TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN
UNSUR SARANA PRODUKSI
Berperan penting didalam usaha mencapai produksi sesuai dengan tujuan yang diinginkan
Unsur sarana produksi
Benih dan bibit
Pupuk
ZPT
Inokulan
Pestisida
� biji tanaman atau suatu tunas yang belum aktif atau belum tumbuh yang digunakan untuk tujuan penanaman
Fase generatif dari daur kehidupan tanaman yang akan digunakan untuk memperbanyak diri secara generatif
Benih yang sudah berkecambah bibit
�
Bahan yang memberikan unsur hara pada tanaman
Dapat diberikan lewat tanah dan daun
senyawa organik yang bukan hara yang dalam jumlah sedikit dapat mendorong pertumbuhan tanaman
Contoh : Atonik, IAA, IBA, NAA�
Bahan yang mengandung bakteri yang dapat bersimbiosis dengan tanaman didalam aktivitasnya
INOKULAN dapat memperkaya unsur hara yang diperlukan tanaman
Nitrogen
- Dapat berupa herbisida, insektisida, fungisida, rodentisida, acarisida, moluscasida, bakterisida
PERSEMAIAN DAN PEMBIBITAN
Suatu ilmu pengetahuan tentang cara-cara untuk dapat memperbaiki sifat-sifat fisiologis fisik dari benih, yang mencakup :
Contoh : pemecahan dormansi pada biji yang keras (kopi, kelapa sawit), inokulasi benih legum dengan biakan bakteri
Contoh benih-benih yang mengalami dormansi
Kriteria Pemilihan Benih
- Kadar air maksimal (berkisar 9 – 13%), tergantung jenis tanaman
- Kemurnian benih (97% dengan kotoran benih dan benih var. lain masing-masing 3% dan 0,1%, tergantung jenis tanaman
- Kemampuan benih berkecambah normal (daya tumbuh benih) adalah 60 – 90%
Penyimpanan benih dilakukan apabila :
Pemeliharaan benih pada jangka waktu yang lama tanpa mengalami kerusakan
Salah satu cara untuk membebaskan benih dari hama atau penyakit yang sering menyerang benih
Tujuan
Umumnya : perlakuan benih dengan pestisida
Berdasarkan sifat dan penggunaannya, perlakuan benih dengan pestisida ada 3 kategori :
- Tujuan : memusnahkan jasad pengganggu yang telah menginfeksi benih baik yang berada di permukaan maupun yang berada jauh di dalam jaringan benih
- Menggunakan bahan kimia Formal dehid
Tujuan : menyelimuti benih dan kecambah muda dengan pestisida untuk mencegah infeksi atau kerusakan oleh jasad renik
Perlakuan benih dilakukan apabila benih yang digunakan diduga :
- Benih introduksi yang tidak melalui karantina
- Benih yang disimpan
- Gagal pada awal pertumbuhan
Tanaman leguminosa mempunyai bintil akar
Bintil akar organ simbiosis yang mampu melakukan penambatan nitrogen dari udara, sehingga tanaman mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan N dari hasil penambatan
Bintil akar yg terinfeksi
Bintil akar
Bintil akar kedelai
Bintil akar melepaskan senyawa organik ke dlm tanah
Simbiosis antara strain (ras) bakteri (rhizobium) dg sp. Leguminosa harus sesuai
Serasi akan menghasilkan bintil akar yang sangat efektif dalam menambat N2
Rhizobium tipe A
Rhizobium tipe B
Membentuk bintil pada akar lateral
Kegagalan penambatan N2 oleh bintil akar
Inokulasi diperlukan untuk :
Penanaman legum di tanah yg pertama kali dibuka
Penanaman jenis legum pd tanah yg populasi bakteri rhizobium sangat terbatas
Penanaman jenis legum yg baru di suatu daerah
Tujuan Inokulasi
Menyediakan ras Rhizobium yang paling serasi pada penanaman suatu jenis leguminosa sehingga terbentuk bintil akar yg efektif
Inokulasi dapat dilakukan dengan beberapa cara
- Sebagai inokulan dipakai tanah yang pernah ditanami jenis leguminosa yang akan ditanam dan telah menunjukkan bintil akarnya efektif
- Caranya : tanah sbg inokulan dicampur dg biji yang akan ditanam
- Dengan menanam jenis leguminosa berturut-turut pada suatu daerah shg suatu populasi rhizobium yang mempu membentuk bintil akar pada leguminosa akan berkembang
- Biakan murni ras Rhizobium yg dipakai sgb inokulan dpt berupa kultur cair, kultur agar atau biakan Rhizobium dalam bentuk bubuk
Faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas bakteri Rhizobium yang ada pada bintil akar
Penanaman benih ada 2 cara :
Tujuan Persemaian
Memberikan pengaruh lingkungan yang lebih baik selama awal pertumbuhan bibit sehingga bibit mampu tumbuh dan berkembang baik serta berproduksi baik
Syarat benih yang harus disemai dahulu :
Syarat untuk Direct Seeding:
Persemaian ada 2 :
Merupakan tempat menampung dan memelihara bibit yang mulai tumbuh dan berkembang sebelum dipindahkan ke lapangan, sehingga bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik pada kondisi lapangan
Keuntungan persemaian/pembibitan
Kerugian dari persemaian/pembibitan
Pemindahan tanaman dr persemaian ke lapangan mengakibatkan stagnasi pertumb.
