1 of 38

Pelatihan Teknis Pendampingan Makan Bergizi dan Edukasi Pola Konsumsi Pangan Sehat Keluarga oleh Kader bagi Penyuluh Keluarga Berencana (Penyuluh KB) dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Tahun 2026

PEMENUHAN GIZI DAN KEAMANAN PANGAN BAGI IBU MENYUSUI, IBU HAMIL, DAN BALITA (3B)

2 of 38

POKOK BAHASAN 1

Pemenuhan Gizi bagi Ibu Menyusui, Ibu Hamil, Balita (3B), dan Keluarga

Memahami kebutuhan gizi spesifik untuk setiap kelompok sasaran demi terwujudnya generasi sehat dan berkualitas.

DURASI: 45 MENIT

POKOK BAHASAN 1 DARI 4

3 of 38

Mengapa Gizi Penting?

1000 Hari Pertama Kehidupan

Periode emas dari kehamilan hingga usia 2 tahun yang menentukan kualitas hidup jangka panjang.

Tumbuh Kembang Optimal

Nutrisi yang cukup mendukung perkembangan otak, fisik, dan kognitif anak secara menyeluruh.

Fakta Penting: Investasi gizi pada 1000 HPK memberikan dampak jangka panjang terhadap produktivitas, kesehatan, dan kecerdasan generasi mendatang.

Pencegahan Stunting

Gizi optimal mencegah gagal tumbuh dan keterlambatan perkembangan pada anak.

Kualitas SDM Bangsa

Generasi yang sehat dan cerdas merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

4 of 38

Mengapa kebutuhan gizi meningkat saat hamil?

Selama kehamilan, tubuh ibu mengalami perubahan fisiologis, sehingga asupan nutrisi tidak hanya memenuhi kebutuhan dirinya sendiri, tetapi juga menunjang tumbuh kembang janin secara optimal.

Gizi seimbang setiap hari penting untuk mencegah anemia, bayi lahir prematur dan berat badan lahir rendah

Zat Gizi Mikro Penting

Asam Folat

Zat Besi

    • Membantu pembentukan sel dan mencegah kelainan tabung saraf pada janin
    • Kebutuhan meningkat +200 μg setiap trimester
    • Sumber bahan makanan:
    • Diperlukan untuk pembentukan sel darah merah da mncegah anemia pada ibu hamil
    • Kebutuhan meningkat +9 mg pada trimester II & III
    • Sumber bahan makanan:

Telur

Sayuran hijau

Kacang-kacangan

Hati sapi

Hati sapi/hati ayam

Daging sapi

Bayam

Kacang-kacangan

Pemenuhan Gizi Ibu Hamil

Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 Kementerian Kesehatan RI

5 of 38

Pedoman Isi Piringku untuk Ibu Hamil

Prinsip Makan Ibu Hamil

🍽️ Porsi Lebih

Porsi makan lebih banyak, dikonsumsi sedikit tapi sering

💧 Cukup Cairan

Minum 8–12 gelas air putih per hari untuk mendukung sirkulasi dan produksi cairan ketuban.

🚫 Hindari

Makanan mentah, tinggi gula, tinggi garam, kafein berlebih, dan alkohol.

💊 Suplemen

Konsumsi tablet tambah darah (TTD) dan suplemen asam folat sesuai anjuran bidan/dokter.

Sumber: Kementerian Kesehatan

6 of 38

Pemenuhan Gizi Ibu Menyusui

Masa menyusui adalah periode ketika kebutuhan gizi ibu meningkat secara signifikan. Tubuh ibu memproduksi ASI setiap hari sebagai satu-satunya sumber nutrisi utama bagi bayi. Karena itu, ibu membutuhkan asupan energi dan zat gizi tambahan agar kualitas dan jumlah ASI tetap optimal tanpa mengorbankan kesehatan ibu.

