1 of 53

HUKUM PERDATA ISLAM

Tim Dosen Hukum Islam

FHUI

2016

2 of 53

Tim Dosen

  • Kelas A : Wirdyaningsih, S.H., M.H dan Dr. Neng Djubaedah, S.H., M.H
  • Kelas B : Dr. Gemala Dewi, S.H., LL.M dan Yati N Soelistijono , SH., CN
  • Kelas C: Zainal Arifin, S.H., M.H dan Dr. Yeni Salma Barlinti, S.H., M.H
  • Kelas D: Farida Prihatini, S.H., M.H., C.N dan Wismar Ain Marzuki, S.H., M.H.

3 of 53

Lingkup Pembahasan

  1. HUKUM PERIKATAN ISLAM

  • HUKUM PERORANGAN DAN KEKELUARGAAN ISLAM

  • HUKUM KEWARISAN ISLAM

4 of 53

SAP

Mata kuliah prasyarat: Hukum Islam

Semester/Tahun Ajaran: Gasal 2016

Jumlah SKS : 3 SKS

Rabu, 10-12.30 wib (Reg), 16.30-19,00 wib (Parlel)

Kode Matakuliah:

HPE 10202

Hukum Perdata Islam

5 of 53

DESKRIPSI MATA KULIAH

  • Merupakan materi lanjutan berupa pendalaman dari mata kuliah Hukum Islam yang terdiri atas tiga bahasan bidang hukum Islam, yaitu tentang Hukum Perorangan dan kekeluargaan Islam, Hukum Kewarisan Islam dan Hukum Perikatan Islam yang meliputi latar belakang filosofis, dasar hukum dan ketentuan hukum positif yang berlaku serta bentuk-bentuk penerapannya dalam praktek di masyarakat Indonesia.
  • Kompetensi Utama: Memahami dan Menganalisis Hukum Perikatan Islam, Hukum Perorangan, Hukum Kekeluargaan Islam, dan Hukum Kewarisan Islam yang berlaku di Indonesia secara umum.

6 of 53

Bahan Bacaan Hukum Perikatan Islam

7 of 53

Bahan Bacaan Hukum Perorangan & Kekeluargaan Islam

  • Hukum Kekeluargaan Indonesia (Sayuti Thalib, SH)
  • Hukum Kekeluargaan Nasional (Prof. Hazairin, SH)
  • Hukum Perkawinan Islam di Indonesia (Dr. Neng Djubaedah, SH., MH., Sulaikin Lubis, SH., MH dan Farida Prihatini, SH., MH., C.N)
  • Pencatatan Perkawinan (Dr. Neng Djubaedah, SH., MH)
  • UU No.1 Tahun 1974.
  • Kompilasi Hukum Islam (Instruksi Presiden No.1 Tahun 1991).

8 of 53

Bahan Bacaan Wajib Hukum Kewarisan Islam

  • Hukum Kewarisan Islam di Indonesia (Sayuti Thalib, S.H)
  • Hukum Kewarisan Bilateral menurut Qur’an dan Hadith (Prof. Hazairin, SH).
  • Hukum Kewarisan Islam di Indonesia (Yati N Soelistijono , SH., CN dan Dr. Neng Djubaedah, SH, MH)
  • Kompilasi Hukum Islam (Instruksi Presiden No.1 Tahun 1991)

9 of 53

Sistem Evaluasi

10 of 53

Pembagian Tugas Kelompok

  • Tugas 1 (Presentasi)
  • Materi yang disampaikan harus disajikan dalam bentuk yang menarik.
  • Setiap pertemuan mahasiswa akan presentasi sebanyak 2 kelompok yg sudah ditentukan sesuai SAP
  • Masing-masing kelompok diberikan alokasi waktu maks 15 menit pemaparan dan 20 menit tanya jawab
  • Tugas 2 (Membuat mind maping atau Infografis)
  • Tugas dibuat dalam bentuk poster ukuran A3 dan harus menarik, mudah dipahami dan holistik.
  • Tugas dikumpulkan pada pertemuan ke 14 (30 November )
  • Kelompok 1-6 (Perikatan Islam),
  • Kelompok 7-14 (Perorangan Islam),
  • Kelompok 15-24 (Kewarisan Islam)

Ketentuan umum:

  1. Setiap mahasiswa membuat kelompok, maksimal 3 orang
  2. Kelompok berdasarkan daftar kehadiran dari biro akademik
  3. Setiap kelas harus terdiri dari 24 kelompok, tidak boleh kurang.
  4. Anggota kelompok yang tidak hadir saat presentasi atau tidak membantu Tugas 2 maka tidak dinilai.

