1 of 47

KOMUNIKASI BISNIS

Lesti Hartati, SE,MBA

2 of 47

Prinsip Dasar Komunikasi Bisnis

3 of 47

Pengertian Komunikasi

  • Komunikasi adalah proses memberikan dan menerima pesan verbal dan non verbal, dengan harapan muncul tanggapan atau reaksi dari si penerima pesan.

  • Komunikasi dikatakan EFEKTIF bila pesan yang diberikan dapat dimengerti secara penuh (pemahaman yang sama) oleh penerimanya dan si penerima memberikan reaksi atau tanggapan seperti yang diharapkan oleh si pemberi pesan.

  • Komunikasi merupakan proses dua arah dalam tukar menukar informasi, berita, usul atau gagasan di antara dua orang perorangan atau lebih.

4 of 47

The Process of Communication

Receiver

“understands”

message

Sender

has

idea

Possible additional

feedback to

receiver

Sender

encodes

message

Receiver

decodes

message

Channel carries message

Feedback

travels to

sender

NOISE

NOISE

5 of 47

5 ( lima ) Elemen Pokok Proses Komunikasi

  • Pemberi Pesan (sender atau encoder)
  • Pesan yang diberikan (message).
  • Jalur dan Media Komunikasi (commnunication channel and media ).
  • Penerima Pesan ( receiver; audience atau decoder ), dan
  • Tanggapan atau umpan balik ( feed back )

6 of 47

Kegiatan dan Pentingnya�Komunikasi Bisnis�

  • Lebih dari 70 persen hari kerja para eksekutif dan staff perusahaan / organisasi dipergunakan untuk melakukan komunikasi.
  • Komunikasi Bisnis terjadi, baik di dalam organisasi maupun dengan berbagai pihak di luar perusahaan / organisasi.
  • Komunikasi intern terjadi antara atasan dan bawahan, bawahan dan atasan dan diantara rekan kerja yang setingkat.
  • Sedangkan komunikasi ekstern terjadi antara perusahaan dengan pelanggan, kreditur, pemasok, maupun dengan berbagai macam instansi yang lain.

7 of 47

Fungsi komunikasi Bisnis

  • Untuk Memberitahu
  • Untuk Membujuk
  • Untuk Meningkatkan Citra atau hubungan baik (Good Will)

8 of 47

Saluran Komunikasi

  • Internal

a. Formal: Pesan dikirim secara resmi mengikuti rantai komando, (Upward, Downward, Horizontal communication)

b. Informal: Jalur aktivitas tdk resmi Cth:Gosip (atasan bisa tahu apa yang dibahas bawahan/sebaliknya

9 of 47

Saluran Komunikasi

  • Eksternal

a. Formal: Public Relation(Humas) mengelola REPUTASI organisasi secara keseluruhan

b. Informal: Setiap karyawan scr tdk sadar adalah jalur informasi dgn dunia luar.

10 of 47

Peran Pemasaran dan Hubungan Masyarakat (Humas)

  • Persamaan

Bertanggung jawab mengelola komunikasi formal organisasi dengan pihak luar (pengiriman dan penerimaan informasi)

11 of 47

Perbedaan Pemasaran dan Humas

  • Perbedaan:

Fokus Pemasaran

1. Needs dan wants konsumen

2. Menentukan produk dan distribusi

3. Kepuasan pelanggan

Contoh: Iklan, Brosur, pelayanan pelanggan

12 of 47

Perbedaan Humas dan Pemasaran

  • Fokus Humas

1. Mengembangkan reputasi organisasi secara keseluruhan

2. Melalui siaran pers, peristiwa khusus dll.

Contoh: jatuhnya pesawat Lion, PR lgsg siaran pers

13 of 47

��Tujuan Komunikasi Bisnis�

  • Mendapatkan pemahaman penuh tentang makna pesan yang diberikan kepada pihak lain, baik di dalam maupun di luar organisasi perusahaan.

  • Mendapatkan tanggapan, tindakan atau persetujuan dari si penerima pesan seperti yang diharapkan si pemberi pesan

14 of 47

Manfaat Komunikasi Bisnis

  • Eksternal:
    • Membangun citra positip perusahaan.
    • Meningkatkan minat konsumen kepada barang dan / atau jasa yang dipasarkan.

