1 of 74

TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN

2 of 74

UNSUR SARANA PRODUKSI

Berperan penting didalam usaha mencapai produksi sesuai dengan tujuan yang diinginkan

Unsur sarana produksi

Benih dan bibit

Pupuk

ZPT

Inokulan

Pestisida

3 of 74

  • Benih

� biji tanaman atau suatu tunas yang belum aktif atau belum tumbuh yang digunakan untuk tujuan penanaman

Fase generatif dari daur kehidupan tanaman yang akan digunakan untuk memperbanyak diri secara generatif

Benih yang sudah berkecambah bibit

4 of 74

  • Pupuk

Bahan yang memberikan unsur hara pada tanaman

Dapat diberikan lewat tanah dan daun

  • ZPT

senyawa organik yang bukan hara yang dalam jumlah sedikit dapat mendorong pertumbuhan tanaman

Contoh : Atonik, IAA, IBA, NAA�

5 of 74

  • Inokulan

Bahan yang mengandung bakteri yang dapat bersimbiosis dengan tanaman didalam aktivitasnya

INOKULAN dapat memperkaya unsur hara yang diperlukan tanaman

Nitrogen

  • Pestisida
  • Senyawa kimia yang digunakan untuk pengendalian musuh-musuh tanaman

- Dapat berupa herbisida, insektisida, fungisida, rodentisida, acarisida, moluscasida, bakterisida

6 of 74

PERSEMAIAN DAN PEMBIBITAN

  • Teknologi Benih

Suatu ilmu pengetahuan tentang cara-cara untuk dapat memperbaiki sifat-sifat fisiologis fisik dari benih, yang mencakup :

  • Teknik-teknik menanam dan memanen yang terspesialisasi
  • Pembersihan dan pemisahan
  • Pengaturan kadar air
  • Produksi benih
  • Pengujian dan penyimpanan benih
  • Sertifikasi benih
  • Sejumlah proses-proses yang ditujukan untuk memperbaiki viabilitas dan daya kecambah benih atau penampilan tanaman berikutnya

Contoh : pemecahan dormansi pada biji yang keras (kopi, kelapa sawit), inokulasi benih legum dengan biakan bakteri

7 of 74

Contoh benih-benih yang mengalami dormansi

8 of 74

  • Tanda-tanda benih yang baik :
  • Sifat fisik baik
  • Sifat genetik baik
  • Sifat fisiologisnya baik
  • Sifat fisik benih berukuran seragam dan tidak ada kerusakan fisik pada permukaan benih
  • Sifat genetis benih murni genetiknya dan dari varietas unggul
  • Sifat fisiologis kemampuan benih untuk tumbuh baik pada kondisi lingkungan ekstrim di lapangan.
  • Ini ditandai dengan persentase benih yang berkecambah, kec. Berkecambah dan vigor kecambah di lapangan

9 of 74

Kriteria Pemilihan Benih

- Kadar air maksimal (berkisar 9 – 13%), tergantung jenis tanaman

- Kemurnian benih (97% dengan kotoran benih dan benih var. lain masing-masing 3% dan 0,1%, tergantung jenis tanaman

- Kemampuan benih berkecambah normal (daya tumbuh benih) adalah 60 – 90%

10 of 74

Penyimpanan benih dilakukan apabila :

  • Benih yang dipanen akan digunakan untuk pertanaman pada musim berikutnya
  • Benih perlu dikirim ke tempat lain yang memerlukan
  • Maksud penyimpanan benih :

Pemeliharaan benih pada jangka waktu yang lama tanpa mengalami kerusakan

  • Hal yang perlu diperhatikan :
  • Kelembaban
  • Suhu
  • Ketersediaan O2

11 of 74

  • Perlakuan Benih

Salah satu cara untuk membebaskan benih dari hama atau penyakit yang sering menyerang benih

  • Untuk memisahkan jasad yang menimbulkan penyakit atau kerusakan pada benih, sehingga dapat mencegah infeksi pada kecambah
  • Untuk menyelimuti benih dengan pestisida yang dapat melindungi benih dari jasad pengganggu setelah ditanam
  • Untuk inokulasi benih dengan bakteri rhizobium khususnya tanaman legum

Tujuan

Umumnya : perlakuan benih dengan pestisida

12 of 74

Berdasarkan sifat dan penggunaannya, perlakuan benih dengan pestisida ada 3 kategori :

  • Desinfeksi Benih

- Tujuan : memusnahkan jasad pengganggu yang telah menginfeksi benih baik yang berada di permukaan maupun yang berada jauh di dalam jaringan benih

