Segi Empat
Kompetensi Dasar
Pengalaman Belajar
9.1 Mengenal Segitiga
Gambar disamping merupakan kapal layar pemancing ikan. Layar yang terdapat pada kapal tersebut berbentuk segitiga yang berfungsi untuk menggerakkan kapal dengan memanfaatkan tenaga angin sebagai pendorongnya.
9.2 Jenis-Jenis Segitiga
9.2.1 Jenis Segitiga Ditinjau dari Panjang Sisinya
2. Segitiga Sama Kaki
Segitiga sama kaki adalah segitiga yang memiliki dua buah sisi yang sama
panjang. ΔABC pada Gambar di samping adalah segitiga sama kaki.
Panjang AC = BC.
1. Segitiga Sembarang
Segitiga sembarang adalah segitiga yang ketiga sisinya tidak sama panjang.
ΔABC pada Gambar di samping adalah segitiga sembarang.
Panjang AB, BC, dan AC tidak sama (AB ≠ BC ≠ AC).
3. Segitiga Sama Sisi
Segitiga sama sisi adalah segitiga yang ketiga sisinya sama panjang.
ΔABC pada Gambar di samping adalah segitiga sama sisi.
Panjang AB = AC = BC.
9.2.2 Jenis Segitiga Ditinjau dari Besar Sudutnya
2. Segitiga Siku-siku
Segitiga siku-siku adalah segitiga yang salah satu sudutnya
merupakan sudut siku-siku. ΔPQR pada Gambar 9.7 di samping
adalah segitiga sikusiku.Sudut Q adalah sudut siku-siku.
1. Segitiga Lancip
Segitiga lancip adalah segitiga yang ketiga sudutnya merupakan
sudut lancip. ΔPQR pada Gamba di samping adalah segitiga lancip.
Sudut P, ∠Q, dan ∠R adalah sudut lancip.
3. Segitiga Tumpul
Segitiga tumpul adalah segitiga yang salah satu sudutnya
merupakan sudut tumpul. ΔPQR pada Gambar di samping adalah
segitiga tumpul. Sudut P adalah sudut tumpul.
KEGIATAN SISWA HALAMAN 115
ΔABC pada gambar di samping adalah segitiga sama kaki.
Panjang AC = 9 cm, BD = 4 cm, dan besar ∠BAC = 58°.
Tentukan:
a. besar ∠ABC dan ∠ADC,
b. panjang BC, AD, dan AB.
Jawab:
a. ∠ABC = ∠BAC b. BC = AC = 9 cm.
= 58°. AD = BD = 4 cm.
∠ADC = ∠BDC (CD ⊥ AB) AB = AD + DB
= 90°. = 4 cm + 4 cm = 8 cm.
9.2.3 Sifat-Sifat Segitiga
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 1,2, & 3 pada
halaman 153, 156, & 157
9.3 Melukis Garis Istimewa pada Segitiga
9.3.1 Melukis Garis Tinggi pada Segitiga
Garis tinggi pada suatu segitiga adalah garis yang ditarik
dari titik sudut suatu segitiga dan tegak lurus terhadap sisi di hadapannya.
Melukis Garis Tinggi pada Segitiga
Perhatikan langkah-langkah pengerjaan lukisan di atas:
• Dengan P sebagai titik pusat lingkaran, buatlah busur lingkaran sehingga memotong
garis AB di titik Q dan R! (Gambar (i)).
• Dengan Q dan R sebagai pusat lingkaran, buatlah busur lingkaran yang saling
berpotongan di titik S, kemudian hubungkan titik P dan S! (Gambar (ii)).
• PQSR adalah belah ketupat, karena panjang PQ = QS = SR = PR. Menurut sifat
diagonal belah ketupat, diagonal belah ketupat saling berpotongan membentuk
sudut siku-siku (tegak lurus), maka diperoleh PS ⊥ QR. Oleh karena PT terletak pada
PS, dan QR terletak pada AB, maka PT ⊥ AB (Gambar (iii)).
9.3.2 Melukis Garis Bagi pada Segitiga
Garis bagi pada suatu segitiga adalah garis yang ditarik
dari titik sudut segitiga dan membagi sudut itu menjadi
dua bagian yang sama besar.
Pada Gambar di samping, garis AD membagi ∠BAC
menjadi dua bagian sama besar, yaitu ∠BAD = ∠CAD.