11 of 53

Ketentuan Perkuliahan

    • berpakaian sopan dan bersikap tertib

    • Maksimal terlambat 15 Menit. Jika Melebihi tidak diperbolehkan masuk kelas.

    • Setiap tidak hadir, harus MENYERAHKAN SURAT BUKTI (sakit atau kegiatan lainnya), disampaikan kepada pengajar di kelas masing-masing

    • Tidak diperkenankan ikut UJIAN PERBAIKAN NILAI I bila tidak mengikuti UTS atau UAS tanpa keterangan YANG VALID.

12 of 53

Lanjutan…

Membawa buku wajib sebagaimana yang ditentukan

Dilarang menggunakan alat komunikasi elektronik selama perkuliahan

Dilarang memalsukan tanda tangan kehadiran orang lain, apabila terjadi pemalsu dan yang dipalsukan dianggap tidak hadir. Apabila tidak ada yang mengaku, maka semua dianggap tidak hadir.

- Tugas harus diberikan tepat waktu.

- Dilarang melakukan kecurangan dalam tugas dan ujian. Bila melakukannya maka tidak lulus dalam kuliah

13 of 53

Jadwal dan SAP

Kuliah

Pokok Bahasan

No

Tanggal

1

31 Agust

Pengantar Perkuliahan Perdata Islam (Tata Tertib, SAP, Sistem Penilaian)

Pengertian, Rukun dan Syarat Perikatan Islam:

  1. Pengertian Perikatan
  2. Sumber Hukum Perikatan Islam
  3. Rukun dan Syarat Perikatan .

2

7 Sept

Kel 1. a dan b

Kel.2 c dan d

Hak dan Kewajiban Para Pihak:

a. Hak.

- Pengertian Hak dalam Hukum Islam

- Macam-macam Hak Kebendaan

- Hak Khiyar

b. Kewajiban

- Pengertian Kewajiban

- Iltizam

c. Berakhirnya Akad:

d. Berlakunya hak khiyar (Penyelesaian Sengketa)

3

14 Sept

Kel. 3. Bai’, turunannya dan contohnya

Kel 4. Ijarah

turunannya dan contohnya

Penggolongan Akad & Bentuk-bentuk akad Pertukaran:

  1. Penggolongan Akad
  2. Bentuk Akad Pertukaran:
  3. Bai’ dan turunannya.
  4. Ijarah dan turunannya.

c. Contoh Aplikasi Akad- akad pertukaran

14 of 53

4

21 Sept

Kel. 5. a

Kel. 6. b

Bentuk-Bentuk Akad Kerjasama Usaha dan Pemberian Kepercayaan serta Aplikasinya meliputi:

Bentuk-bentuk Akad

  • Kerja sama: Mudharabah & Musyarakah dan aplikasinya
  • Pemberian Kepercayaan dan aplikasinya
    1. Wakalah
    2. Rahn, Kafalah& Dhamanah.
    3. Hiwalah dan Wadi’ah

5

28 Sept

Kel. 7. a & b

Kel. 8. c & d

  1. Ruang lingkup Hukum Perorangan dan Kekeluargaan Islam
  2. Pengertian dan Sumber hukum Perorangan dan kekeluargaan Islam
  3. Hukum melakukan Perkawinan
  4. Rukun dan Syarat Perkawinan menurut UUP , Hukum Islam dan KHI dikaitkan dengan pencatatan dan perjanjian perkawinan

6

5 Okt

Kel. 9. a

Kel. 10.

b & c

a. Larangan perkawinan menurut UU Perkawinan, Hukum Islam dan KHI;

- Berlainan Agama;

. Hubungan Darah;

- Hubungan Sesusuan;

