1 of 99

Bilangan Bulat

dan Pecahan

2 of 99

3 of 99

4 of 99

Pizza adalah makanan cepat saji yang menjadi makanan favorit bagi sebagian orang. Sebelum disantap, terlebih dahulu pizza dipotong menjadi beberapa bagian, sehingga setiap potong pizza merupakan bagian dari keseluruhan yang

dalam matematika dikenal dengan istilah pecahan. Dapatkah kalian menyebutkan pecahan mana yang ditunjukkan oleh masing-masing potongan pizza tersebut?

5 of 99

Bilangan bulat adalah . . . , –3, –2, –1, 0, 1, 2, 3, . . .

Bilangan-bilangan: –1, –2, –3, –4, –5, . . . disebut bilangan bulat negatif.

Bilangan-bilangan di atas nol yaitu 1, 2, 3, 4, 5, . . . disebut

bilangan bulat positif.

Himpunan bilangan bulat positif, nol, dan bilangan bulat negatif membentuk himpunan bilangan bulat. Nol (0) adalah bilangan yang tidak positif dan tidak negatif.

1.1 BILANGAN BULAT DAN LAMBANGNYA

6 of 99

Contoh

1. Suhu manakah yang lebih tinggi, –8° atau –5°?

Jawab:

Pada garis bilangan vertikal, –5° terletak di sebelah atas –8°, maka suhu yang

lebih tinggi adalah –5°.

2. Sisipkanlah lambang > atau < di antara pasangan-pasangan bilangan berikut agar menjadi kalimat benar!

a. 4 dan –5

b. –15 dan –7

Jawab:

a. Pada garis bilangan mendatar, 4 terletak di sebelah kanan –5, maka 4 > –5.

b. Pada garis bilangan mendatar, –15 terletak di sebelah kiri –7, maka –15 < –7.

7 of 99

1.2.1 Penjumlahan Bilangan Bulat

Untuk memahami pengertian penjumlahan dua bilangan bulat, dapat ditunjukkan dengan Menggunakan garis bilangan seperti contoh berikut.

Contoh

1. Tentukan hasil penjumlahan bilangan-bilangan berikut dengan menggunakan garis bilangan! 8 + (–3)

Jawab:

Penjumlahan 8 + (–3)

Dari titik 0 bergerak 2 satuan ke kiri, kemudian dilanjutkan 5 satuan lagi ke kiri

sehingga diperoleh titik akhir, yaitu –7 yang merupakan hasil dari –2 + (–5).

Jadi, –2 + (–5) = –7.

1.2 PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT DAN SIFAT-SIFATNYA

8 of 99

2. Pada sebuah perusahaan es krim, suhu di ruang administrasi 41° lebih tinggi dari suhu di gudang tempat penyimpanan es krim. Jika suhu di ruang gudang tersebut –17°C, berapa derajat suhu di ruang administrasi?

Jawab:

Jadi, suhu di ruang administrasi = –17° + 41° = 24°C.

Berdasarkan uraian tersebut, jika pemahaman tentang konsep penjumlahan bilangan

bulat melalui garis bilangan telah dikuasai, maka hasil penjumlahan bilangan bulat dapat juga ditentukandengan menggunakan aturan berikut.

9 of 99

Untuk sembarang bilangan bulat a dan b berlaku:

1. –a + b = –(a – b) jika a lebih dari b

2. –a + b = b – a jika b lebih dari a

3. –a + (–b) = –(a + b) kedua-duanya bilangan negatif

1.2 PENJUMLAHAN BILANGAN BULAT DAN SIFAT-SIFATNYA

10 of 99

Contoh:

1. Hitunglah penjumlahan-penjumlahan bilangan bulat berikut!

a. –27 + 12 b. –14 + 29 c. –36 + (–58)

