1 of 58

MEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF

Bahasa Inggris

2 of 58

RUANG LINGKUP MATERI

  1. Prinsip pembiakkan tanaman secara generatif

  • Melakukan pembiakkan tanaman secara generatif

  • Memelihara benih hasil pembiakkan secara generatif

3 of 58

PENGERTIAN REPRODUKSI/PEMBIAKAN

Proses fisiologi pada tanaman dewasa untuk menghasilkan turunannya agar tidak terjadi kepunahan sehingga tetap lestari.

4 of 58

�MACAM PEMBIAKAN TANAMAN

Paristiyanti Nurwadani (Teknik Pembibitan Tanaman dan Produksi Benih Jilid 1)

5 of 58

1. PRINSIP PEMBIAKAN TANAMAN SECARA GENERATIF

  • Kemampuan tanaman untuk menghasilkan biji melalui proses penyerbukan/polinasi dan pembuahan/fertilisasi

Pengertian

  • Polinasi adalah peristiwa jatuhnya serbuk sari pada kepala putik

6 of 58

��Macam – macam penyerbukan/polinasi

  1. Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi 4:

1. Penyerbukan sendiri/otogami

2. Penyerbukan tetengga/gietogami

3. Penyerbukan silang/alogami

4. Penyerbukan bastar/hibridogami

  1. Berdasarkan perantara yang membantu penyerbukan, penyeebukan dibedakan menjadi 4:

1. Anemogami

2. Hidrogami

3. Zoidogami

4. Antropogami

7 of 58

Pengertian

a. Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan dibedakan menjadi 4

  1. Penyerbukan sendiri adalah jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga itu sendiri
  2. Penyerbukan tetangga adalah jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga lain tetapi masih pada pohon yang sama.
  3. Penyerbukan silang adalah jika serbuk sari yang jatuh di kepala putik berasal dari bunga pohon lain tetapi dari jenis yang sama
  4. Penyerbukan bastar adalah jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lyang berbeda jenisnya atau sedikitnya mempunyai satu sifat beda

8 of 58

b. Berdasarkan perantara yang membantu penyerbukan, penyeebukan dibedakan menjadi 4

1. Anemogami adalah penyerbukan yang berlangsung dengan bantuan angin.

  • Ciri – ciri bunga yang penyerbukannya dibantu angin :

a. Warna bunga tidak mencolok

b. Tidak mengeluarkan bau

c. Tidak menghasilkan kelenjar madu

d. Tangkai benang sari panjang sehingga mudah

diterbangkan angin

e. Serbuk sari banyak,berupa bubuk halus berukuran

kecil, kering dan ringan

Contoh :Rumput – rumputan, padi , jagung, dsb.

  1. Hidrogami aadalah penyerbukan yang berlangsung dengan bantuan air.

Contoh : Eceng gondok dan teratai.

9 of 58

����3. Zoidiogami adalah penebukan yang berlangsun dengan bantuan hesanHewan yang membantu penyerbukan adalah serangga, burung,dan kelelawar. � �4. Antropogami adalah jika penyerbukannya dibantu oleh manusia.�Biasanya dilakukan pada tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri atau tidak ada perantara Contohnya : tanaman panili atau anggrek.�

10 of 58

Macam pembuahan

11 of 58

Proses Pembuahan Tunggal

    • Serbuk sari yang terdiri atas inti sel generatif dan

vegetatif akan masuk ke ruang bakal biji.

- S erbuk sari segera berkecambah membentuk buluh serbuk sari.

- Buluh serbuk sari menembus nuselus menuju arkegonium bersamaan dengan membelahnya inti sel generartif menrkembjadi sel steril dan sel spermatozoid.

    • Spermatozoid masuk dalam sitoplasma telur dan membuahi inti sel telur membentuk zigot.
    • Zigot akan berkembang menjadi embrio.

12 of 58

Proses Pembuahan Ganda

  • Didalam benang sari terdapat kantong serbuk sari yang berisi sel induk spora diploid ( mikrospora ).
  • Setiap sel induk akan membelah secara meiosis menghasilkan 4 mikrospora.
  • Mikrospora berkembang menjadi serbuk sari yang mempunyai 2 lapisan dinding.
  • Dinding bagian dalam disebut inti yang mengandung selulosa dan bagian luar disebut eksin yang membentuk kutin.
  • Inti serbuk sari akan membelah secara mitosis menjadi inti sel generatif dan inti sel vegetatif ( sel tabung )
  • Inti vegetatif berfungsi penunjuk jalan diikuti inti generatif yang akan membelah secara mitosis menghasilkan 2 sperma.
  • Selanjutnya inti vegetatif hancur dan inti generatif yang lain akan melebur membentuk endosperma.
  • Sedang spng lain akan berkembang menjadi embrio.

