk fotografi lainnya karena menampilkan kontras yang dramatis. Jika pada foto umumnya fotografer berusaha untuk mengoreksi perbedaan cahaya atau dengan membuat bayangan lebih seragam, fotografi siluet justru membuat bayangan dalam foto sedalam dan segelap mungkin.

52 of 55

foto siluet

53 of 55

Slow motion

Slow Motion merupakan teknik pemotretan yang menggunakan slowspeed. hasil dari slow motion adalah objek diam tetap menjadi detal sedangkan objek gerak menjadi seeking. namun seeking dari slow motion ini menjadikan foto tersebut memiliki kesan gerak dan menambah keindahan foto. speed yang digunakan biasanya dibawah 1.

54 of 55

Stop action

Stop Action merupakan teknik pemotretan yang menggunakan percepatan tinggi dan objek yang difoto dipastikan bergerak, maka visual yang kita dapatkan adalah pembekuan objek bergerak dan objek diam tanp adanya seeking sedikitpun. fungsi dari stop action adalah untuk mendaptkan kesan gerak dengan hasil foto yang detail. untuk melakukan teknik ini, objek yang akan dipotret harus memiliki cahaya yang cukup juga hindari lowlight. speed yang digunakan untuk mendatkan hasil stop action minimal 1/60.

55 of 55

Tugas

  1. zooming
  2. depth of field
  3. stop action
  4. slow action
  5. panning