  • Internal (Bagi Staff & Eksekutif):
    • Menciptakan suasana kerja yang kondusif serta kepuasan kerja.
    • Meningkatkan moral, motivasi dan efisiensi kerja perusahaan.
    • Membantu individu & bagian dalam memecahkan problim yang dihadapi bersama, menyamakan persepsi, pendapat dan pola pikir antar bagian.
    • Membangun keharmonisan hubungan dan kerja sama antar individu dan bagian dalam perusahaan.

15 of 47

Bentuk - bentuk �Komunikasi Bisnis

  • Komunikasi Lisan => Penyampaian perintah, penjelasan, bimbingan, presentasi, wawancara, pembicaraan bisnis melalui telpon, dll.

  • Komunikasi Tertulis => Formulir, memorandum, surat penugasan, korespondensi dengan pihak ketiga, laporan formal, naskah, kertas kerja, sarana promosi, dll.

  • Komunikasi Dengan Alat Peraga => Bisa dalam bentuk suara, gambar, e-mail, facsimile, telepon, telegram, radio, televisi, video, dll.

16 of 47

Prasyarat Komunikasi Bisnis Yang Efektif

  • Sikap Positip Pemberi Pesan:
    • Sadar akan peranan untuk memperoleh pemahaman akan makna pesan.
    • Mampu memperoleh tanggapan dari penerima pesan seperti yang diharapkan.
    • Kompeten, antusias dan penuh perhatian kepada si penerima pesan.

  • Syarat Khusus:
    • Cerdas, dan kaya bahan pertimbangan atas topik dan fakta yang dikemukakan.
    • Sabar dan penuh pengertian.
    • Menguasai subyek dan bahasa yang dipergunakan.
    • Memiliki pengetahuan dasar tentang proses komunikasi dan metode-metode memberikan dan menerima pesan secara efektif.

17 of 47

Kendala Efektifitas Komunikasi Bisnis

  • Tidak ada tujuan komunikasi yang jelas.
  • Problim sikap dan persepsi.
  • Pemilihan bentuk dan media yang salah.
  • Lingkungan organisatoris yang tidak mendukung.
  • Menahan sebagian informasi yang diperlukan.
  • Problim bahasa pengantar.

18 of 47

Upaya-upaya Mengatasi Kendala Komunikasi Bisnis Yang efektif

  • Bersikap bijak.
  • Mengetengahkan pihak lawan komunikasi.
  • Benada positip
  • Efisien dalam penggunaan kata dan kalimat.
  • Mengkaitkan hal-hal yang disampaikan dalam pesan ( coherence )
  • Pesan yang disampaikan jelas ( clear ).

19 of 47

Mendengarkan Secara Efektif�

20 of 47

Peranan Mendengarkan dalam Komunikasi

  • Dalam komunikasi kedua belah pihak (sender

/ encoder dan audience / decoder) keduanya harus dapat menjalankan tugasnya dengan baik karena dalam komunikasi verbal, walaupun pembicara memberikan pesan secara sempurna, kalau audience tidak mendengarkan dengan baik, mereka tidak akan dapat memahami dengan jelas makna pesan yang diberikan.

  • Dalam komunikasi bisnis peranan mendengarkan ( listening ) tidak kalah pentingnya dengan memberikan pesan ( speaking ).

21 of 47

Perbedaan Mendengar dan Mendengarkan

  • Mendengarkan lebih sulit dibandingkan dengan mendengar.
  • Mendengar hanyalah permulaan dari proses mendengarkan.
  • Untuk mendengarkan dibutuhkan perhatian pendengar kepada suara yang didengar.

22 of 47

Syarat Mendengarkan Secara Efektif

  • Ada intensi;
  • Memahami kata-kata;
  • Menguasai bahasa yang dipergunakan;
  • Memahami arti, ungkapan dan apa yang tersirat;
  • Dapat membedakan fakta & opini;
  • Dapat memisahkan inti dan bunga pembicaraan;
  • Mengingat inti pesan; dan
  • Memberikan reaksi terhadap pesan yang diberikan.