Jawab:

a. –27 + 12 = –(27 – 12) 27 lebih dari 12 dan 27 bertanda negatif = –15

b. –14 + 29 = 29 – 14 29 lebih dari 14 dan 29 bertanda positif

= 15

c. –36 + (–58) = –(36 + 58) sama-sama bilangan negatif

= –94

11 of 99

12 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 1 pada

halaman 6

13 of 99

1.2.2 SIFAT-SIFAT PENJUMLAHAN PADA BILANGAN BULAT

14 of 99

1.2.2 SIFAT-SIFAT PENJUMLAHAN PADA BILANGAN BULAT

15 of 99

 

sebanyak 76 bilangan

1.2.3 PENJUMLAHAN BILANGAN MODEL GAUSS

16 of 99

Untuk sembarang bilangan bulat a dan b selalu berlaku: a – b = a + (–b).

Contoh:

1. Tentukan hasil penjumlahan bilangan-bilangan berikut!

a. –8 – 12 b. 6 – (–10) c. –14 – 15 – (–21)

Jawab:

a. –8 – 12 = –8 + (–12) = –20 c. –14 – 15 – (–21) = –14 + (–15) + 21

b. 6 – (–10) = 6 + 10 = 16 = –29 + 21 = –8

1.3 PENGURANGAN BILANGAN BULAT

17 of 99

2. Seekor lumba-lumba melompat sampai ketinggian 3 meter di atas permukaan air laut, kemudian turun dan menyelam sampai kedalaman 7 meter. Hitunglah jarak antara puncak lompatan dengan kedalaman penyelaman lumbalumba tersebut!

Jadi, jarak puncak lompatan dengan kedalaman penyelaman = 3 – (–7)

= 3 + 7

= 10 meter.

1.3 PENGURANGAN BILANGAN BULAT

18 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 2 dan 3 pada

halaman 9 dan 12

19 of 99

1.4.1 Perkalian Bilangan Bulat Positif dan Negatif

a. Perkalian Bilangan Bulat Positif dengan Negatif

Hasil perkalian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat

negatif adalah bilangan bulat negatif.

Untuk setiap bilangan a dan b berlaku a × (–b) = –ab.

1.4 PERKALIAN BILANGAN BULAT DAN SIFAT-SIFATNYA

20 of 99

Contoh:

Suhu udara di puncak sebuah gunung pada sore hari adalah 18°C. Selanjutnya, suhu tersebut turun 4°C pada setiap 2 jam. Tentukan tinggi suhu di puncak pegunungan tersebut 10 jam kemudian!

Jawab:

Dalam 10 jam, suhu turun 5 kali, masing-masing 4°C.

Jadi, suhu di puncak pegunungan pada 10 jam kemudian = 18 – (5 × 4)

= 18 – 20

= –2°C.

A. PERKALIAN BILANGAN BULAT POSITIF DENGAN NEGATIF

21 of 99

Hasil perkalian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif adalah bilangan bulat negatif. Untuk setiap bilangan a dan b berlaku (– a) × b = – ab.

Contoh:

Tentukan hasil perkalian bilangan-bilangan berikut!

1. –4 × 7 3. –15 × (–24 + 32)

2. [6 × (–7)] × 8 4. (–35 + 12) × 20

Jawab:

1. –4 × 7 = –28 3. –15 × (–24 + 32) = –15 × 8

= –120

2. [6 × (–7)] × 8 = –42 × 8 4. (–35 + 12) × 20 = –23 × 20

= –336 = –460

B. PERKALIAN BILANGAN BULAT NEGATIF DENGAN POSITIF

22 of 99

Hasil perkalian dua bilangan bulat negatif adalah bilangan bulat positif.

Untuk setiap bilangan a dan b berlaku (– a) × (–b) = ab.

Contoh:

Tentukan hasil perkalian bilangan-bilangan berikut!

