1 of 19

MEMAHAMI LITERASI

Direktorat Guru Pendidikan Dasar

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

2024

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,

RISET, DAN TEKNOLOGI

2 of 19

Pembukaan

Capaian yang Diharapkan

Capaian:

  1. Peserta memahami konsep literasi dengan tepat sehingga dapat melaksanakan program literasi yang berdampak pada peningkatan kecakapan peserta didik secara signifikan.
  2. Peserta dapat merefleksi dan mengoreksi pemahamannya berdasarkan konsep literasi yang dipelajarinya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

2

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

3 of 19

Pembukaan

Mengapa kita perlu memahami konsep literasi dengan tepat?

Dasar Pemikiran:

  1. Satuan pendidikan belum melaksanakan program literasi yang berdampak pada peningkatan kecakapan literasi peserta didik secara signifikan.
  2. Program literasi sekolah yang tidak tepat sasaran sering berawal dari kesalahpahaman tentang literasi.
  3. Pendidik diharapkan dapat menata ulang pemahamannya tentang literasi. Hal ini bertujuan agar mereka dapat menciptakan lingkungan belajar dan merancang pembelajaran serta asesmen yang meningkatkan kecakapan literasi peserta didik.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

3

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

4 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

  1. Setiap kelompok peserta mendapatkan satu pernyataan pada selembar kertas.
  2. Setiap kelompok mendiskusikan pernyataan tersebut.
  3. Setiap kelompok menuliskan hasil pembahasan kelompok di notes tempel yang tersedia.

7

7

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

4

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

5 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

Pernyataan 1. Literasi tidak hanya baca-tulis.

TEPAT

Literasi tidak hanya membaca dan menulis dalam pengertian sempit, yaitu mengeja/membaca dengan fasih dan keterampilan menulis yang mekanistis. Literasi adalah kemampuan dan praktik seseorang dalam memahami, menganalisis, merefleksi informasi dalam teks, membuat koneksi antarinformasi, serta menyajikan gagasan secara terstruktur, analitis, kreatif, dan imajinatif.

Literasi juga mencakup kemampuan memahami pesan dalam tanda-tanda nonlinguistik lainnya, seperti gambar, gestur, bunyi, alam, dll.

9

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

5

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

6 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

Pernyataan 2. Teks untuk kegiatan membaca/pembelajaran tidak hanya teks tulis.

TEPAT

Saat ini, bahan ajar dan media pembelajaran harus bersifat multimodal, yaitu menggunakan lebih dari satu mode/modalitas (tulis/cetak, visual, aural, audiovisual, gestural, spasial, dll) untuk mengoptimalkan stimulasi, pemahaman, dan kecerdasan majemuk peserta didik.

9

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

6

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

7 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

Pernyataan 3. Program membaca di sekolah bisa menggunakan buku/bacaan apa saja yang tersedia di sekolah.

TIDAK TEPAT

Buku di sekolah perlu dipastikan sesuai dengan kemampuan membaca dan minat peserta didik. Pemilihan buku/bacaan yang ramah cerna dan sesuai kemampuan membaca peserta didik (buku berjenjang) menentukan keberhasilan program membaca. Buku-buku/bacaan yang mengandung inklusivitas, antiperundungan, toleransi, perubahan iklim, literasi kesehatan, dan literasi digital juga perlu digunakan untuk mengembangkan karakter peserta didik. Selain buku teks pelajaran, guru juga dapat menggunakan buku nonteks pelajaran yang sesuai dengan capaian pembelajaran.

��

9

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

7

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

8 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

Pernyataan 4. Anak yang lancar membaca pasti dapat memahami isi bacaan.

TIDAK TEPAT

Kelancaran membaca berkaitan dengan pemahaman peserta didik akan bentuk, arah, dan bunyi huruf. Sementara itu, pemahaman isi bacaan terkait dengan makna kata dan maksud ujaran (kalimat). Karena kelancaran membaca dan pemahaman isi bacaan adalah dua aspek yang berbeda, peserta didik perlu membangun pemahaman mereka akan makna kata dan ujaran sambil terus melatih kelancaran membaca.

11

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

8

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

9 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

Pernyataan 5. Kegiatan membaca dilakukan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia saja.

TIDAK TEPAT

Pada dasarnya, teks multimodal digunakan dalam semua mata pelajaran. Oleh karena itu, semua guru mata pelajaran perlu mengetahui berbagai strategi untuk memahami teks dan cara melatihkan strategi tersebut kepada peserta didik agar dapat memahami materi pelajaran.

