1 of 7

PROSES BERPIKIR KREATIF DAN DESIGN THINKING

Thinking adalah sebuah konsep berpikir yang dipopulerkan oleh Rolf Faste.

Ini adalah latihan pemecahan masalah yang mengaktualisasi ide dan membuat penyelesaian masalah dengan cara yang praktis namun kreatif.

Berdasarkan sebuah penelitian, kreativitas adalah faktor yang membuat beberapa perusahaan tetap bertahan di tengah krisisnya ekonomi. Ini membuat banyak para pebisnis ingin mengetahui cara berpikir seorang desainer. Sehingga mereka dapat menerapkannya dalam usaha mereka dan mencapai kesuksesan besar

2 of 7

SEBUAH PROSES DENGAN POLA PIKIR INI DIBAGI DALAM 5 TAHAPAN:

1. Empathize

Tahap pertama dalam pola pikir ini adalah memiliki empati dalam memahami permasalahan.

Yang harus diingat akan design thinking bahwa empati memainkan peran penting di dalamnya. Jangan membuat asumsi. Cobalah untuk membenamkan diri dalam lingkungan agar Anda memiliki pemahaman pribadi yang mendalam akan masalah yang ada. Ini jauh lebih penting daripada asumsi yang Anda buat. Singkatnya, seseorang yang memiliki design thinking, haruslah mampu untuk menempatkan diri mereka pada posisi orang lain

  • Seorang desainer 6 perlu mengetahui pengalaman, emosi, dan situasi dari si pengguna.

3 of 7

2. Define

Informasi yang Anda kumpulkan dalam tahapan empathize, adalah informasi yang akan Anda gunakan dalam tahapan ini. Anda harus mampu mendefinisikan inti permasalahan yang sebenarnya. Jika disederhanakan, Anda harus mampu mendefinisikan masalah dari sudut pandang para pelanggan Anda, atau siapapun yang Anda layani. Anda tidak menggunakan sudut pandang pribadi Anda sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list kebutuhan user dan menggunakan pengetahuan mengenai kondisi yang sedang terjadi

4 of 7

  • Misalnya, daripada rekan pembaca harus mengatakan „Kita perlu meningkatkan tampilan halaman kita sebesar 10%‟ lebih baik Anda menggantinya dengan kalimat „Para pembaca membutuhkan konten yang berkualitas tinggi‟. Inilah yang disebutkan bahwa para perancang yang memiliki design thinking haruslah menghargai kebutuhan pelanggan yang tak terpenuhi

5 of 7

3. Membuat Gagasan

Ketika segala sesuatu telah siap, para desainer haruslah mampu menghasilkan ide untuk menyelesaikan permasalahan. Hal terpenting yang harus dimiliki adalah kemampuan untuk berpikir di luar kotak. Anda harus mengidentifikasi solusi terbaru dan melihat masalah dengan sudut pandang alternatif. Tahapan ini menggunakan brainstorming akan ide-ide terburuk yang mungkin muncul. Dengan begini, Anda merangsang pikiran Anda untuk memiliki pemikiran yang bebas dan memperluas ruang masalah. Anda harus mencoba untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin atau mendapatkan solusi sebanyak mungkin saat melakukan brainstorming. Lalu, pertimbangkan cara terbaik yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah dengan tepat.

6 of 7

4. Prototype

Tahap prototype adalah tahapan eksperimen. Ini bertujuan untuk menghasilkan beberapa produk yang dapat dibagikan dan diuji oleh tim atau orang lain diluar tim. Melalui eksperimen ini, tim akan dapat mengidentifikasi solusi terbaik yang mungkin dapat diterapkan. Solusi-solusi tersebut diselidiki oleh setiap anggota tim lalu diterima, diperbaharui dan diujikan kembali, atau mungkin ditolak. Ini semua bergantung pada umpan balik setiap pengguna

7 of 7

5. Test

Tahapan akhir dari design thinking adalah menguji produk yang dihasilkan berdasarkan solusi terbaik pada tahapan sebelumnya. Design thinking bukanlah sebuah proses linear. Pada praktiknya, pengujian menghasilkan banyak ide baru. Informasi yang dikumpulkan dari tahapan ini digunakan untuk membedakan masalah dan memberikan pemahaman kepada klien. Dari pengalaman pengguna dalam menggunakan produk uji coba, maka akan didapatkan masukkan untuk membuat produk yang lebih baik dan melakukan perbaikan pada produk yang ada. Jadi, tahapan akhir ini bukanlah keputusan akhir. Itulah pola pikir yang dimiliki seorang perancang. Lalu bagaimana saya dan rekan pembaca dapat menerapkan pola pikir ini dan apa keuntungan yang akan didapat