OUTLINE
Pendahuluan
Mengapa Evaluasi Kurikulum Dilakukan?
Model Evaluasi CIPP
CIPP (Context, Input, Process, Product) merupakan model evaluasi yang menilai kurikulum dari empat aspek:
Tujuan utama evaluasi kurikulum: memastikan kurikulum tetap relevan, efektif, dan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas.
Tujuan Umum
Melakukan review, validasi, dan penyempurnaan kurikulum Program Studi PWK UGJ agar selaras dengan regulasi nasional, kebutuhan pengguna lulusan, serta menguatkan kekhasan prodi dalam bidang perencanaan wilayah pesisir dan mitigasi risiko bencana.
Tujuan Khusus
Tujuan Acara Workshop
Pengenalan Program Studi PWK FT UGJ
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota UGJ lahir sesuai SK Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 1196/KPT/I/2018 Tanggal 28 Desember 2018 �
Fakultas Teknik UGJ sudah ada sejak tahun 1983 dengan Program Studi Teknik Sipil
Saat ini terdapat 4 Program Studi di Fakultas Teknik UGJ :
Mulai beroperasi
Tahun Ajaran
2019/2020
Sudah meluluskan 3 Angkatan dengan jumlah alumni :
11 orang S.PWK
(yang terserap kedalam berbagai bidang pekerjaan)
Jumlah Student Body : 42 Mahasiswa
Jumlah Dosen
Tetap Prodi PWK : 6 Orang
Ruang Kelas
Ruang Studio
Ruang
Lab Komputer
Ruang
Perpustakaan
Akreditasi & Kerjasama
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota FT UGJ telah terakreditasi “BAIK” per tanggal 13 Februari 2024
Akreditasi berlaku hingga 13 Februari 2029
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota FT UGJ telah menyepakati Kerjasama dengan berbagai pihak dalam Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Pemaparan Tugas Matakuliah dengan BPBD Kota Cirebon
Project Collaboration dengan DPRI Kyoto University
Pemerintah Desa Mundupesisir Kabupaten Cirebon
Profil Dosen dan Kelompok Keahlian
Terbagi dalam 4 Kelompok Keahlian
1. Pengembangan Wilayah dan Pesisir
Dr. Dinar Oktaria Supardi Kusumah, S.T., M.T.
Arni Muslimah Handayani Widjaja, S.T., M.P.W.K.
2. Infrastruktur dan Transportasi
Dr. Nurullah Budisiswanto, S.T., M.T.
3. Perencanaan Kota Terpadu
Mohd. Abi Rafdi, S.T., M.P.W.K.
Muhfidlatul Qiraati, S.T., M.P.W.K.
4. Manajemen Bencana dan Perubahan Iklim
Dr. Aria Mariany., S.T., M.T.
LANDASAN HUKUM
UU NO. 20/2003
UU NO.12/2012
PP NO.4/2014
PP NO.57/2021
Sistem Pendidikan Nasional
Tentang Pendidikan Tinggi
tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi
tentang Standar Nasional Pendidikan
Fungsi, tujuan pendidikan nasional, prinsip penyelenggaraan pendidikan, dan pengembangan kurikulum.
Standar kompetensi lulusan, kurikulum pendidikan tinggi, pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan capaian pembelajaran lulusan.
Tata kelola penyelenggaraan pendidikan tinggi dan pengembangan program studi.
Standar nasional pendidikan sebagai dasar penjaminan mutu pendidikan.
PERPRES NO. 8/2012
PERMENDIKBUD NO.73/2013
PP NO.57/2021
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
Penerapan KKNI pada Pendidikan Tinggi
Standar mutu Pendidikan Tinggi
Jenjang kualifikasi nasional dan penyetaraan capaian pembelajaran lulusan.
Implementasi KKNI dalam penyusunan capaian pembelajaran lulusan dan kurikulum perguruan tinggi. Untuk lulusan S1 harus melampaui minimal KKNI Level 6
Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti) yang meliputi standar kompetensi lulusan, isi pembelajaran, proses pembelajaran, penilaian, dosen, sarana-prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan.
