1 of 30

PERHITUNGAN BIAYA PESANAN�JOB ORDER COSTING

Disajikan pada kuliah akuntansi Biaya

Fakultas Ekonomi – Universitas Pakuan

YAN NOVIAR NASUTION, SE.,MM

2 of 30

PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN PESANAN

  • Perhitungan biaya berdasarkan pesanan suatu sistem akuntansi yang menelusuri biaya pada unit individual atau pekerjaan, kontrak, tumpukan produk atau pesanan pelanggan yang spesifik

  • Karakteristik Biaya Pesanan
  • Sifat proses produksi yang dilakukan terputus-putus dan tergantung pada pesanan yang diterima.
  • Speifikasi dan bentuk produk tergantung pada pemesan
  • Pencatatan biaya produksi masing- masing pesanan dilakukan pada kartu biaya pesanan secara terperinci untuk masing- masing pesanan
  • Total biaya produksi untuk setiap elemen biaya dikalkulasi setelah pesanan selesai
  • Biaya perunit dihitung dengan membagi total biaya produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik dibebankan dengan total unit yang dipesan

3 of 30

  1. Akumulasi biaya pada umumnya menggunakan biaya normal
  2. Produk yang sudah selesai dapat disimpan di gudang atau diserahkan pada pemesanan

Didalam menentukan biaya berdasarkan pesanan dapat dilihat dari 3 elemen biaya yang saling berhubungan yaitu :

  1. Akuntansi Bahan Baku memelihara catatan persediaan bahan baku langsung membebankan bahan baku langsung ke pesanan dan membebankan bahan baku tidak langsung ke biaya overhead Pabrik
  2. AkuntansI Biaya Tenaga Kerja memelihara akun yang berhubungan dengan beban gaji dan membebankan biaya tenaga kerja langsung ke pesanan dan membebankan biaya tenaga kerja langsung ke biaya overhead Pabrik
  3. Akuntansi Biaya overhead Pabrik mengakumulasikan biaya overhead Pabrik, memelihara catatan terinci dari overhead Pabrik yang telah dikeluarkan dan membebankan sebagian dari biaya overhead Pabrik ke setiap pesanan

4 of 30

MANFAAT PERHITUNGAN BIAYA PESANAN

Penentuan biaya pesanan sangat bermanfaat untuk penetapan harga jual dan pengendalian biaya. Umumnya calon pelanggan selalu meminta estimasi biaya terlebih dahulu sebelum mereka memesan dan seringkali mereka memesan atau memberi pekerjaan, membandingkannya dengan pesaing. Oleh sebab itu perusahaan harus dapat mengestimasi biaya secara akurat agar dapat bersaing dengan perusahaan lain dan menghasilkan laba yang optimal

5 of 30

PERHITUNGAN BIAYA NORMAL

Sistem Akuntansi dimana bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung dibebankan pada objek biaya berdasarkan biaya aktual dan biaya overhead pabrik dibebankan berdasarkan tarif ditentukan dimuka

Tarif ditentukan dimuka adalah Suatu jumlah yang diperoleh dengan membagi total biaya overhead pabrik yang diestimasi untuk periode mendatang dengan total alokasi biaya overhead pabrik yang diestimasi untuk periode mendatang

RUMUS :

Estimasi BOP = Tarif BOP

Dasar Alokasi

6 of 30

KARTU BIAYA PESANAN

  • Merupakan dokumen sumber untuk memasukan biaya dalam kalkulasi biaya pesanan. Dokumen ini adalah dokumen dasar dalam perhitungan biaya pesanan dengan mengakumulasi biaya untuk setiap pesanan. Karena diakumulasikan pada setiap pekerjaan maka dalam dokumen ini otomatis akan memperlihatkan bahan baku langsung, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang dibebankan pada suatu pesanan sedangkan file kartu biaya pesanan yang belum selesai dapat berfungsi sebagai buku besar tambahan untuk persediaan produk dalam proses

7 of 30

KASUS - KARTU BIAYA PESANAN

  • Tanggal 5 april 2007 PT. Pakuan Garment menerima pesanan busana muslim dari toko ABC sebanyak 100 lusin dengan spesifikasi stelan bordir plus payet. Berdasarkan kontrak kerja tanggal dibutuhkan oleh toko ABC adalah tanggal 27 April 2007 dengan harga jual berdasarkan kontrak Rp. 624.000,- per lusin.

