1 of 53

Operasi dan Faktorisasi Bentuk Aljabar

2 of 53

3 of 53

4 of 53

Kata aljabar berasal dari kata al-jabr yang diambil dari buku karangan Muhammad ibn Musa Al-Khawarizmi (780-850 M), yaitu kitab al-jabr wal-muqabalah yang membahas tentang cara menyelesaikan persamaan-persamaan aljabar.

Al-Khawarizmi adalah ahli matematika, astronomi, dan geografi yang termasyhur. Ia lahir di Khwarizm (Uzbekistan) dan wafat di Baghdad tahun 850 M. Selain buku tentang aljabar, ia bersama tim ahli geografinya telah menghasilkan peta pertama dunia tahun 830 M.

5 of 53

3.2.1 Pengertian Bentuk Aljabar

3.2 BENTUK ALJABAR

6 of 53

3.2.2 SUKU TUNGGAL DAN SUKU BANYAK

7 of 53

Suku-suku yang sejenis pada bentuk aljabar hanya boleh berbeda pada koefisiennya.

3.2.3 SUKU-SUKU SEJENIS

8 of 53

2. Tentukan suku-suku yang sejenis pada bentuk aljabar berikut 9k + 8m – 4km – 15k + 7km

Jawab:

Suku-suku yang sejenis pada 9k + 8m – 4km – 15k + 7km adalah:

  • 9k dan –15k,
  • –4km dan 7km.

3.2.3 SUKU-SUKU SEJENIS

9 of 53

3.3.1 Penjumlahan dan Pengurangan Bentuk Aljabar

Untuk menentukan hasil penjumlahan maupun hasil pengurangan pada bentuk aljabar, perlu diperhatikan hal-hal berikut.

1. Suku-suku yang sejenis.

2. Sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan maupun pengurangan, yaitu:

a. ab + ac = a(b + c) atau a(b + c) = ab + ac,

b. ab ac = a(b c) atau a(b c) = ab ac.

3. Hasil perkalian dua bilangan bulat, yaitu:

a. hasil perkalian dua bilangan bulat positif adalah bilangan bulat positif,

b. hasil perkalian dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif,

c. hasil perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat negatif.

3.3 OPERASI HITUNG PADA BENTUK ALJABAR

10 of 53

3.3.1 PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BENTUK ALJABAR

Hasil penjumlahan maupun pengurangan pada bentuk aljabar dapat disederhanakan dengan cara mengelompokkan dan menyederhanakan suku-suku yang sejenis.

11 of 53

3. Gambar di samping menunjukkan sebuah persegi dengan

panjang sisi 2n cm. Tentukan keliling persegi tersebut

dinyatakandalam n!

Jawab:

Keliling persegi adalah jumlah panjang sisi persegi, maka:

keliling persegi tersebut = 2n + 2n + 2n + 2n

= 8n cm.

12 of 53

5. Kurangkanlah –4(2x + 3) dari – 5(x – 2), kemudian sederhanakan hasil pengurangan

tersebut!

Jawab:

Hasil pengurangan –4(2x + 3) dari – 5(x – 2) adalah:

– 5(x – 2) – [–4(2x + 3)] = –5x + 10 – (–8x – 12)

= –5x + 10 + 8x + 12

= –5x + 8x + 10 + 12

= 3x + 22

4. Kurangkan 5p – 3q dari 9p – 6q, kemudian sederhanakanlah!

Jawab:

Ingat bahwa a dikurangkan dari b artinya b – a, bukan a – b.

Hasil pengurangan 5p – 3q dari 9p – 6q adalah:

(9p – 6q) – (5p – 3q) = 9p – 6q – 5p + 3q atau 9p – 6q

= 9p – 5p – 6q + 3q 5p –3q

= 4p – 3q 4p – 3q

13 of 53

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 1 pada

halaman 123

14 of 53

a. Perkalian Suku Tunggal

3.3.2 PERKALIAN BENTUK ALJABAR

15 of 53

Untuk sembarang bilangan x, y, dan k selalu berlaku:

B. PERKALIAN SUATU BILANGAN DENGAN SUKU DUA

16 of 53

1. Menggunakan Hukum Distributif

Perkalian suku dua dengan suku dua dapat dijabarkan dengan menggunakan hukum distributif, yaitu:

C. PERKALIAN SUKU DUA DENGAN SUKU DUA

17 of 53

1. MENGGUNAKAN HUKUM DISTRIBUTIF

Contoh:

Tentukan hasil perkalian berikut dengan menggunakan hukum distributif!