23 of 47

Hambatan Mendengarkan Secara Efektif

  • Hambatan Mental => terperangkap masalah lain di luar konteks pembicaraan; harapan berbeda dengan isi pembicaraan; sikap tidak kondusif; ingin ikut mengutarakan pendapat; keletihan fisik, dan kebiasaan mendengarkan yang jelek.

  • Hambatan Fisik => suhu udara ruangan; gangguan suara; gerakan yang tidak diharapkan, dan jarak dari pembicara.

24 of 47

Meningkatkan Kemampuan Mendengarkan

  • Peningkatan Sikap Mental.

  • Memupuk Kebiasaan => mengatur posisi duduk; memberi kemudahan kepada pembicara; memperhatikan pembicara, dan mengabaikan gangguan kecil.

  • Tehnik Mendengarkan Yang Efektif => mengingat & mencatat pokok-pokok pembicaraan; mengantisipasi pokok pembicaraan selanjutnya ( aktif ), dan bersikap terbuka.

End

25 of 47

Bentuk Presentasi

  • Singkat, antara lain: Laporan perkembangan tugas, memperkenalkan eksekutif baru / pembicara dalam seminar atau bisa juga mengucapkan terima kasih kepada tamu istimewa yang datang ke perusahaan.

  • Komprehensip, antara lain: Laporan tahunan, rencana kerja, problim manajemen / perusahaan dihadapan pimpinan puncak. Atau membahas topik tertentu dalam komperensi, seminar, lokakarya, atau dalam pertemuan organisasi sejenis.

26 of 47

Tujuan Presentasi

  • Informatif: Menyampaikan informasi, fakta/data, hasil analisis atau pengetahuan tentang sesuatu dlm ceramah, training atau seminar.

  • Persuasif: Beraneka ragam jenisnya, intinya keinginan merubah pendapat, sikap, atau meyakinkan pendengar. Contoh: Presentasi kepada calon investor, menjual produk asuransi / franchise, dll dgn cara mengemukakan fakta / data, membangun kebutuhan pende ngar, menawarkan fasilitas, sarana atau untuk melakukan sesuatu.

  • Menghibur: Dengan tujuan menyenangkan pendengar, al Ucapan selamat kpd karyawan berprestasi. Presentasi mcm ini seringkali di selipi humor, atau ilustrasi tentang sesuatu hal atau kejadian.

  • Dalam praktek sehari-hari tujuan yang ingin dicapai banyak pembi cara dalam presentasi bisnis adalah kombinasi dari dua atau tiga jenis tujuan tersebut diatas.

27 of 47

Prasyarat Menjadi Seorang Pembicara Yang Efektif

  • Karena bentuk komunikasi verbal dan merupakan proses dua arah maka, pembicara harus mampu menjelaskan dengan tata bahasa yang baik dan dengan intonasi suara yang ‘enak’ didengar.

  • Menguasai subyek dan tahu dengan jelas tujuan presentasi.

  • Mengetahui latar belakang dan bahasa pengantar yang dikuasai audience.

  • Jujur, sabar dan percaya diri.

28 of 47

Langkah Persiapan Presentasi

  • Memilih Topik => Topik yang selaras dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja akan memperkuat rasa percaya diri pembicara.

  • Menganalisis Audience => Sebisa mungkin cari informasi tentang audience: jumlah, umur rata-rata, profesi, latar belakang pendidikan, minat & sikap terhadap topik, serta apa yang diharapkan audience dari pertemuan, training, seminar atau lokakarya yang dihadiri.

  • Menyusun Naskah => Sedini mungkin kumpulkan gagasan, idea, data dan informasi; kemudian pilih / sortir idea, data dan informasi yang terkumpul, dan terakhir susun naskah yang terbagi kedalam: pengantar, Inti naskah dan ringkasan / kesimpulan.

  • Gladi Resik => Lakukan latihan presentasi (didepan cermin / teman seja wat). Kalau mungkin tinjau juga tempat dimana kita akan melakukan pre sentasi sehingga bisa membayangkan sebelum kita benar-benar melaksa nakannya.