13 of 58

Proses Penyerbukan Haploid

14 of 58

Proses Penyerbukan Diploid

15 of 58

2. Melakukan Pembiakan Tanaman Secara Generatif

  • Menyiapkan alat pembiakan tanaman secara generatif
  • Menyiapkan tempat pembibitan
  • Menyiapkan media
  • Menyemai
  • Menyapih bibit

16 of 58

Menyiapkan dan Merawat Alat Pembiakan Tanaman Secara Generatif

1. Cangkul

Fungsi : - Membongkar sisa – sisa tanaman

- Menggemburkan tanah

- Mencampur media

- Membuat bedengan

- Membuat saluran air

- Membuat lubang semai

Perawatan : - Sebelum digunakan pastikan tanah dalam kondisi lembab.

- Perbaiki cangkul yang kendor.

- Setelah digunakan bersihkan dari kotoran yang melekat.

- Simpan dalam keadaan kering dan bersih.

17 of 58

2. Garpu Tanah

  • Fungsi :Membongkar tanah yang keras, sisa perakaran tanaman atau bebatuan yang agak kasar.

Perawatan :

- Pastikan kondisi tanah lembab

- Bersihkan garpu dari kotoran yang melekat

- Setelah bersih dan kering dimpan pada tempat penyimpanan

18 of 58

3. Sekop atau Sendok Tanah

Fungsi : Mencampur, pemindahkan tanah, pupuk kandang dan lain – lain.

Perawatan :

- Hindari mata sekop membentur batu

- Pengambilan media dari bagian atas sehingga tangkai sekop tidak patah

- Bersihkan mata sekop, peringkan dan simpan pada tempat bersih dan kering

19 of 58

4.Golok

Fungsi : Memotong ranting atau batang tanaman yang menghalangi pertumbuhan bibit.

Perawatan : Bersihkan golok setelah digunakan dan simpan bersama sarungnya.

20 of 58

5. Gergaji kayu

Fungsi : Memotong kayu / bambu

Perawatan : Bersihkan dan simpan kembali gergaji kayu setelah digunakan.

21 of 58

6. Sprayer

Fungsi : Alat semprot untuk mengendalikan hama dan penyakit.

Perawatan : - Pastikan sprayer dalam kondisi baik/tidak macet

- Bersihkan, keringkan sprayer setelah digunakan

- Simpan setelah digunakan

22 of 58

7. Gembor

Fungsi : Alat penyiraman untuk menyiram tanaman.

Perawatan : - Tidak mengisi air melebihi daya tampungnya

- Air tidak tercampur kotoran seperti tangkai daun yang dapat menghalangi keluarnya air

- Bersihkan gembor dan simpan kembali

23 of 58

Menyiapkan Tempat Pembibitan

24 of 58

Pengertian

Tempat pembibitan adalah suatu tempat yang digunakan untuk melakukan penyemaian benih / kecambah dan penyapihan bibit yang bersifat sementara sampai menjadi bibit siap tanam di lapangan.

25 of 58

Syarat Tempat Pembibitan

- lahan bersih dari gulma, sisa tanaman dan kotoran

  • Suhu , kelembaban dan intensitas cahaya dapat diatur sesuai kebutuhan
  • Sirkulasi udara lancar
  • Terlindung dari angin kencang, sengatan matahari dan hujan
  • Media tumbuh gembur dan subur
  • Tidak tergenang air

26 of 58

Tujuan

Pembersihan lahan bertujuan untuk meyiapkan tempat pembibitan bebas dari sisa – sisa tanaman, rerumputan, semak batuan maupun sisa – sisa perakaran dan membebaskan tempat pembibitan dari sarang patogen.

27 of 58

Teknik Pembersihan Lahan

28 of 58

Jenis dan Ukuran Tempat Pembibitan

1. Raised Bed

adalah tempat pembibitan yang berbentuk bedengan atau guludan pada lahan datar tanpa naungan.

  1. Sunked Bed

adalah tempat pembibitan yang berbentuk bedengan yang terletak di bawah permukaan tanah dengan kedalaman tertentu dan pada bagian atasnya diberi naungan.

  1. Shade House

adalah tempat pembibitan yang berbentuk bedengan pada lahan datar dan dilengkapi naungan yang dapat dibuka dan ditutup.

  1. Green House

adalah tempat pembibitan yang berbentuk rumah kaca yang dapat dikendalikan temperatur dan kelembaban udaranya sesuai kebutuhan.

