1 of 38

Copyright © 2010 Worth Publishers

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

1 of 35

2 of 38

Masalah-masalah Ekternalitas dan Solusinya 5

5.1 Teori Ekternalitas

5.2 Sektor Swasta dalam menghadapi Ekternalitas Negatif

5.3 Perbaikan Sektor Publik

5.4 Perbedaan Pendekatan Price and Quantity untuk Menghadapi Ekternalitas

5.5 Kesimpulan

Dan Sacks

P R E P A R E D B Y

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

2 of 35

3 of 38

Perkenalan Terhadap Ekternalitas: Global Warming

5

  • Tahun 1997, perwakilan dari 170 negara bertemu di Kyoto, Japan, untuk menegosiasikan pakta internasional dalam membatasi emisi karbob dioksida.
  • Karbon dioksida berkontribusi besar dalam masalah global warming, dapat menyebabkan dampak yang serius.
  • Biaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, terutama pada sector industry, sangat besar, skitar 10% of GDP for the United States.

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

3 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

4 of 38

Rata-rata Global Temperature, 1880−2011

5

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

4 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

5 of 38

Ekternalitas: masalah dan soulusinya

5

Global warming merupakan contoh paling mudah dalam menjelaskan eksternalitas, yang mana termasuk dalam market failure

  • Externality: Eksternalitas muncul setiap kali tindakan satu pihak membuat pihak lain lebih buruk atau lebih baik, namun pihak pertama tidak menanggung biaya atau menerima manfaat dari melakukannya.
  • Market failure: Masalah yang menyebabkan ekonomi memberikan hasil yang tidak dapat memaksimalkan efisiensi.

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

5 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

6 of 38

Eksternalitas Negatif

5.1

  • Negative production externality: Ketika perusahaan memproduksi barang yang dapat mengurangi kesejahteraan orang lain tanpa ada kompensasi.
    • Polusi dari proses produksi baja, lalu dibuang ke sungai, sehingga merugikan nelayan.
  • Negative consumption externality: Ketika individu mengkonsumsi suatu barang yang dapat mengurangi kesejahteraan orang lain tanpa ada kompenasi.
    • Merokok di restoran mempengaruhi kesehatan dan kesenangan orang lain.

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

6 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

7 of 38

5.1

Eksternalitas produksi negatif dapat memununculkan mendorong irisan antara biaya marjinal privat dan sosial.

  • Private marginal cost (PMC): Biaya langsung bagi produsen untuk memproduksi satu unit tambahan barang.
  • Social marginal cost (SMC): Biaya marjinal pribadi untuk produsen ditambah biaya lain terkait dengan produksi barang yang dikenakan pada orang lain.

Kerugian dari polusi adalah biaya produksi yang dibebankan pada orang lain.

Biaya Marginal Private dan Social

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

7 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

8 of 38

5.1

Eksternalitas konsumsi negatif dapat memununculkan mendorong irisan antara manfaat marjinal privat dan sosial.

  • Private marginal benefit (PMB): Manfaat langsung bagi konsumen dari mengkonsumsi satu unit tambahan barang.
  • Social marginal benefit (SMB): Manfaat marjinal pribadi bagi konsumen, dikurangi biaya lain terkait dengan konsumsi barang yang dibebankan pada orang lain.

Hilangnya kesehatan atau kesenangan makan adalah biaya merokok yang dibebankan pada orang lain.

Manfaat Marjinal Private dan Social

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

8 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

9 of 38

5.1

Bagaimana eksternalitas dapat mempengaruhi efisiensi?

  • Efisiensi mensyaratkan bahwa SMC = SMB.
  • Pasar menetapkan PMC = PMB.
  • Ketika PMC = SMC dan PMB = SMB, pasar efisien.
  • Eksternalitas produksi atau konsumsi menyebabkan inefisiensi.

