1 of 43

Segi Empat

Sumber: www.shutterstockcom

2 of 43

  • Mengaitkan rumus keliling dan luas untuk berbagai jenis segi empat (persegi, persegi panjang, belah ketupat, jajargenjang, trapesium, dan layang-layang).
  • Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan luas dan keliling segi empat (persegi, persegi panjang, belah ketupat, jajargenjang, trapesium, dan layang-layang).

KOMPETENSI DASAR

3 of 43

  • Menjelaskan pengertian persegi panjang, persegi, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang, dan trapesium menurut sifat-sifatnya,
  • Menjelaskan sifat-sifat segi empat ditinjau dari panjang sisi, panjang diagonal, dan besar sudut,
  • Menggunakan sifat-sifat segi empat dalam pemecahan soal,
  • Menurunkan dan menggunakan rumus keliling dan luas segi empat,
  • Menghitung luas bangun datar tak beraturan,
  • Menghitung keliling dan luas segi empat dalam pemecahan masalah.

PENGALAMAN BELAJAR

4 of 43

Lantai sebuah ruangan berbentuk

persegi panjang berukuran 5 m × 4 m.

Jika lantai ruangan tersebut dipasangi ubin keramik yang berukuran 40 cm × 40 cm,

berapa keping banyak keramik yang diperlukan untuk menutupi lantai ruangan

tersebut?

Jika dalam 1 dus kemasan ubin berisi 6 keping

keramik dengan harga Rp78.000 tiap dus,

Dapatkah kalian menghitung besar biaya

pembelian ubin keramik untuk

lantai ruangan tersebut?

5 of 43

8.1 Persegi Panjang

8.1.1 Pengeratian Persegi Panjang

Dalam kehidupan nyata sehari-hari, banyak benda (objek) yang bentuk permukaannya atau bentuk tepinya merupakan bangun yang berbentuk persegi panjang, misalnya bangun yang ditunjukkan pada gambar berikut.

Pada Gambar 1 di atas, bagian tepi pada permukaan kolam renang menunjukkan bangun yang berbentuk persegi panjang dan bentuk layar TV LCD (Liquid Compact Disc) yang ditunjukkan pada Gambar 2 juga merupakan bangun persegi panjang.

6 of 43

1. Sisi-sisi yang berhadapan pada setiap persegi

panjang sama panjang dan sejajar;

AB = DC dan AB // DC, AD = BC dan AD // BC.

2. Diagonal-diagonal pada setiap persegi panjang

sama panjang; AC = BD.

3. Diagonal-diagonal pada setiap persegi panjang

saling membagi dua sama panjang;

AO = BO = CO = DO.

8.1.2 Sifat-Sifat Persegi Panjang

a. Sifat Sisi dan Diagonal Persegi Panjang

7 of 43

Persegi panjang adalah segi empat yang keempat sudutnya sikusiku

dan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.

b. Sifat Sudut Persegi Panjang

KEGIATAN SISWA HALAMAN 113

8 of 43

 

Panjang QO = PO= 12PR

= 12× 6,8 = 3,4 cm.

9 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 1 pada

halaman 115

10 of 43

8.2 Persegi

8.2.1 Mengenal Persegi

Bangun persegi merupakan persegi panjang yang khusus, sehingga sifat-sifat yang dimiliki oleh persegi panjang berlaku juga untuk persegi.

Sifat-sifat persegi panjang yang juga dimiliki oleh persegi adalah:

1. sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar,

2. diagonal-diagonalnya sama panjang, dan

3. diagonal-diagonalnya berpotongan membagi dua sama panjang.

Gambar (i) dan (ii) dapat dipasangkan ke dalam bingkainya dengan 8 cara,

sedangkan bangun pada Gambar (iii) hanya dapat menempati bingkainya dengan

2 cara. Bangun seperti Gambar (i) dan (ii) disebut persegi.

8.2.2 Sifat-Sifat Persegi

11 of 43

Contoh:

Pada persegi ABCD di samping, diketahui panjang sisi

AB = 12 cm.

a. Jika panjang AD = (x + 4) cm, tentukan nilai x!

b. Jika besar ∠AOB = 3y°, tentukan nilai y!

Jawab:

a. Sisi-sisi setiap persegi sama b. Diagonal AC dan BD berpotongan

panjang, maka:

AD = AB

x + 4 = 12

x = 12 – 4

x = 8

Jadi, nilai x = 8.

12 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 2 pada

halaman 118

13 of 43

8.3 Keliling dan Luas Persegi Panjang dan Persegi

8.3.1 Keliling Persegi Panjang dan Persegi

Keliling bangun datar adalah jumlah semua panjang sisi yang membatasi bidang datar

tersebut. Dengan demikian, dapat diartikan sebagai berikut.

