KEPENDUDUKAN, PERPINDAHAN PENDUDUK, DAN KETENAGAKERJAAN
PENGERTIAN KEPENDUDUKAN
Struktur Penduduk Dunia
a. Pembagian Geografis
Lebih dari tiga perempat penduduk dunia tinggal di negara-negara melarat, atau negara sedang berkembang atau disebut negara-negara Dunia Ketiga, yaitu di Asia dan Oceania, Afrika, dan sebagian Amerika Latin. Sisanya tinggal di negara-negara maju, yaitu Amerika Utara, Eropa, dan Australia.
b. Laju pertambahan penduduk
jumlah kelahiran dinegara-negara yang sedang berkembang lebih tinggi dari pada jumlah kelahiran di negara-negara maju. Tetapi jumlah kematian di kedua kelompok negara itu hampir sama. Dengan demikian laju pertambahan penduduk di negara yang sedang berkembang adalah lebih tinggi dari pada laju pertambahan penduduk di negara maju.
c. Struktur umur
Di negara-negara yang sedang berkembang penduduk yang berumur kurang dari 15 tahun merupakan jumlah yang besar, mendekati separuh dari jumlah penduduk total. Sedangkan di negara maju penduduk yang berumur kurang dari 15 tahun ini hanya merupakan jumlah yang kecil. Sekitar seperempatnya saja, atau hampir sama dengan jumlah orang dewasa.
MASALAH KEPENDUDUKAN DI INDONESIA
Jumlah penduduk Indonesia berada di urutan ke empat terbesar di dunia setelah berturut-turut China, India, Amerika Serikat dan keempat adalah Indonesia. Jumlah penduduk Indonesia dari hasil Sensus 2010 mencapai angka 237.641.326 (www.bps.go.id). Dari tahun ke tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah. Dari sensus tahun 1971-2010, jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah.
2. Tingginya Tingkat Pertumbuhan Penduduk
Besarnya laju pertumbuhan penduduk membuat pertambahan jumlah penduduk semakin meningkat. Semakin besar persentase kenaikannya maka semakin besar jumlah penduduknya. Kenaikan ini tentunya membawa dampak bagi kependudukan Indonesia. Dalam penentuan kebijakan semakin banyak yang perlu dipertimbangkan baik dalam hal penyediaan berbagai sarana dan prasaranan, fasilitas-fasilitas umum dan yang terpenting adalah kebijakan dalam rangka mengurangi laju pertumbuhan yang ada di Indonesia. Dari situlah muncul program KB dan kini ditangani olah BKKBN.
Teori Kependudukan Menurut Para Ahli
Teori maltus
pada tahun 1798 pendeta keristen bernama thomas robert maltus menulis sebuah buku berjudul essy on the principle of population. Menekankan hubungan antar pertambahan penduduk dengan pembangunan ekonomi.
Doktrin Pro – Natalis
Masyarakat zaman dulu hanya menganut 1 paham yang menginginkan keberadaan penduduk yang banyak sebagai generasi pengganti akibat tingkat kematian yang telalu tinggi. Plato dalam tulisannya “The Law” menekankan bahwa kestabilan jumlah penduduk amat penting demi untuk menjamin kesempurnaan hidup manusia. Zaman emperium Romawi, dibawah Caesar Julius dan Agustus Caesar ditandai dengan penganut Doktrin Pro-natalis. Dalam hal ini penduduk yang banyak mutlak harus dipersiapakan untuk kesiapan angkatan perang yang akan menjamin keselamatan emperiumnya. Jadi paham ini lebih banyak dianut oleh raja-raja zaman dahulu atau paling kurang masih memiliki pemikiran tradisional.
Doctrine Anti – Natalis
Paham ini didominasi oleh aliran kristenisi yang mulai berkembang di Eropa Tengah, dan doktrin ini berkembang dengan sangat pesat. Dewasa ini hampir semua negara berkembanng atau maju sudah menganut doktrin Anti-Natalis, karena dalam kenyataannya proses pembangunan ekonomi harus berorientasi pada keseimbangan antara jumlah penduduk dengan pertumbuhan ekonomi.
APA ITU PERPINDAHAN PENDUDUK....?
Perpindahan (mobilitas) penduduk disebut juga migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas daerah administrasi dalam suatu negara dengan tujuan untuk menetap. Misalnya perpindahan penduduk dari suatu daerah ke kota atau sebaliknya, dari suatu provinsi ke provinsi lain, dari suatu pulau ke pulau lain, dan dari suatu negara ke negara lain. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan seseorang melakukan kegiatan migrasi, yaitu karena faktor ekonomi, politik, sosial budaya, bencana alam, agama, dan keamanan.
Faktor Penarik Perpindahan Penduduk
ADA BERAPA JENIS PERPINDAHAN PENDUDUK....?