AD disebut garis bagi pada ΔABC.
Garis bagi yang lain adalah BE dan CF.
Ketiga garis bagi berpotongan pada satu titik, yaitu Z.
Z merupakan titik pusat lingkaran dalam pada ΔABC.
Contoh: Melukis Garis Bagi pada Segitiga
Pada segitiga lancip KLM, lukislah garis bagi dari titik L!
Langkah-langkah pengerjaan lukisan garis bagi di atas sebagai berikut:
1. Buatlah segitiga lancip KLM, kemudian buatlah busur lingkaran dengan titik pusat L
sehingga memotong sisi KL di titik P dan sisi LM di titik Q! (Gambar (i)).
2. Dengan panjang jari-jari yang sama dengan LP, boleh juga tidak sama dengan LP,
buatlah busur lingkaran dengan pusat P dan Q sehingga kedua busur tersebut
saling berpotongan di titik R! (Gambar (ii)).
3. Hubungkan titik R dan L sehingga memotong sisi KM di titik S! (Gambar (ii)).
4. Garis LS adalah garis bagi ∠L pada ΔKLM.
9.3.3 Melukis Garis Berat pada Segitiga
tengah dari sisi-sisi segitiga ABC.
disebut titik berat, diberi nama titik G.
Garis berat pada suatu segitiga adalah garis yang ditarik dari titik sudut suatu segitiga ke pertengahan sisi di hadapannya.
Melukis Garis Berat pada Segitiga
Perhatikan langkah-langkah pengerjaan lukisan di atas:
saling berpotongan di titik P dan Q! (Gambar (i)).
2. Hubungkan titik P dan Q sehingga memotong garis AB di titik O! (Gambar (ii)).
3. APBQ adalah belah ketupat, karena panjang AQ = QB = BP = AP. Diagonal belah
ketupat saling membagi dua sama panjang, maka diperoleh panjang AO = BO.
(Gambar(iii)).
9.3.4 Melukis Garis Sumbu pada Segitiga
Perhatikan Gambar di samping!
terhadap BC.
adalah RS dan TB.
satu titik, yaitu titik M. Titik M merupakan pusat
lingkaran luar segitiga ABC, yaitu lingkaran yang melalui
titik sudut A, B, dan C.
segitiga di mana garis tersebut tidak ditarik dari titik sudut.
Garis sumbu pada suatu segitiga adalah garis yang ditarik dari pertengahansisi segitiga dan tegak lurus terhadap sisi tersebut.
Contoh: Melukis Garis Sumbu pada Segitiga
Pada segitiga tumpul ABC, lukislah garis sumbu pada sisi AC dan BC!
Langkah-langkah pengerjaan lukisannya sebagai berikut:
1. Buatlah segitiga tumpul ABC, kemudian buatlah busur lingkaran yang berpusat
di A dan C sehingga saling berpotongan di titik E dan F! (Gambar (i)).
2. Hubungkan titik E dan F sehingga memotong sisi AC di titik G! Perpanjang EF
sehingga memotong sisi BC di titik H. (Gambar (i)).
3. Garis GH adalah garis sumbu pada sisi AC, di mana G adalah titik tengah sisi AC
dan GH ⊥ AC.
4. Dengan melakukan pengerjaan seperti langkah 1 sampai dengan 3, diperoleh
garis sumbu pada sisi BC, yaitu LM, di mana titik L adalah titik tengah sisi BC dan
LM ⊥ BC. (Gambar (ii)).
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 4 dan 5 pada
halaman 165
KEGIATAN SISWA HALAMAN 165
1. Besar sudut-sudut suatu segitiga 32° dan 100°. Hitunglah besar sudut ketiga!
Jawab:
Pertanyaan yang dimaksud dengan sudut ketiga
adalah sudut yang satu lagi (yang lainnya).
Karena jumlah sudut-sudut segitiga 180°, maka:
Besar sudut ketiga = 180° – (32° + 100°)
= 180° – 132° = 48°.
2. Kapal pemancing ikan dilengkapi dengan
layar terbuat dari kain. Tiang layar
tegak lurus terhadap tepi layar bagian
bawah. Jika besar sudut lainnya pada
bagian alas layar tersebut adalah 63°,
hitunglah besar sudut puncak layar
perahu tersebut!