• Keliling persegi panjang adalah jumlah panjang semua sisi persegi panjang,

• Keliling persegi adalah jumlah panjang semua sisi persegi.

a. Rumus Keliling Persegi Panjang

Jika panjang = p cm, lebar = l cm, dan keliling = K cm, maka diperoleh:

Rumus keliling persegi panjang adalah:

b. Rumus Keliling Persegi

Jika panjang sisi AB = s cm dan keliling persegi = K cm, maka:

Rumus keliling persegi adalah:

K = 2p + 2l atau K = 2 ( p + l ).

K = 4s.

14 of 43

Contoh:

  1. Hitunglah keliling persegi panjang yang berukuran panjang 10 cm dan lebar 6 cm!

Jawab:

p = 10, l = 6.

K = 2p + 2l

= 2 × 10 + 2 × 6 = 20 + 12 = 32

Jadi, keliling persegi panjang tersebut adalah 32 cm.

2. Keliling sebuah persegi panjang adalah 48 cm dan lebarnya 10 cm. Hitunglah

panjangnya!

Jawab:

K = 48, l = 10.

K = 2p + 2l

48 = 2p + 2 × 10

48 = 2p + 20

2p = 28

p = 14

Jadi, panjang persegi panjang tersebut adalah 14 cm.

15 of 43

3. Pada persegi panjang KLMN di sam- N M ping,

panjang KL : LM = 3 : 2 dan panjang sisi persegi PQRS

adalah 7,5 cm. Jika keliling KLMN = 2 kali keliling

persegi PQRS, tentukan:

  1. keliling persegi PQRS, b. panjang KL dan LM.

Jawab:

a. Keliling persegi PQRS = 4 × sisi = 4 × PQ 🡨----- PQ adalah sisi persegi PQRS

= 4 × 7,5 = 30

b. Misal panjang KL = 3x, maka panjang LM = 2x.

Keliling persegi panjang KLMN = 2 × keliling persegi PQRS

2 × (panjang + lebar) = 2 × 30

2 × (3x + 2x) = 60

2 × 5x = 60

10x = 60

x = 6

§ Panjang = 3x = 3 × 6 = 18 cm § Lebar = 2x= 2 × 6 = 12 cm

Jadi, panjang persegi panjang tersebut adalah 18 cm dan lebarnya 12 cm. m

16 of 43

8.3.2 Luas Persegi Panjang dan Persegi

 

 

L = p × l atau L = p l.

 

17 of 43

 

18 of 43

 

19 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 3 dan 2 pada

halaman 121 dan 124

20 of 43

8.4 Penerapan Persegi Panjang dan Persegi

  1. Sebuah lahan berbentuk persegi dengan panjang sisi 43 m.

Di sekeliling lahan tersebut dibuat jalan untuk pejalan kaki

dengan lebar 1,5 m. Sisa lahan dibuat taman yang dikelilingi

dengan pohon pelindung dengan jarak antarpohon 5 m.

Hitunglah biaya yang diperlukan untuk membeli pohon jika

harga 1 batang pohon Rp45.000!

Jawab:

§ Panjang sisi taman = 43 − (2 × 1,5)

= 43 − 3 = 40 m.

§ Banyak pohon pelindung yang diperlukan

= keliling taman : jarak antarpohon

= (4 × sisi taman) : 5 = (4 × 40) : 5

= 160 : 5= 32. batang pohon

§ Biaya untuk membeli pohon pelindung

= 32 × Rp45.000 = Rp1.440.000.

21 of 43

 

22 of 43

 

23 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 5 pada

halaman 126

24 of 43

8.5 Jajargenjang

Jajargenjang dapat dibentuk dari gabungan sebuah segitiga dan bayangannya setelah diputar setengah putaran dengan pusat titik tengah salah satu sisinya.

Segitiga ABC pada Gambar 8.15(ii) diputar setengah putaran pada titik tengah BC, maka ΔABC dan bayangannya membentuk bangun jajargenjang ABDC (Gambar (iii)).

25 of 43

8.5.2 Sifat-Sifat Jajargenjang

1. Karena AB # CD dan BC # DA (# dibaca: sama dan sejajar),

Pada setiap jajargenjang, sisi-sisi yang berhadapan sama

Panjang dan sejajar.

2. Karena ∠ABC = ∠CDA dan ∠BAD = ∠DCB, maka dapat

disimpulkan sebagai berikut.

Pada setiap jajargenjang, sudut-sudut yang berhadapan

sama besar.

3. Karena AB // DC, maka:

A + ∠D = 180° (sudut dalam sepihak)

B + ∠C = 180° (sudut dalam sepihak)

Pada setiap jajargenjang jumlah besar sudut-sudut yang berdekatan adalah 180°.

4. Pada Gambar jajargenjang ABCD diputar setengah

putaran pada O, maka: OA OC OB OD

Jadi, OA = OC. Jadi, OB = OD.