29 of 58

Pengertian

  • Bedengan adalah luasan lahan tertentu yang dibuat untuk menghindari terjadinya genangan air pada tempat pembibitan yang menyebabkan jeleknya aerasi.
  • Ukuran bedengan :

Lebar 100 – 150 Cm

Panjang 5 – 10 Cm

Tinggi 20 Cm

30 of 58

Macam bedengan yang direkomendasikan

1. Bedengan yang digunakan sebagai tempat untuk menumbuhkan benih secara langsung

- Digunakan untuk menyemai benih yang jenis

tumbuhnya agak lama dan mudah dipindahkan.

- Tanah dikondisikan gembur dan subur

- Contoh : caisin, tomat dll

  1. Bedengan sebagai tempat tumbuhnya benih yang disemai di polibag , pot dan bak perkecambahan.

- Tanah bedengan tidak perlu subur dan gembur

- Bedengan ditinggikan 20 cm dari permukaan tanah

31 of 58

Fungsi Naungan

  • Melindungi tanaman muda dari sengatan matahari dan air hujan
  • Intensitas matahari yang masuk sesuai kebutuhan tanaman muda
  • Mencegah penguapan yang terlalu besar pada tanaman muda

32 of 58

Penyiapan Media

  • Syarat media yang baik :

a. Bebas hama dan penyakit

b. Gembur

c. Dapat menahan air dan udara dalam jumlah sebanding dan mencukupi

d. Mudah melepaskan kelebihan air

e. Aerasinya baik

f. cukup mengandung unsur hara

  • Media yang digunakan campuran antara tanah, pasir dan pupuk kandang .
  • Untuk menyemai benih perbandingannya 1 : 1 : 2
  • Tujuan besar perbandingan untuk memperoleh media subur dan jika bibit disapih mudah dicabut
  • Untuk media penyapihan bibit menggunakan perbandingan 1 : 1 : 1

33 of 58

Faktor faktor yang mempengaruhi terhambatnya benih berkecambah

34 of 58

Beberapa cara mempercepat terjadinya perkecambahan

1. Perlakuan Mekanis

- Memecahkan benih yang mempunyai kulit Impermial terhadap air dan oksigen

- Caranya : Mengikir, menggosok kulit benih dengan amplas, melubangi kulit benih dengan pisau dan mengguncang benih.

2. Perlakuan Kimia

- Menggunakan bahan kimia sehingga kulit benih lebih lunak

- Caranya : meredam benih dalam larutan kimia.

- Bahan kimia yang biasanya digunakan asam sulfat , asam nitrat, potasium hydroxide.

  1. Perlakuan fisis

- caranya : perendaman air panas, perlakuan dengan tempeatur tertentu

35 of 58

Penyemaian

Menyemai adalah kegiatan menumbuhkan benih dalam media tumbuh pada tempat pembibitan.

36 of 58

Pemilihan Benih

  • Benih bermutu digolongkan menjadi 3 macam

a. Benih bermutu secara genetis

b. Benih bermutu secara fisiologis

c. Benih bermutu secara fisik

37 of 58

Kriteria Benih Bermutu

1. Benih bermutu secara genetis

- Berasal dari benih murni

- Diketahui asal usulnya

- Produksinya tinggi

- Tahan hama penyakit

- Respon terhadap pemupukan

- Beradaptsi baik dengan lingkungan

  1. Benih bermutu secara fisiologis

- Daya kecambah tinggi

- Viabilitas tinggi

  1. Benih bermutu secara fisiologis

- Bersih dari kotoran

- Bernas

- Warna benih cerah

- ukuran benih normal

38 of 58

Perkecambahan

Berkecambah adalah telah munculnya plumula dan radikula

39 of 58

Tujuan Perkecambahan

  • Untuk mengetahui persentase benih yang tumbuh
  • Untuk memisahkan benih yang tumbuh baik dan cepat dengan benih yang tumbuh lemah dan lambat
  • Untuk memperoleh pertumbuhan bibit yang seragam

40 of 58

Syarat Media Perkecambahan

  • Tidak mengandung racun
  • Mudah menyerap air dan melepas kelebihan air
  • PH netral
  • Bebas hama dan penyakit
  • Aerasi baik

41 of 58

Penanaman

  • Benih di tanam tidak terlalu dalam dan tidak terlalu dangkal
  • Calon akar menghadap kebawah
  • Tutup lubang tanam

42 of 58

Penyapihan

Penyapihan adalah memisahkan bibit dari kelompoknya hingga menjadi tanaman individu dalam suatu wadah tersendiri sesuai ukuran dan pertumbuhnya

43 of 58

Tujuan Penyapihan

  • Mempercepat pertumbuhan bibit
  • Memudahkan bibit menyesuaikan dengan lingkungannya
  • Mengurangi tingkat kematian bibit di lapangan
  • Memudahkan pemindahan bibit kelapangan