1. –8 × (–12) 3. –4 × [5 × (–6)]

2. (–7 × 3) × (–8) 4. [10 + (–24)] × (–9)

Jawab:

1. –8 × (–12) = 96 3. –4 × [5 × (–6)] = –4 × (–30)

= 120

2. (–7 × 3) × (–8) = –21 × (–8) 4. [10 + (–24)] × (–9) = –14 × (–9)

= 168 = 126

1.4.2 PERKALIAN DUA BILANGAN BULAT NEGATIF

23 of 99

Untuk menentukan hasil perkalian bilangan bulat dengan 0, perhatikan daftar perkalian pada halaman 13, kemudian lakukan

1.4.3 PERKALIAN BILANGAN BULAT DENGAN 0 DAN 1

KEGIATAN SISWA HALAMAN 15

24 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 4 pada

halaman 16

25 of 99

1.4.4 SIFAT-SIFAT PERKALIAN BILANGAN BULAT

KEGIATAN SISWA HALAMAN 17

26 of 99

1.5 PEMBAGIAN BILANGAN BULAT

27 of 99

1.5 PEMBAGIAN BILANGAN BULAT

Contoh:

Tentukan hasil pembagian bilangan-bilangan berikut!

1. –15 : 3 2. –72 : 2 3. (–60 : 5) : 3

Jawab:

1. –15 : 3 = –5 3. (–60 : 5) : 3 = –12 : 3

2. –72 : 2 = –36 = –4

28 of 99

Contoh :

Tentukan hasil pembagian bilangan-bilangan berikut!

1. 18 : (–3) 2. 84 : (–12) 3. 42 : [8 + (–15)]

Jawab:

1. 18 : (–3) = –6 3. 42 : [8 + (–15)] = 42 : (–7)

2. 84 : (–12) = –7 = –6

B. PEMBAGIAN BILANGAN BULAT POSITIF DENGAN BILANGAN BULAT NEGATIF

KEGIATAN SISWA HALAMAN 19

29 of 99

Bilangan bulat negatif dibagi dengan bilangan bulat negatif menghasilkan bilangan bulat positif.

Contoh:

Tentukan hasil pembagian bilangan-bilangan berikut!

1. –30 : (–6) 2. –96 : (–12) 3. –75 : [45 : (–9)]

Jawab:

1. –30 : (–6) = 5 3. –75 : [45 : (–9)] = –75 : (–5)

2. –96 : (–12) = 8 = 15

C. PEMBAGIAN DUA BILANGAN BULAT NEGATIF

30 of 99

Untuk sembarang bilangan bulat a, maka:

a : 0 = tidak terdefinisikan.

Untuk sembarang bilangan bulat a dengan a ≠ 0, maka: 0 : a = 0.

1.5.3 PEMBAGIAN DENGAN NOL

31 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 5 pada

halaman 21

32 of 99

Dalam menyelesaikan operasi campuran yang memuat penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

1. Dahulukan operasi perkalian kemudian pembagian, atau sebaliknya.

2. Lanjutkan dengan operasi penjumlahan atau pengurangan

1.6 OPERASI HITUNG CAMPURAN

33 of 99

1.6 OPERASI HITUNG CAMPURAN

34 of 99

1.7.1 Kelipatan dan Kelipatan Persekutuan

Kelipatan suatu bilangan a pada sistem bilangan asli diperoleh dengan cara mengalikan a dengan setiap bilangan asli.

• Kelipatan 2 adalah 2 × 1, 2 × 2, 2 × 3, 2 × 4, 2 × 5, ..., yaitu 2, 4, 6, 8, 10, ... .

• Kelipatan 3 adalah 3 × 1, 3 × 2, 3 × 3, 3 × 4, 3 × 5, ..., yaitu 3, 6, 9, 12, 15, ... .

• Kelipatan 4 adalah 4 × 1, 4 × 2, 4 × 3, 4 × 4, 4 × 5, ..., yaitu 4, 8, 12, 16, 20, ... . Berdasarkan kelipatan dua bilangan atau lebih, dapat ditentukan anggota-anggota persekutuannya yang disebut kelipatan persekutuan.