Migrasi berdasarkan daerah tujuannya dibedakan menjadi 2 JENIS migrasi YAITU internasional dan migrasi nasional.�a. Migrasi Internasional�Migrasi internasional adalah perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain atau antarnegara. Migrasi internasional terdiri dari berikut ini.�1) Imigrasi adalah masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan untuk menetap. Contohnya penduduk Malaysia berimigrasi ke Indonesia. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.�2) Emigrasi adalah keluarnya penduduk dari satu negara ke negara lain dengan tujuan untuk menetap. Contohnya penduduk Indonesia beremigrasi ke Australia. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.�3) Remigrasi atau repatriasi adalah kembalinya seseorang dari luar negeri ke tanah air atau kembalinya imigran ke negara asalnya.��b. Migrasi Nasional�Migrasi nasional adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain dalam satu wilayah negara. Migrasi nasional disebut juga migrasi internal atau migrasi intern. Jenis-jenis migrasi nasional di antaranya adalah urbanisasi dan transmigrasi.
FAKTOR YANG DAPAT MEMPENGARUHI
PROSES PERPINDAHAN PENDUDUK....?
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain.
Faktor-faktor terjadinya migrasi secara umum, yaitu :�1. Persediaan sumber daya alam�2. Lingkungan social budaya�3. Potensi ekonomi�4. Alat masa depan
Berikut adalah beberapa faktor-faktor pendorong terjadinya migrasi di daerah asal :
MENGAPA TERJADI PERPINDAHAN PENDUDUK....?
suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional).
APA KESULITAN/KENDALA PEMERINTAH DALAM MENJALANKAN PROGRAM TRANSMIGRASI....?
1.Janji manis untuk para transmigran kadang menjadi bumerang untuk mereka sendiri, harapan yang diletakan terlalu tinggi akhirnya susah dijangkau dan jika ini yang terjadi, setelah bantuan perbekalan tidak lagi diberikan, mereka akan pergi dari lahan transmigrasi, bermigrasi ke kota dan terjadilah penumpukan penduduk yang pada akhirnya melahirkan kecemburuan sosial yang dapat menjadi pemantik
2. Infrastruktur dan ketersediaan pupuk rupanya menjadi kendala dalam pelaksanaan program transmigrasi. Kedua hal itu mengemuka dalam seminar ketransmigrasian yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin (24/8/2015). Acara yang menghadirkan pembicara antara lain Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal��
KETENAGAKERJAAN
Apa itu ketenagakerjaan?
Dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2013 tentang ketenagakerjaan, disebutkan bahwa :
“Ketenagakerjaan adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan tenaga kerja baik pada waktu sebelum, selama, dan sesudah masa kerja”
Dari pengertian ketenagakerjaan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa ketenagakerjaan tidak selalu berhubungan dengan subjek, melainkan dengan berbagai faktor seperti sebelum masa kerja ada masalah kesempatan kerja yang sempit, lalu selama masa kerja ada masalah penggajian atau kualitas tenaga kerja yang rendah, dan sesudah masa kerja ada masalah pemenuhan hak pensiunan atau yang lainnya. Semua itu adalah bukti bahwa ketenagakerjaan menyangkut hal yang kompleks.
PENGERTIAN TENAGA KERJA
Tenaga kerja merupakan salah satu subjek dari ketenagakerjaan, menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 2013, Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutahan sendiri maupun untuk masyarakat.
Dari pengertian tenaga kerja tersebut berarti tidak semua penduduk bisa dikatakan sebagai tenaga kerja, karena pada dasarnya tidak semua orang mampu melakukan pekerjaan, maka dari itu tenaga kerja terbagi menjadi dua kelompok.
KELOMPOK TENAGA KERJA
a.) Angkatan Kerja
Angkatan kerja merupakan penduduk dalam usia kerja 15 tahun hingga 64 tahun, baik yang telah bekerja maupun yang belum bekerja.
Merupakan angkatan kerja yang benar-benar mempunyai pekerjaan atau sudah diserap oleh permintaan kerja.
Merupakan angkatan kerja yang ingin bekerja, tetapi belum mendapat pekerjaan.
b.) Bukan Angkatan Kerja
Penduduk yang dianggap tidak mampu (kurang dari 15 tahun dan lebih dari 64 tahun) dan tidak mau untuk bekerja, walaupun ada permintaan pekerjaan. Contoh penduduk bukan angkatan kerja adalah pelajar, ibu rumah tangga dan sebagainya
KLASIFIKASI TENAGA KERJA
Secara umum tenaga kerja dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja tidak terdidik, dan tenaga kerja terampil.
a.) Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mempunyai keahlian pada bidang tertentu, keahlian tersebut diperoleh dari bidang pendidikan. Contoh tenaga kerja terdidik adalah dosen, guru, dokter, akuntan, pengacara dan sebagainya.
