1 of 19

Bioregion Nusa Tenggara

2 of 19

Techtonoic Plates

3 of 19

4 of 19

BIOREGION WALLACEA

5 of 19

BIOREGION WALLACEA

6 of 19

BIOREGION WALLACEA

Sunda Land

= Oriental

= Asia

Sahul Land

= Australasia

= Australia

7 of 19

400 km

Gugusan Kepulauan Utara

Gugusan Kepulauan Selatan

NUSA TENGGARA

8 of 19

400 km

Gugusan Kepulauan Utara

Gugusan Kepulauan Selatan

NUSA TENGGARA

9 of 19

400 km

Gugusan Kepulauan Utara

Gugusan Kepulauan Selatan

Vulkanik

Non-Vulkanik

NUSA TENGGARA

10 of 19

400 km

Gugusan Kepulauan Utara

  • Terbentuk di era Pliocene (15 mya).
  • Hasil tabrakan antara lempeng Australia dan Asia.
  • Sejarah, karakteristik dan proses geologi dan ekologi = kepulauan Maluku selatan

11 of 19

400 km

Gugusan Kepulauan Selatan

  • Non-vulkanik
  • Dalam Lempeng Australia

12 of 19

KEANEKARAGAMAN HAYATI

NUSA TENGGARA

13 of 19

  • Pulau-pulau terpisah oleh trench laut yang dalam
  • Perpindahan flora dan fauna yang terbatas
  • Pembentukan jenis-jenis yang sangat spesifik
  • Pemisahan Bioregion Indomalaya (Asia) dan Australasia
    • Garis Wallace memisahkan Bali dan Lombok di selat Lombok
  • Garis Webber memisahkan Kep. Babar dan Tanimbar
  • Blending satwa Indomalaya dan Australasia
  • Iklim terkering di Indonesia
  • Hutan tropis kering

Biodiversity Driving Force

14 of 19

  • Hutan gugur di Lombok, Sumbawa, Flores dan Alor
  • Dataran tinggi
    • hutan konifer Podocarpus dan Engelhardia dan lantai hutan liana, epifite, dan anggrek Corybas, Corymborkis, dan Malaxis
  • Dataran rendah
  • savana dengan dominasi palma Borassus flabellifer
  • Perca hutan hujan tropis di dekat sungai (P Komodo)
  • Hutan berduri (pantai selatan Lombok)
  • Burung endemik (17/273 jenis)
  • Mammalia endemik Nusa Tenggara
  • Suncus mertensi (Flores shrew),
  • Komodo rat (Komodomys rintjanus, VU),
  • Kelelawar Lombok (Pteropus lombocensis),
  • Codot Sunda telinga panjang (Nyctophilus heran)
  • Reptil
  • komodo (Komodo, Rincah, Gili Motang, dan pantai barat laut P. Flores.

Keanekaan Hayati Gugusan Kepulauan Utara

15 of 19

  • Hutan gugur daun di Sumba, Timor, Wetar, Rote dan Sawu
  • Burung endemik (10 jenis)

Keanekaan Hayati Gugusan Kepulauan Selatan

16 of 19

  • Vegetasi asli berubah (>50% total area)
    • lahan pertanian,
    • pemukiman,
    • kebakaran hutan
  • Ekosistem pulau kecil
  • Sumbawa masih memiliki ekosistem hutan alami cukup luas
  • 5 Taman Nasional:
  • 1) TN Gn. Rinjani, 2) TN Gn. Tambora, 3) TN Komodo, 4) TN Gn. Kelimutu, 5) TN Matalawa,
  • 28 Kawasan Konservasi lainnya
  • 4+4 CA,
  • 3+3 SM,
  • 1+1 TB,
  • 7+2 TWA,
  • 0+3 TWAL.

Ancaman dan Konservasi

17 of 19

  • Ekosistem daratan terancam bencana aktivitas vulkanik, gempa bumi, tanah longsor dan siklon;
  • Daerah luas beriklim pesisir;
  • Daerah tangkapan kecil dengan tingkat erosi tinggi;
  • Spesialisasi ekosistem yang tinggi
  • komunitas biologi yang tak tergantikan;
  • Isolasi sosial membentuk kebudayaan yang kuat;
  • Masyarakat cenderung bermigrasi.

Isu Umum

18 of 19

Tugas Studi Kasus

  • Kelompok 5 orang. 1 mahasiswa masuk dalam 2 kelompok.
  • Memilih 3 dari 7 tugas penelitian
  • Satu diantaranya harus tugas nomor 1 dan 7.
  • Pertanyaan nomor 1 dan 7 wajib
  • Data dalam bentuk spreadsheet
  • No, Nama Jenis, Nama English, dan Famili.
  • Keberadaan dengan YES atau NO
  • Data dan peta dari eBird.org
  • Perhitungan jumlah jenis sesuai pilihan
  • Koefisien komunitas NTT dan NTB
  • Masing-masing mahasiswa memasukkan 2 laporan dalam format PDF
  • Dalam laporan, bahas satu jenis burung yang penting untuk dilestarikan.

19 of 19

Wikramanayake, Eric,Dinerstein, Eric,Loucks, C.,Olson, D.M.,Morrison, J.,Lamoreux, J. L.,McKnight, M.;Hedao, P. (2002). "Terrestrial ecoregions of the Indo-Pacific: A conservation assessment" Washington, DC: Island Press.