29 of 47

Melakukan Presentasi

A. Membuka Presentasi:

  • Berjalan tidak terlalu cepat ke mimbar; duduk / berdiri dengan tenang; melempar pandang kepada audience dan tersenyum kecil.

  • Mulai setelah seluruh audience diam dan ucapkankanlah salam.

  • Apabila ada ‘tamu agung’ hendaknya nama beliau disebut.

  • Memulai presentasi dengan lelucon tidak dianjurkan, demikian juga mengucapkan kalimat yang bernada meminta maaf karena tidak menyiapkan materi dengan matang.

30 of 47

Melakukan Presentasi

B. Presentasi Inti:

    • Jangan berbicara terlalu cepat, terlalu lambat atau tersendat-sendat.
    • Ubah-ubahlah tempo berbicara / jangan monoton.
    • Sesekali boleh diselipkan humor.
    • Pergunakan komunikasi verbal dan non verbal.
    • Tunjukan bahwa pembicara antusias terhadap subyek.
    • Mengulang secukupnya pokok-pokok pembicaraan yang penting.
    • “Selalu memandang” audience

31 of 47

Melakukan Presentasi

C. Menutup Presentasi:

  • Sajikan ringkasan hal-hal penting;

  • Menghimbau audience melakukan sesuatu;

  • Mengajukan pertanyaan yang menantang;

  • Menceritakan kisah yang berkaitan dengan tujuan presentasi;

  • Mensitir pendapat pakar yang selaras dengan tema;

  • Persiapkan audience bahwa presentasi akan diakhiri,

  • Tutup presentasi setelah waktu yang disediakan habis.

32 of 47

Melakukan Presentasi

D. Menanggapi Pertanyaan:

  • Layani semua pertanyaan secara bersahaja tetapi tepat, dengan cara: mendengarkan dengan penuh perhatian, kemudian jawab singkat sesuai apa yang ditanyakan, dan Jangan mengutarakan hal-hal baru.

  • Sekali-kali jangan meremehkan pertanyaan, apalagi bersikap arogan dan sok tahu yang akan mematikan simpati audience.

  • Apabila seorang penanya menginterupsi jawaban, berhentilah menjawab.

  • Bersikap jujur, kalau tidak tahu katakan tidak tahu. Mungkin ada diantara audience yang bisa membantu.

  • Kalau ada penanya yang antagonis, pembicara wajib menunjukan kesan bahwa secara pribadi tidak berseberangan dengan penanya.

  • Jangan membiarkan seorang penanya berpidato. Potong dan tanyakan apa yang ingin ditanyakan.

  • Jangan biarkan satu dua orang penanya memonopoli sesi tanya-jawab.

33 of 47

MASALAH DEMAM PANGGUNG

  • Sedikit nerveous sebelum memulai presentasi ada manfaatnya, karena hal itu akan memaksa kita lebih berkonsentrasi pada tugas / presentasi yang akan dilakukan.

  • Namun gelisah yang berlebihan harus diatasi, dengan cara antara lain:

    • Abaikan kegelisahan karena kita yakin telah melakukan persiapan dengan baik. Antusiasme kita dalam melakukan presentasi akan berangsur menghilangkan kegelisahan diawal kita melakukan presentasi.

    • Sebelum naik mimbar, tariklah napas dan hembuskan secukupnya sambil membaca do’a sesuai kepercayaan kita masing-masing.

34 of 47

Faktor Pendukung� Kesuksesan Presentasi

  • Paralanguage => Adalah bagaimana cara pembicara menyampaikan pesan. Termasuk didalamnya adalah kecepatan suara, nada, volume serta artikulasi kata.

  • Body Language => Beberapa bagian badan manusia dapat dipergunakan sebagai alat pendukung efektifitas presentasi, al.:
    • ekspresi wajah, bisa terlihat senang, tercengang, takut, marah, sedih, muak, jijik, tertarik, buas dan juga adanya tekad yang bulat.
    • kontak mata, bisa mengekspresikan hormat pembicara kepada audience, dan juga sebaliknya,
    • posisi & gerak tangan, bisa menolong efektifitas, bisa juga mengganggu

  • Kondisi Ruangan, bisa sangat kondusif, bisa juga sangat mengganggu

  • Lain-lain, antara lain:
    • Penampilan pembicara (rambut, kuku, gigi, lipstick, eye shadow, dll ),
    • Pakaian yang dikenakan sangat berpengaruh terhadap tampilan seseorang.

