Kebijakan Kementerian Dasar dan Menengah
Melayani, Akuntabel, Normatif, Inovatif, Sinergis
Menuju Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi
bbgtkjateng.kemendikdasmen.go.id
Rumah Belajar Insan Pendidikan
@bbgtkjateng
Melayani
Akuntabel
Normatif
Inovatif
Sinergis
Terimakasih
TIDAK memberi
GRATIFIKASI
Atas layanan yang kami berikan
Dukung kami meraih ZI-WBK�(Zona Integritas-Wilayah Bebas dari Korupsi)
Asta Cita adalah delapan program prioritas atau cita-cita yang menjadi visi dan misi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mewujudkan Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Asta Cita menjadi pedoman bagi pemerintah dalam menjalankan tugas dan mencapai tujuan pembangunan nasional.
Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK)
Provinsi Jawa Tengah
Dasar Hukum
Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan
Tugas : melaksanakan pengembangan dan pemberdayaan guru, kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan
Fungsi :
1. pelaksanaan pemetaan kompetensi guru, kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan;
2. pengembangan model peningkatan kompetensi guru kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan;
3. pengembangan media pembelajaran guru, kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan;
4. pelaksanaan peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan;
5. pelaksanaan fasilitasi peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan;
6. pelaksanaan supervisi peningkatan kompetensi guru, kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan;
7. pelaksanaan pemantauan dan evaluasi pengembangan dan pemberdayaan gurLl, kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan;
8. pelaksanaan kemitraan di bidang pengembangan dan pemberdayaan guru, kepala sekolah, pendidik lainnya, dan tenaga kependidikan; dan
9. pelaksanaan urusan administrasi.
Program Prioritas Kemdikdasmen :
Program Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
1. Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru, KS dan PS
2. Peningkatan Kompetensi Guru Mapel Pilihan Kading Kecerdasan Artifisial
3. Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS)
4. Pelatihan Bimbingan dan Konseling bagi Guru
5. Gerakan Numerasi Nasional
6. Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris (PKGBI)
7. Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan
01
Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah
Pembelajaran
Mendalam
Memuliakan
Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan
menghormati
dengan mempertimbangkan potensi,
martabat dan nilai-nilai
kemanusiaan
Olah Hati
Pembelajaran
Mendalam
Profil Lulusan
(8 Dimensi)
Bermakna
Mewujudkan
Olah Rasa
Menggembirakan
Olah Raga
Pembelajaran
e
Berkesadaran
Pengalaman belajar peserta didik yang
diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran
untuk menjadi pembelajar yang aktif dan
mampu meregulasi diri. Peserta didik
memahami tujuan pembelajaran, termotivasi
secara intrinsik untuk belajar, serta aktif
mengembangkan strategi belajar untuk
mencapai tujuan.
Mendalam
@
Menggembirakan
Pembelajaran yang menggembirakan
merupakan suasana belajar yang positif,
menyenangkan, menantang, dan memotivasi.
Peserta didik merasa dihargai atas
keterlibatan dan kontribusinya pada proses
pembelajaran. Peserta didik terhubung
secara emosional, sehingga lebih mudah
memahami, mengingat, dan menerapkan
pengetahuan.
Bermakna
Peserta didik dapat merasakan manfaat dan
relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk
kehidupan. Peserta didik mampu
mengkonstruksi pengetahuan baru
berdasarkan pengetahuan lama dan
menerapkan pengetahuannya
dalam kehidupan nyata.
Pembelajaran
Mendalam
•Olah hati
Adalah proses pendidikan untuk mengasah kepekaan batin,
membentuk budi pekerti, serta menanamkan nilai-nilai moral dan
spiritual
Olah pikir
Merupakan proses pendidikan yang berfokus pada pengasahan akal
budi dan kemampuan kognitif, seperti kemampuan untuk memahami,
menganalisa, dan memecahkan masalah
e
Olah rasa
Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan
kepekaan estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan
serta hubungan antarmanusia
0
Olah raga
Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh, serta membentuk
karakter melalui kegiatan jasmani
Pembelajaran
Mendalam
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan
yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan
terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas,
penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan,
dan komunikasi
Dimensi Profil
Lulusan
Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik
pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran,
bermakna, menggembirakan
Prinsip
Pembelajaran
PEMBELAJARAN MENOALAM
Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami
peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami,
mengaplikasi, merefleksi
Pengalaman
Belajar
e
Komunikasi
Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis
dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik
pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan
pembelajaran, dan pemanfaatan digital
Kerangka
Pembelajaran
Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design
@ copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global
Pemantauan & pendampingan
Pelatihan IN-2
Bimtek /ToT di Pusat (GTK dibantu BBGTK Jabar, Jateng, Jatim, Sulsel, Yogya, Sumut dan BGTK Papua)
Sasaran: Calon NS Pelatihan Pengajar INON IN (WI, WP, PTP, Dosen, Praktisi)
Pendekatan: Pembelajaran Mendalam dengan prinsip Andragogi
Pelatihan IN-1
Pelatihan ON
Pelaksanaan RTL
Memahami
Mengaplikasi
Merefleksi
KELOMPOK KERJA GURU, KS, PS
KKG/MGMP/MKKS/K3S/ MKPS
2. Merencanakan
3. Menerapkan
4. Merefleksi &
Menilai
SIKLUS INKUIRI KOLABORATIF
Kegiatan lain yang dilakukan adalah
KESINAMBUNGAN PASKA PELATIHAN DI KKG/MGMP/MKKS/MKPS
SECARA RUTIN DI 1 (SATU) HARI BELAJAR GURU
BIMTEK/ToT
PELATIHAN IN-ON-IN bertempat di Satdik atau tempat lainnya yang disepakati
Capaian ToT Calon Pengajar Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM)
Capaian ToT yang diharapkan yaitu calon pengajar Pelatihan PM mampu:
a. menerapkan pola pikir bertumbuh ketika berinteraksi dalam proses ToT;
b. menganalisis substansi modul pelatihan PM;
c. menggunakan pemahaman tentang PM untuk menyusun perencanaan Pelatihan PM;
d. menerapkan perencanaan Pelatihan PM dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan pada peer teaching; dan
e. menunjukkan perilaku teladan sebagai peserta ToT/calon pengajar.