Moto, Spirit, Standar Mutu lulusan serta Standar Capaian Lulusan berdasarkan kekhasan UGJ. (UGJ PINTAR : Performance, Integrity, Networking, Trust Maintanance, Achievement Motivation, Religious)
STATUTA & KETETAPAN UGJ TENTANG CAPAIAN LULUSAN
KKNI Level 6 = lulusan yang mampumenguasaiilmu, menerapkannya untuk memecahkan masalah nyata, dan bertanggungjawab secara profesional.
MENGUASAI KONSEP DAN TEORI BIDANG ILMU
MAMPU MENERAPKAN PENGETAHUAN UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH
memahami prinsip, metode, dan pengetahuan inti bidangnya secara sistematis.
menganalisis masalah nyata, merumuskan solusi, dan mengambil keputusan berbasis data/kaidah ilmiah.
MAMPU BEKERJAMANDIRI DAN BERTANGGUNGJAWAB
menjalankan tugas profesional, mengelola pekerjaan, dan mempertanggungjawabkan hasilnya.
Evaluasi Kurikulum Eksisting
Adanya kebijakan universitas terkait penguatan kompetensi digital melalui penambahan Mata Kuliah Dasar Universitas (MKDU)
Kebutuhan untuk mengimplementasikan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) secara lebih optimal
Masih terdapat beberapa mata kuliah dengan substansi yang beririsan atau memiliki keterkaitan yang tinggi, sehingga berpotensi digabungkan
Penempatan mata kuliah studio pada semester awal perlu ditinjau kembali
Perlunya peningkatan relevansi mata kuliah terhadap profil lulusan yang dituju
Perlunya peningkatan relevansi mata kuliah terhadap profil lulusan yang dituju
Penempatan mata kuliah studio pada semester awal perlu ditinjau kembali
Masih terdapat beberapa mata kuliah dengan substansi yang beririsan atau memiliki keterkaitan yang tinggi, sehingga berpotensi digabungkan
Adanya kebijakan universitas terkait penguatan kompetensi digital melalui penambahan Mata Kuliah Dasar Universitas (MKDU)
Kebutuhan untuk mengimplementasikan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) secara lebih optimal
Penyelarasan Kompetensi
Penataan Tahapan
Integrasi Mata Kuliah
Optimalisasi OBE
Penguatan Digitalisasi
Keterkaitan Kurikulum OBE dengan Dunia Industri
Outcome-Based Education (OBE) dalam Kurikulum Perguruan Tinggi
“Kurikulum OBE memastikan proses pendidikan dimulai dari kebutuhan industri hingga pembelajaran terarah untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap kerja.”
TREND LULUSAN PWK UGJ
Perencanaan Wilayah dan Kota
Transportasi Logistik
Keuangan
Kewirausahaan
PERKEMBANGAN ISU STRATEGIS (1)
Perubahan dinamika pembangunan global, transformasi digital, meningkatnya risiko bencana dan perubahan iklim, serta pengembangan kawasan strategis di Jawa Barat menuntut lulusan PWK memiliki kompetensi yang lebih adaptif, multidisiplin, dan berorientasi pada penyelesaian masalah pembangunan
1. Meningkatnya Kompleksitas Dinamika Wilayah dan Perkotaan
2. Meningkatnya Risiko Bencana dan Dampak Perubahan Iklim
PERKEMBANGAN ISU STRATEGIS (2)
3. Percepatan Transformasi Digital dan Teknologi Geospasial
4. Meningkatnya Tekanan terhadap Wilayah Pesisir
5. Penguatan Perencanaan Kolaboratif dan Partisipatif
PERKEMBANGAN ISU STRATEGIS (3)
6. Transformasi Ruang dan Pengembangan Kawasan Strategis
7. Meningkatnya Kompleksitas Tata Kelola Pembangunan
KEBUTUHAN TERHADAP ISU PEMBANGUNAN
KEBUTUHAN TERHADAP ISU PEMBANGUNAN
KEBUTUHAN AKAN PLANNER
PENGEMBANGAN KURIKULUM PWK UGJ
VISI PRODI PWK UGK
VISI UGJ:
Menjadi Perguruan Tinggi Riset Unggulan Berbasis Kearifan Lokal menuju Tataran Global Tahun 2034
VISI FAKULTAS TEKNIK:
Mewujudkan Fakultas Teknik Berbasis Riset Unggulan Yang Berkontribusi Dalam Pembangunan Nasional di Bidang Rekayasa Menuju Tataran Global Pada Tahun 2034
VISI PWK UGJ 2022 – 2027:
Menjadi Program Studi Yang Berintegritas Dan Berkompetensi Di Bidang Rekayasa Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota yang Berkelanjutan, Berorientasi Riset Unggulan yang Berbasis Kearifan Lokal, Berkontribusi Pada Pembangunan Nasional, Menuju Tataran Global Tahun 2027
Menjadi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota yang unggul berbasis riset dalam pengembangan wilayah pesisir yang tangguh terhadap bencana dan adaptif terhadap perubahan iklim, berlandaskan kearifan lokal, berkontribusi pada pembangunan nasional, dan berdaya saing global pada tahun 2034
PROFIL LULUSAN
PL1. Professional Planner
Mampu menyusun dan mengevaluasi rencana wilayah dan kota yang berkelanjutan, adaptif, serta responsif terhadap dinamika lokal, nasional, dan global.
PL2. Spatial and Digital Planning Analyst
Mampu memanfaatkan teknologi spasial, sistem informasi geografis, data analytics, dan teknologi digital untuk mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan.
PL3. Resilient Coastal and Disaster & Climate Planner 🡺 sejalan dengan IAP Jenjang 7 SKK di PWK terkait wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil
Mampu mengintegrasikan pengelolaan wilayah pesisir, pengurangan risiko bencana, dan adaptasi perubahan iklim dalam mewujudkan wilayah yang tangguh dan berkelanjutan.
PL4. Planner yang memiliki jiwa kewirausahaan
Mampu mengembangkan wirausaha di bidang perencanaan untuk menyelesaikan isu-isu pembangungan.
CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (CPL)
CPL Prodi S-1 PWK UGJ disusun berdasarkan SKKNI Level 6, Ketetapan Asosiasi Sekolah Perencana Indonesia (ASPI), dan Kekhasan UGJ guna membentuk profil lulusan yang berdayasaing lokal, nasional, dan global. Terdapat 7 CPL Prodi PWK UGJ, yaitu:
CPL-01
Mampu menunjukkan sikap dan karakter yang mencerminkan: ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, etika dan integritas, berbudi pekerti luhur, peka dan peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan, menghargai perbedaan budaya dan kearifan lokal, menjunjung tinggi penegakan hukum, mendahulukan kepentingan bangsa dan masyarakat luas. (BUDI PEKERTI LUHUR)
CPL-02
Mampu mengidentifikasi, mengelola, dan menganalisis data spasial maupun nonspasial dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pengambilan keputusan pembangunan wilayah dan kota. (PENGUASAAN IPTEK)
CPL-03
Mampu bekerja secara profesional, beretika, komunikatif, kolaboratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, serta mampu berkontribusi dan berdaya saing dalam lingkungan kerja nasional maupun global. (PROFESIONAL & KOMPETITIF)
CPL-06
Mampu mengintegrasikan pengelolaan wilayah pesisir, adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, serta pengurangan risiko bencana dalam proses perencanaan wilayah dan kota. (PERENCANA RUANG WILAYAH & KOTA TANGGUH)