1. (3x + 4)(x – 2) 2. (2x – 3)(x + 1)

18 of 53

Perkalian dua suku dua dapat dijabarkan dengan menggunakan skema berikut:

2. MENGGUNAKAN SKEMA

19 of 53

2. MENGGUNAKAN SKEMA

20 of 53

21 of 53

Contoh :

3. PENGGUNAAN PERKALIAN (X + A)(X + B)

22 of 53

Jika dua bentuk aljabar memiliki faktor yang sama, maka hasil pembagian kedua bentuk aljabar tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk yang sederhana dengan memperhatikan faktor-faktor yang sama.

3.3.3 PEMBAGIAN BENTUK ALJABAR

23 of 53

24 of 53

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 2 dan 3 pada

halaman 129 dan 132

25 of 53

a. Arti Pemangkatan Bentuk Aljabar

3.3.4 PEMANGKATAN BENTUK ALJABAR

26 of 53

27 of 53

B. PENGKUADRATAN SUKU DUA

28 of 53

Koefisien suku-suku pada hasil pemangkatan suku dua diperoleh dari bilangan-bilangan

pada segitiga Pascal.

Perhatikan hasil pemangkatan suku dua di atas, pangkat dari a turun dan pangkat

dari b naik!

C. PEMANGKATAN SUKU DUA DENGAN SEGITIGA PASCAL

29 of 53

30 of 53

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 4 pada

halaman 136

31 of 53

3.4 MENSUBSTITUSI BILANGAN PADA BENTUK ALJABAR

32 of 53

3.5.1 Faktorisasi dengan Hukum Distributif

Faktorisasi (pemfaktoran) adalah menyatakan bentuk penjumlahan suku-suku menjadi bentuk perkalian

faktor-faktor. Bentuk penjumlahan suku-suku pada

bentuk aljabar yang memiliki faktor yang sama

( faktor persekutuan) dapat difaktorkan dengan

menggunakan hukum distributif.

3.5 FAKTORISASI BENTUK ALJABAR

33 of 53

3.5 FAKTORISASI BENTUK ALJABAR

34 of 53

Catatan:

Dalam faktorisasi, faktor persekutuan yang diambil adalah faktor persekutuan

terbesar, sehingga suku-suku yang berada di dalam tanda

kurung tidak lagi memuat faktor persekutuan.

35 of 53

2. Faktorkanlah bentuk-bentuk berikut!

a. 2a – 2b + ac bc b. px + py qx qy

Jawab:

Untuk memfaktorkan bentuk aljabar seperti di atas, faktorkanlah terlebih dahulu

dua suku yang pertama, kemudian dua suku yang terakhir.

a. 2a – 2b + ac bc = 2(a b) + c(a b)

= (a b)(2 + c) atau (2 + c)(a b)

b. px + py qx qy = p(x + y) – q(x + y)

= (x + y)( p q) atau ( p q)(x + y)

36 of 53

3.5.2 FAKTORISASI SELISIH DUA KUADRAT

37 of 53

Catatan:

Jika suatu bentuk aljabar memiliki faktor persekutuan seperti Contoh 2a dan 2c, maka faktorkanlah terlebih dahulu dengan menggunakan hukum distributif, kemudian lanjutkan dengan faktorisasi bentuk lainnya.

38 of 53

39 of 53

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 5, 6 dan 7 pada

halaman 138, 140, dan 142

40 of 53

41 of 53

42 of 53

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 8 pada

halaman 145

43 of 53

44 of 53

45 of 53

3.6.1 Menyederhanakan Pecahan Aljabar

Untuk menyederhanakan pecahan aljabar, kita gunakan sifat pada pecahan senilai, yaitu:

  • jika pembilang dan penyebut suatu pecahan dibagi dengan bilangan yang sama kecuali nol, maka diperoleh pecahan baru yang senilai, tetapi menjadi lebih sederhana.
  • jika pembilang dan penyebut suatu pecahan aljabar memiliki faktor yang sama, maka pecahan tersebut dapat disederhanakan.

3.6 OPERASI PECAHAN BENTUK ALJABAR

46 of 53

47 of 53

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 9 dan 10 pada

halaman 147 dan 149

48 of 53

3.6.2 PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN ALJABAR

49 of 53

50 of 53

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 11 pada

halaman 151

51 of 53

3.6.3 PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN ALJABAR

52 of 53

53 of 53

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 12 pada

halaman 153