Kedua diagonal pada setiap jajargenjang saling membagi

dua sama panjang.

26 of 43

8.5.3 Luas Jajargenjang

Gambar (i) adalah jajargenjang dengan alas a dan tinggi t, kemudian dipotong seperti

Ditunjukkan pada Gambar (ii) dan selanjutnya dirangkai seperti Gambar (iii). Dengan

demikian, didapat hubungan berikut.

Luas jajargenjang (i) = luas persegi panjang (iii)

= panjang × lebar

= a × t

27 of 43

 

28 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 6 dan 7 pada

halaman 130 dan 132

29 of 43

8.6 Belah Ketupat

8.6.1 Pengertian Belah Ketupat

Pada Gambar , segitiga sama kakiABC dicerminkan terhadap

sumbu garis AC sehingga ΔABC dan bayangannya

AB C) membentuk segi empat ABCB yang disebut

belah ketupat.

Belah ketupat dibentuk dari gabungan dua segitiga

sama kaki yang kongruen (sama dan sebangun)

Dengan mengimpitkan alasnya.

1. Semua sisi setiap belah ketupat sama panjang.

2. Pada setiap belah ketupat, sudut-sudut yang berhadapan

sama besar dan dibagi dua sama besar oleh diagonaldiagonalnya.

3. Kedua diagonal setiap belah ketupat saling membagi

dua sama panjang dan saling berpotongan tegak lurus.

8.6.2 Sifat-Sifat Belah Ketupat

30 of 43

8.6.3 Keliling dan Luas Belah Ketupat

Keliling belah ketupat PQRS = PQ + QR + RS + PS.

Karena panjang sisi PQ = QR = RS = PS, maka:

keliling belah ketupat PQRS = 4 × PQ.

 

 

Keliling setiap belah ketupat = 4 × sisi.

31 of 43

 

32 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 8 pada

Halaman 136

33 of 43

8.7 Layang-Layang

8.7.1 Pengertian Layang-Layang

Layang-layang dibentuk dari gabungan dua segitiga sama

kaki yang panjang alasnya sama dan berimpit.

Kedua segitiga pada Gambar (i) dan (ii) adalah segitiga sama kaki yang memilikialas yang sama panjang, yaitu BD. Jika segitiga ABD dan CBD diimpitkan alasnya, maka terbentuk bangun segi empat ABCD pada Gambar (iii) yang disebut layang-layang.

Perhatikan Gambar berikut!

34 of 43

8.7.2 Sifat-Sifat Layang-Layang

Pada setiap layang-layang,

  1. masing-masing sepasangn sisinya sama panjang.
  2. terdapat sepasang sudut berhadapan yang sama besar.
  3. salah satu diagonalnya membagi dua sama panjang

diagonal lain dan tegak lurus dengan diagonal itu.

 

8.7.3 Luas Layang-Layang

 

35 of 43

1. Pada layang-layang ABCD di samping, besar ∠ABC = 105°

dan ∠ADB = 70°. Tentukan:

a. besar ∠BAC, b. besar ∠CDB.

Jawab: a. BAC = ∠DAC

= 180° – (∠AOD + ∠ADO) 🡨lihat Δ AOD

= 180° – (90° + 70°) = 20°

b. CDB = ∠ADC – ∠ADB

= ∠ABC – 70° 🡨besar ABC = ADC

= 105° – 70° = 35°

  1. Luas sebuah layang-layang adalah 104 cm2. Jika panjang salah satu diagonalnya 16 cm, hitunglah panjang diagonal yang lain

36 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 9 pada

halaman 139

37 of 43

8.8 Trapesium

8.8.1 Pengertian Trapesium

Trapesium adalah segi empat yang memiliki tepat sepasang

sisi berhadapan yang sejajar.

(i) dan (ii) adalah trapesium yang keempat sisinya tidak sama panjang, disebut

trapesium sembarang.

(iii) adalah trapesium yang memiliki sepasang sisi berhadapan sama panjang, disebut

trapesium sama kaki.

(iv) adalah trapesium yang memiliki sudut siku-siku, disebut trapesium siku-siku.

38 of 43

 

8.8.2 Luas Trapesium

 

39 of 43

Pada trapesium ABCD di samping, panjang AB = 6 cm,

CD = 3 cm, DE = 2,6 cm, besar ∠A = 65°, dan

C = 130°. Hitunglah:

a. besar ∠B,

b. besar ∠ADC,

c. luas trapesium ABCD.

Jawab:

a. B = 180° – ∠C c. Luas trapesium ABCD

= 180° – 130°

= 50°.

b. ADC = 180° – ∠A

= 180° – 65°

= 115°.

 

40 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 10 pada

halaman 141

41 of 43

 

 

8.9 Luas Bangun Tak Beraturan

42 of 43

 

 

43 of 43

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 11 pada

halaman 144