Anggota terkecil pada kelipatan persekutuan disebut kelipatan persekutuan terkecil atau KPK.

1.7 KELIPATAN DAN FAKTOR

35 of 99

Contoh:

Tentukan KPK dari bilangan-bilangan berikut!

  1. 3 dan 4 2. 3, 6, dan 8

Jawab:

1. Kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, 36, ... .

Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, ... .

Kelipatan persekutuan dari 3 dan 4 adalah 12, 24, 36, 48, ... .

Kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 3 dan 4 adalah 12.

2. Kelipatan 3 adalah 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27, 30, 33, 36, 39, 42, 45, 48, ... .

Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, ... .

Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, ... .

Kelipatan persekutuan dari 3, 6, dan 8 adalah 24, 48, 72, 96, ... .

KPK dari 3, 6, dan 8 adalah 24.

36 of 99

Faktor-faktor dari suatu bilangan dapat diperoleh dengan cara menyatakan bilangan

tersebut sebagai hasil kali dua bilangan atau lebih. Untuk itu, perhatikan uraian berikut!

• 12 = 1 × 12

= 2 × 6 Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12.

= 3 × 4

• 70 = 1 × 70

= 2 × 35 Faktor dari 70 adalah 1, 2, 5, 7, 10, 14, 35, dan 70. = 5 × 14

= 7 × 10

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa mencari faktor suatu bilangan

sama artinya dengan mencari semua pembagi yang habis membagi bilangan itu.

1.7.2 FAKTOR DAN FAKTOR PERSEKUTUAN

37 of 99

1.7.2 FAKTOR DAN FAKTOR PERSEKUTUAN

Dari dua bilangan atau lebih, dapat ditentukan anggota-anggota persekutuannya yangdisebut faktor persekutuan. Anggota terbesar pada faktor persekutuan disebut faktor persekutuan terbesar atau FPB.

38 of 99

Contoh :

Tentukan FPB dari bilangan-bilangan berikut!

  1. 12 dan 18 2. 24, 48, dan 72

Jawab:

1. Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, dan 12.

Faktor dari 18 adalah 1, 2, 3, 6, 9, dan 18.

Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6.

Faktor persekutuan terbesar (FPB) dari 12 dan 18 adalah 6.

2. Faktor dari 24 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, dan 24.

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 16, 24, dan 48.

Faktor dari 72 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9, 12, 18, 24, 36, dan 72.

Faktor persekutuan dari 24, 48, dan 72 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, dan 24.

FPB dari 24, 48, dan 72 adalah 24.

39 of 99

1.7.3 KPK DAN FPB DENGAN FAKTORISASI PRIMA

40 of 99

1.7.3 KPK DAN FPB DENGAN FAKTORISASI PRIMA

KPK diperoleh dari hasil kali faktor-faktor prima yang berbeda

dan mengambil pangkat tertinggi untuk faktor yang sama.

FPB diperoleh dari hasil kali faktor-faktor prima yang sama

dengan pangkat terkecil.

41 of 99

Contoh 3.

Arkan mengunjungi perpustakaan setiap 6 hari sekali, Dimas setiap 4 hari sekali, sedangkan Sukma setiap 8 hari sekali. Jika pada tanggal 28 Januari mereka mengunjungi perpustakaan bersama-sama, pada tanggal berapa mereka akan mengunjungi perpustakaan bersama-sama lagi berikutnya?

42 of 99

Contoh 4.

Tersedia 84 buku, 56 pensil, dan 140 krayon. Jika buku, pensil, dan krayon tersebut

akan dibagi rata kepada sejumlah anak, berapa anak sebanyak-banyaknya yang dapat menerima pembagian tersebut?