- Hubungan semenda

- Larangan Poliandri

b. Prinsip Monogami terbuka

c. Pencegahan dan Pembatalan Perkawinan

7

12 Okt

UJIAN MATERI HUKUM PERIKATAN ISLAM & HUKUM PERORANGAN DAN KEKELUARGAAN ISLAM (1)

15 of 53

8

19 Okt

Kel. 11. a

Kel. 12. b

Hak, Kewajiban dan Harta Kekayaan Dalam Perkawinan:

a. Hak dan Kewajiban dalam perkawinan Islam

- Hak dan Kewajiban Suami

- Hak dan Kewajiban Isteri

- Hak dan Kewajiban Orang Tua dan anak

b. Harta Kekayaan dalam perkawinan:

Macam-macam harta perkawinan

Prinsip harta perkawinan

Akibat putusnya perkawinan terhadap harta perkawinan

9

26 Okt

Kel. 13.

a & b

Kel. 14.

c & d

Putusnya Hubungan Perkawinan:

a. Usaha-usaha yang harus ditempuh untuk melestarikan perkawinan:

- Nusyuz

- Syiqaq

- Fahisyah

b­. Bentuk-bentuk putusnya perkawinan menurut hukum islam, UU No.1/1974, KHI dan UU No.3/2006 tentang perubahan UU No.7/1989.

c. Akibat-akibat putusnya perkawinan menurut hukum Islam, UU No.1/1974 dan KHI,

d. Masa Iddah

10

2 Nov

Kel. 15.

a,b, c,d

Kel. 16.

e,f,g.

Pengertian dan Ruang lingkup Hukum Kewarisan Islam:

  1. Pengertian Kewarisan Islam
  2. Macam-macam sistem kewarisan
  3. Perkembangan hukum kewarisan Islam
  4. Kedudukan hukum kewarisan Islam dalam sistem Hukum Islam
  5. Sebab-sebab kewarisan dan penghalang kewarisan menurut Hukum Kewarisan Islam dan KHI.
  6. Rukun mewaris menurut HKI & KHI
  7. Sumber dan Garis hukum kewarisan Islam.

16 of 53

11

9 Nov

Kel. 17. a

Kel. 18.

b danc

a. Penggolongan dan Kelompok Keutamaan Ahli Waris menurut:

1) Patrilineal Syafi’i

2) bilateral Hazairin

3) KHI

4) Pedoman Pelaksanaan Tugas dan Administrasi PA 2013 dari MA

b. Penyelesaian Pembagian harta warisan menurut Q.S. IV:11, 12 (Anak, Orangtua, Janda, Duda)

c. Awl dan Radd (atsar Ali bin Abi Thalib dan Umar bin Khotthob)

12

16 Nov

Kel. 19. a

Kel. 20. b

Penyelesaian Pembagian harta warisan:

  1. Kalalah ( QS.IV: 12 g,12 h dan 176, Pasal 181 dan 182 KHI) dikaitkan dengan saudara: Kasus Musyarakah,
  2. Cucu ( QS.IV:33, Pasal 178 dan 185 KHI, Syafii, Mesir: UU No.71/1946)

13

23 Nov

Kel. 21. a

Kel. 22. b

Garis Hukum Kewarisan Perolehan kakek dan nenek, menurut :

  1. Pendapat Patrilineal Syafii, Hadits Abu Bakar
  2. Pendapat Bilateral Hazairin , QS IV:33

14

30 Nov

Kel. 23. a,b,c

Kel. 24. d,e,f.

Penyelesaian Pembagian warisan yang menyangkut:

  1. Harta Peninggalan dan harta warisan (tirkah)
  2. Hibah dan wasiat
  3. Wasiat Wajibah (Pasal 209 KHI: Anak Angkat, Orangtua Angkat, Yurisprudensi MA: Perbedaan Agama, SEMA: Anak Tiri)
  4. Anak Luar Kawin (Pasal 186 KHI)
  5. Poligami (Pasal …KHI)
  6. Utang dan harta peninggalan

15

UJIAN MATERI HUKUM PERORANGAN DAN KEKELUARGAAN ISLAM (2) & HUKUM KEWARISAN ISLAM

17 of 53

HUKUM PERIKATAN ISLAM

PENGERTIAN & ISTILAH AKAD

SUMBER HUKUM

RUKUN DAN SYARAT AKAD

18 of 53

LANDASAN HUKUM �PERIKATAN ISLAM�DI INDONESIA

19 of 53

Mengapa Hukum Perikatan Islam diajarkan di FHUI?