Membantu memproduksi ASI berkualitas dan cukup

​

Menjaga kesehatan ibu dan mempercepat pemulihan setelah melahirkan

​

Mendukung tumbuh kembang bayi optimal

Manfaat Gizi Cukup Bagi Ibu Menyusui

Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 Kementerian Kesehatan RI

7 of 38

Pedoman Isi Piringku untuk Ibu Menyusui

Perlu diperhatikan:

Sumber: Kementerian Kesehatan

Jenis makanan perlu bervariasi, termasuk yang kaya protein hewani dan energi untuk mendukung produksi ASI

Porsi lebih banyak dan bervariasi, terutama protein hewani

Porsi makan sebaiknya lebih banyak, tetapi dikonsumsi dalam porsi kecil dan lebih sering

Air Putih = 14 gelas/hari pada 6 bulan pertama dan 12 gelas/hari pada 6 bulan kedua; cairan juga bisa diperoleh dari makanan berkuah seperti soto, bakso, sop, dan lainnya

Susui bayi sesering mungkin untuk menjaga produksi ASI tetap lancar

Batasi konsumsi gula, garam, lemak, kopi dan teh

8 of 38

Galaktagog Alami

Galaktagog adalah zat yang membantu merangsang produksi ASI. Berikut contoh galaktagog alami berdasarkan kelompok makanan:

Biji-bijian & Kacang

Contoh: Jagung, wijen, kacang tanah, almond

Manfaat: Mengandung fitoestrogen dan serat yang mendukung keseimbangan hormon dan energi.

Sayur & Buah

Contoh: Daun katuk, daun kelor, bayam, pepaya muda, kurma, pisang

Manfaat: Kaya vitamin A, C, kalsium, dan zat besi untuk sintesis ASI.

Sup Tradisional

Contoh: Sayur bening kelor/torbangun, sayur bening bayam, sayur daun katuk

Manfaat: Cairan hangat membantu hidrasi dan refleks oksitosin.

Minuman Sehat

Contoh: Air hangat, susu kedelai, jus pepaya, air jahe hangat

Manfaat: Menjaga hidrasi dan membantu refleks pengeluaran ASI (let-down).

Galaktagog bekerja optimal bila dikombinasikan dengan frekuensi menyusui yang cukup, istirahat yang baik, dan dukungan keluarga.

9 of 38

Menyusui lebih dari sekedar memberi makan

Memberikan perlindungan dari infeksi

Membantu pencernaan dan imunitas

Menyediakan zat gizi lengkap dan mudah diserap

Mendukung Perkembangan Otak dan Tubuh

Aman dan tidak menimbulkan alergi

Membantu bayi beradaptasi dengan rasa makanan

Pentingnya ASI

Pemenuhan Gizi Balita

Pada bayi usia 0-6 bulan sumber utama asupan berasal dari ASI

​

Air Susu Ibu merupakan makanan terbaik bagi bayi, terutama pada masa awal kehidupan. ASI mengandung zat gizi, antibodi, dan komponen penting lainnya yang tidak bisa digantikan oleh susu formula.

​

ASI Eksklusif adalah pemberian hanya ASI saja kepeda bayi sejak lahir hingga usia 6 bulan tanpa tambahan makanan, minuman, air putih, madu atau lainnya kecuali obat/tetes vitamin yang diresepkan oleh tenaga kesehatan.

Usia 0-6 Bulan

10 of 38

Pemenuhan Gizi Balita

Usia 12-59 Bulan

Sumber: Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 Kementerian Kesehatan RI

11 of 38

Pemenuhan Gizi Balita

Dengan Kebutuhan Spesifik

Alergi makanan adalah kondisi di mana makanan tertentu dapat memicu respons imun yang tidak normal.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam memenuhi gizi pada anak dengan alergi makanan adalah dengan memberikan alternatif bahan makanan untuk menggantikan bahan makanan sumber alergen (pemicu alergi) dengan bahan lain yang memiliki kandungan gizi serupa.

Sumber: Kemenkes; Instagram siloam Hospitals (27 Juni 2025)

12 of 38

Peran Keluarga dalam Pemenuhan Gizi Balita

Keluarga adalah lingkungan pertama dan utama yang menentukan kualitas gizi balita. Peran aktif seluruh anggota keluarga sangat menentukan tumbuh kembang optimal anak.