43 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 7 pada

halaman 26

44 of 99

1.8.1 Pengertian Pemangkatan Bilangan Bulat

 

n faktor

1.8 PEMANGKATAN DAN SIFAT-SIFATNYA

45 of 99

1.8 PEMANGKATAN DAN SIFAT-SIFATNYA

46 of 99

47 of 99

a. Sifat Perkalian Bilangan Berpangkat

1.8.2 SIFAT-SIFAT OPERASI BILANGAN BERPANGKAT

48 of 99

B. SIFAT PEMBAGIAN BILANGAN BERPANGKAT

49 of 99

C. SIFAT PEMANGKATAN BILANGAN BERPANGKAT

50 of 99

C. SIFAT PEMANGKATAN BILANGAN BERPANGKAT

51 of 99

1.9 BENTUK BAKU BILANGAN BESAR (NOTASI ILMIAH)

52 of 99

1.9 BENTUK BAKU BILANGAN BESAR (NOTASI ILMIAH)

53 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 8 dan 9 pada

halaman 28 dan 33

54 of 99

1.10.1 Arti Pecahan

1.10 PECAHAN DAN LAMBANGNYA

55 of 99

1.10.1 ARTI PECAHAN

56 of 99

1.10.2 PECAHAN SENILAI

57 of 99

1.10.3 MEMBANDINGKAN DUA PECAHAN

58 of 99

1.10.4 PECAHAN CAMPURAN

59 of 99

Sebaliknya, bilangan campuran (pecahan campuran) dapat diubah menjadi bentuk

pecahan biasa, seperti contoh berikut.

60 of 99

1.10.5 PECAHAN NEGATIF

61 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 10 dan 11 pada

halaman 37 dan 39

62 of 99

1.11.1 Pecahan Desimal

Dalam sistem desimal, angka-angka dalam sebuah bilangan desimal masing-masing mempunyai arti sebagai berikut.

Bilangan di atas merupakan bilangan desimal dengan tiga tempat desimal karena memiliki 3 angka di belakang koma. Dari uraian tersebut, nampak bahwa bilangan desimal dapat dinyatakan sebagai bilangan campuran( pecahan campuran). Sebaliknya, pecahan campuran maupun pecahan biasa

dapat dinyatakan sebagai pecahan desimal. Caranya dengan mengubah penyebutnya menjadi

Bilangan 10, 100, 1.000, dan seterusnya

1.11 PECAHAN DESIMAL DAN PERSEN

63 of 99

64 of 99

Jika penyebut dari suatu pecahan ternyata sulit diubah menjadi 10, 100, 1.000, dan

seterusnya, maka pengerjaan dapat dilakukan dengan cara membagi pembilang dengan penyebut seperti contoh berikut.

Contoh :

65 of 99

Persen adalah pecahan dengan penyebut 100. Dengan demikian, persen berarti perseratus. Lambang persen adalah %.

1.11.2 PERSEN

66 of 99

67 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 12 pada

halaman 43

68 of 99

1.12.1 Penjumlahan Pecahan

hasil penjumlahan pecahan-pecahan yang memiliki penyebut yang sama dapat diperoleh dengan cara menjumlahkan pembilang-pembilangnya, sedangkan

penyebutnya tetap. Jika pecahan-pecahan yang akan dijumlahkan memiliki penyebut yang berbeda, terlebih dahulu disamakan penyebutnya dengan menggunakan KPK dari penyebut-penyebutnya

1.11.2 PERSEN

69 of 99

70 of 99

1.12.2 SIFAT-SIFAT PENJUMLAHAN PADA BILANGAN PECAHAN

KEGIATAN SISWA HALAMAN 45

71 of 99

Catatan:

Pengurangan pecahan yang berbeda penyebutnya dilakukan dengan menyamakan dahulu penyebutnya dengan cara menggunakan KPK dari penyebut-penyebutnya.