44 of 58

Kriteria bibit siap sapih

  • Tumbuh sehat
  • Cukup umur, tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda ( sayuran umur 10 – 11 hari setelah semai dan tanaman perkebunan umur 2 minggu setelah semai )
  • Perakaran baik
  • Calon batang tumbuh lurus dan tidak patah

45 of 58

Cara penyapihan

  • Siram terlebih dahulu media semai
  • Cabut bibit dengan cara memegang pangkal batang dan mencongkel akar bibit kemudian diangkat keatas
  • Bibit ditanam
  • Siram media tumbuh agar perakaran cepat menyatu dengan media

46 of 58

3. Pemeliharaan Bibit

  • Penyiraman
  • Pemupukan
  • Pengendalian hama dan penyakit
  • Mengatur naungan

47 of 58

Penyiraman

Hal – hal yang harus diperhatikan agar air tersedia sesuai kebutuhan adalah:

1. Kualitas air

2. Waktu pemberian air

3. Cara penyiraman

48 of 58

Pemupukan

  • Pemupukan adalah memberi makanan tambahan kepada tanaman.
  • Tujuan pemupukan adalah memperbaiki kebutuhan media tanam dan menambah unsur hara yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

49 of 58

Jenis pupuk

50 of 58

Pengertian

  • Pupuk organik adalah pupuk yang dihasilkan dari sisa – sisa tanaman atau kotoran hewan dan manusia.
  • Contoh : Kompos , bokashi , pupuk hijau dan pupuk kandang.
  • Pupuk anorganik adalah pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan meramu bahan – bahan kimia dan mengandung undur hara yang diperlukan tanaman.
  • Contoh : pupuk Nitrat ( urea, Za ), pupuk phospat ( TSP ), pupuk kalium ( KCl )

51 of 58

Dosis Pemupukan

  • Faktor yang mempengaruhi dosis pemupukan adalah :
  • Fase pertumbuhan tanaman
  • Tingkat kesuburan media tanam
  • Populasi bibit
  • Dosis rendah diberikan pada fase pertumbuhan bibit muda
  • Dosis lebih tinggi diberikan pada fase pertumbuhan dewasa
  • Dosis rendah diberikan pada media tanam lebih subur
  • Dosis lebih tinggi diberikan pada media tanam kurus
  • Dosis rendah diberikan pada populasi yang rendah
  • Dosis lebih tinggi diberikan pada populasi yang tinggi
  • Dosis pemupukan pada pembibitan disesuaikan dengan anjuran yang tercantum kemasan label

52 of 58

Waktu Pemupukan

Waktu pemupukan pada pembibitan didasarkan pada :

1. Jenis pupuk

2. Fase pertumbuhan

3. kondisi cuaca

53 of 58

Cara Pemupukan

- lewat media tanam

Dimasukkan kedalm lubang pupuk, dilarutkankedalam air kemudian disiramkan ke media tanam

Dilakukan dengan penyemprotan yang diarahkan ke bagian bawah daun karena jumlah stomata lebih banyak

54 of 58

Pengendalian Hama dan penyakit

  • Hama adalah semua makhluk hidup ( serangga dan satwa ) karena populasi yang tinggi dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman.
  • Penyakit adalah patogen / virus, bakteri . Nematoda yang menyebabkan terganggunya proses fisiologis tanaman.

55 of 58

Jenis hama dan penyakit yang umum menyerang pembibitan

1. Hama cacing putih / Accaris sp

- mengyerang bibit muda umur 2 minggu setelah tanam

- seluruh bagian bibit layu

2. Hama belalang dan ulat plucia

- daun rontok dan berlubang

3. Penyakit lodoh ( Dumping off )

- menyerang bibit yang masih muda umur 2 minggu setelah tanam

- pembusukkan pada hipokotil dan bibit roboh

56 of 58

4.Hama putih / Accaris SP

- menyerang bibit muda umur 2 minggu

- seluruh bagian bibit layu

5. Hama belalang dan ulat plucia

- daun rusak dan berlubang

6. Penyakit lodoh ( Dumping off )

- menyerang bibit muda umur 2 minggu

- pembusukan pada hipokotil

- bibit roboh

57 of 58

Pengendalian hama dan penyakit

  1. Cara fisik

- membersihkan lingkungan , membunuh gulma

  1. Cara mekanis

- jika ada hama diambil dan dibuang

- bibit terserang penyakit dibakar

  1. Cara kimia

- menggunakan bahan kimia pestisida

58 of 58

Terima kasih

Disusun Oleh :

TIM AGRIBISNIS PEMBIBITAN DAN KULTUR JARINGAN TANAMAN

SMKN 2 PANDEGLANG