Pola Asuh yang mendukung gizi

Orangtua yang memiliki pengetahuan tentang gizi cenderung lebih mampu menyediakan makanan yang sehat untuk anak-anaknya.

Pembentukan kebiasaan makan sehat

Orangtua perlu menciptakan lingkungan yang mendukung kebiasaan makan yang baik, seperti makan dengan menu seimbang serta makan bersama di meja tanpa gangguan perangkat elektronik.

Dukungan emosional dan psikologis

Selain nutrisi fisik, dukungan emosional dan psikologis dari keluarga juga penting untuk kesejahteraan anak agar mereka merasa dicintai. Hal tersebut dapat mengurangi potensi anak mengalami masalah makan seperti picky eating atau gangguan makan lainnya.

13 of 38

POKOK BAHASAN 2

Keamanan Pangan Keluarga

Memahami prinsip dan praktik keamanan pangan untuk melindungi keluarga dari risiko penyakit akibat makanan yang tidak aman.

DURASI: 30 MENIT

POKOK BAHASAN 2 DARI 4

14 of 38

Prinsip Keamanan Pangan

WHO merekomendasikan Lima Kunci Keamanan Pangan yang harus diterapkan di setiap rumah tangga.

Jaga Kebersihan

Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Bersihkan peralatan masak secara rutin.

Pisahkan Makanan Mentah & Matang

Gunakan talenan dan peralatan berbeda untuk makanan mentah dan matang untuk mencegah kontaminasi silang.

Masak dengan Benar

Masak makanan hingga suhu aman (70°C). Pastikan daging, ikan, dan telur matang sempurna.

Simpan pada Suhu Aman

Simpan makanan di bawah 5°C atau di atas 60°C. Jangan biarkan makanan di zona bahaya (5–60°C) lebih dari 2 jam.

Gunakan Air & Bahan Baku Aman

Gunakan air bersih dan bahan pangan segar berkualitas. Pilih produk berlabel dan tidak kadaluarsa.

15 of 38

Kontaminasi Biologis, Kimia, dan Fisik

🦠 Kontaminasi Biologis

      • Bakteri: Salmonella, E. coli, Listeria, Staphylococcus
      • Virus: Norovirus, Hepatitis A
      • Parasit: Toxoplasma, cacing
      • Jamur: Aflatoksin pada kacang dan jagung

⚗️ Kontaminasi Kimia

      • Pestisida: Residu pada sayur dan buah
      • Logam berat: Merkuri, timbal, kadmium
      • BTP ilegal: Formalin, boraks, rhodamin B
      • Toksin alami: Sianida pada singkong mentah

🔩 Kontaminasi Fisik

      • Serpihan tulang, batu, atau pasir
      • Potongan logam atau kaca
      • Rambut atau serangga
      • Plastik atau benda asing lainnya

Ibu hamil sangat rentan terhadap Listeria dan Toxoplasma. Hindari konsumsi daging mentah, susu tidak dipasteurisasi, dan makanan laut mentah.

16 of 38

Standar Higiene dan Sanitasi Pangan

Penerapan higiene dan sanitasi yang baik di dapur rumah tangga adalah kunci utama mencegah kontaminasi pangan.

Higiene Perorangan

      • Cuci tangan 6 langkah dengan sabun
      • Potong kuku pendek dan bersih
      • Tidak memasak saat sakit
      • Gunakan celemek dan penutup kepala
      • Hindari batuk/bersin di atas makanan

Sanitasi Dapur & Peralatan

      • Bersihkan permukaan dapur setiap hari
      • Cuci peralatan dengan air panas + sabun
      • Simpan peralatan di tempat bersih & kering
      • Buang sampah setiap hari
      • Cegah masuknya serangga dan tikus

17 of 38

Praktik Penanganan Pangan Aman di Rumah

Langkah-langkah praktis yang harus diterapkan dalam setiap tahap penanganan pangan di rumah tangga.