1.12.3 PENGURANGAN PECAHAN

72 of 99

3. Seseorang mendapat upah Rp840.000 sebulan. Seperenam dari upah tersebut

digunakan untuk membayar sewa rumah, 25 bagian digunakan untuk kebutuhan

makan, dan sisanya untuk keperluan lain.

a. Berapa bagian yang digunakan untuk keperluan lain?

b. Berapa rupiah yang digunakan untuk keperluan lain?

73 of 99

  • Untuk menentukan hasil penjumlahan maupun pengurangan pada pecahan negatif, gunakan aturan-aturan atau sifat-sifat pada penjumlahan/pengurangan pecahan positif.
  • terkadang bentuk pecahan negatif perlu diubah bentuk penulisannya, seperti pecahan berikut.

1.12.4 PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN NEGATIF

74 of 99

1.12.4 PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN NEGATIF

Contoh:

Hitunglah penjumlahan dan pengurangan pecahan-pecahan berikut!

1. − 38+ (− 78) 2. 14− (− 16) − 23

Jawab:

1. − 38+ (− 78) = −3 − 78 2. 14− (− 16) − 23= 14+ 16− 23

= − 108 = 312 + 212 − 812

= –1 28= –1 14 = − 312 = − 14

75 of 99

1.12.5 PERKALIAN PECAHAN

76 of 99

1.12.5 PERKALIAN PECAHAN

77 of 99

a. Menyelidiki Sifat Komutatif (Pertukaran)

b. Menyelidiki Sifat Asosiatif (Pengelompokan)

1.12.6 SIFAT-SIFAT PERKALIAN PADA BILANGAN PECAHAN

KEGIATAN SISWA HALAMAN 50

78 of 99

C. SIFAT DISTRIBUTIF (PENYEBARAN)

79 of 99

1.12.7 PEMBAGIAN PECAHAN

80 of 99

1.12.8 PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN NEGATIF

81 of 99

1.12.9 PEMANGKATAN PECAHAN

82 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 13-16 pada

halaman 48, 52, 55, 56

83 of 99

1.13.1 Penjumlahan dan Pengurangan pada Pecahan Desimal

menjumlahkan atau mengurangkan bilangan-bilangan dalam bentuk desimal, tanda koma desimal diletakkan pada satu lajur, sehingga angka ribuan, ratusan, puluhan, satuan, persepuluhan, dan seterusnya masing-masing terletak pada satu lajur.

Contoh:

1. Tentukan hasil penjumlahan bilangan-bilangan berikut!

a. 14,7 dan 8,39 b. 9,754 dan 52,18

Jawab: a. 1 4 , 7 b. 9 , 7 5 4

8 , 3 9 + 5 2 , 1 8 +

2 3 , 0 9 6 1 , 9 3 4

1.13 OPERASI PADA PECAHAN DESIMAL

84 of 99

1.13 OPERASI PADA PECAHAN DESIMAL

85 of 99

1.13.2 Perkalian Bilangan dalam Bentuk Desimal

1. Perkalian dengan 10 dilakukan dengan menggeser bilangan satu tempat ke kiri, atau menggeser tanda koma satu tempat ke kanan.

2. Perkalian dengan 100 dilakukan dengan menggeser bilangan dua tempat ke kiri, atau menggeser tanda koma dua tempat ke kanan.

Hasil perkalian bilangan desimal dengan 10, 100, 1.000, 10.000, dan seterusnya dapat ditentukan dengan cara menggeser tanda koma ke kanan sesuai dengan banyaknya angka nol.

1.13 OPERASI PADA PECAHAN DESIMAL

86 of 99

1.13.2 PERKALIAN BILANGAN DALAM BENTUK DESIMAL

banyak tempat desimal dari hasil kali bilangan-bilangan desimal diperoleh dengan menjumlahkan banyak tempat desimal dari pengali-pengalinya.

87 of 99

hasil pembagian bilangandesimal dengan 10 dan 100 dapat ditentukan dengan cara menggeser tanda koma ke kirimenurut banyaknya angka nol. Hal ini juga berlaku untuk pembagian dengan 1.000, 10.000,100.000, dan seterusnya.