Ekternalitas dan Efisiensi

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

9 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

10 of 38

Dampak Ekonomi dari Eksternalitas Produksi Negatif: Contoh Produksi Baja

5.1

Price of

steel

Quantity of steel

B

C

A

Q1

Q2

P1

Deadweight loss

Social marginal cost, SMC = PMC + MD

S = Private marginal cost, PMC

$100 = Marginal damage, MD

D = Private marginal benefit, PMB = Social marginal benefit, SMB

Overproduction

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

10 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

11 of 38

5.1

Dampak Ekonomi dari Eksternalitas Konsumsi Negatif: Contoh konsumsi rokok

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

11 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

12 of 38

5.1

Konsumsi mobil besar seperti SUV menghasilkan tiga jenis eksternalitas negatif:

  1. Eksternalitas lingkungan: Mobil biasa bisa malaju 25 mile/liter, tetapi SUV hanya sekitar 20 mile/liter.
  2. Lebih cepat rusak: Mobil yang lebih besar dapat menyebabkan jalan lebih cepat rusak.
  3. Eksternalitas keselamatan: Kemungkinan mengalami kecelakaan fatal bisa jadi empat kali lipat.

APPLICATION: The Externality of SUVs

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

12 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

13 of 38

5.1

Eksternalitas bisa juga positif, ketika:

  • Positive production externality: Ketika produksi perusahaan dapat meningkatkan kesejahteraan orang lain tetapi perusahaan tidak mendapatkan kompensasi oleh orang lain tersebut.
  • Positive consumption externality: Ketika konsumsi individu dapat meningkatkan kesejahteraan orang lain tetapi individu tersebut tidak mendapatkan kompensasi oleh orang lain.

Contoh 1: Ekplosari minyak yang dapat memberikan manfaat pada perusahaan lain ketika minyak itu ditemukan

Contoh 2: Seseorang yang merenovasi rumah untuk mendapatkan pemandangan yang bagus, akan menyebabkan tetangganya menikmati pemandangan tersebut tanpa harus membayar nya.

Eksternalitas Positif

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

13 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

14 of 38

Dampak Ekonomi dari Eksternalitas Produksi Positif:

Contoh eksplorasi minyak

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

14 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

15 of 38

5.2

  • Eksternalitas dapat mengacaukan efisiensi karena satu pihak tidak membayar biaya ataupun menerima keuntungan dari tindakannya.
  • Oleh karena itu, solusi untuk ini adalah menginternalisasi eksternalitas.
  • Internalizing the externality: Ketika pihak swasta melakukan negosiasi atau pemerintah melakukan aksi pengaturan harga untuk mendorong produsen memasukkan external cost and benefit pada aktifitas nya

Solusi Sektor Swasta untuk Eksternalitas Negatif

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

15 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

16 of 38

5.2

Teori Coase mengatakan bahwa pihak swasta akan mampu memecahkan masalah eksternalitas.

  • Coase theorem (Part I): negosiasi antara pihak yang menciptakan eksternalitas dan pihak yang terkena dampak eksternalitas dapat menghasilkan kuantitas pasar yang optimal secara sosial.
  • Coase theorem (Part II): Solusi efisien untuk eksternalitas tidak bergantung pada pihak mana yang diberi hak milik, selama seseorang diberi hak tersebut.

Solusinya: Teori Coase

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

16 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

17 of 38

5.2

  • Jika sungai milik umum: Nelayan punya hak untuk mengenakan biaya $100 kepada perusahaan baja untuk setiap pembuangan lumpur yang dilakukan
  • Jika sungai milik perusahaan baja: Nelayan mungkin akan mau membayar hingga $100 untuk menghilangkan pembuangan lumpur yang dilakukan oleh perusahaan baja

Solusinya: Teori Coase

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

17 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

18 of 38

5.2

The Solution: Coasian Payments

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

18 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

19 of 38

5.2

Ada beberapa masalah dengan solusi Coasian, yang menyebabkan sulit direalisasikan karena semakin banyak orang yang terlibat.

Siapa yang harus membayar: Apakah nelayan membayar pabrik baja karena tidak mencemari? Atau apakah pabrik baja membayar nelayan karena telah mencemari?

Adanya ketidaksepakatan: Kepemilikan bersama atas hak milik menimbulkan adanya kekuasaan atas yang lain. Setiap orang memiliki hak veto, bahkan bisa menuntut pembayaran yang sangat besar.