  • Diminta :
  • Berdasarkan pesanan tersebut perusahaan melakukan perhitungan biaya dengan menggunakan kartu pemesanan sbb :

8 of 30

KARTU PESANAN PT PAKUAN

Pemesan

Toko ABC

Tgl. Dipesan

05 April 2007

Produk

Baju Muslim

Tgl. Mulai dikerjakan

10 April 2007

Spesifikasi

Stelan Bordir + Peyet

Tgl. Dibutuhkan

27 April 2007

Jumlah

100 lusin

Tgl. Selesai

23 April 2007

April

 

 

 

 

 

Bahan Baku Langsung

 

 

 

Tanggal

Pemakaian

Harga

Total

10/04/2007

2.880meter

Rp 6.000

Rp 17.280.000

Tenaga Kerja Langsung

 

 

 

Tanggal

Jam Kerja

Tarif

Total

23/04/2007

5760

Rp 2.500

Rp 14.400.000

BOP dibebankan

 

 

 

Tanggal

Jam Kerja

Tarif

Total

23/04/2007

5760

Rp 1.200

Rp 6.912.000

Bahan Baku Langsung

Rp 17.280.000

Harga Jual

Rp 62.400.000

Tenaga Kerja Langsung

Rp 14.400.000

Biaya Produksi

Rp 38.592.000

BOP dibebankan

Rp 6.912.000

 

 

 

 

Laba Kotor

Rp 23.808.000

Total Biaya Produksi

Rp 38.592.000

 

 

 

B. Pemasaran

Rp 6.500.000

 

 

B. Administrasi

Rp 4.125.000

 

 

Total Beban

Rp 10.625.000

 

 

 

Laba Bersih

Rp 13.183.000

9 of 30

JURNAL PERHITUNGAN BIAYA PESANAN

  • Akuntansi Biaya Bahan baku

Ada 2 tahapan dalam pencatatan Bahan baku, yaitu saat pembelian dan saat penggunaan. Pada dasarnya prosedur yang digunakan dalam pembelian dan penggunaan bahan baku berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing perusahaan. Biasanya Departemen produksi yang bertanggungjawab terhadap schedul produksi memberikan informasi kepada Deaprtemen pembelian dengan menggunakan formulir permintaan bahan yang dibutuhkan, kemudian departemen pemebelian mengeluarkan order pembelian yang ditunjukan kepada pemasok.

  • Jurnal Pembelian Bahan baku :

Db. Bahan Baku xxxxx

Cr. Utang Dagang/Kas xxxxx

10 of 30

JURNAL PENGGUNAAN BAHAN BAKU

  • Dalam penentuan biaya pesanan terjadi pemisahan penggunaan bahan baku langsung dan Bahan baku tidak langsung . Bahan baku langsung didebit ke dalam ke perkiraan Bahan baku produk dalam proses (PDP) dan di kredit ke perkiraan Bahan baku sedangkan Bahan baku tidak langsung di debit ke perkiraan Pengendali Overhead Pabrik dan di kredit ke perkiraan Bahan baku
  • Jurnal Penggunaan Bahan Baku :

Db. Produk dalam proses xxxxx

Cr. Bahan Baku xxxxx

Db. Pengendali Overhead Pabrik xxxxx

Cr. Bahan Baku xxxxx

11 of 30

AKUNTANSI BIAYA TENAGA KERJA

  • Pencatatan biaya tenaga kerja meliputi perhitungan gaji, pendidistribusian ke masing-masing bagian. Proses perhitungan dengan pendistribusian dan pembayaran. Berdasarkan data kehadiran, jumlah dan pembayaran kepada masing-nasing tenaga kerja.
  • Jurnal Tenaga Kerja yang terjadi :

Db. Beban Gaji xxxxx

Cr. Beban Gaji yg masih harus dibayar xxxxx

  • Jurnal Distribusi Biaya Tenaga Kerja

Db. Produk dalam proses xxxxx

Cr. Beban Gaji xxxxx

Db. Pengendali Overhead Pabrik xxxxx

Cr. Beban Gaji xxxxx

12 of 30

AKUNTANSI BIAYA OVERHEAD PABRIK

Biaya overhead pabrik sulit diukur secara akurat tidak seperti BBK maupun TKL, oleh karena membutuhkan perhitungan yang lebih rumit mengingat jenis biaya ini sangat beragam., yaitu semua biaya yang berhubungan dengan peroses produksi/pabrikasi diluar biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.

