MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD/MI KELAS 5
Seni Budaya
Bermain Peran Bersama
Bab
4
Tujuan Pembelajaran
4.1 Menjelaskan cara melakukan eksplorasi gerak dalam seni peran.
4.2 Melakukan eksplorasi gerak menggunakan berbagai jenis rangsangan di sekitar.
4.3 Menjelaskan unsur-unsur seni peran.
4.4 Menentukan unsur-unsur seni peran dalam pementasan teater.
4.5 Menjelaskan pengertian tablo dan hal-hal yang dilakukan saat pertunjukan tablo.
4.6 Menjelaskan pengertian improvisasi dan cara melakukannya.
4.7 Melakukan pementasan peran berdasarkan cerita legenda.
A. Eksplorasi Gerak dalam Seni Peran
Seni peran adalah seni memerankan berbagai macam karakter. Sebelum bermain peran,sebaiknya kamu mengawalinya dengan melakukan eksplorasi gerak.
Eksplorasi gerak dapat dilakukan dengan mengamati kemudian meniru gerakan di sekitar.
1. Meniru Gerak Diri Sendiri
Gerak menyisir rambut merupakan contoh gerakan sederhana.
Gerak membaca buku sambil mengantuk merupakan contoh gerakan kompleks.
2. Berpantomim Meniru Gerak Sehari-hari
Pantomim meniru gerakan menyapu.
Pantomim meniru gerakan mencuci piring.
3. Merangkai Gerak Menjadi Adegan
Perhatikan dan pergakan rangkaian gerak menjadi adegan dengan tema “Menjala Ikan”
4. Gerakan Imajinatif
4. Gerakan Imajinatif
Cara Melakukan Gerakan Imajinatif Tarik Tambang
Lakon adalah naskah cerita yang digunakan pada pementasan seni peran.
Penokohan adalah pembagian karakteristik peran untuk mendukung suatu lakon. Penokohan terdiri dari peran tokoh utama dan tokoh pendukung.
B. Mengenal Unsur-Unsur Seni Peran
Unsur tubuh berkaitan dengan olah tubuh yang dilakukan oleh pemain peran.
Saat bermain peran, pemain harus mengeluarkan pikiran dan perasaannya melalui suara dengan intonasi yang tepat.
Penghayatan atau penjiwaan adalah ungkapan perasaan saat memerankan suatu tokoh.
Kostum adalah perlengkapan yang dipakai oleh pemain peran saat di atas panggung.
Rias adalah perlengkapan alat-alat kosmetik untuk wajah yang digunakan untuk merias wajah pemain pesan di atas panggung.
Properti adalah semua perlengkapan yang digunakan oleh pemain peran saat pementasan.
Unsur pembangun dalam seni peran yang menjadikan pementasan menjadi lebih hidup.
C. Mari, bermain Peran Melalui Tablo
Beberapa hal yang dapat dilakukan saat melakukan tablo.
Posisi tubuh tinggi
Posisi tubuh sedang
Posisi tubuh rendah
Beberapa hal yang dapat dilakukan saat melakukan tablo.
3. Gunakan bentuk tubuh yang berbeda sesuai dengan emosi yang ditampilkan. Ada dua macam bentuk tubuh seperti berikut.
Beberapa hal yang dapat dilakukan saat melakukan tablo.
4. Gunakan ruang atau area secara efektif tanpa menutupi pemain lain.Saat menggunakan ruang, kamu perlu memikirkan pengaturan posisi dan gerak yang tepat sehingga seluruh pemain tablo dapat terlihat jelas oleh penonton.
Beberapa hal yang dapat dilakukan saat melakukan tablo.
5. Fokus saat melakukan pose agar pesan yang terkandung didalam tablo dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Hana dan Hani sedang dalam perjalanan pulang dari sekolah.
Mereka melihat seekor anak kucing yang kurus di pinggir jalan.
Mereka berhenti sejenak dan membelai kepala anak kucing tersebut.
Perhatikan contoh tablo berikut.
Mereka merasa kasihan dengan anak kucing tersebut dan membawa anak kucing tersebut untuk dipelihara di rumahnya.
Sesampainya di rumah, Hana dan Hani memberikan makan dan minum untuk anak kucing tersebut.
D. Improvisasi dalam Seni Peran
Hal yang harus diperhatikan saat berimprovisasi.
1. Tentukan karakter yang akan dimainkan, apa yang akan dilakukan oleh karakter tersebut, dan di mana kejadian atau peristiwa yang dilakukan oleh karakter berlangsung.
2. Gunakan dialog yang menarik. Perhatikan contoh dialog berikut.
Pemain A: Tidak biasanya kamu terlihat gelisah seperti itu.
Pemain B: Iya, aku lupa membawa tugas yang harus dikumpulkan hari ini.
Pemain A: Oh, tugas menggambar imajinasi itu, ya?
Pemain B: Iya, tadi pagi aku bangun kesiangan. Jadi, aku terburu-buru dan lupa membawa tugas yang sudah aku kerjakan. Oleh sebab itu, aku harus membuat tugas itu dari awal. Namun, tugasku belum selesai. Padahal,
5 menit lagi pelajaran akan segera dimulai.
3. Selalu memberikan dan menerima umpan balik yang diberikan oleh pemain lain.
Perhatikan contoh dialog yang berisi umpan balik yang baik berikut.
Pemain A: Akhirnya kita bisa menyelesaikan tugas yang sulit ini.
Pemain B: Ya, kerja sama yang kita lakukan membuat tugas kelompok ini terasa lebih
mudah dan lebih cepat selesai.
4. Bereaksi dengan cepat dan berbicaralah dengan cukup keras agar ucapanmu dapat didengar dengan jelas oleh penonton.
5. Bergeraklah dengan bebas, tetapi harus tetap memperhatikan pengaturan posisi gerak atau blocking yang tepat agar kamu tidak menutupi pemain lain.
6. Saat berimprovisasi bersama lawan main dalam kelompok, kamu harus mendengarkan dialog yang diucapkan lawan main dan tidak boleh memotong dialog atau tindakan yang dilakukan lawan main.
7. Tetaplah menjadi karaktermu saat melakukan improvisasi.
Selamat Belajar!
Sumber gambar:
shutterstock.com
Freepik.com