    • Praktis

    • Sosiologis

    • Yuridis

20 of 53

AL QUR’AN

AS SUNNAH

IJTIHAD

SUMBER HUKUM

21 of 53

al-Qur’an

    • Al-Baqarah (2): 188
      • Larangan memakan harta secara batil.

    • Al Baqarah (2): 275
      • Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba

    • Al Baqarah (2): 282
      • ketentuan bermuamalah tidak tunai: ditullis dengan proses dan catatan yang benar dan ada saksi.

    • Al Baqarah (2): 283
      • ketentuan bermuamalah tidak tunai dan tidak ada yang mencatat, menggunakan barang tanggungan.

    • An Nisa (4): 29
      • Larangan memakan harta secara batil, membolehkan perniagaan berdasarkan kesukarelaan.

    • Al Maidah (5):1
      • Perintah memenuhi akad

    • Al Maidah (5): 2
      • Perintah tolong menolong dalam berbuat kebaikan bukan dalam berbuat dosa.

    • Al Jumu’ah (62): 9
      • Tinggalkan jual beli ketika panggilan sholat Jum’at

    • Al Muthaffifiin (83): 1-6
      • Allah melaknat orang yang curang dalam menakar timbangan.

SUMBER HUKUM

22 of 53

Al-Hadits

SUMBER HUKUM

HR. Abu Dawud dan Hakim: Allah adalah org ketiga dari dua org yg berserikat. Bila salah satu berkhianat, maka Allah keluar darinya. (Hadits Qudsi)

Dari Jabir bin Abdullah: Allah telah mengharamkan menjual arak, bangkai, babi dan berhala bahkan lemak dari bangkai.

Dari Abu Hurairah: Larangan menjual sesuatu yg sudah dibeli orang lain.

HR. Ahmad dan Baihaqi: haram melalaikan pembayran utang, pemindahan hutang dibolehkan asal pihak lain tersebut menerima dan mampu membayarnya

23 of 53

Ijtihad

    • KHES

    • Kitab-kitab fikih mu’amalat

    • Fatwa DSN

    • Peraturan Per-UU-an Syariah

SUMBER HUKUM

24 of 53

PENGERTIAN & ISTILAH AKAD

25 of 53

Istilah-istilah

    • Wa’ad
    • ‘ahdu
    • Akad
    • Iltizam
    • Perjanjian
    • Perikatan
    • Kontrak

26 of 53

Wa’ad

Pengertian

Mengikat?

  • Wa’ad = janji
  • Pernyataan yang dimaksud oleh pemberi pernyataan untuk melakukan perbuatan baik di masa depan
  • Keinginan yang dikemukakan oleh seseorang untuk melakukan sesuatu, baik perbuatan maupun ucapan, dalam rangka memberi keuntungan bagi pihak lain
  1. Jumhur fuqaha Hanafiyah, Syafi’iyah, Hanabilah, dan satu pendapat dari Malikiyah 🡪 kewajiban agama, bukan kewajiban hukum formal, sehingga tidak mengikat secara hukum
  2. Ibn Syubrumah, Ishaq bin Rahawiyah, Hasan Basri, dan sebagian Malikiyah 🡪 wajib dipenuhi dan mengikat secara hukum
  3. Sebagian Malikiyah 🡪 mengikat secara hukum apabila berkaitan dengan suatu sebab meskipun sebab tersebut tidak menjadi bagian/disebutkan dari mau’ud (pernyataan janji)
  4. Ibn Qasim 🡪 mengikat untuk dipenuhi apabila berkaitan dengan sebab yang dinyatakan secara tegas dalam mau’ud.