Masalah pada Solusi Coase

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

19 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

20 of 38

5.2

  • The free rider problem: Ketika investasi memiliki biaya pribadi tetapi manfaat bersama, individu akan kurang berinvestasi. Individu mungkin tidak ingin membayar untuk mengurangi polusi.
  • Transaction costs and negotiating problems: Sulit untuk bernegosiasi ketika ada banyak sekali individu di yang terlibat.
    • Bahkan untuk eksternalitas seperti pemanasan global, di mana individu yang memiliki kepentingan sangat banyak, di satu sisi, harus digabungkan untuk melakukan negosiasi.

Masalah pada Solusi Coase

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

20 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

21 of 38

5.2

  • Pandangan Ronald Coase’s tentang meninternaliasasikan ekternalitas sangat bagus.
  • Bisa menjadi model pasar yang kompetitif dengan pertahanan yang bagus terhadap kemungkinan serangan kegagalan pasar.
  • Alasan yang cukup masuk akal bahwa pasar mungkin dapat menginternalisasi beberapa eksternalitas dalam skala kecil.
  • Tapi akan sangat sulit jika berhubungan dengan eksternalitas global berskala besar.

Intinya

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

21 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

22 of 38

5.3

Pembuat kebijakan publik menggunakan tiga jenis solusi untuk menyelesaikan masalah yang terkait dengan eksternalitas negatif:

  1. Pajak untuk mencegah penggunaan g/s
  2. Subsidi untuk mendorong penggunaan g/s
  3. Peraturan untuk langsung mengubah penggunaan g/s

Perbaikan Sektor Publik untuk Eksternalitas

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

22 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

23 of 38

5.3

  • Pajak dan subsidi dapat mengubah private marginal cost atau marginal benefit tanpa mempengaruhi social marginal cost ataupun benefit.
  • Oleh karena itu pajak dan subsidi dapat dijadikan instrumen untuk internalize the externality.
  • Pajak yang dapat mengubah eksternalitas disebut “Pigouvian taxation” – Arthur Cecil Pigou (1877-1959)

Pajak dan Subsidi

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

23 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

24 of 38

5.3

Pajak

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

24 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

25 of 38

5.3

Subsidi

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

25 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

26 of 38

5.3

  • Pigouvian tax dan regulasi hampir mirip tujuannya.
  • Namun, regulasi menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi eksternalitas lingkungan di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.
  • Untuk mengurangi emisi sulfur, AS menerapkan batasan produksi, begitu juga untuk mengurangi CFC, AS melarang penggunaannya, bukan menaikkan pajak atas dua barang itu
  • Jadi mending mana? Price atau Quantity? Dalam praktiknya, terdapat banyak faktor yang membuat pajak menjadi cara yang lebih efektif untuk mengatasi eksternalitas dibandingkan dengan regulasi.

Regulasi

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

26 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

27 of 38

5.4

Perbedaan Pendekatan Harga dan Kuantitas

untuk Mengatasi Eksternalitas: Model Dasar

  • Pendekatan harga = pajak, pendekatan kuantitas = regulasi, untuk mengatasi ekternalitas
  • Tujuan perbandingan = mengetahui jalur mana yang paling efisien untuk target pelestarian lingkungan
  • Dalam setiap upaya mengurangi polusi, perlu dicari cara mana yang memiliki biaya paling rendah

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

27 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

28 of 38

5.4

Regulasi Harga (Pajak) versus Regulasi Kuantitas

Bagaimana regulasi harga (pajak) dan regulasi kuantitas berbeda?

  • Solusi yang efisien > SMB = PMB and SMC = PMC.
    • Menemukan kuantitas yang efisian membutuhkan pengetahuan menyeluruh tentang SMC dan SMB curve.
  • Jika harga (pajak) = MD, maka perusahaan akan menghasilkan polusi sampai SMC = PMC — penetapan harga hanya perlu mengetahui berapa MD nya.
    • Tetapi jika marginal damage tidak diketahui atau tidak konstan, pengaturan pajak juga akan sulit.