Contoh:

1. 3 4 5 6 , 7 8 : 100 = 34,5678 tanda koma bergeser 2 angka ke kiri 2

2 . 3 4 5 6 , 78 : 1.000 = 3,45678 tanda koma bergeser 3 angka ke kiri 3

3. 3456,78 : 100.000 = 0 3 4 5 6 , 7 8 : 100.000 = 0,0345678

tanda koma bergeser 5 angka 5 kekiri

1.13.3 PEMBAGIAN BILANGAN DALAM BENTUK DESIMAL

88 of 99

1.13.3 PEMBAGIAN BILANGAN DALAM BENTUK DESIMAL

Untuk membagi suatu bilangan dengan bilangan desimal, usahakan agar pembaginya merupakan bilangan bulat

89 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 17-19 pada

halaman 58, 59, 61

90 of 99

1.14.1 Pembulatan Pecahan Desimal

Aturan pembulatan untuk bilangan desimal.

1. Untuk membulatkan bilangan sampai 1 desimal, perhatikan angka desimal yang ke-2! Untuk membulatkan bilangan sampai 2 desimal, perhatikan angka desimal yang ke-3, dan seterusnya!

2. Jika angka yang akan dibulatkan lebih dari atau sama dengan 5, maka angka di depannya bertambah 1.

3. Jika angka yang akan dibulatkan kurang dari 5, maka angka di depannya tetap (tidak bertambah).

1.14 TAKSIRAN PADA BILANGAN DESIMAL

91 of 99

1.14.1 PEMBULATAN PECAHAN DESIMAL

92 of 99

Untuk melakukan pembulatan bilangan desimal ke satuan terdekat, dapat dilakukan dengan aturan berikut.

  • Perhatikan angka desimal yang ke-1 (angka persepuluhan)!
  • Jika angka persepuluhannya kurang dari 5, maka angka persepuluhan tersebut dihilangkan,sehingga angka satuannya tidak berubah.
  • Jika angka persepuluhannya lebih dari atau sama dengan 5, maka angka
  • persepuluhan tersebut dibulatkan ke atas menjadi 1 satuan, sehingga angka satuannya bertambah 1.

1.14.2 PEMBULATAN KE BILANGAN SATUAN

93 of 99

1.14.2 PEMBULATAN KE BILANGAN SATUAN

94 of 99

Pembulatan bilangan desimal sangat bermanfaat dalam operasi hitung bilangan desimalkarena dengan pembulatan kita dapat memperkirakan atau menaksir hasil operasi hitung yang diperoleh. Dengan demikian, jika terjadi kesalahan, maka kita dapat segera mengoreksinya.

1.14.3 MENAKSIR HASIL PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN DESIMAL

95 of 99

1.14.3 MENAKSIR HASIL PERKALIAN DAN PEMBAGIAN BILANGAN DESIMAL

1. Tentukan taksiran hasil perkalian berikut!

a. 11,8 × 10,2 b. 15,375 × 111,75

Jawab:

a. 11,8 × 10,2 ≈ 12 × 10 b. 15,375 × 111,75 ≈ 15 × 112

≈ 120 ≈ 1.680

2. Tentukan taksiran hasil pembagian berikut!

a. 225,12 : 24,93 b. 897,95 : 30,15

Jawab:

a. 225,12 : 24,93 ≈ 225 : 25 b. 897,95 : 30,15 ≈ 898 : 30

≈ 9 ≈ 900 : 30

≈ 30

96 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 20 pada

halaman 64

97 of 99

1.15 BILANGAN RASIONAL

98 of 99

Catatan:

Jika bilangan desimalnya berulang dua angka, kalikanlah dengan 100, dan jika berulang tiga angka, kalikanlah dengan 1.000, dan seterusnya.

99 of 99

Kamu bisa menguji pemahaman dengan mengerjakan soal

Latihan 21 pada

halaman 67