27 of 53

Al’-Ahdu

Q.S. Ali Imran ayat 76: “Sebenarnya siapa yang menepati janji dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa” (balaa man awfaa bi’ahdihii wattaqaa fainnallaha yuhibbul muttaqiin)

  • Al-’ahdu adalah ikatan yang terjadi antara manusia dengan Allah swt, seperti perjanjian terjalinnya fitrah manusia yang tunduk pada kebaikan, serta perjanjian para Nabi dengan Allah swt untuk menyampaikan pesan kepada umat manusia
  • Al ‘Ahdu yaitu pernyataan untuk mengerjakan atau tidak mengerjakan sesuatu yang tidak terkait dengan orang lain
  • Al ‘Ahdu sebagai komponen pembentuk Akad /Al-Aqdu (Dr. Abdoerraoef)

28 of 53

Akad QS 5 : 1 : “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu”

  • Etimologi : Al ‘Aqdu yaitu ikatan, mengikat; menghimpun dua ujung tali dan mengikatkannya sehingga menjadi bersambung

Teriminologi:

  • Akad adalah Pertalian antara ijab dan kabul yang dibenarkan oleh syara yang menimbulkan adanya akibat hukum terhadap objeknya

  • Akad adalah salah satu bentuk perbuatan hukum (Tasharruf)
  • Akad adalah kesepakatan tertulis antara Bank Syariah atau UUS dan pihak lain yang memuat adanya hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak sesuai dengan Prinsip Syariah (Pasal 1 Angka 13 UU No. 21/2008 ttg Perbankan Syariah)

  • Akad adalah kesepakatan dalam suatu perjanjian antara dua pihak atau lebih untuk melakukan dan atau tidak melakukan perbuatan hukum tertentu (Pasal 20 angka 1 KHES)

29 of 53

Akad adalah Pertalian antara ijab dan kabul yang dibenarkan oleh syara yang menimbulkan adanya akibat hukum terhadap objeknya”

Unsur-unsur yang terdapat dalam akad:

    • * Pertalian ijab dan kabul
    • * Dibenarkan syara’
    • * Berakibat hukum terhadap objek

Lanjutan…

30 of 53

Perbedaan Akad dengan Wa’ad

AKAD

WAAD

perjanjian yang mengikat dua pihak atau lebih

janji yang mengikat sepihak

berpengaruh terhadap pemindahan kepemilikan, seperti akad jual beli

belum mempengaruhi pemindahan kepemilian, karena hanya berupa janji

Persamaan Akad dengan Wa’ad

    • Bersifat iltizam (legal binding) bagi pihak yang berjanji. Contoh wa’ad di IMBT dan wa’ad dalam Pembiayaan Line Facility.
    • Kadang wa’ad sama kedudukannya dengan perjanjian dari segi obligatoir, seperti perjanjian line facility

31 of 53

Iltizam

  • Ilitizam adalah Terisinya dzimmah (tanggungan) seseorang dengan suatu hak yang wajib ditunaikannya kepada orang lain
  • Kaidah al ashlu bara’atudz-dzimmah “Pada dasarnya seseorang terbebas dari zimmah;

  • Mustafa Az Zarqa: “Iltizam adalah keadaan di mana seseorang diwajibkan menurut hukum syara’ untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu bagi kepentingan orang lain”

32 of 53

Perjanjian

  • Perjanjian atau overeenkomst adalah suatu perbuatan dengan mana satu orang atau lebih mengikatkan dirinya terhadap satu orang lain atau lebih (Pasal 1313 KUHPer)
  • Perjanjian merupakan suatu peristiwa hukum yang konkret

33 of 53

Perikatan

  • Perikatan atau verbintenis adalah suatu hubungan hukum (mengenai harta kekayaan) antara dua orang, yang memberi hak pada yang satu untuk menuntut barang sesuatu dari yang lainnya, sedangkan orang yang lainnya itu diwajibkan memenuhi tuntutan itu (Subekti)
  • Perikatan adalah suatu peristiwa hukum yang abstrak

34 of 53

Mana yang lebih luas, Perjanjian atau perikatan?

Mana yang lebih luas Perikatan Islam atau Perikatan Barat?

35 of 53

Tahap Terjadinya Hubungan Hukum Perikatan Barat

PERJANJIAN

PERIKATAN

36 of 53

Tahap Terjadinya �Perikatan Islam (Abdoerraoef)

AHDU

PERJANJI-

AN

PERSETUJU-

AN

PERIKATAN

37 of 53

Kontrak

Contract is an agreement between two or more parties creating obligations that are enforceable or otherwise recognizable at law

  • Tiga unsur dalam kontrak:
    1. The fact between the parties (kesepakatan tentang fakta antara para pihak)
    2. The agreement is written (dibuat secara tertulis)
    3. Consist of peope who has rights and duties in making a written agreement (adanya orang-orang yang berhak dan berkewajiban untuk membuat kesepakatan dan persetujuan tertulis)

38 of 53

RUKUN & SYARAT AKAD

39 of 53

Rukun Akad

    • Imam Hanafi (Mahzab Hanafi)
      • Hanya Shighat al -Aqd

    • Jumhur Ulama
      • Al-’Aqidain (Subjek akad)
      • Mahallul Aqad (Obyek akad)
      • Sighat (Ijab dan kabul)

    • Musthafa az Zarqa
      • Maudhu’ul Aqd (Tujuan Akad)

    • T.M Hasbi Ash Shidiqi
      • Terpenuhinya empat syarat tadi (Jumhur Ulama dan Musthafa Az Zarqa)

    • Pasal 22 KHES
      • Pihak-pihak yang berakad
      • Objek akad
      • Tujuan pokok akad
      • Kesepakatan

40 of 53

Subjek Akad

    • Manusia
      • Badan hukum
    • KHES Pasal 23
      • Orang perseorangan, kelompok orang, persekutuan, atau Badan Usaha
      • Cakap hukum, berakal, dan tamyiz.

41 of 53

Manusia

  • Manusia sebagai subjek hukum disebut mukallaf
  • Mukallaf adalah orang-orang yang telah dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah swt
    • Marhalah al Janin (embryonic stage)
    • Marhalah al Saba (childhood stage) [0-7thn]
    • Marhalah al Tamyiz (discerment stage) [7-baligh]
    • Marhalah al Bulugh (stage of puberty) [15/18 - mukallaf]
    • Daur al Rushd (stage of prudence) [19,20, 21]

42 of 53

43 of 53

    • 3. Wakalah (Perwakilan)
      • Pengalihan kewenangan perihal harta dan perbuatan ttt dari seorang kepada orang lain untuk mengambil tindakan tertentu (kuasa hukum)
    • 2. Wilayah (Kewenangan)
      • Kekuasaan hukum yg pemiliknya dapat melakukan akad & menunaikan segala akibat hukum yang ditimbulkan.
        • Niyabah Ashliyah: berwenang karena mempunyai kecakapan sempurna
        • Niyabah al Syar’iyyah: Pemberian kewenganan kepada orang lain yang memiliki kecakapan sempurna untuk melakukan tasharruf atas nama orang lain (wali)
    • 1. Ahliyah (Kecakapan)
      • Kecakapan sesorang untuk memiliki hak (wujuh) & dikenai kewajiban atasnya dan bertasharruf (Ada’):
        • Al Naqisah: Tidak sempurna 🡪Dapat bertasharruf tapi tidak cakap melakukan akad
        • Kamilah: Sempurna🡪Dapat bertasharruf & cakap melakukan akad

3 hal penting subjek hukum

44 of 53

Badan Hukum

  • Badan hukum adalah badan yang dianggap cakap bertindak dalam hukum danmempunyai hak-hak, kewajiban-kewajiban, dan perhubungan hukum terhadap orang lain atau badan lain.
  • Dalam Islam dikenal syirkah

  • An Nisa ayat 12
    • “Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorg, maka mereka bersekutu dalam yg sepertiga itu…”
  • Shaad ayat 24
    • “Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebgn mereka berbuat zalim kpd sbgn yang lain, kecuali orang-orang yang beriman…”
  • Hadis Qudsi
    • “Aku (Allah) adalah pihak ketiga dari dua orang yang berserikat, sepanjang salah seorang dari keduanya tidak berkhianat terhadap lainnya. Apabila seseorang berkhianat terhadap lainnya, maka Aku keluar dari keduanya”