35 of 47

Penggunaan Alat Bantu

  • Salah satu pedoman yang perlu diingat oleh setiap pembicara dengan alat bantu adalah bahwa fungsi alat tersebut hanya sekedar membantu. Namun demikian tampilan yang menarik dengan alat bantu akan sangat membantu efektifitas presentasi.

  • Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa sebelum memulai presentasi hendaknya kita memeriksa apakah alat bantu tadi sudah siap untuk dipakai.

  • Beberapa alat bantu yang bisa dipergunakan sesuai kondisi, dan rumit atau kompleknya pesan yang ingin disampaikan antara lain: White Board, Flipchart, Overhead Projector, Film, Video, Closed-circuit Television, dan Slide Projector

36 of 47

Bagian E:

“ KOMUNIKASI ANTAR PESONA DALAM LINGKUNGAN BISNIS “

37 of 47

Komunikasi Antar Pesona

  • Komunikasi Antar Pesona adalah komunikasi yang terjadi terutama di antara dua atau beberapa orang yang bersifat alamiah dan dapat menghasilkan suatu hubungan produktif secara terus menerus, atau sebaliknya.

.

  • Curtis, Winsor dan Stephen, 1989, dalam studinya mengatakan bahwa Komunikasi Antar Pesona menduduki peringkat 2 dari 22 mata kuliah terpenting bagi manajer pemula. Sedangkan keahlian terpenting yang harus dimiliki seorang manajer yang ideal adalah kemampuannya untuk dapat bekerja sama dengan baik dengan orang lain.

  • Adapun beberapa konsepsi penting dalam komunikasi antar pesona itu adalah: Konsep Diri, Kebutuhan Antar Pesona, Keterbukaan, Gaya Komunikasi Organisasi, Dimensi Tugas dan Hubungan, Iklim Pekerjaan, Gaya Manajemen, Motivasi Dalam Organisasi, Manajemen Kekuasaan dan Manajemen Konflik.

38 of 47

KONSEP DIRI

  • Kadar keberhasilan atau kegagalan seseorang ditentukan oleh bgmn orang trsbt memandang kemampuannya (komunikasi intra pesona). Konsep diri yang positif antara lain memandang seberapa besar anda berfikir bahwa anda berharga sebagai seseorang.

  • Pada saat berhadapan dgn kritik, orang yg memiliki konsep diri positif yakin mereka dpt meningkatkan perilaku dirinya sendiri. Mereka beradaptasi terhadap umpan balik. Orang seperti ini scr teratur berupaya mencari informasi mengenai bgmn mrk melakukan sesuatu dari orang lain dan seobyektif-obyektifnya mengevaluasi perbuatan dirinya. Singkatnya, konsep diri merupakan penyaring semua informasi yang datang kepada seorang individu. Semakin realistis dan positif konsep diri tersebut, semakin responsif seseorang mencari dan menghadirkan umpan balik yang efektif.

  • Sebagai info tambahan dapat disampaikan bahwa sebagian besar posisi lapangan kerja yang di iklankan adalah posisi bagi para individu yang tegas, yang memacu dirinya sendiri, namun tetap berorientasi kepada kelompok.

39 of 47

Kebutuhan Antar Pesona

  • Kreps (1986) membantah bahwa ”hanya dgn melalui pertautan, pengkoordinasian berbagai aktivitas yang merupakan segala konsekwensi dapat diselesaikan dalam kehidupan organisasi”. Ternyata menurut penelitiannya, Iklim organisasi yang mendukung juga mrpkn suatu hal yang penting. Rasa harga diri dan iklim yang mendukung mrpkn prasyarat bagi terciptanya suatu hubungan bisnis yang berhasil.

  • Oleh karena itu kalau organisasi kita mau maju, kita harus mempertimbangkan pokok penting hubungan bisnis, yaitu kepuasan kebutuhan antar pesona.