Pencatatan biaya overhead pabrik dapat dilakukan dengan dua langkah, yaitu :

  1. Saat terjadi biaya overhead sesungguhnya (aktual)
  2. Saat ke pesanan

13 of 30

JURNAL BIAYA OVERHEAD PABRIK

Jurnal Biaya Overhead Aktual :

Db. Pengendali biaya overhead xxxx

Cr. Akumulasi Penyu Mesin xxxx

Db. Pengendali biaya overhead xxxx

Cr. Asuransi dibayar dimuka xxxx

Jurnal Biaya overhead dibebankan :

Db. Produk Dalam Proses xxxx

Cr. Overhead Pabrik dibebankan xxxx

Db Overhead Pabrik dibebankan xxxx

Cr. Pengendali biaya overhead xxxx

14 of 30

AKUNTANSI PRODUK SELESAI

  • Dalam perhitungan biaya berdasarkan pesanan, kadangkala produk yang sudah selesai langsung dapat dikirim ke pemesan tanpa dibukukan sebagai persediaan produk jadi.

  • Jurnal Penyerahan Langsung ke Pemesan :

Db. Piutang Dagang xxxxx

Cr. Penjualan xxxxx

Db. Harga Pokok Penjualan xxxxx

Cr. Produk Dalam Proses xxxxx

  • Jurnal Mengisi Persediaan Produk Jadi :

Db. Produk Selesai xxxxx

Cr. . Produk Dalam Proses xxxxx

15 of 30

KERUGIAN DALAM PROSES PRODUKSI

Kerugian dalam proses produksi berdasarkan pesanan tidak dapat dihindari, kerugian bisa diakibatkan oleh beberapa sebab seperti : adanya sisa bahan baku, produk cacat dan produk rusak.

  1. Stock bahan terlalu lama
  2. Penghentian proyek-proyek percobaan
  3. Mesin-mesin sudah terlalu lama/tua

Kerugian karena bahan sisa tidak dapat dihindari dan hanya bisa diminimalkan semaksimal mungkin. Di Jepang permasalah ini dipecahkan oleh metode zero defect, yaitu Suatu metode yang menyatakan bahwa ukuran untuk megurangi kerugian tersebut merupakan biaya efektif. Kenapa disebut biaya efektif ???? Karena total biaya pabrikasi jangka panjang akan menurun sejalan menurunnya prosentase sisa bahan.

16 of 30

PERLAKUAN SISA BAHAN

Dalam proses pabrikasi sisa bahan dapat berasal dari :

  1. Pengolahan yang kurang baik
  2. Suku cadang rusak atau cacat yang tidak bisa lagi di retur
  3. Stock bahan terlalu lama
  4. Penghentian proyek-proyek percobaan
  5. Mesin-mesin sudah terlalu lama/tua

Perlakuan Sisa Bahan :

Jumlah sisa bahan sebaiknya ditelusuri sepanjang waktu dan dianalisa untuk menentukan apakah hal tersebut karena penggunan bahan yang kurang efisien, apakah hal ini dapat dikurangi atau dihilangkan sama sekali ????

Tapi apabila sisa bahan ini memang selalu terjadi dan laku dijual maka perlakuan sisa bahan ini dapat :

  1. Ditutup ke Ihtisar Laba Rugi
  2. Pengurangan HPP
  3. Dikerdit ke perkiraan Pengendali BOP

17 of 30

KASUS

PT Pakuan adalah perusahaan industri kemasan karton produk yang dihasilkan digunakan industri elektronik, perusaan ini selalu mempunyai sisa bahan baku yang laku dijual kepada pengumpul kertas. Bulan Juli 2007 perusahaan mempunyai sisa bahaan berupa potongan kertas sebanyak 456 kg. Dan dijual dengan harga Rp. 900 per kg. Diminta perlakuan dan jurnalnnya :

  1. Ditutup ke Ihtisar Laba Rugi

Db. Kas/piutang 410.400

Cr. Pendapatan lain-lain 410.400

  1. Pengurangan HPP

Db. Kas/piutang 410.400

Cr. HPP 410.400

  1. Dikerdit ke perkiraan Pengendali BOP

Db. Kas/piutang 410.400

Cr. Pengendali BOP 410.400

Dan jika dapat ditelusuri sisa bahan ke masing-masing pesanan, maka jurnalnya :

Db. Kas/piutang 410.400

Cr. Produk dalam proses 410.400

18 of 30

PRODUK CACAT

Produk cacat adalah produk yang dihasilkan dalam proses produksi, dimana produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan, tetapi secara ekonomi produk tersebut dapat diperbaiki dengan mengeluarkan biaya tertentu. Dimana biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki lebih rendah dari nilai jual setelah produk tersebut diperbaiki

  1. Bersifat Normal
  2. Bersifat tidak normal.

  1. KASUS - Normal
  2. PT. Sigli adalah perusahaan yang menghasilkan komponen televisi. Pada bulan Juli 2007 perusahaan menerima pesanan 3.200 unit komponen. Harga Pokok Produksi untuk satu unit komponen ini sebesar Rp. 1.250,-. Yang terdiri dari bahan baku langsung Rp. 500,-, tenaga kerja langsung Rp. 400 dan BOP sebesar Rp. 350,-. Karena proses produksi ini lebih rumit, terjadi kerusakan sebanyak 40 unit dianggap sebagai kerusakan normal dan untuk itu produk ini perlu diperbaiki dengan mengeluarkan bahan baku langsung Rp. 5.000,-, tenaga kerja langsung Rp. 3.000 dan BOP sebesar Rp. 2.500,-.

19 of 30

JAWABAN - JURNAL

Db. Pengendali BOP 10.500

Cr. Persediaan dalam proses 5.000

Cr. Beban Gaji 3.500

Cr. Macam-macam kredit 2.500

20 of 30

PRODUK CACAT

  1. Bersifat Normal

Tambahan biaya dibebankan pada pengendali overhead pabrik

  1. Karena Kesalahan

Tambahan biaya tidak boleh dibebankan pada pengendali overhead pabrik tetapi diperlkukan sebagai rugi produk cacat

21 of 30

KASUS - KESALAHAN

  • PT. Melaboh adalah perusahaan yag menghasilkan komponen. Pada bulan Juli 2007 perusahaan menerima pesanan 2.500 unit komponen. HPP untuksatu unit komponen ini sebesar Rp. 800 yang terdiri dari bahan baku langsung Rp. 350,-, tenaga kerja langsung Rp. 300 dan BOP sebesar Rp. 150,-.. Karena proses produksinya cukup rumit sehingga pekerja seig melakukan kesalahan. Untuk pesanan ini terjadi kerusakan sebanyak 75 unit. Dianggap kerusakan karena kesalahan. Untuk itu produk tersebut perlu diperbaiki dengan mengeluarkan riaya bahan baku langsung Rp. 8.000,-, tenaga kerja langsung Rp. 4.000 dan BOP sebesar Rp. 2.000,-.
  • Buat Jurnalnya :

Db. Rugi produk cacat 14.000

Cr. Persediaan bahan baku 8.000

Cr. Beban Gaji 4.000

Cr. Macam-macam kredit 2.000

22 of 30

PRODUK RUSAK

  • Yang dimaksud dengan produk rusak adalah produk yag dihasilkan tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.
  • produk yang dihasilkan dalam proses produksi, dimana produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan, tetapi secara ekonomi produk tersebut dapat diperbaiki dengan mengeluarkan biaya tertentu. Dimana biaya yang dikeluarkan cenderung lebih besar dari nilai jual sebuah produk untuk memperbaiki lebih rendah dari nilai jual setelah produk tersebut diperbaiki

23 of 30

PRODUK RUSAK

  1. Bersifat Normal

Setiap proses produksi tidak akan dapat dihindari produk rusak. Maka perusahaan akan memperhitungkannya sebelum proses produksi dimulai.

  1. Karena Kesalahan

Terjadinya produk rusak diakibatkan kesalahan dalam proses produksi, kesalahan ini terjadi karena kurangnya perencanaan, pengawasan dll.