45 of 53

Hasbi Ash Shiddieqy: Badan Hukum

  1. Memiliki hak yang berbeda dari hak manusia
  2. Tidak hilang dengan meninggalnya pengurus badan hukum
  3. Diperlukan pengakuan hukum
  4. Memiliki ruang lingkup terbatas
  5. Memiliki tindakan hukum yang tetap, tidak berkembang
  6. Tidak dapat dijatuhi hukuman pidana

46 of 53

Mahallul ‘Aqad

  • Bentuk objek akad yang dapat dikenai hukum dapat berupa:
    • benda berwujud dan
    • tidak berwujud ataupun jasa
  • Pasal 24 KHES
    • Amwal atau Jasa yang dihalalkan yang dibutuhkan masing-masing pihak
    • Obyek akad harus suci, bermanfaat, milik sempuran & dapat diserahterimakan.

47 of 53

    • Syarat objek akad
      • Telah ada ketika akad dilangsung-kan

      • Dibenarkan oleh syariat

      • Harus jelas dan dikenali

      • Dapat diserah terimakan

48 of 53

3. Maudhu’ul ‘Aqad (Tujuan akad)

  • Tujuan akad tidak boleh bertentangan dengan syari’ah

- Al Maidah ayat 2: “Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran

  • Pasal 25 KHES:
    • Tujuan akad: memenuhi kebutuhan hidup dan pengembangan usaha masing2 pihak yg mengadakan akad.
    • Sighat akad dilakukan dgn jelas, baik secara lisan, tulisan dan atau perbuatan

49 of 53

Sighatul ‘Aqad

Pengertian

Syarat ijab dan qabul

  • Sighatul ‘aqad adalah suatu ungkapan para pihak yang melakukan akad berupa ijab dan kabul.
  • Ijab adalah pernyataan janji atau penawaran pihak pertama
  • Kabul adalah pernyataan menerima dari pihak kedua

    • Jalaul ma’na
    • Tawafuq
    • Jazmul iradatain

50 of 53

Bentuk Ijab Kabul

    • Lisan

    • Tulisan

    • Isyarat

    • Perbuatan

51 of 53

FIKIH

Transaksi yang dilarang yaitu transaksi yang berupa:

    • Penambahan pendapatan secara tidak sah (batil)antara lain dalam transaksi pertukaran barang sejenis yang tidak sama kualitas, kuantitas, dan waktu penyerahan (fadhl), atau dalam transaksi pinjam-meminjam yang mempersyaratkan Nasabah Penerima Fasilitas mengembalikan dana yang diterima melebihi pokok pinjaman karena berjalannya waktu (nasi’ah).
    • Transaksi yang digantungkan kepada suatu keadaan yang tidak pasti dan bersifat untung-untungan.
    • Transaksi yang objeknya tidak jelas, tidak dimiliki, tidak diketahui keberadaannya, atau tidak dapat diserahkan pada saat transaksi dilakukan kecuali diatur lain dalam syariah.
    • Transaksi yang objeknya dilarang dalam syariah.
    • Transaksi yang menimbulkan ketidakadilan bagi pihak lainnya
    • Tndakan suap dalam bentuk uang, fasilitas, atau bentuk lainnya yang melanggar hukum sebagai upaya mendapatkan fasilitas atau kemudahan dalam transaksi

    • 1. Riba
    • 2. Maysir
    • 3. Gharar
    • 4. Haram
    • 5. Zalim
    • 6. Risywah

Keharaman dalam Akad �(Penj Ps 2 UU No. 21 Tahun 2008 jo. PBI)

52 of 53

Akibat akad

    • Menimbulkan hak dan kewajiban
    • Terdapat khiyar yaitu hak pilih

53 of 53

Pembahasan minggu depan

Hak dan Kewajiban Para Pihak:

a. Hak.

- Pengertian Hak dalam Hukum Islam

- Macam-macam Hak Kebendaan

- Hak Khiyar

b. Kewajiban

- Pengertian Kewajiban

- Iltizam

c. Berakhirnya Akad:

d. Berlakunya hak khiyar (Penyelesaian Sengketa)

MINGGU DEPAN BAWA BUKU WAJIB PERIKATAN ISLAM.