- Menggunakan bahan kimia Formal dehid

  • Desinfestasi

  • Tujuan : membasmi jasad renik (patogen benih) yang terakumulasi pada permukaan tanpa menembus atau menginfeksi
  • Salah satu bahan kimia tembaga sulfat (dengan cara dicelup atau direndam

13 of 74

  • Proteksi Benih

Tujuan : menyelimuti benih dan kecambah muda dengan pestisida untuk mencegah infeksi atau kerusakan oleh jasad renik

14 of 74

Perlakuan benih dilakukan apabila benih yang digunakan diduga :

  • Mengandung penyakit

- Benih introduksi yang tidak melalui karantina

  • Benih banyak yang rusak akibat diserang penyakit

- Benih yang disimpan

  • Media tumbuh terinfeksi penyakit

- Gagal pada awal pertumbuhan

15 of 74

  • Inokulan

Tanaman leguminosa mempunyai bintil akar

Bintil akar organ simbiosis yang mampu melakukan penambatan nitrogen dari udara, sehingga tanaman mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan N dari hasil penambatan

Bintil akar yg terinfeksi

16 of 74

Bintil akar

17 of 74

Bintil akar kedelai

18 of 74

Bintil akar melepaskan senyawa organik ke dlm tanah

19 of 74

Simbiosis antara strain (ras) bakteri (rhizobium) dg sp. Leguminosa harus sesuai

Serasi akan menghasilkan bintil akar yang sangat efektif dalam menambat N2

  • Ras bakteri rhizobiun :

Rhizobium tipe A

Rhizobium tipe B

Membentuk bintil pada akar lateral

  • Membentuk kumpulan bintil pada akar tunjang dekat permukaan tanah
  • Bintil lbh besar, lebih berat, lebih efektif

20 of 74

Kegagalan penambatan N2 oleh bintil akar

  • Ketidakserasian bakteri dengan varietas tanaman
  • Tanah kahat hara terutama unsur fosfor
  • pH tanah rendah

Inokulasi diperlukan untuk :

Penanaman legum di tanah yg pertama kali dibuka

Penanaman jenis legum pd tanah yg populasi bakteri rhizobium sangat terbatas

Penanaman jenis legum yg baru di suatu daerah

Tujuan Inokulasi

Menyediakan ras Rhizobium yang paling serasi pada penanaman suatu jenis leguminosa sehingga terbentuk bintil akar yg efektif

21 of 74

Inokulasi dapat dilakukan dengan beberapa cara

  • Menggunakan Tanah

- Sebagai inokulan dipakai tanah yang pernah ditanami jenis leguminosa yang akan ditanam dan telah menunjukkan bintil akarnya efektif

- Caranya : tanah sbg inokulan dicampur dg biji yang akan ditanam

  • Cara Alami

- Dengan menanam jenis leguminosa berturut-turut pada suatu daerah shg suatu populasi rhizobium yang mempu membentuk bintil akar pada leguminosa akan berkembang

  • Dengan biakan murni Rhizobium

- Biakan murni ras Rhizobium yg dipakai sgb inokulan dpt berupa kultur cair, kultur agar atau biakan Rhizobium dalam bentuk bubuk

22 of 74

Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bakteri Rhizobium yang ada pada bintil akar

  • Suhu (suhu optimum u/ bakteri Rhizobium 18oC – 26oC, minimum 3oC dan maksimum 45oC
  • pH optimum, sedikit dibawah netral – agak alkali.
  • pH 5,0, beberapa ras Rhizobium masih dapat hidup
  • pH 4,4, tidak berkembang di dalam tanah
  • Unsur hara di dalam tanah

 

 

 

 

 

 

 

 

23 of 74

  • Persiapan Bibit

Penanaman benih ada 2 cara :

  • Disemai terlebih dahulu sebelum ditanam (Transplanting)
  • Ditanam langsung di lapangan (Direct Seeding)

Tujuan Persemaian

Memberikan pengaruh lingkungan yang lebih baik selama awal pertumbuhan bibit sehingga bibit mampu tumbuh dan berkembang baik serta berproduksi baik

24 of 74

Syarat benih yang harus disemai dahulu :

  • Tanaman mudah dipindahkan
  • Harga benih mahal untuk memperkecil biaya pemeliharaan dan menjamin pertumbuhan benih/bibit
  • Benih/bibit memerlukan perlakuan khusus karena kondisi lapangan belum memungkinkan untuk ditanam, contoh : padi

Syarat untuk Direct Seeding:

  • Benihnya sukar dipindahkan
  • Biaya pemindahan cukup tinggi

25 of 74

Persemaian ada 2 :