Simpan

Pisahkan mentah dan matang; suhu tepat

Masak

Pastikan suhu aman; matang sempurna

Belanja

Pilih bahan segar; cek label

Sajikan

Sajikan segera atau tutup rapat

Siapkan

Cuci tangan dan bersihkan bahan

Penyimpanan Makanan

Makanan matang: konsumsi dalam 2 jam atau simpan di kulkas. Makanan beku: jangan dibekukan ulang setelah dicairkan.

Pemilihan Bahan Pangan

Pilih bahan segar, tidak berbau, tidak berlendir. Cek tanggal kadaluarsa dan label BPOM pada produk kemasan.

Penyajian Makanan

Sajikan makanan dalam wadah bersih dan tertutup. Pisahkan makanan bayi dari makanan dewasa untuk mencegah kontaminasi.

18 of 38

POKOK BAHASAN 3

Perilaku Konsumsi Pangan Keluarga

Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi pangan keluarga dan strategi membangun kebiasaan makan sehat.

DURASI: 30 MENIT

POKOK BAHASAN 3 DARI 4

19 of 38

20 of 38

Peran Orang Tua dalam Gizi Anak

Orang tua adalah role model utama dalam membentuk kebiasaan makan anak. Pola asuh makan yang tepat menentukan status gizi anak jangka panjang.

Menjadi Teladan

Anak meniru perilaku orang tua. Orang tua yang makan sayur dan buah mendorong anak melakukan hal yang sama.

Merencanakan Menu

Rencanakan menu mingguan yang bergizi, bervariasi, dan sesuai anggaran keluarga untuk memastikan kecukupan gizi.

Libatkan Anak

Ajak anak berbelanja dan memasak bersama. Anak yang terlibat dalam persiapan makanan lebih mau mencoba makanan baru.

Pemberian Makan Responsif

Kenali sinyal lapar dan kenyang anak. Jangan paksa makan berlebihan atau gunakan makanan sebagai hadiah/hukuman.

21 of 38

Membangun Kebiasaan Makan Sehat Sejak Dini

Kebiasaan makan yang terbentuk pada masa kanak-kanak cenderung bertahan hingga dewasa. Investasi terbaik adalah membangun fondasi gizi yang kuat sejak awal.

1

0–6 Bulan

ASI Eksklusif. Tidak ada makanan atau minuman lain selain ASI.

2

6–12 Bulan

MPASI bergizi + ASI. Perkenalkan beragam rasa, tekstur, dan warna makanan.

3

1–3 Tahun

Makanan keluarga. Biasakan makan bersama, jadwal teratur, dan variasi menu.

4

4–5 Tahun

Perkuat kebiasaan. Ajarkan memilih makanan sehat dan batasi junk food.

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang terbiasa makan sayur dan buah sejak dini memiliki risiko obesitas dan penyakit kronis yang lebih rendah di masa dewasa.

22 of 38

23 of 38

24 of 38

MEMBANGUN KEBIASAAN MAKAN SEHAT SEJAK DINI

25 of 38

Aturan Pemberian Makan Anak

26 of 38

Cara Menghadapi Penolakan Makan

27 of 38

Edukasi Pemberian Makanan Sehat Pada Anak

28 of 38

Pesan Kunci Membangun Kebiasaan Makan Sehat Pada Anak

29 of 38

POKOK BAHASAN 4

Penanganan Keracunan Makanan

Memahami penyebab, gejala, dan penanganan keracunan makanan secara tepat untuk melindungi keselamatan keluarga dan masyarakat.

DURASI: 30 MENIT

POKOK BAHASAN 4 DARI 4

30 of 38

Definisi Keracunan Makanan

Keracunan makanan (foodborne illness) adalah penyakit yang timbul akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh agen berbahaya seperti bakteri, virus, parasit, toksin, atau bahan kimia berbahaya.

Keracunan Infeksi

Disebabkan oleh mikroorganisme hidup (bakteri, virus, parasit) yang masuk ke tubuh melalui makanan dan berkembang biak di saluran pencernaan.

Keracunan Intoksikasi

Disebabkan oleh toksin atau racun yang sudah ada dalam makanan sebelum dikonsumsi, baik dari bakteri, jamur, maupun bahan kimia berbahaya.