CPL-07
Mampu bekerja secara baik dalam kelompok multidisiplin, ekselensi, kepemimpinan yang kuat, entreupreurship, sinergi, dan potensi lain yang dimiliki untuk mencapai hasil yang maksimal, serta kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan menjunjung tinggi etika,norma, dan nilai dalam praktek perencanaan serta profesionalisme. (LEADERSHIP DAN MENJUNJUNG KODE ETIK PERENCANA)
CPL-04
Mampu merumuskan rencana, strategi, dan program pembangunan wilayah dan kota yang inovatif, berkelanjutan, partisipatif, serta mengintegrasikan kearifan lokal dalam menjawab tantangan lokal dan global. (INOVATIF & BERKELANJUTAN)
CPL-05
Mampu menyusun rencana tata ruang dan evaluasi yang kreatif, inovatif, keberlanjutan, dan mengakomodasi kepentingan publik yang hasilnya terkaji terhadap kaidah dan teori perencanaan dan mengkomunikasikannya secara visual, verbal dan tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. (ANDAL, INOVATIF, & KOMUNIKATIF)
Pemetaan Mata Kuliah (Bu Aria)
RANCANGAN STRUKTUR KURIKULUM PWK 2026
SEMESTER 1 (22 SKS)
SEMESTER 2 (24 SKS)
RANCANGAN STRUKTUR KURIKULUM PWK 2026
SEMESTER 3 (22 SKS)
SEMESTER 4 (22 SKS)
RANCANGAN STRUKTUR KURIKULUM PWK 2026
SEMESTER 5 (19 SKS)
SEMESTER 6 (17 SKS)
Mata Kuliah | SKS | Kategori | CPL |
Studio Perencanaan Kota | 4 | MK Level Tinggi Prodi | CPL-5, CPL-6, CPL-7, CPL-4 |
Teori Perencanaan | 3 | MK Level Menengah Prodi | CPL-4, CPL-6 |
Perencanaan Transportasi | 3 | MK Level Menengah Prodi | CPL-5, CPL-6 |
Metodologi Penelitian | 3 | MK Level Menengah Prodi | CPL-5, CPL-6 |
Manajemen Bencana dalam Penataan Ruang | 3 | MK Level Menengah Prodi | CPL-6, CPL-7 |
Perubahan Iklim dalam Penataan Ruang | 3 | MK Level Menengah Prodi | CPL-6, CPL-7 |
RANCANGAN STRUKTUR KURIKULUM PWK 2026
SEMESTER (12 SKS)
SEMESTER 8 (6 SKS)
STRUKTUR MATA KULIAH PILIHAN
BERDASARKAN RUMPUN KEAHLIAN
Pengembangan Wilayah dan Pesisir
Sosiologi Masyarakat Pesisir
Pariwisata Berkelanjutan
Urbanisasi dan
Transformasi Ruang Wilayah
Extended City
Infrastruktur & Transportasi
Logistik Perkotaan
Transit Oriented Development
Transportasi dan Guna Lahan
Kebijakan dan Perencanaan Transportasi
Perencanaan Kota Tangguh
Smart City
Perencanaan Tata Bangunan dan Lingkungan
Sistem Informasi Geografis dalam Perencanaan Kota
Creative City and Heritage
Management Bencana
Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Komunitas (PRBAPIBK)
Perencanaan Ketangguhan Wilayah dan Kota
Analisis Risiko Bencana untuk Wilayah dan Kota
Nature Based Solution dalam Perencanaan Wilayah dan Kota
KOMPOSISI STRUKTUR MATA KULIAH
“Kurikulum ini memenuhi ketentuan minimum 144 SKS, dapat ditempuh dalam 3,5–4 tahun, selaras dengan standar ASPI, serta mengintegrasikan kekhasan Program Studi PWK dan nilai-nilai Universitas Swadaya Gunung Jati dalam pembentukan kompetensi lulusan”.
Kategori Mata Kuliah | SKS | Persentase (%) |
Mata Kuliah Wajib Nasional | 9 | 6,25 |
Mata Kuliah Penciri UGJ | 18 | 12,5 |
Basic Science | 2 | 1,39 |
Mata Kuliah Level Dasar Program Studi | 19 | 13,19 |
Mata Kuliah Level Menengah Program Studi | 67 | 46,53 |
Mata Kuliah Level Tinggi Program Studi | 21 | 14,58 |
Mata Kuliah Pilihan | 8 | 5,56 |
Total | 144 | 100 |
Terima Kasih
24, June 2026