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

28 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

29 of 38

5.4

Perbedaan Pendekatan Harga dan Kuantitas

untuk Mengatasi Eksternalitas: Model Dasar

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

29 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

30 of 38

5.4

Beberapa Pabrik dengan Biaya Pengurangan Berbeda

  • Keunggulan utama pajak dibandingkan dengan regulasi adalah ketika pabrik-pabrik memiliki nilai yang berbeda tentang besarnya biaya pengurangan polusi.
  • Bagaimana cara menentukan berapa seharusnya pabrik memproduksi barang?
  • Regulasi seringkali mengharuskan setiap pabrik untuk mengurangi penggunaan dengan jumlah yang sama, tetapi akan lebih efisien jika pabrik berbiaya rendah mengurangi penggunaan lebih banyak.
  • Pajak bisa sampai pada tahap ini.

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

30 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

31 of 38

5.4

Beberapa Pabrik dengan Biaya Pengurangan

Polusi yang Berbeda

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

31 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

32 of 38

5.4

Pilihan kebijakannya adalah:

  1. Quantity regulation: Untuk setiap pabrik, biaya marjinal untuk mengurangi polusi ditetapkan sama dengan manfaat marjinal sosial dari pengurangan tersebut.
  2. Corrective tax: Pigouvian taxes menyebabkan produksi yang efisien dengan menaikkan biaya input dengan ukuran kerusakan eksternal.
  3. Quantity regulation with tradable permits: Perdagangan memungkinkan pasar untuk memasukkan perbedaan dalam biaya pengurangan polusi di seluruh perusahaan.

Beberapa Pabrik dengan Biaya Pengurangan

Polusi yang Berbeda

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

32 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

33 of 38

5.4

Ketidakpastian Tentang Cost of Reduction

Bagaimana ketidakpastian tentang biaya pengurangan mempengaruhi strategi korektif?

  • Jika biayanya tinggi, maka regulasi bisa mahal karena kami akan memaksa pabrik untuk mematuhinya.
  • Menggunakan mekanisme harga menghindari masalah ini karena perusahaan akan menyesuaikan sampai biaya penyesuaian = pajak.
  • Tetapi jika biayanya tidak pasti, maka jumlah pengurangan polusi yang dicapai pajak juga demikian.

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

33 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

34 of 38

Uncertainty About Costs of Reduction:

Case 1: Flat MD Curve (Global Warming)

5.4

Cost of pollution reduction ($)

MC1

MC2

MD = SMB

DWL1

DWL2

A

B

C

D

E

C1

t = C2

0

Reduction

Pollution

Pfull

Rfull

0

Mandated

P3

P2

P1

R3

R2

R1

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

34 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

35 of 38

5.4

Uncertainty About Costs of Reduction:

Case 2: Steep MD Curve (Nuclear leakage)

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

35 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

36 of 38

5.4

  • Menggunakan pajak menghasilkan biaya yang lebih rendah…
  • ..tapi kontrol atas jumlah pengurangan polusi kurang.
  • Pilihan instrumen tergantung pada apakah pemerintah ingin mendapatkan jumlah pengurangan polusi yang tepat atau apakah ingin meminimalkan biaya.

Uncertainty About Costs of Reduction:

Implications for Instrument Choice

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

36 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

37 of 38

5.5

  • Eksternalitas muncul ketika tindakan satu pihak mempengaruhi pihak lain, dan pihak pertama tidak sepenuhnya mengkompensasi pihak lain untuk efek ini.
  • Eksternalitas adalah jawaban klasik untuk pertanyaan "kapan" keuangan publik: Jika eksternalitas ada, maka pasar telah gagal dan intervensi berpotensi dibenarkan.

Conclusion

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

37 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S

38 of 38

  • Ini secara alami mengarah pada pertanyaan "bagaimana" tentang keuangan publik. Dua solusi:
    1. Tindakan berbasis harga (pajak dan subsidi)
    2. Tindakan berbasis kuantitas (regulasi)
  • Manakah dari metode ini yang akan mengarah pada hasil yang paling efisien tergantung pada faktor-faktor seperti heterogenitas perusahaan yang diatur, fleksibilitas dalam regulasi kuantitas, dan ketidakpastian atas biaya pengurangan eksternalitas.

5.5

Conclusion

Public Finance and Public Policy Jonathan Gruber Fourth Edition Copyright © 2012 Worth Publishers

38 of 35

C H A P T E R 5 E X T E R N A L I T I E S : P R O B L E M S A N D S O L U T I O N S