  • William Shultz (1996) mengidentifikasi tiga kebutuhan antar pesona dasar, yaitu: Inklusi (dilibatkan), kontrol (pengendalian) dan afeksi (kasih sayang).

  • Kalau menjadi atasan kita harus peka dan mau melakukan analisis terhadap kebutuhan antarpesona untuk mengatur dinamika serta meningkatkan iklim lingkungan kerja agar tercapainya tujuan organisasi secara optimal.

40 of 47

Keterbukaan

  • Banyak hubungan yang tidak bahagia berkembang karena para pelakunya benar-benar tidak terbuka dalam berkomunikasi dengan orang lain.

  • Beberapa pertanyaan penting yg perlu diajukan bila kita akan melakukan pemeriksaan gaya komunikasi dalam organisasi adalah:
    1. Bgmn prosedur standar bagi para pegawai untuk berbagi informasi dgn para penyelia, manajer atau dgn divisi lain?;
    2. Apakah saluran komunikasi sah atau hanya melalui selentingan?;
    3. Seberapa akurat komunikasi yang terbentuk dlm organisasi?;
    4. Apakah penyingkapan terjadi dgn sengaja atau relatif dipaksakan?;
    5. Apakah sifat sebagian besar komunikasi itu positif dan keras atau negatif dan kritis?;
    6. Jika masalah serius diumumkan dlm organisasi, dapatkah masalah tersebut diungkapkan secara terbuka dan bersifat membangun?

41 of 47

Gaya Komunikasi Organisasi

  • Iklim yang diciptakan dalam sebuah organisasi dapat mendorong atau menghambat keterbukaan yang mrpkn hal penting dalam hubungan bisnis yang efektif.

  • Manajemen otokrasi bergantung kpd komunikasi otokrasi yg terdiri atas sejumlah instruksi yg dikirimkan oleh berbagai saluran organisasi. Gaya ini (tidak ada keterbukaan) cocok untuk militer dan mungkin dapat diterapkan untuk bbrp orang tertentu, tetapi kurang tepat bagi sebagian besar orang dari generasi yang berbeda.

  • Gaya yang lebih tepat bagi sebagian besar organisasi adalah gaya demokratik. Meskipun disadari bahwa manajemen memiliki fungsi yang berbeda / unik, tetapi tidak lebih tinggi atau lebih penting. Gaya komunikasi ini akan mendorong orang-orang didalamnya untuk mengembangkan hubungan secara lebih peduli dan terbuka.

42 of 47

Dimensi Tugas & Hubungan

  • Setiap komunikasi dalam organisasi dapat dipastikan akan meliputi dimensi tugas dan hubungan.

  • Dimensi tugas meliputi faktor-faktor seperti: informasi pekerjaan, prosedur organisasi, rencana kerja, prosedur pelayanan, dll.

  • Dimensi hubungan, meliputi al.: fakta bahwa seseorang dianggap memenuhi syarat untuk menjadi ketua tim / tidak.

  • Semua komunikator organisasi, terutama manajer dan penyelia, secara serius harus mempertimbangkan penggunaan tugas dan hubungan komunikasi agar optimalisasi tujuan organisasi dapat tercapai dengan baik.

43 of 47

Iklim Pekerjaan

  • Setiap lingkungan kerja memiliki atmosfer yg berbeda. Kreps (1996) menyatakan bahwa iklim organisasi adalah “ sifat emosional intern organisasi yg didasarkan pd bgmn senangnya ( atau tidak senangnya ) para anggota organisasi terhadap satu sama lain dan terhadap organisasi ”.

  • Beberapa iklim kerja dikategorikan hangat dan gembira bila orang-orang yang terlibat di dalamnya diperhatikan dan diperlakukan sesuai dgn martabatnya. Hal sebaliknya terjadi bila terdapat kekurang hormatan dan permusuhan yang merajalela di tempat kerja.

  • Iklim organisasi terutama berkembang dari perilaku manajemen yang secara nyata juga diperlihatkan oleh perilaku anggota organisasi.

  • Sebagai komunikator bisnis kita perlu mengenali perilaku mana yang dapat mendorong iklim yang mendukung dan mengurangi sikap bertahan yang mengancam pengembangan hubungan produktif dalam organisasi.

44 of 47

Gaya Manajemen Antar Pesona

  • Mc Gregor (1960) mempersembahkan suatu pemikiran yang telah menjadi suatu dikotomi klasik antara apa yang ia istilahkan dengan perilaku manajemen teori X dan teori Y.

  • Manajer teori X yakin sebagian bsr orang memiliki sifat tdk menyukai pekerjaannya, dan bila mungkin ingin menghindarinya. Para manajer ini berfikir bahwa para pekerja itu malas, tdk bertanggung jawab, dan tdk dpt dipercaya untuk bekerja atas upayanya sendiri. Oleh krn itu para pekerja harus dipaksa, dikendalikan, diarahkan, dan diancam dengan hukuman sebagai alat pemaksa agar mereka melakukan upaya yang memadai untuk mencapai tujuan organisasi.

  • Gaya manajemen teori Y percaya bahwa jika kondisi dalam keadaan normal, maka suatu pekerjaan yg menantang dan memuaskasn akan mendorong dan memotivasi para pekerja.

  • Hal penting dari masalah diatas adalah bahwa para manajer harus menyadari bahwa menemukan potensi yang tersembunyi dari setiap pegawai adalah merupakan salah satu tugas mereka yang tidak boleh diabaikan.

45 of 47

Motivasi Dalam Organisasi

  • Selain agar kebutuhan dasar terpenuhi, Herzberg (1968) juga menawarkan beberapa rekomendasi untuk memberikan dorongan / motivasi kerja kepada pegawai.

  • Pertama, agar pengendalian administrasi dikurangi untuk memelihara keadaan yg dapat meningkatkan kinerja mereka.

  • Kedua, diberikan lebih banyak kebebasan kerja, wewenang dan tanggung jawab.

  • Ketiga, diberikannya tugas baru dan menantang pegawai untuk meningkatkan peluang agar mereka belajar dan berkembang.

  • Keempat, para manajer agar membantu para pegawai menjadi seorang yang ahli dalam suatu pekerjaan tertentu sehingga akan meningkatkan rasa penghargaan, tanggung jawab, dan perkembangan mereka.

46 of 47

�Manajemen Kekuasasan�

  • Kekuasaan merupakan dimensi komunikasi antar pesona yang berperan penting dalam lingkungan bisnis. Kekuasaan merupakan suatu pengaruh yang mengakui bahwa seseorang memiliki pengaruh terhadap orang lain dan berdasarkan pada ketergantungan.

  • Adanya keuasaan yang seimbang merupakan suatu hal yang penting. Karena sebagian besar bisnis yg berhasil memiliki keseimbangan antara ketergantungan dan kemandirian. Setiap ketergantungan total merupakan proses negatif dalam organisasi modern.

  • Orang-orang yang paling berkuasa dalam organisasi mungkin dapat mengurangi penggunaan kekuasaan mereka dengan cara yang baik, al sekali-sekali mereka harus melibatkan para pegawai dalam perencanaan; bersikap lebih membimbing dan mendorong bukan mengarahkan dan mengendalikan para pegawainya.

47 of 47

Manajemen Konflik

  • Persaingan kekuasaan dalam suatu organisasi akan memunculkan konflik. Namun demikian dengan keuasaan pula (dari yang lebih tinggi) yang akan dapat meredam atau menyelesaikan konfilk.

  • Kuncinya adalah kapan seorang pimpinan harus bertindak untuk turut campur, atau cukup mendengarkan pembicaraan. Hal tersebut membutuhkan kesabaran, pengalaman dan kematangan dari seorang pimpinan, sekaligus juga keahlian untuk berkomunikasi.

  • De Vito (1989) menggambarkan model humanistis dari suatu komunikasi antar pesona yang efektif, dengan lima karakteristik yang berlaku untuk manajemen konflik, yaitu: (1). Keterbukaan; (2). Empati; (3). Sikap mendukung; (4). Sikap positif, dan (5). Kesamaan.