  • Persemaian Pendahuluan (Pre Nursery)

  • Mengecambahkan benih agar cepat tumbuh dan seragam pertumbuhannya
  • Dapat menghindarkan kerusakan bibit akibat serangan hama dan penyakit

26 of 74

  • Persemaian Pemeliharaan (Pembibitan/Penyapihan/ Main Nursery)

Merupakan tempat menampung dan memelihara bibit yang mulai tumbuh dan berkembang sebelum dipindahkan ke lapangan, sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik pada kondisi lapangan

27 of 74

28 of 74

Keuntungan persemaian/pembibitan

  • Pemeliharaan tanaman lebih mudah dan cukup dipusatkan di suatu tempat yang relatif kecil
  • Dapat menggunakan sebidang tanah yang kecil dan terpilih kesuburannya
  • Tidak tergantung musin
  • Waktu tanam dapat dipercepat
  • Dapat diadakan seleksi bibit dengan lebih teliti
  • Dapat dipakai sebagai bahan untuk menyulam

29 of 74

Kerugian dari persemaian/pembibitan

Pemindahan tanaman dr persemaian ke lapangan mengakibatkan stagnasi pertumb.

Terjadi kerusakan pd bagian tanaman terutama akar

Memerlukan biaya dan tenaga kerja tambahan

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk menyiapkan persemaian

  • Menentukan waktu pembuatan persemaian dan menyemaikan benih
  • Perlakuan benih sebelum disemai
  • Menentukan tempat persemaian

30 of 74

Secara umum, syarat tempat persemaian / pembibitan yang baik

  • Untuk bedengan tanah gembur dan subur
  • Dekat dengan sumber air
  • Dekat dengan areal penanaman
  • Tempatnya datar
  • Terlindung dari gangguan ayam dan bebas dari sumber hama dan penyakit

31 of 74

Persemaian/pembibitan dalam kantong plastik (polybag) lebih menguntungkan :

  • Tidak terjadi stagnasi pada waktu penanaman di lapangan
  • Bibit dapat langsung dipindahkan ke lapangan apabila cukup umur
  • Tidak memerlukan penyiangan
  • Lebih mudah, murah dan praktis

32 of 74

PERSIAPAN LAHAN

  • Tanaman akan tumbuh dan memberikan hasil yang optimal jika ditanam pada lahan yang aerasi dan drainase baik, tekstur tanah ringan
  • Salah satu kegiatan agronomi untuk menunjang keberhasilan usaha adalah kegiatan pengelolaan lahan yang tepat

Ciri-ciri metode penyiapan lahan yang baik

1. Tingkat kesesuaian lahan yang relatif tinggi

2. Tidak menimbulkan masalah dalam pengendalian gulma

3. Masukan rendah dengan keluaran yang tinggi

33 of 74

Secara umum, ada 2 tahap utama dalam penyiapan lahan :

1. Pembersihan lahan

2. Pengelolaan pasca pembukaan lahan

Macam-macam cara penyiapan lahan

34 of 74

  • Lahan Kering

Prinsipnya melapangkan tanah dari pohon , semak belukar atau gulma yang ada pada permukaan lahan, kemudian dibakar

Lahan diolah secara manual ladang berpindah

Kerugian :

  • Waktunya lama dan tenaga kerjanya banyak
  • Kurang memperhatikan usaha konservasi

35 of 74

  • Lahan Alang-alang

Pembukaan lahan menggunakan herbisida atau secara manual

Keuntungan :

Penghematan sumber daya, waktu dan tenaga kerja

36 of 74

  • Lahan Hutan

Tebas semak untuk membuat rintisan, sebagai batas areal yang akan diusahakan

Tebang tujuannya membersihkan seluruh tegakan pohon.

Sebelum penebangan, dilakukan tebang pilih untuk memilih kayu yang mempunyai nilai ekonomis

37 of 74

Pembakaran vegetasi

Indikator : kayu-kayu sudah kering, retak-retak, daunnya sudah gugur dan sekitar 1 minggu tidak turun hujan

38 of 74

  • Lahan Rawa

Didahului dengan pembuatan kanal Untuk mengatur tata air

Untuk daerah pasang surut, tujuan pembuatan kanal :

Menurunkan permukaan air dan memudahkan lalu lintas air tawar masuk ke lahan

-Pada waktu surut, air akan membawa bahan-bahan yang bersifat masam ke saluran pembuangan sehingga kemasaman tanah akan berkurang

39 of 74

Persiapan lahan rawa, pada prinsipnya :