KLASIFIKASI TENAGA KERJA
b.) Tenaga kerja terlatih
Tenaga kerja terlatih merupakan tenaga kerja yang memiliki keahlian pada bidang tertentu dan keahlian tersebut diperoleh dari pengalaman dan latihan. Contoh tenaga kerja terlatih adalah montir, tukang jahit, supir dan sebagainya
c.) Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih
Yaitu tenaga kerja yang bekerja hanya mengandalakan tenaganya saja, tidak memerlukan pendidikan dan latihan terlebih dahulu. Contohnya seperti buruh kasar, kuli, pembantu rumah tangga dan pekerjaan lainnya.
MASALAH KETENAGAKERJAAN
Masalah ketenagakerjaan banyak dialami oleh banyak negara termasuk Indonesia, masalah ketenagakerjaan timbul karena beberapa faktor seperti :
kesempatan kerja yang rendah, pendidikan yang rendah, pertumbuhan ekonomi yang rendah dan lain sebagainya.
Setiap negara berusaha untuk mengatasi masalah ini dengan berbagai cara, misalnya dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pendidikan, memperbaiki fasilitas dan sebagainya.
MASALAH KETENAGAKERJAAN
Berikut masalah-masalah yang sering muncul dari ketenagakerjaan Indonesia :
a.) Kualitas tenaga kerja yang rendah
Masalah kualitas tenaga kerja yang rendah timbul dari akibat tingkat pendidikan yang rendah, baik itu pendidikan formal maupun non formal. Tingkat pendidikan yang rendah ini biasanya terjadi akibat kemampuan ekonomi masyarakat Indonesia yang belum mampu menempuh pendidikan tinggi, akibatnya saat memasuki usia angkatan kerja timbul masalah kualitas tenaga kerja yang rendah.
b.) Jumlah kesempatan kerja yang rendah
Jumlah kesempatan kerja yang rendah timbul akibat dari produktivitas masyarakat yang rendah sehingga jumlah lapangan kerja tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Jika jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja maka akan menimbulkan masalah pengangguran.
MASALAH KETENAGAKERJAAN
c.) Persebaran tenaga kerja yang tidak merata
Pembangunan ekonomi yang tidak merata mengakibatkan persebaran tenaga kerja juga tidak merata. Sehingga tingkat kesejahteraan suatu daerah lain tidak seimbang, selain itu tidak meratanya pembangunan ekonomi dapat berimbas pada persebaran penduduk yang tidak merata
d.) Masalah pengangguran
Pengangguran merupakan masalah paling besar dalam ketenagakerjaan Indonesia. Hal ini disebabkan karena tingginya jumlah penduduk Indonesia yang tidak disamakan dengan kesempatan kerja yang cukup, selain itu rendahnya kualitas tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi juga menjadi faktor dalam munculnya masalah pengangguran ini.
Jumlah penduduk yang bekerja (pekerja) yang tumbuh lebih kencang dibanding angkatan kerja membuat pengangguran nasional turun. Seperti terlihat pada grafik di bawah ini, jumlah penduduk yang tidak bekerja pada 2015 mencapai 7,6 juta jiwa turun menjadi tinggal 7 juta jiwa pada 2018.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik jumlah pekerja pada Agustus 2018 tumbuh 2,47% menjadi 124,01 juta jiwa dari Agustus tahun sebelumnya. Sementara jumlah angkatan kerja pada periode yang sama hanya tumbuh 2,3% menjadi 131,01 juta jiwa dari sebelumnya. Alhasil, jumlah pengangguran turun 0,57% menjadi 7 juta jiwa dari sebelumnya.
Sebagai informasi angka pengangguran nasional pada Agustus 5,34% turun dari tahun sebelumnya 5,5% dari angkatan kerja. Di mana pengangguran di perkotaan sebesar 6,45% dan perdesaan 4,04%.
STATUS PEKERJAAN PENDUDUK INDONESIA
Empat puluh delapan juta lebih penduduk Indonesia bekerja sebagai buruh, pegawai, atau karyawan. Dibandingkan status pekerjaan lainnya, status pekerjaan sebagai buruh ini diisi oleh hampir 40 persen pekerja di Indonesia. Yang menggembirakan adalah, 23 juta pekerja berstatus berusaha sendiri (20 persen). ��
BIDANG PEKERJAAN YANG BANYAK MENYERAP TENAGA KERJA
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil awal Sensus Ekonomi (SE) 2016. Hasilnya terdapat lebih dari 70,3 juta tenaga kerja yang tersebar pada 26,71 juta usaha/perusahaan baik skala mikro kecil dan juga menengah besar. Distribusi tenaga kerja, didominasi oleh usaha/perusahaan perdagangan besar dan eceran sebanyak 22,4 juta orang atau 31,81 persen dari tenaga kerja yang ada di Indonesia.
Selanjutnya, berturut-turut dikuti oleh tenaga kerja lapangan usaha industri pengolahan sebesar 15,99 juta orang atau 22,75 persen dan penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minum sebesar 8,41 juta orang atau sebesar 11,97 persen.