24 of 30

KASUS PRODUK RUSAK LAKU DIJUAL �NORMAL DAN KESALAHAN

PT Sabang ada bulan Juli 2007 perusahaan menerima pesanan 2.000 unit mainan anak-anak, Haga pokok untuk 1 unit sebesar Rp. 2.000 yang terdiri dari tersebut perlu diperbaiki dengan mengeluarkan riaya bahan baku langsung Rp. 900,-, tenaga kerja langsung Rp. 600 dan BOP sebesar Rp. 500,-.. Karena proses produksi mainan ini rumit terjadi kerusakan. Dari pesanan 2.000, perusahaan memroduksi 2.050 unit, sebanyak 50 unit terjadi kerusakan normal yang laku dijual dengan harga Rp. 1.000 per unitnya.

Diminta :

Buat Jurnal dan perhitungannya ??

25 of 30

JAWABAN - NORMAL

Harga Pokok Produk Selesai :

HPP – Rusak sebesar Rp. 100.000,- diperlukan sebagai pengendali overhead pabrik, dimana hasil penjualan produk rusak sebesar Rp. 50.000 (50 u X Rp. 1.000)

Jurnalnya :

Db. Kas 50.000

Db. Pengendali Orhead Pabrik 50.000

Cr. Produk dalam proses – bahan 45.000

Cr. Produk dalam proses – Tenaga Kerja 30.000

Cr. Produk dalam proses – BOP 25.000

HPP – Selesai (Produk baik)

2.000 u X Rp. 2.000

Rp. 4.000.000

HPP – Rusak

2.000 u X Rp. 2.000

Rp. 100.000

HPP – Selesai (Produk baik)

Rp. 4.100.000

26 of 30

JAWABAN - KESALAHAN

Harga Pokok Produk Selesai :

Produk rusak karena kesalahan laku dijual, maka hasil penjualan produk rusak diperlakukan sebagai pengurangan rugi produk rusak

Jurnalnya :

Db. Kas 50.000

Db. Rugi Produk Rusak 50.000

Cr. Produk dalam proses – bahan 45.000

Cr. Produk dalam proses – Tenaga Kerja 30.000

Cr. Produk dalam proses – BOP 25.000

HPP – Rusak

Rp. 100.000

Penjualan Produk Rusak

50 u X Rp. 1.000

Rp. 50.000

Rugi Produk Rusak

Rp. 50.000

27 of 30

KASUS PRODUK RUSAK TIDAK LAKU DIJUAL �NORMAL DAN KESALAHAN

  • PT Pidie pada bulan Juli 2007 perusahaan menerima pesanan 2.500 unit mainan anak-anak, Haga pokok untuk 1 unit sebesar Rp. 3.000 yang terdiri dari tersebut perlu diperbaiki dengan mengeluarkan riaya bahan baku langsung Rp. 1.500,-, tenaga kerja langsung Rp. 800 dan BOP sebesar Rp.700,-.. Karena proses produksi mainan ini rumit terjadi kerusakan. Dari pesanan 2.500, perusahaan memroduksi 2.520 unit, sebanyak 20 unit terjadi kerusakan normal yang tidak laku dijual.

28 of 30

JAWABAN - NORMAL

Produk rusak bersifat normal tidak laku dijual, maka harga pokok produk rusak diperlakukan sebagai pengendali overhead pabrik

Jurnalnya :

Db. Pengendali Overhead Pabrik 50.000

Cr. Produk dalam proses – bahan 30.000

Cr. Produk dalam proses – Tenaga Kerja 16.000

Cr. Produk dalam proses – BOP 14.000

Perhitungannya :

Produk dalam proses – bahan

20 u X Rp. 1.500 = Rp. 30.000

Produk dalam proses – Tenaga Kerja

20 u X Rp. 800 = Rp. 16.000

Produk dalam proses – BOP

20 u X Rp. 700 = Rp. 14000

29 of 30

JAWABAN - KESALAHAN

Produk rusak karena kesalahan tidak laku dijual, maka harga pokok produk rusak diperlakukan sebagai produk rusak

Jurnalnya :

Db. Pengendali Overhead Pabrik 50.000

Cr. Produk dalam proses – bahan 30.000

Cr. Produk dalam proses – Tenaga Kerja 16.000

Cr. Produk dalam proses – BOP 14.000

Perhitungannya :

Produk dalam proses – bahan

20 u X Rp. 1.500 = Rp. 30.000

Produk dalam proses – Tenaga Kerja

20 u X Rp. 800 = Rp. 16.000

Produk dalam proses – BOP

20 u X Rp. 700 = Rp. 14000

30 of 30