a. Daring
Peserta mengakses materi menggunakan platform digital dalam bentuk LMS. Peserta mengakses modul online (bahan bacaan), video pembelajaran. Aktivitas pembelajaran secara daring digunakan untuk memulai tahap memahami melalui teori dan pengenalan konsep dasar PM, sehingga peserta dapat menguasai pondasi sebelum beralih ke penerapan sesuai dengan pengalaman belajar memahami, menerapkan, dan merefleksikan.
b. Tatap Muka
Tatap muka secara luring melibatkan peserta secara aktif dalam diskusi langsung, praktik kelompok, dan pendampingan intensif dari pengajar pelatihan. Tatap muka luring dilakukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam dengan pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dengan prinsip berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Pada konteks ToT Calon Pengajar Pelatihan PM, sesi tatap muka bisa digunakan untuk tahap penerapan praktis PM dan simulasi mengajar orang dewasa melalui peer teaching untuk membantu memastikan calon pengajar dapat membawakan materi pelatihan pembelajaran mendalam.
Pendekatan pembelajaran pada ToT Calon Pengajar Pelatihan PM menggunakan model flipped learning, yang diawali dengan peserta belajar mandiri, dilanjutkan dengan belajar tatap muka secara luring, dengan penjelasan sebagai berikut:
Strategi ToT Pelatihan Pembelajaran Mendalam (PM)
STRUKTUR PROGRAM TOT PM BAGI PENGAWAS SEKOLAH
Penilaian ToT Calon Pengajar Pelatihan PM
Penilaian terhadap peserta bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta melalui ketercapaian indikator kompetensi dan keberhasilan tujuan pembelajaran. Aspek yang dinilai mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian dilakukan melalui tes untuk aspek pengetahuan, sedangkan untuk aspek sikap dan keterampilan menggunakan instrumen non-tes melalui pengamatan selama kegiatan berlangsung dengan menggunakan format dan lembar kerja yang telah disiapkan.
Nilai untuk masing-masing aspek penilaian diolah dengan formulasi berikut.
NA = 30% NS + 50% NP + 20% TA
Keterangan:
NS : Nilai Sikap/Komitmen (rerata dari semua aspek sikap yang dinilai)
NP : Nilai Penugasan (rerata dari nilai tugas)
TA : Nilai Tes Akhir
Nilai Akhir | Predikat |
90 < Nilai ≤ 100 | Amat Baik |
80 < Nilai ≤ 90 | Baik |
70 < Nilai ≤ 80 | Cukup |
60 < Nilai ≤ 70 | Kurang |
≤ 60 | Sangat Kurang |
Kelulusan Peserta ToT Calon Pengajar Pelatihan PM
Peserta dinyatakan “LULUS” dalam ToT apabila:
Adapun peserta yang memperoleh skor kurang dari 80,00 (< 80,00) dinyatakan “TIDAK LULUS”.
Kategori predikat kelulusan dan skor akhir sebagai berikut.
SUMBER DANA PELATIHAN PM KE SASARAN
Berdasarkan Kepdirjen GTKPG Kemdikdasmen Nomor 13/B/HK.03.01/2025 tentang Petunjuk teknis pelatihan
Bagi guru, kepala sekolah dan pengawas sekolah, pengelolaan dana pelaksanaan pelatihan PM diatur dengan
Ketentuan sebagai berikut :
oleh UPT dilaksanakan melalui mekanisme PNBP Fungsional;
1) UPT melalui mekanisme PNBP Fungsional; atau
2) Pemerintah Daerah/pihak lain yang mendanai Pelatihan PM melalui mekanisme swakelola oleh
sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak kerjasama yang telah ditandatangani
Keterangan tambahan :
a. Pelatihan PM bagi Guru dan Kepala Sekolah dibiayai dengan dana BOSKIN atau BOSREG
b. Untuk saat ini pelatihan PM bagi Pengawas Sekolah yang dibiayai oleh APBN adalah untuk pelatihan
Pengajarnya, untuk pelatihan ke sasaran dibiaya dengan dana APBD jika daerah mempunyai anggaran
Peserta Pelatihan bagi Guru
Peserta Pelatihan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah
STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN PM BAGI GURU
Catatan:
STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN PM BAGI KEPALA SEKOLAH
STRUKTUR PROGRAM PELATIHAN PM BAGI PENGAWAS SEKOLAH
CAPAIAN PELAITIHAN PEMBELAJARAN MENDALAM
02
Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) bagi Guru
03
Seleksi dan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS)
04
Pengembangan Kompetensi Guru Bimbingan Konseling (BK)
05
Gerakan Numerasi Nasional (GNN)
06
Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris
07
Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan
Capaian Pembelajaran bagi Tenaga Administrasi Sekolah
Capaian Pembelajaran bagi Tenaga Administrasi Sekolah
Capaian Pembelajaran bagi Tenaga Perpustakaan Sekolah
Capaian Pembelajaran bagi Tenaga Laboratorium Sekolah
Matur
nuwun
Jangan lupa ikuti media sosial BBGTK Provinsi Jawa Tengah!