Kejadian Luar Biasa (KLB)

Dua atau lebih orang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi makanan yang sama dari sumber yang sama dalam waktu berdekatan.

Kelompok paling rentan: ibu hamil, bayi, balita, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah. Keracunan makanan pada ibu hamil dapat membahayakan janin.

31 of 38

Penyebab Keracunan Makanan

Keracunan makanan dapat disebabkan oleh berbagai agen berbahaya yang mencemari pangan pada berbagai tahap rantai pangan:

🦠 Bakteri Patogen

      • Salmonella: Telur, daging unggas mentah
      • E. coli O157: Daging sapi, sayuran mentah
      • Staphylococcus aureus: Makanan yang ditangani dengan tangan
      • Listeria: Produk susu, daging olahan
      • Bacillus cereus: Nasi, pasta yang disimpan lama

⚗️ Bahan Kimia Berbahaya

      • Formalin: Pengawet ilegal pada ikan dan tahu
      • Boraks: Pengenyal ilegal pada bakso dan mie
      • Rhodamin B: Pewarna ilegal pada jajanan
      • Pestisida: Residu pada sayur dan buah
      • Logam berat: Merkuri pada ikan tertentu

🍄 Toksin Alami

      • Aflatoksin: Jamur pada kacang dan jagung
      • Sianida: Singkong yang tidak diolah benar
      • Solanin: Kentang yang menghijau
      • Tetrodotoksin: Ikan buntal
      • Histamin: Ikan tidak segar (scombroid)

32 of 38

Penanganan Darurat dan Pengobatan

Penanganan cepat dan tepat pada kasus keracunan makanan dapat mencegah komplikasi serius, terutama pada ibu hamil, menyusui, dan balita:

Rehidrasi Segera

Berikan oralit atau larutan gula-garam untuk mengganti cairan yang hilang akibat muntah dan diare. Pada balita, berikan ASI lebih sering.

Istirahat dan Pemantauan

Istirahatkan penderita dan pantau tanda-tanda dehidrasi: mulut kering, mata cekung, tidak buang air kecil, lemas berlebihan.

Rujuk ke Fasilitas Kesehatan

Segera bawa ke Puskesmas atau RS jika: gejala berat, dehidrasi parah, diare berdarah, kejang, atau korban adalah ibu hamil/balita.

Simpan Sampel Makanan

Simpan sisa makanan yang dicurigai sebagai penyebab untuk keperluan investigasi dan pemeriksaan laboratorium.

JANGAN: Memberikan obat anti-diare tanpa resep dokter pada balita. Diare adalah mekanisme tubuh membuang racun.

33 of 38

Pencegahan Keracunan Makanan

Pencegahan keracunan makanan dimulai dari kebiasaan sehari-hari di rumah tangga. Terapkan prinsip berikut secara konsisten:

Cuci Tangan Rutin

Cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah makanan, setelah ke toilet, dan setelah memegang bahan mentah.

Masak Hingga Matang

Pastikan daging, ikan, dan telur dimasak hingga matang sempurna. Panaskan kembali makanan sisa hingga benar-benar panas.

Simpan dengan Benar

Pisahkan bahan mentah dan makanan matang. Simpan di wadah tertutup. Gunakan kulkas untuk penyimpanan lebih dari 2 jam.

Pilih Bahan Berkualitas

Beli bahan pangan segar dari sumber terpercaya. Perhatikan tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan produk.

Gunakan Air Bersih

Gunakan air bersih dan aman untuk memasak, mencuci bahan makanan, dan membuat minuman. Rebus air jika perlu.

Jaga Kebersihan Dapur

Bersihkan dapur, peralatan masak, dan permukaan kerja secara rutin. Cegah masuknya serangga dan hewan pengerat.

34 of 38

PENUTUP

Bagian Penutup Pelatihan

Sesi evaluasi, refleksi, dan penutupan untuk memastikan pemahaman dan kesiapan peserta dalam menerapkan materi pelatihan.