1. Membersihkan saluran-saluran, terutama saluran tersier

2. Semak belukar dan gulma yang ada dibersihkan dengan jalan menebas atau membakar

3. Pengolahan tanah dengan cara mencangkul, membajak dan menggunakan tenaga hewan dan traktor tangan

4. Memperbaiki pematang dan saluran lalu lintas masuknya air pasang

40 of 74

Sistem surjan di lahan pasang surut

Pengembangan kedelai di lahan pasang surut

41 of 74

  • Lahan Lebak

Umumnya ditanam padi pada musim kemarau, sehingga panen air kering sama sekali

Persiapan lahan :

1. Membersihkan lahan dari tumbuhan air pd waktu air msh menggenang

Memancah

2. Tumbuhan air tsb dibenamkan ke dalam tanah

3. Apabila air surut (1m), sisa tumbuhan yg tdk terurai diangkut ke pematang

Melulun

4. Lahan dibiarkan 1-2 bln, sambil menunggu permukaan air turun menjadi 30 cm atau sesuai dengan tinggi bibit Bibit ditanam

42 of 74

Penanaman di lahan lebak

43 of 74

  • Lahan Mikro

Media tumbuh tanaman berupa media agar untuk budidaya jaringan (kultur jaringan) atau media hidroponik (Water culture)

44 of 74

Hidroponik

Media Tanam Bukan Tanah :

  • Air
  • Rockwool, arang sekam, pasir dll
  • Untuk media selain air → hrs mampu mengikat air (tergantung ukuran partikel, bentuk & porositasnya)
  • Semakin kecil ukuran partikel & besar luas permk & jumlah pori → semakin besar kemampuan menahan air

Rockwool Culture

Arang Sekam

Pasir

45 of 74

PERBANDINGAN BUDIDAYA � MEDIA TANAH & HIDROPONIK

  • > Tenaga kerja
  • Variabilitas hara
  • Populasi tan. terbatas
  • Gulma
  • Hama dan penyakit
  • Keterbatasan air
  • Memerlukan + pupuk
  • Kualitas produk
  • Hasil panen (kentang 40 t/ha, tomat 40 t/ha)
  • Ramah lingkungan

  • < Tenaga kerja
  • Hara terkendali
  • Populasi ++
  • Tidak ada gulma
  • < Hama & Penyakit
  • Air
  • Pupuk
  • Kualitas produk ++
  • Hasil panen ++ (kentang 200 t/ha, tomat 240 t/ha)
  • Kurang/tidak ramah lingkungan

46 of 74

Metode budidaya tanaman pada hidroponik dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat dimana tanaman ditumbuhkan :

  1. Metode air

Tanaman ditumbuhkan di dalam air yg dilengkapi larutan hara

2. Metode Pasir

Menggunakan pasir sebagai media tumbuh tanaman.

Pasir hrs steril + air +hara

3. Metode Agregasi Medium Tumbuh

Menggunakan kerikil, tumbukan bata, pecahan genteng +air+hara

47 of 74

Pengelolaan Pasca Pembukaan Lahan

Tujuan : untuk pengelolaan konservasi lahan dan pengendalian gulma

Metode Pengelolaan Pasca Pembukaan Lahan :

  1. Pengelolaan lahan dengan penutup tanah leguminosa (Cover crop)

Tujuan : untuk mengendalikan erosi dan gulma

- Dilakukan untuk lahan yang berasal dari hutan primer atau sekunder dg kerapatan pohon tinggi

48 of 74

Manfaat tanaman penutup tanah :

  • Melindungi permukaan tanah dari cahaya matahari dan suhu yang tinggi sehingga kelembaban tanah terjaga
  • Melindungi permukaan tanah dari hujan sehingga dapat menghindarkan pengikisan tanah pada lahan miring
  • Menambah bahan organik tanah sehingga memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah
  • Jika menggunakan tanaman jenis kacangan, maka dapat meningkatkan kandungan nitrogen yg bisa digunakan oleh tanaman yg kita usahakan

49 of 74

Penggunaan tanaman penutup tanah di kebun kelapa sawit

50 of 74

2. Pengelolan lahan dengan teras individu dan herbisida

Tujuan : mengendalikan erosi

Dilakukan pada lahan yang berlereng

51 of 74

Lahan yang mengalami erosi

52 of 74

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi erosi ini adalah :

  1. Menutup tanah dengan vegetasi agar terlindung dari daya perusak butir butir air hujan
  2. Memperbaiki dan menjaga keadaan tanah agar resisten terhadap penghancuran agregat
  3. Mengatur aliran permukaan agar mengalir dengan kecepatan yang tidak merusak dan memperbesar jumlah air yang terinfiltrasi ke dalam tanah

53 of 74

3. Pengelolaan lahan untuk tanaman pangan atau dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela di antara tanaman perkebunan

Tujuan : mengendalikan erosi

54 of 74

Jagung dan ubi jalar

55 of 74

Pisang dan kelapa sawit

56 of 74

PENANAMAN

Ada 2 cara :

Secara sebar langsung (direct seeding)

Melalui persemaian atau pembibitan

1. Kedalamam Tanam.

- Tergantung dari tipe perkecambahan, ukuran benih, kandungan air dan O2 dalam tanah.

- Menentukan tingkat pertumbuhan dan kecepatan tumbuh

2. Kerapatan Tanaman

- Berpengaruh terhadap populasi tanaman

- Harus diatur jarak tanam

Faktor penting yang perlu diperhatikan pada penanaman secara sebar langsung :

57 of 74

Cara pemindahan bibit :

Cara cabutan.

- Dengan mencabut tanaman muda langsung dari tanah

. -Kebaikan : mudah melaksanakannya, mudah diangkut, biaya lebih murah.

-Kelemahan : kemungkinan terjadi kerusakan akar dan stagnasi bibit

Cara putaran Pemindahan tanaman muda dengan mengikut sertakan tanahnya

Cara stump

- Bibit yang dipindahkan dipangkas terlebih dahulu akar tunggangnya dan batangnya sampai 25 – 60 cm.

- Cara ini dilakukan untuk bibit yang sudah tua.

Contoh : bibit karet

58 of 74

PEMELIHARAAN TANAMAN

  1. Penyulaman

Dilakukan pada benih atau bibit yang tidak tumbuh

Tujuannya agar tidak mengurangi hasil per satuan luas

Batas waktu dapat dilakukan penyulaman tergantung jenis tanaman

59 of 74

2. Penyiraman

Sangat diperlukan terutama untuk tanaman pangan/palawija, sayuran dan tanaman semusim

Untuk tanaman perkebunan, kebutuhan akan air sepenuhnya tergantung pada alam/hujan

Penting untuk pertumbuhan vegetatif, pembentukan bunga dan pembentukan buah

60 of 74

Beberapa tanaman tertentu membutuhkan naungan karena tidak tahan terhadap intensitas cahaya yang tinggi

Contoh : kopi, kakao

Naungan terdiri dari :

- Naungan buatan

- Naungan alami pohon pelindung

3. Pemberian naungan

61 of 74

Perkebunan Kopi

Tanaman Kakao

62 of 74

4. Pemberian lanjaran

  • Tanaman merambat perlu lanjaran
  • Fungsi : sebagai penopang batang untuk dapat berdiri

Lanjaran dapat berupa tiang atau pohon hidup

63 of 74

5. Pembubunan

  • Memperbaiki aerasi dan drainase di sekitar akar
  • Contoh : tebu

- Agar akar dapat berkembang lebih sempurna dan kuat menopang batang serta tanaman bagian atas

64 of 74

6. Pemangkasan

Tujuan dari pemangkasan adalah :

  • Agar sirkulasi udara baik untuk penyerbukan

- Distribusi fotosintat efisien

- Mengurangi kelembaban → HPT

- Tidak menghalangi pembesaran buah

- Memudahkan panen

65 of 74

7. Pemupukan

  • Pupuk organik, pupuk anorganik
  • Pupuk butiran, pupuk cair
  • Pupuk perakaran, pupuk daun

Pemupukan harus memenuhi kaidah 4T (4 tepat), yaitu:

    • Tepat jenis
    • Tepat cara
    • Tepat dosis
    • Tepat waktu

66 of 74

Teknik Pemupukan

Larikan

Disebar

Ditabur di sekeliling tanaman

67 of 74

Pemberian Pupuk Kandang

68 of 74

8. Pengendalian Hama, Penyakit, Gulma

  • Fisik – mekanis
  • Kimia
  • Hayati
  • Pola tanam

Terpadu

69 of 74

Pengendalian secara mekanik

70 of 74

Pengendalian secara kimia

71 of 74

Panen

  • Kegiatan akhir dari budidaya tanaman
  • Waktu panen tergantung jenis tanaman dan bagian tanaman (akar, batang, daun, bunga dan buah) yang akan dipanen
  • Harus memenuhi kriteria panen
  • Hasil panen dikatakan baik, bukan hanya jumlah (kuantitas) yang tinggi, tapi juga mutu (kualitas) yang tinggi

72 of 74

73 of 74

74 of 74

SEKIAN