9.4 Besar Sudut-Sudut Segitiga
9.4.1 Jumlah Sudut-Sudut Segitiga
Jawab:
Besar sudut yang terletak pada
alas layar kapal adalah 90° dan 63°.
Besar sudut puncak pada layar
kapal tersebut
= 180° – (90° + 63°)
= 180° – 153° = 27°.
3. Besar sudut-sudut ΔABC adalah: ∠B = 60° dan ∠A : ∠C = 3 : 5. Hitunglah:
a. nilai x, b. besar ∠C.
Jawab: Misal besar ∠A = 3x°, maka besar ∠C = 5x°.
a. ∠A + ∠B + ∠C = 180° b. Besar ∠C = 5x°
3x + 60 + 5x = 180 = 5 × 15°
x = 180 − 60 = 75°
8x = 120
x = 15
Jadi, nilai x adalah 15.
dan (4x + 10)°.
Hitunglah nilai x!
Jawab: 2x° + (x + 16)° + (4x + 10)° = 180°
2x + x + 4x + 16 + 10 = 180
7x + 26 = 180
7x = 180 – 26
7x = 154
x = 22
Jadi, nilai x adalah 22.
Perhatikan Gambar di samping!
∠CBD disebut sudut luar.
∠A, ∠C, dan ∠ABC merupakan sudut dalam.
∠ABC dan ∠CBD saling berpelurus maka:
∠CBD = 180° – ∠ABC.................. (1)
Jumlah sudut-sudut segitiga = 180°, maka:
∠A + ∠C + ∠ABC = 180°
∠A + ∠C = 180° – ∠ABC............ (2)
Dari persamaan (1) dan (2) di atas diperoleh hubungan berikut:
(1) ∠CBD = 180° – ∠ABC
(2) ∠A + ∠C = 180° – ∠ABC
diperoleh hubungan berikut.
∠CBD = ∠A + ∠C.
Besar sudut luar suatu segitiga sama dengan jumlah dua
sudut dalam yang tidak berpelurus dengan sudut luar tersebut.
9.4.2 Sudut Luar Segitiga
Pada gambar di samping, besar ∠BAC = 5x°,
∠ACD = 55°, dan ∠ADE = 114°. Tentukan:
a. besar ∠CAD,
b. nilai x,
c. besar ∠BAD.
Jawab:
a. Perhatikan ΔCDA dan sudut luar ADE! b. Perhatikan ΔBCA dan ∠ACD!
∠ADE = ∠ACD + ∠CAD
114° = 55° + ∠CAD
∠CAD = 114° – 55°
∠CAD = 59°
Jadi, besar ∠CAD adalah 59°.
c. ∠BAD = ∠BAC + ∠CAD
= 5x° + 59°
= 5 × 5° + 59°
= 25° + 59°
= 84°
Jadi, besar ∠BAD adalah 84°.
∠ACD = ∠B + ∠BAC
55 = 6x + 5x
55 = 11x
x = 5
Jadi, nilai x adalah 5.
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 6 dan 7 pada
halaman 167 dan 170
Rumus keliling (K) segitiga dengan
panjang sisi a cm, b cm, dan c cm adalah:
K = a + b + c.
Pada gambar di samping, ΔABC sama kaki dengan
panjang AB = 12 cm dan AC = 8 cm. Hitunglah
keliling segitiga tersebut!
Jawab:
Panjang AB = BC = 12 cm.
K = AB + BC + AC
= 12 + 12 + 8
= 32
Jadi, keliling ΔABC adalah 32 cm.
9.5 Keliling dan Luas Segitiga
9.5.1 Keliling Segitiga
KEGIATAN SISWA HALAMAN 173
9.5.2 Luas Segitiga Berdasarkan Alas dan Tinggi
9.5.3 Alas dan Tinggi yang Sekawan
9.5.4 Luas Segitiga Berdasarkan Panjang Sisi
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 8 dan 9 pada
halaman 172 dan 176
9.5.5 Menentukan Luas Bangun dengan Rumus Luas Segitiga
Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal
Latihan 10 pada
halaman 178
Rangkaian pola bilangan seperti di atas, yaitu 3, 6, 9, 12, ... disebut pola bilangan.
9.6 Pola Bilangan Segitiga
KEGIATAN SISWA HALAMAN 180