11

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

9

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

10 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

Pernyataan 6. Guru tidak perlu melakukan asesmen kemampuan membaca siswa secara berkala.

TIDAK TEPAT

Asesmen kemampuan membaca perlu dilakukan secara berkala untuk mengidentifikasi kesulitan membaca peserta didik. Guru (terutama guru kelas) membutuhkan informasi tentang kemampuan membaca peserta didik untuk menentukan jenis pendampingan yang perlu dilakukan agar efektif dan tepat sasaran.

11

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

10

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

11 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

Pernyataan 7. Guru tidak perlu memodelkan/melatihkan cara/strategi membaca karena peserta didik yang diharapkan lebih aktif dalam pembelajaran.

TIDAK TEPAT

Pemodelan/pengajaran guru dalam kegiatan membaca sangat penting untuk membantu peserta didik menjadi pembaca yang efektif. Dalam pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, tidak berarti bahwa guru langsung dapat memberikan instruksi tanpa pembimbingan. Namun, guru melepaskan tanggung jawab secara bertahap kepada peserta didik, mulai dari guru memodelkan sebuah strategi, guru mengajak peserta didik melakukan sebuah strategi bersama-sama, hingga akhirnya peserta didik dapat mempraktikkan strategi tersebut secara mandiri. Proses ini disebut pelepasan tanggung jawab secara bertahap atau Gradual Release of Responsibility.

11

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

11

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

12 of 19

Penguatan Konsep: Model Pelepasan Tanggung Jawab Secara Bertahap

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

12

”Saya contohkan”

”Kita lakukan

bersama”

”Kamu lakukan bersama”

”Kamu lakukan secara mandiri”

Pemodelan guru

Instruksi Bersama

Praktik

Terbimbing

Praktik

Mandiri

Kolaborasi

Mandiri

Pengajaran

Saya contohkan (Kamu lihat)

Kita lakukan (bersama)

Kamu lakukan (Saya lihat/bimbing)

Kamu lakukan (Mandiri)

Peran Guru

Peran Peserta Didik

Sumber: Fisher, D., & Frey, N. (2008). Homework and the gradual release of responsibility: Making responsibility possible. English Journal, 98(2), 40-45.

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

13 of 19

Ruang Kolaborasi: Apakah Literasi?

Pernyataan 8. Pembelajaran membaca dilakukan dengan melatih peserta didik menggabungkan bunyi huruf.

TEPAT

Sebelum peserta didik mampu membaca untuk belajar dan memahaminya, mereka harus berada dalam tahap “belajar membaca”, sebuah proses menguasai keterampilan dasar literasi, seperti: kesadaran fonem, pengetahuan fonik, dan kosa kata. Setelah keterampilan dasar ini dimiliki peserta didik, baru kemudian mereka perlu dilatih untuk meningkatkan keterampilan membaca untuk pemahaman.

11

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

13

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

14 of 19

Ruang Kolaborasi

Apa saja pemahaman Anda tentang konsep literasi yang telah terkoreksi?

Aktivitas 4. Refleksi Pehaman Diri

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

14

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

15 of 19

Ruang Kolaborasi

Perubahan Pemahaman Terkait Literasi

Pemahaman Lama

Pemahaman Baru

Setelah pemaparan materi dan diskusi tentang konsep literasi,

adakah pemahaman Ibu dan Bapak yang berubah?

Tuliskan hasil refleksi Bapak dan Ibu pada notes tempel yang telah disediakan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

15

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

16 of 19

Ruang Kolaborasi

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

16

Kami memberikan kesempatan kepada tiga peserta untuk membacakan hasil refleksi yang telah dituliskan di notes tempel.

Adakah yang ingin berbagi cerita?

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

17 of 19

Penguatan Konsep

27

LITERASI

Kompetensi peserta didik dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu sebagai warga Indonesia dan warga dunia agar dapat berkontribusi secara produktif di masyarakat.

Sumber : Asesmen Nasional

17

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

17

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

18 of 19

Penutup

63

Bapak dan Ibu telah memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep literasi yang menjadi salah satu fokus dalam Kurikulum Merdeka.

Kini, Bapak dan Ibu telah siap untuk mengeksplorasi materi Konsep dan Budaya Literasi lebih lanjut, yaitu tentang Teks Multimodal, Penguatan Lingkungan Belajar Kaya Literasi, dan Asesmen yang Menguatkan Kecakapan Literasi Peserta Didik.

SELAMAT BELAJAR!

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

18

Pelatihan Pemanfaatan Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi dan Numerasi Indonesia

19 of 19

Terima kasih

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi