REGRESI & KORELASI
INDRI APRIL LIANTINI 211100150
Topic
Pengertian
Tujuan
Fungsi Regresi Kolerasi
Langkah Kerja
01
02
03
04
05
Analisis Hasil
Regresi dan korelasi ini digunakan sebagai alat untuk mempelajari pola dan pengukuran hubungan statistic antara dua variable atau lebih.
Regresi &Kolerasi
Analisa Regresi
suatu persamaan regresi atau persamaan penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variable-variabel.
Analisis korelasi
Bertujuan untuk mengukur keeratan hubungan
antara variable-variabel. Dengan kata lain analisis regresi
menjawab bagaimana pola hubungan variable-variabel, dan
analisis korelasi menjawab bagaimana keeratan hubungan
yang diterangkan dalam persamaan regresi.
Tujuan
Menentukan variabel bebas dan tidak bebas
Menggambarkan hubungan variabel bebas dan tidak bebas dalam grafik
menentukan keeratan hubungan antara varibel bebas dan tidak bebas dalam bentuk nilai koefisien korelasi.
Menentukan koefisien persmaam garis regresi sederhana
Melakukan pengujian keberartian koefisien garis regresi sederhana
mampu menghitung dan menjelaskan koefisien
determinas.
Fungsi Regresi & Kolerasi
Regresi
Kolerasi
1. Memperbaiki kesalahan
2. Memperkirakan Masa depan
3. Meningkatkan efisiensi
4. Memperbaiki insight baru
1. Dapat mengukur beberapa hubungan variabel
2. Dapat memotivasi kerja terhadap produktivitas variabel
3. menemukan kualitas dengan layanan
4. Dapat melakukan tingkatan inflasi pada variabel yang tertentu
Langkah Kerja
Langkah langkah untuk pengisian Regresi
Pilih menu Tools → Data Analysis→ Regression → OK
Langkah Kerja
Langkah Kerja
Analisis Hasil
Persamaan Regresi sederhana
Menggambar Persamaan Regresi
Memberi Persamaan Regresi
Kolerasi sederhana dan ukuran lainya
Analisis Koefisien Regresi
Persamaan Regresi sederhana
Persamaan regresi sederhana adalah:
Y = a +bX
Persamaan di atas diisi dari kolom Coeficients dan baris
Intercept serta X Variable 1. Dari output di atas maka
persamaan regresi sederhana di dapat:
Y = 0,64 + 0,02X
Persamaan Tersebut diartikan sebagai berikut:
1. Intercept atau konstanta sebesar 0.64
Artinya tanpa pengaruh dari variable X, maka variable Y
sebesar 0.64
2. Arah hubungan
Dari persamaan terlihat adanyan tanda “+” yang
menggambarkan hubungan positip yang berarti garis
regresi yang tergambar bersifat miring ke kanan atas.
3. Koefisien regresi 0,02
Nilai ini menunjukan bahwa besarnya pertambahan
variable Y dipengaruhi oleh variable X sebesar 2%
Menggambar Persamaan Regresi
Setelah persamaan regresi ditemukan, langkah selanjutnya adalah menggambar persamaan regresi dengan Excel yang bisa dilakukan dengan dua prosedur. Pertama adalah memplot gambar hubungan variabel X dan Y. Kedua memberi garis dan persamaan regresi pada gambar tersebut.
1. Pilih menu Insert pada menu utama Excel, lalu pilih menu Chart....
2. Pada kolom Chart Type, pilih XY (Scatter), kemudianpilih jenis scatter yang paling atas pada kolom subtype. Setelah tipe chart XY (scatter) dipilih, tekan Next untuk masuk ke step 2.
3. Pada step 2, untuk pilihan Data Range diisi dengan menyorot range variabel X dan Y. Sedangkan pilihan series in harus dipilih Columns dengan memberikan tanda pada kolom bulat di kiri pilihan Columns. Lalu tekan Next untukk pilihan step selanjutnya.
Menggambar Persamaan Regresi
4. Pengisian step 3
Titles:
Untuk Chart Titles ketik : Persamaan Regresi
Kolom Value (X) axis : Ketik variabel X
untuk Value (Y) axis : Ketik variabel Y
Axes:
Secara default sudah aktif, tetapi jika belum tandai
dengan cara mengklik kotak sebelah kiri baik untuk value
Y maupun value X. Axes ini berfungsi untuk menampilkan
nilai untuk masing-masing variabel.
Gridlines:
Untuk memperjelas gambar maka garis-garis ini
dihilangkan. Ini berarti kotak pilihan dikosongkan .
Legend:
Tidak perlu
Data Labels:
Tidak perlu ditampilkan
Menggambar Persamaan Regresi
5. Pengisian step 4, pilih alternatif As object in, yang
berarti gambar akan ditempatkan pada worksheet
tersebut.
Jika pengisian sudah selesai tekan Finish.
Memberi garis regresi sederhana
Setelah scatter X dan Y dibuat, akan ditambah garis dan
persamaan regresi dengan langkah-langkah sebagai berikut
1. Tempatkan pointer pada kumpulan titik-titik dalam
gambar tersebut, sehingga titik-titik tersebut berubah
warna.
Kemudian pada menu utama di atas akan muncul menu
Chart yang menggantikan menu Data.
2. Pilih menu Chart tersebut dan pilih Add trendline... pada
menu tersebut. Maka muncullah gambar seperti berikut
Memberi garis regresi sederhana
Pada pilihan Type, pilih alternatif Linier, sedangkan pada
tab Option, untuk kolom trendline name pilih Custom (buat sendiri) untuk keseragaman ketik Regresi. Kolom Forecast pilihan diabaikan, artinya biarkan nilainya 0. Pada tiga kotak terakhir, tandai kotak Display Equation on Chart saja untuk menampilkan persamaan regresi pada chart. Dan yang lainnya diabaikan. Jika sudah dianggap benar tekan Ok
Kolerasi Sederhana dan Ukurannya
Korelasi Sederhana (r):
Korelasi menggambarkan keeratan hubungan antara variabel X
dan Y. Dalam Excel, untuk mencari korelasi, bisa dengan melihat nilai pada baris Multiple R yang ada pada output yaitu sebesar
0,870891, atau dengan menggunakan fungsi CORREL, dengan
rumus: =Correl(aray1;aray2). Korelasi sebesar 0,87 ini
membuktikan bahwa hubungan antara variabel X dengan variabel
Y sangat erat.
Kolerasi Sederhana dan Ukurannya
Ukuran Lainnya:
• Standar Error of Estimate (SE)
Dari baris Standar error pada output didapat angka
0,075924. hal ini menunjukkan variasi sebesar 0,075924 di
sekeliling garis regresi. Pada prinsipnya, standar error
mempunyai pengertian yang sama dengan standar deviasi
dalam statistik deskriptif.
• R Square (R2)
Dalam kolom R square pada output Regression Statistics di
dapat angka 0,758452. Hal ini berarti bahwa sekitar 75%,
variasi pada variabel Y bisa dijelaskan oleh variabel X,
sedangkan sisanya 25% dapat dijelaskan oleh variabel
lainnya.
Kolerasi Sederhana dan Ukurannya
Untuk persamaan regresi sederhana, R square sudah
dianggap sudah mewakili determinasi. Namun untuk
persamaan multi regresi, dianjurkan untuk menggunakan
Adjusted R Square.
Analisis Koefisien Regresi
Pengujian koefisien regresi bertujuan untuk menguji signifikansi
hubungan antara variabel X dan Y. Pengujian dilakukan dengan
menggunakan uji t dengan langkah-langkah sebagai berikut
a. Membuat hipotesis. Hipotesis untuk pengujian t-tes di atas
adalah:
H0 : B = 0 ; Artinya, tidak ada hubungan antara variabel X
dengan variabel Y.
H1 : B = 0 ; Artinya, terdapat hubungan antara variabel X
dengan variabel Y.
Analisis Koefisien Regresi
b. Menentukan ttabel dan thitung:
Dengan tingkat signifikansi a = 0,05, sedang degree of
freedom (df) sebesar (n – 2) maka diperoleh ttabel pada dua
sisi sebesar 2,4469.
Pada Excel dengan menggunakan fungsi TINV dengan
rumus: =Tinv(prob;deg_ freedom)
Sedangkan thitung dapat dilihat pada output komputer pada
baris keterangan ‘t Stat’ variabel X1. Hasil yang diperoleh
adalah sebesar +4,340.
Analisis Koefisien Regresi
c. Pengambilan keputusan
Kaidah keputusan:
Dengan membandingkan ttabel dan thitung maka:
- Jika thitung > dari ttabel, maka H0 ditolak;
- Jika thitung < dari ttabel, maka H0 diterima.
Dalam hal ini jelas bahwa thitung > ttabel, (4,340 > 2,4469),
maka keputusan yang diambil adalah H0 ditolak, artinya
terdapat hubungan antara variabel X terhadap Variabel Y.
Kesimpulan
Regresi dan korelasi ini digunakan sebagai alat untuk
mempelajari pola dan pengukuran hubungan statistic antara dua
variable atau lebih.
Dalam analisa regresi, suatu persamaan regresi atau persamaan
penduga dibentuk untuk menerangkan pola hubungan variable-variabel.
Analisis korelasi bertujuan untuk mengukur keeratan hubungan
antara variable-variabel. Dengan kata lain analisis regresi
menjawab bagaimana pola hubungan variable-variabel, dan
analisis korelasi menjawab bagaimana keeratan hubungan
yang diterangkan dalam persamaan regresi.
Thank you ✨