EVALUASI & REFLEKSI

RENCANA TINDAK LANJUT

35 of 38

Evaluasi Pembelajaran

Jawablah pertanyaan berikut dengan memilih satu jawaban yang paling tepat:

1

Penjamah makanan wajib mencuci tangan menggunakan

A. Air hangat saja    B. Tisu basah    C. Sabun dan air mengalir    D. Alkohol saja    E. Lap kain

2

Berikut yang termasuk standar sanitasi tempat pengolahan pangan adalah

A. Tidak memiliki ventilasi    B. Lantai sulit dibersihkan    C. Tempat sampah terbuka    D. Tersedia sarana cuci tangan    E. Pencahayaan minim

3

Makanan matang tidak boleh dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang karena

A. Warna makanan berubah    B. Harga makanan meningkat    C. Dapat memicu pertumbuhan bakteri    D. Menjadi lebih asin    E. Mengurangi rasa pedas

4

Berikut yang merupakan contoh PHBS dalam MBG 3B adalah

A. Menyimpan sampah sembarangan    B. Menggunakan air kotor    C. Tidak mencuci tangan    D. Mengonsumsi makanan bergizi    E. Membiarkan lingkungan kotor

5

Salah satu indikator keberhasilan higiene sanitasi MBG 3B adalah

A. Tidak tersedia air bersih    B. Distribusi makanan higienis 100%    C. Banyaknya makanan basi    D. Penjamah makanan tidak memakai alat pelindung    E. Tempat pengolahan lembap dan kotor

36 of 38

Kunci Jawaban Evaluasi

Berikut kunci jawaban dari soal evaluasi pembelajaran. Gunakan untuk menilai pemahaman peserta pelatihan:

No.

Jawaban

Penjelasan

1

C

Sabun dan air mengalir adalah cara paling efektif membunuh kuman dan bakteri pada tangan penjamah makanan.

2

D

Tersedianya sarana cuci tangan adalah standar sanitasi dasar yang wajib ada di setiap tempat pengolahan pangan.

3

C

Suhu ruang (5°C–60°C) adalah zona bahaya di mana bakteri berkembang biak dengan cepat pada makanan matang.

4

D

Mengonsumsi makanan bergizi adalah contoh Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam program MBG 3B.

5

B

Distribusi makanan higienis 100% merupakan indikator keberhasilan penerapan higiene sanitasi dalam program MBG 3B.

37 of 38

Kesimpulan

Pelatihan ini telah membahas empat materi pokok yang saling berkaitan untuk mendukung pemenuhan gizi dan keamanan pangan keluarga Indonesia:

🤰 Gizi Ibu Hamil

Tambahan energi, protein, asam folat, zat besi, dan kalsium. Konsumsi suplemen wajib. Ikuti pedoman Isi Piringku.

🤱 Gizi Ibu Menyusui

Membutuhkan tambahan energi dan zat gizi untuk mendukung produksi ASI yang optimal, yaitu +330 kkal/hari pada periode 0–6 bulan dan +400 kkal/hari pada periode 6–12 bulan, disertai asupan protein dan cairan yang cukup.

👶 Gizi Balita

ASI eksklusif 0–6 bulan, MPASI tepat waktu, menu beragam bergizi seimbang, pantau tumbuh kembang rutin di Posyandu.

🛡️ Keamanan Pangan

Terapkan Lima Kunci Keamanan Pangan WHO. Jaga higiene dan sanitasi. Cegah kontaminasi biologis, kimia, dan fisik.

🍽️ Perilaku Konsumsi

Bangun kebiasaan makan sehat sejak dini. Pola asuh gizi responsif. Makan bersama keluarga secara teratur.

🚨 Penanganan Keracunan

Kenali gejala, lakukan rehidrasi segera, rujuk ke fasilitas kesehatan, dan laporkan KLB sesuai prosedur.

Pesan Kunci: Pendamping keluarga yang kompeten adalah ujung tombak perubahan perilaku gizi masyarakat Indonesia.

38 of 38

Terima Kasih

"Pemenuhan Gizi dan Keamanan Pangan Keluarga Merupakan Investasi Penting untuk Mewujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkualitas."