Aritmetika Sosial
Sumber: www.shutterstockcom
KOMPETENSI DASAR
PENGALAMAN BELAJAR
Untuk memenuhi kebutuhan yang beragam dalam hidupnya, manusia membutuhkan
barang dan jasa. Produsen memproduksi
barang untuk dijual dan konsumen membeli barang untuk memenuhi kebutuhannya,
sehingga terjadi proses jual beli seperti ditunjukkan pada gambar di samping.
Kegiatan jual beli akan berkaitan langsung dengan perhitungan yang dalam penyelesaiannya
membutuhkan matematika. Sebagai contoh, pengelola toko swalayan biasanya mengambil keuntungan sebesar 30 %. Jika toko tersebut memperoleh hasil penjualan 25 juta rupiah, berapa besar keuntungan yang diperoleh?
Harga barang dari pabrik, grosir, atau tempat lainnya disebut harga pembelian atau modal, sedangkan uang yang diterima oleh pedagang dari hasil penjualan barang itu disebut harga penjualan.
Dalam perdagangan, terdapat dua kemungkinan
yang akan dialami oleh pedagang, yaitu:
1. pedagang itu akan mendapat untung, atau
2. pedagang itu akan mengalami rugi.
6.1 Harga Pembelian, Harga Penjualan, Untung, dan Rugi
6.1.1 Untung dan Persentase Untung Penjual dikatakan mengalami untung jika harga penjualan lebih tinggi daripada harga pembelian (modal).
Untung = Harga Penjualan – Harga Pembelian (Modal).
Operasi sekolah membeli 1 dus sari buah yang berisi 24 gelas dengan harga Rp25.000. Sari buah itu kemudian dijual dengan harga Rp1.300 per gelas. Bandingkan harga pembelian dengan harga penjualan!
Harga pembelian = Rp25.000.
Harga penjualan = 24 × Rp1.300
= Rp31.200.
Ternyata harga penjualan lebih tinggi dari harga pembelian.
Selisih antara harga penjualan dan pembelian = Rp31.200 – Rp25.000 = Rp6.200.
Dalam hal ini, koperasi sekolah mendapat untung sebesar Rp6.200.
Penjual dikatakan mengalami rugi jika harga penjualan lebih rendah
daripada harga pembelian (modal).
Rugi = Harga Pembelian (Modal) – Harga Penjualan.
Contoh:
60 kg dengan harga Rp7.200 per kg dan 40 kg dengan harga Rp7.600 per
kg. Kedua jenis beras tersebut kemudian dicampur dan dijual dengan
harga Rp7.800 per kg.
a. Berapakah keuntungan pedagang itu?
b. Tentukan persentase keuntungan tersebut!
6.1.2 Rugi dan Persentase Rugi
2. Seorang pedagang durian membeli 100 buah durian
dengan harga seluruhnya Rp1.000.000, dan ongkos
angkut Rp100.000. Kemudian 40 buah durian itu
dijual dengan harga Rp13.000 per buah, 52 buah
dengan harga Rp10.000 per buah, dan sisanya busuk.
a. Berapakerugian pedagang itu?
b. Tentukan persentase kerugian tersebut!
6.1.3 Harga Pembelian dan Harga Penjualan
1. Harga penjualan = Harga pembelian (modal) + Untung.
Harga penjualan = Harga pembelian (modal) – Rugi.
2. Harga pembelian (modal) = Harga penjualan – Untung.
Harga pembelian (modal) = Harga penjualan + Rugi.
Harga penjualan = Harga pembelian – (Persentase rugi × Harga pembelian/modal).
2. Harga pembelian = Harga penjualan – (Persentase untung × Harga pembelian/modal).
Harga pembelian = Harga penjualan + (Persentase rugi × Harga pembelian/modal).
§ Untung = persentase untung × harga pembelian (modal).
§ Rugi = persentase rugi × harga pembelian (modal).
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 1 dan 2 pada
halaman 53 dan 56
6.2 Rabat ( Diskon ), Bruto, Tara, dan Neto
Rabat artinya potongan harga atau lebih dikenal
dengan istilah diskon. Rabat biasanya diberikan
kepada pembeli dari suatu grosir atau toko tertentu.
Contoh:
Sebuah toko memberikan diskon 20% untuk kaos
dan 15% untuk jenis barang lainnya. Jika Revi membeli
1 potong kaos dengan harga Rp75.000 dan sebuah tas
Dengan harga Rp90.000, berapa rupiah Revi harus
membayar?
Harga bersih = harga kotor – rabat (diskon)
6.2.1 Rabat atau Diskon
Sebuah karung berisi beras dengan berat seluruhnya 100 kg.
Jika berat karung 0,20 kg, maka:
berat beras = 100 kg – 0,20 kg
= 99,80 kg.
Berdasarkan uraian di atas, diperoleh hal-hal berikut:
§ Berat karung dan beras yaitu 100 kg disebut bruto (berat kotor).
§ Berat karung 0,20 kg disebut tara.
§ Berat beras 99,80 kg disebut neto (berat bersih).
5.3.2 Menyelesaikan Perbandingan
Neto = bruto – tara
Tara = persentase tara × bruto
Harga bersih = neto × harga per satuan berat
6.2.2 Bruto, Tara, dan Neto
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 3 pada
halaman 60
Bunga tabungan biasanya dihitung dalam persen yang berlaku untuk jangka waktu 1 tahun. Bunga 12% per tahun artinya tabungan akan mendapat bunga 12% jika telah disimpan di bank selama 1 tahun.
Jika kita menyimpan uang di bank,
maka uang kita akan bertambah karena
mendapat bunga. Jenis bunga tabungan
yang akan kita pelajari adalah bunga tunggal,
artinya yang mendapat bunga hanya modalnya
saja, sedangkan bunganya tidak berbunga lagi.
Apabila bunganya turut berbunga lagi,
maka disebut bunga majemuk
6.3 Bunga Tabungan dan Pajak
6.3.1 Bunga Tabungan ( Bunga Tunggal )
KEGIATAN SISWA HALAMAN 61
5.4.2 Sifat-Sifat Perbandingan Senilai ( Seharga )
6.3.2 Pajak
Catatan:
1. Pajak Penghasilan (PPh) mengakibatkan penerimaan menjadi berkurang.
2. Pajak Pertambahan Nilai (PPN) mengakibatkan harga bayar menjadi
bertambah.
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 4 pada
halaman 63