1 of 56

Koordinat Cartesius

2 of 56

    • Menjelaskan kedudukan titik dalam bidang koordinat Cartesius yang dihubungkan dengan masalah kontekstual.
    • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kedudukan titik dalam bidang koordinat Cartesius.

KOMPETENSI DASAR

3 of 56

    • Menggunakan bidang koordinat Cartesius untuk menentukan posisi titik terhadap sumbu-x, sumbu-y, dan titik pusat (0, 0).
    • Menggunakan koordinat Cartesius untuk menentukan posisi titik tengah ruas garis dan menggunakannya pada bangun datar (segitiga, jajargenjang, dan belah ketupat).
    • Menggunakan koordinat Cartesius untuk menentukan posisi titik berat pada segitiga..
    • Menentukan posisi titik dengan menggunakan koordinat Polar (koordinat kutub).
    • Menerapkan sistem koordinat geografi untuk menentukan posisi tempat di permukaan bumi berdasarkan garis lintang dan garis bujur (meridian).
    • Menggunakan sistem koordinat dalam pemecahan masalah.

PENGALAMAN BELAJAR

4 of 56

Dalam kehidupan sehari-hari, koordinat Cartesius sangat dibutuhkan. Salah satunya dalam bidang penerbangan. Seorang petugas Air Traffic Control (ATC) dapat mengatur penerbangan pesawat tanpa bertabrakan satu sama lain dan dapat mendeteksi apabila pesawat sudah sampai tujuan. Hal ini dapat terjadi karena pesawat tersebut telah dilengkapi alat yang canggih seperti radar sebagai alat pendeteksi. Radar yang telah dipasang pada koordinat (a, b) dapat menerima sinyal dari semua pesawat yang pernah melalui lintasan dengan ketinggian b mil.

5 of 56

2.1 PENEMU SISTEM KOORDINAT

Rene Descartes (1596−1650) adalah seorang matematikawan berkebangsaan Perancis. Ia juga seorang filsuf, fisikawan, dan penemu biologi modern. Rene Descartes dikenal juga sebagai Renatus Cartesius dalam literatur berbahasa Latin.

Descartes mencoba melakukan penggabungan geometri tua dengan aljabar yang masih belum berkembang pada waktu itu. Akhirnya, ia menemukan metode untuk menyajikan sebuah titik atau objek pada sebuah bidang datar dalam bentuk bilangan berpasangan yang disebut dengan sistem koordinat.

6 of 56

2.2 POSISI OBJEK PADA BIDANG

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi obyek adalah membuat petak-petak persegi sehingga membentuk baris dan kolom. Untuk kolom diberi nama A, B, C, D, dan seterusnya, sedangkan

untuk baris diberi nomor mulai dari baris 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

7 of 56

Kerjakan!

Kegiatan Siswa Halaman 52

8 of 56

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 1 pada

halaman 52

9 of 56

2.3 SISTEM KOORDINAT CARTESIUS

2.3.1 Posisi Titik pada Bidang Koordinat

Gambar tersebut dilengkapi dengan dua buah sumbu, yaitu sumbu horizontal (mendatar) disebut sumbu-x dan sumbu vertikal (tegak) disebut sumbu-y yang merupakan sumbu koordinat. Kedua sumbu tersebut berpotongan di titik acuan yang merupakan pusat koordinat (origin) yang disimbolkan dengan huruf O.

10 of 56

Untuk lebih memahami cara menentukan posisi objek atau koordinat objek pada bidang, lakukanlah kegiatan berikut!

Kerjakan!

Kegiatan Siswa Halaman 54

Menentukan posisi objek atau titik pada bidang (datar) dengan cara seperti di atas diperkenalkan pertama kali pada tahun 1637 oleh seorang matematikawan berkebangsaan Perancis, yaitu Rene Descartes (1596−1650) yang disebut sistem koordinat Cartesius.

Istilah Cartesius diambil dari nama Latin untuk Rene Descartes, yaitu Renatus Cartesius

11 of 56

 

 

12 of 56

2.3.2 Kuadran pada Bidang Koordinat

Kedua sumbu pada koordinat Cartesius membagi bidang koordinat menjadi empat bagian yang masing-masing disebut kuadran, yaitu kuadran I, kuadran II, kuadran III, dan kuadran IV.

13 of 56

Contoh:

1. Tentukan koordinat titik A dan B pada gambar berikut!

Jawab:

14 of 56

Contoh:

2. a. Gambarlah bangun PQRS dengan P(–5, 3), Q(–2, –6), R(4, –4),

dan S(1, 5)! � b. Berbentuk bangun apakah PQRS!

Jawab:

15 of 56

Contoh:

Gambarlah titik K(–6, 3), L(4, –3), M(2, 0), N(5, 4), dan P(–5, 4) pada bidang koordinat, kemudian tentukan titik-titik manakah yang berada masing-masing di kuadran I, II, III, dan IV?

Jawab:

16 of 56

gzgc

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 2 pada halaman 57

17 of 56

2.4 POSISI GARIS TERHADAP SUMBU

KOORDINAT

2.4.1 Garis yang Sejajar dengan Sumbu Koordinat

 

18 of 56

2.4 POSISI GARIS TERHADAP SUMBU

KOORDINAT

2.4.1 Garis yang Sejajar dengan Sumbu Koordinat

 

19 of 56

Kerjakan!

Kegiatan Siswa Halaman 59

Berdasarkan uraian dan kegiatan tersebut, dapat disimpulkan sebagai berikut.

20 of 56

Contoh:

Pada bidang koordinat, gambarlah garis g yang melalui titik G(–4, 5) dan H(–4, 0), dan garis l yang melalui titik J(3, 4) dan K(3, –2)!

a. Apakah garis g dan garis l sejajar dengan sumbu-y? Berikan

penjelasannya!

b. Jelaskan, mengapa garis g dan garis l tegak lurus terhadap

sumbu-x?

c. Tentukan persamaan garis g dan garis l?

21 of 56

Jawab:

22 of 56

2.4.2 Garis Berpotongan dengan Sumbu Koordinat

 

Kerjakan!

Kegiatan Siswa Halaman 61

23 of 56

Contoh:

 

Jawab:

24 of 56

Contoh:

2. Pada bidang koordinat, gambarlah garis yang melalui

pasangan titik berikut, kemudian tentukan hubungannya

terhadap sumbu-x dan sumbu-y!

a. Garis k melalui titik A(–3, –2) dan B(–1, 2).

b. Garis l melalui titik C(–3, –4) dan D(5, –4).

c. Garis m melalui titik E(1, 3) dan F(6, –2).

25 of 56

Jawab:

26 of 56

gzgc

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 3 pada halaman 62

27 of 56

2.5 TITIK TENGAH DAN TITIK TENGAH

2.5.1 Titik Tengah Ruas Garis

28 of 56

2.5.2 Titik Berat Segitiga

29 of 56

30 of 56

Contoh:

1. Pada gambar di samping, P dan Q

masing-masing adalah titik tengah AC

dan BC. Tentukan koordinat titik

P dan Q dengan menggunakan rumus!

Jawab:

31 of 56

32 of 56

Contoh:

Jawab:

33 of 56

34 of 56

Contoh:

Jawab:

35 of 56

Contoh:

Jawab:

36 of 56

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 4 pada halaman 66

37 of 56

2.6 HUBUNGAN KOORDINAT DENGAN POLA

(BARISAN) BILANGAN

Titik A, B, C, D, E, dan F terletak pada posisi yang berpola atau teratur.

38 of 56

39 of 56

Contoh:

  1. Koordinat titik P(2, 5), Q(3, 7), R(4, 9), S(5, 11), dan T(6, 13) pada gambar di

samping merupakan susunan titik yang berpola. Tentukan koordinat titik

yang ke-20!

 

Jawab:

40 of 56

Contoh:

41 of 56

Jawab:

42 of 56

Contoh:

Jawab:

43 of 56

44 of 56

45 of 56

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 5 pada halaman 72

46 of 56

2.7 SISTEM KOORDINAT POLAR (KUTUB)

2.7.1 Pengertian Koordinat Polar (Kutub)

47 of 56

2.7.2 Hubungan Koordinat Cartesius dan Koordinat Polar (Kutub)

 

48 of 56

Contoh:

Jawab:

49 of 56

Contoh:

Jawab:

50 of 56

51 of 56

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 6 pada halaman 76

52 of 56

2.8 KOORDINAT GEOGRAFI LINTANG – BUJUR

2.8.1 Garis Lintang dan Garis Bujur

Garis bujur adalah garis khayal vertikal yang menghubungkan kutub utara dan kutub selatan bumi.

Garis bujur 0° dimulai dari garis yang melalui Greenwich di Inggris ke arah barat diberi tanda negatif sampai −180° disebut bujur barat (BB) dan ke arah timur diberi tanda positif sampai +180° disebut bujur timur (BT). Kedua garis bujur tersebut bertemu di garis batas tanggal internasional di Selat Bearing.

53 of 56

Lingkaran di sebelah selatan khatulistiwa diberi tanda negatif disebut lintang selatan (LS) dan lingkaran di sebelah utara khatulistiwa diberi tanda positif disebut lintang utara (LU). Perpotongan garis khatulistiwa dan garis bujur yang melalui Greenwich merupakan titik pangkal pada sistem koordinat lintang-bujur.

Garis lintang berupa lingkaran yang sejajar dengan garis khatulistiwa.

54 of 56

2.8.2 Koordinat Lintang-Bujur

Lokasi tempat di bumi ditentukan letaknya terhadap garis khatulistiwa (equator) dan garis bujur Greenwich yang disebut juga prime meridian.

Koordinat garis lintang dimulai dari 0° di khatulistiwa sampai +90° di kutub utara yang disebut lintang utara (LU) dan sampai –90° di kutub selatan yang disebut lintang selatan (LS).

Sedangkan, koordinat garis bujur (meridian) dimulai dari 0° di meridian Greenwich sampai +180° ke arah timur dan sampai –180° ke arah barat, sehingga kedua garis bujur tersebut bertemu di garis batas tanggal internasional yang terletak di Selat Bearing.

55 of 56

Contoh:

Jawab:

56 of 56

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 7 pada halaman 79