Teorema Pythagoras
Sumber: Majalah Griya Asri (modifikasi penulis)
Pada bidang arsitektur,�teorema Pythagoras ini digunakan untuk merencanakan konstruksi bangunan. Misalnya menghitung�panjang rangka kuda-kuda yang�berbentuk segitiga siku-siku�seperti pada gambar di samping.�Jika panjang rangka kuda-kuda�bangunan di samping 3,5 m dan�tingginya 2 m, dapatkah kamu�menghitung panjang kayu yang�dibutuhkan untuk membuat�rangka kuda-kuda tersebut? �
Seorang matikawan berkebangsaan Yunani bernama Pythagoras (579-495 SM) mengunggah teoremanya, yaitu: “Luas persegi pada sisi miring (hypotenusa) pada segitiga siku-siku sama dengan jumlah luas persegi pada sisi siku-sikunya”. Dalam memaparkan pembuktian teoremanya, Pythagoras menggunakan konsep aljabar untuk mendapatkan tiga buah bilangan yang merupakan tripel Pythagoras. �
6.1 Sejarah Teorema Pythagoras
Luas Persegi
Luas Segitiga Siku-Siku
Pengetahuan dan pembuktian Teorema Pythagoras berkaitan erat dengan luas persegi dan luas segitiga. Oleh karena itu, untuk mempelajari Teorema Pythagoras perlu ditunjang oleh materi luas persegi maupun luas segitiga, khususnya segitiga siku-siku. �
6.2 Luas Persegi dan Luas Segitiga
6.2.3 Menghitung Luas Persegi Menggunakan Segitiga Siku-Siku
Untuk menentukan luas persegi ABCD, kita buat persegi�baru yang memuat persegi ABCD tersebut, kemudian kita�hitung luas persegi baru dan luas segitiga yang berada di�luar persegi ABCD. Luas persegi dapat diperoleh dengan cara mengurang luas persegi baru dengan luas beberapa segitiga yang berada di luar persegi ABCD. Materi ini sangat bermanfaat pada pembuktian teorema atau dalil Pythagoras. �
�
Untuk lebih jelasnya, lakukanlah Kegiatan Siswa pada halaman 4 – 5.
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 1 pada
halaman 5
6.3 Pembuktian Teorema Pythagoras
Selanjutnya, hubungan panjang sisi pada setiap segitiga siku-siku dapat dinyatakan dalam bentuk rumus berikut. �
6.4 Menghitung Panjang Sisi Segitiga Siku-Siku
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 2 pada
halaman 9 – 10
6.5 Jenis Segitiga Berdasarkan Panjang Sisi dan Tripel Pythagoras
Jenis Segitiga
Kebalikan Teorema Pythagras (i)
Kebalikan Teorema Pythagras (ii)
Tripel Pythagoras
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 3 pada
halaman 17 – 18
6.6 Penggunaan Teorema Pythagoras untuk Menentukan Jarak Dua Titik
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 4 pada
halaman 20
6.7 Penggunaan Teorema Pythagoras pada Bangun Datar dan Bangun Ruang
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 5 pada
halaman 22 – 23
6.8 Penerapan Teorema Pythagoras pada Soal Cerita
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 6 pada
halaman 25 – 26
6.9 Perbandingan Sisi Segitiga Siku-Siku Khusus
6.9.1 Segitiga Siku-Siku yang Salah Satu Sudutnya 30° atau 60° �
Kerjakan Kegiatan Siswa halaman 27
6.9.1 Segitiga Siku-Siku yang Salah Satu Sudutnya 45° �
Kerjakan Kegiatan Siswa halaman 29
Dalam segitiga siku-siku yang salah satu sudutnya 45° terdapat hubungan berikut.�
Pada gambar di samping berlaku perbandingan�berikut.�AB : BC : AC = 1 : 1 : √2. �
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 7 pada
halaman 30
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Uji Kompetensi Bab 6 pada
halaman 32 – 34