1 of 14

Pendekatan Dalam Manajemen Kelas

2 of 14

Pendekatan Otokratik

  • Kepemimpinan otokratis adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin memiliki kendali penuh untuk menentukan kebijakan dan prosedur, memutuskan tujuan apa yang ingin dicapai, dan mengarahkan serta mengawasi semua kegiatan organisasi, tanpa partisipasi dari bawahan.

3 of 14

Tiga bentuk dari gaya kepemimpinan otokratis adalah:

  • Directing: Bentuk yang paling umum dan paling kaku. Bawahan diawasi secara ketat dan pemimpin tidak mungkin berkonsultasi dengan bawahan untuk mengambil keputusan.
  • Permissive: Bentuk yang lebihΒ luwes. Pemimpin tetap membuat keputusan akhir, tapi anggota dapat lebih fleksibel untuk memutuskan sendiri bagaimana mereka melakukan tugas.
  • Paternalistic: Menggunakan karakteristik inti dari gaya kepemimpinan otokratis, tetapi tetap mempertimbangkan kesejahteraan dan kebahagiaan bawahan.

4 of 14

Ciri-ciri Kepemimpinan Otokratik

  • Pembatasan atau tidak adanya masukan dari bawahan
  • Pemimpin membuat semua keputusan
  • Ada sistem imbalan dan ganjaran

5 of 14

Pendekatan Intimidasi

  • pendekatan intimidasi juga bermaksud untuk mengontrol tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran, namun perbedaannya pendekatan ini dilakukan dengan cara memberikan ancaman kepada peserta didik, misalnya melarang, ejekan, sindiran dan memaksa. pendekatan ini dilakukan ketika kondisi kelas benar-benar sudah tidak dapat dikendalikan. jika seorang guru masih mampu memecahkan masalah dengan pendekatan lain, maka pendekatan ini dapat ditangguhkan. pendekatan ini harus dilakukan dalam taraf kewajaran, jika berlebihan dimungkinkan bahwa peserta didik akan lebih bersikap represif dan melukai perasaan peserta didik.

6 of 14

Pendekatan permisif

  • Pendekatan permisif adalah pendekatan yang menekankan perlunya memaksimalkan kebebasan peserta didik. Tema sentral dari pendekatan ini adalah apa, kapan, dan dimana juga guru hendaknya membiarkan peserta didik bertindak bebas sesuai dengan yang diinginkannya. Peranan guru adalah meningkatkan kebebasan peserta didik, sebab dengan itu akan membantu pertumbuhannya secara wajar. Campur tangan guru hendaknya seminimal mungkin, dan berperan sebagai pendorong mengembangkan potensi peserta didik secara penuh.

7 of 14

Pendekatan Intruksional

  • Pendekatan Intruksional Pendekatan intruksional adalah pendekatan yang mendasarkan kepada pendirian bahwa pengajaran yang dirancang dan dilaksanakan dengan cermat akan mencegah timbulnya sebagian besar manajerial kelas. Pendekatan ini berpendapat bahwa manajerial yang efektif adalah hasil perencanaan pengajaran yang bermutu. Dengan demikian peranan guru adalah merencanakan dengan teliti pelajaran yang baik, kegiatan belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap peserta didik.

8 of 14

Pendekatan Kelompok

  • Membutuhkan kemampun guru dalam menciptakan momentum yang dapat mendorong kelompok-kelompok di dalam kelas menjadi kelompok yang produktif. Disamping itu, pendekatan ini juga mengharuskan guru untuk mampu menjaga kondisi hubungan antar kelompok agar dapat selalu berjalan dengan baik.

9 of 14

Menurut Syaiful Bahri Djamarah, dasar dari Group Process Approach ini adalah psikologi sosial dan dinamika kelompok yang mengetengahkan dua asumsi sebagai berikut:

  • a) Pengalaman belajar di sekolah bagi peserta didik berlangsung dalam konteks kelompok sosial. Asumsi ini mengharuskan wali/ guru kelas dalam pengelolaan kelas selalu mengutamakan kegiatan yang dapat mengikutsertakan seluruh personal di kelas. Dengan kata lain, kegiatan kelas harus diarahkan pada kepentingan bersama dan sedikit mungkin kegiatan yang bersifat individual.
  • b) Tugas guru terutama adalah memelihara kelompok belajar agar menjadi kelompok yang efektif dan produktif. Berdasarkan asumsi ini berarti seorang wali/ guru kelas harus mampu membentuk dan mengaktifkan peserta didik bekerja sama dalam kelompok (group studies). H Hal tersebut harus dilaksanakan secara efektif agar hasilnya lebih baik daripada peserta didik belajar sehari-hari (produktif). Kegiatan guru sebagai kelompok antara lain dapat diwujudkan berupa regu belajar (team teaching) yang bertugas membantu kelompok belajar

10 of 14

Pendekatan Sosio Emosional

  • pendekatan ini dibangun atas dasar bahwa pembelajaran yang efektif tergantung hubungan yang positif antara sesama peserta didik maupun guru dengan peserta didik. Oleh karena itu, tugas pokok guru dalam manajemen kelas adalah membangun hubungan antar pribadi yang positif dan meningkatkan iklim sosio emosional yang positif pula.

11 of 14

  • kondisi sosio emosional yang harus dibangun oleh seorang guru meliputi : 1) terbinanya sikap persahabatan guru dan peserta didik dengan dasar saling memahami dan saling mempercayai. Sikap ini dapat membantu terciptanya iklim yang menguntungkan bagi terciptanya kondisi belajar yang optimal. Peserta didik akan belajar secara produktif baik pada saat ada guru maupun tidak ada guru. 2) Ciptakan satu kondisi yang menyebabkan peserta didiksadar akan kesalahannya sehingga ada dorongan untuk memperbaiki kesalahannya. 3) terciptanya hubungan baik guru-peserta didik senantiasa gembira, penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, realistik dalam kegiatan belajar mengajar yang sedang dilakukan serta terbuka terhadap hal-hal yangakan ada pada dirinya.

12 of 14

Pendekatan Buku Masak/Resep

  • pendekatan ini berbentuk rekomendasi yang berisi daftar hal-hal yang harus dilakukan atau yang tidak harus dilakukan oleh seorang guru apabila menghadapi berbagai tipe masalah manajemen kelas. Daftar tentang apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak harus dilakukan ini biasanya dapat ditemukan dalam artikel. Karena daftar ini sering merupakan resep yang cepat dan mudah, pendekatan ini dikenal sebagai pendekatan β€œbukumasak”.

13 of 14

Pendekatan Perubahan Perilaku

  • Pendekatan pengubahan perilaku didasarkan pada prinsip-prinsippsikologi behaviorisme. Prinsip utama yang mendasari pendekatan ini adalah perilaku merupakan hasil proses belajar. Prinsip ini berlaku baik bagi perilaku yang sesuai maupun perilaku yang menyimpang.
  • Pendekatan pengubahan tingkah laku dibangun atas dua anggapan dasar: a) Ada empat proses yang perlu diperhitungkan dalam belajar bagi semua orang pada segala tingkatan umur dan dalam segala keadaan b) Proses belajar itu sebagian atau seluruhnya dipengaruhi (dikontrol) oleh kejadian-kejadian yang berlangsung di lingkungan.

14 of 14

Pendekatan Eklektik

  • Pendekatan Eklektik (Eclectic Counseling) menunjuk pada suatu sistematika dalam konseling yang berpegang pada pandangan teoretis dan pendekatan (approach), yang merupakan perpaduan dari berbagai unsur yang diambil atau dipilih dari beberapa konsepsi serta pendekatan. Konselor dalam hal ini guru yang berpegang pada pola eklektik berpendapat bahwa mengikuti satu orientasi teoretis serta menerapkan satu pendekatan saja terlalu membatasi ruang gerak peserta didik.