Terjadi kerusakan pd bagian tanaman terutama akar
Memerlukan biaya dan tenaga kerja tambahan
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk menyiapkan persemaian
Secara umum, syarat tempat persemaian / pembibitan yang baik
Persemaian/pembibitan dalam kantong plastik (polybag) lebih menguntungkan :
PERSIAPAN LAHAN
Ciri-ciri metode penyiapan lahan yang baik
1. Tingkat kesesuaian lahan yang relatif tinggi
2. Tidak menimbulkan masalah dalam pengendalian gulma
3. Masukan rendah dengan keluaran yang tinggi
Secara umum, ada 2 tahap utama dalam penyiapan lahan :
1. Pembersihan lahan
2. Pengelolaan pasca pembukaan lahan
Macam-macam cara penyiapan lahan
Prinsipnya melapangkan tanah dari pohon , semak belukar atau gulma yang ada pada permukaan lahan, kemudian dibakar
Lahan diolah secara manual ladang berpindah
Kerugian :
Pembukaan lahan menggunakan herbisida atau secara manual
Keuntungan :
Penghematan sumber daya, waktu dan tenaga kerja
Tebas semak untuk membuat rintisan, sebagai batas areal yang akan diusahakan
Tebang tujuannya membersihkan seluruh tegakan pohon.
Sebelum penebangan, dilakukan tebang pilih untuk memilih kayu yang mempunyai nilai ekonomis
Pembakaran vegetasi
Indikator : kayu-kayu sudah kering, retak-retak, daunnya sudah gugur dan sekitar 1 minggu tidak turun hujan
Didahului dengan pembuatan kanal Untuk mengatur tata air
Untuk daerah pasang surut, tujuan pembuatan kanal :
Menurunkan permukaan air dan memudahkan lalu lintas air tawar masuk ke lahan
-Pada waktu surut, air akan membawa bahan-bahan yang bersifat masam ke saluran pembuangan sehingga kemasaman tanah akan berkurang
Persiapan lahan rawa, pada prinsipnya :
1. Membersihkan saluran-saluran, terutama saluran tersier
2. Semak belukar dan gulma yang ada dibersihkan dengan jalan menebas atau membakar
3. Pengolahan tanah dengan cara mencangkul, membajak dan menggunakan tenaga hewan dan traktor tangan
4. Memperbaiki pematang dan saluran lalu lintas masuknya air pasang
Sistem surjan di lahan pasang surut
Pengembangan kedelai di lahan pasang surut
Umumnya ditanam padi pada musim kemarau, sehingga panen air kering sama sekali
Persiapan lahan :
1. Membersihkan lahan dari tumbuhan air pd waktu air msh menggenang
Memancah
2. Tumbuhan air tsb dibenamkan ke dalam tanah
3. Apabila air surut (1m), sisa tumbuhan yg tdk terurai diangkut ke pematang
Melulun
4. Lahan dibiarkan 1-2 bln, sambil menunggu permukaan air turun menjadi 30 cm atau sesuai dengan tinggi bibit Bibit ditanam
Penanaman di lahan lebak
Media tumbuh tanaman berupa media agar untuk budidaya jaringan (kultur jaringan) atau media hidroponik (Water culture)
Hidroponik
Media Tanam Bukan Tanah :
Rockwool Culture
Arang Sekam
Pasir
PERBANDINGAN BUDIDAYA � MEDIA TANAH & HIDROPONIK
Metode budidaya tanaman pada hidroponik dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat dimana tanaman ditumbuhkan :
Tanaman ditumbuhkan di dalam air yg dilengkapi larutan hara
2. Metode Pasir
Menggunakan pasir sebagai media tumbuh tanaman.
Pasir hrs steril + air +hara
3. Metode Agregasi Medium Tumbuh
Menggunakan kerikil, tumbukan bata, pecahan genteng +air+hara
Pengelolaan Pasca Pembukaan Lahan
Tujuan : untuk pengelolaan konservasi lahan dan pengendalian gulma
Metode Pengelolaan Pasca Pembukaan Lahan :
Tujuan : untuk mengendalikan erosi dan gulma
- Dilakukan untuk lahan yang berasal dari hutan primer atau sekunder dg kerapatan pohon tinggi
Manfaat tanaman penutup tanah :
Penggunaan tanaman penutup tanah di kebun kelapa sawit
2. Pengelolan lahan dengan teras individu dan herbisida
Tujuan : mengendalikan erosi
Dilakukan pada lahan yang berlereng
Lahan yang mengalami erosi
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi erosi ini adalah :
3. Pengelolaan lahan untuk tanaman pangan atau dengan tanaman pangan sebagai tanaman sela di antara tanaman perkebunan
Tujuan : mengendalikan erosi
Jagung dan ubi jalar
Pisang dan kelapa sawit
PENANAMAN
Ada 2 cara :
Secara sebar langsung (direct seeding)
Melalui persemaian atau pembibitan
1. Kedalamam Tanam.
- Tergantung dari tipe perkecambahan, ukuran benih, kandungan air dan O2 dalam tanah.
- Menentukan tingkat pertumbuhan dan kecepatan tumbuh
2. Kerapatan Tanaman
- Berpengaruh terhadap populasi tanaman
- Harus diatur jarak tanam
Faktor penting yang perlu diperhatikan pada penanaman secara sebar langsung :
Cara pemindahan bibit :
Cara cabutan.
- Dengan mencabut tanaman muda langsung dari tanah
. -Kebaikan : mudah melaksanakannya, mudah diangkut, biaya lebih murah.
-Kelemahan : kemungkinan terjadi kerusakan akar dan stagnasi bibit
Cara putaran Pemindahan tanaman muda dengan mengikut sertakan tanahnya
Cara stump
- Bibit yang dipindahkan dipangkas terlebih dahulu akar tunggangnya dan batangnya sampai 25 – 60 cm.
- Cara ini dilakukan untuk bibit yang sudah tua.
Contoh : bibit karet
PEMELIHARAAN TANAMAN
Dilakukan pada benih atau bibit yang tidak tumbuh
Tujuannya agar tidak mengurangi hasil per satuan luas
Batas waktu dapat dilakukan penyulaman tergantung jenis tanaman
2. Penyiraman
Sangat diperlukan terutama untuk tanaman pangan/palawija, sayuran dan tanaman semusim
Untuk tanaman perkebunan, kebutuhan akan air sepenuhnya tergantung pada alam/hujan
Penting untuk pertumbuhan vegetatif, pembentukan bunga dan pembentukan buah
Beberapa tanaman tertentu membutuhkan naungan karena tidak tahan terhadap intensitas cahaya yang tinggi
Contoh : kopi, kakao
Naungan terdiri dari :
- Naungan buatan
- Naungan alami pohon pelindung
3. Pemberian naungan
Perkebunan Kopi
Tanaman Kakao
4. Pemberian lanjaran
Lanjaran dapat berupa tiang atau pohon hidup
5. Pembubunan
- Agar akar dapat berkembang lebih sempurna dan kuat menopang batang serta tanaman bagian atas
6. Pemangkasan
Tujuan dari pemangkasan adalah :
- Distribusi fotosintat efisien
- Mengurangi kelembaban → HPT
- Tidak menghalangi pembesaran buah
- Memudahkan panen
7. Pemupukan
Pemupukan harus memenuhi kaidah 4T (4 tepat), yaitu:
Teknik Pemupukan
Larikan
Disebar
Ditabur di sekeliling tanaman
Pemberian Pupuk Kandang
8. Pengendalian Hama, Penyakit, Gulma
Terpadu
Pengendalian secara mekanik
Pengendalian secara kimia
Panen
SEKIAN