1 of 52

ANALISIS DINAMIKA ATMOSFER – LAUT;�ANALISIS & PREDIKSI CURAH HUJAN

BIDANG ANALISIS VARIABILITAS IKLIM

PUSAT INFORMASI PERUBAHAN IKLIM - KEDEPUTIAN BIDANG KLIMATOLOGI

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

UPDATE  

 DASARIAN III AGUSTUS 2021

1

1

2 of 52

OUTLINE

  1. Status dan Prediksi ENSO serta IOD
    • Analisis Suhu Subsurface Samudera Pasifik; 
    • Analisis dan Prediksi SST; 
    • Prediksi ENSO dan IOD;
  2. Analisis dan Prediksi Monsun
    • Analisis dan Prediksi Angin 850 mb;
    • Analisis dan Prediksi Monsun; 
  3. Analisis OLR
  4. Analisis dan Prediksi MJO
  5. Analisis dan Prediksi SST Perairan Indonesia
  6. Analisis dan Prediksi Kelembapan Udara Relatif (RH)
  7. Analisis dan Prediksi Suhu Udara Permukaan
  8. Monitoring dan Prediksi Hari Tanpa Hujan (HTH)
  9. Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis
  10. Analisis Curah Hujan
  11. Analisis Perkembangan Musim
  12. Prakiraan dan Peluang Curah Hujan
  13. Kesimpulan

2

3 of 52

Status dan Prediksi ENSO serta IOD

3

3

4 of 52

Monitoring Suhu bawah permukaan di wilayah Pasifik pada Juni 2021, menunjukkan suhu bawah permukaan didominasi kondisi netral. Pada Juli - September 2021, anomali negatif mulai terlihat di kedalaman 0-200 m terutama di wilayah Pasifik bagian tengah hingga timur.

Peta evolusi suhu bawah permukaan laut (peta kanan) dari 27 Juni s.d. 26 Agustus 2021 juga menunjukkan bahwa hingga akhir bulan Juni 2021, kondisi anomali suhu negatif sudah tidak terlihat di Pasifik tengah hingga timur pada kedalaman 0-50 m namun kembali menguat pada akhir Juli hingga akhir Agustus 2021

Anomali Suhu SubSurface Samudera Pasifik

(PEMUTAKHIRAN DASARIAN III AGUSTUS 2021)

Sumber: bom.gov.au

Sumber: CPC NOAA

4

5 of 52

ANALISIS ANOMALI SUHU MUKA LAUT

Indeks Nino3.4 : -0.46; Indeks Dipole Mode : -0.4

  • Secara umum, anomali SST di Samudera Pasifik bagian timur hingga barat didominasi kondisi dingin hingga netral.
  • Di Samudera Hindia umumnya anomali SST bagian barat dalam kondisi dingin hingga hangat sedangkan di bagian tengah dan timur terjadi kondisi netral hingga hangat.
  • Anomali SST di wilayah Nino3.4 menunjukkan kondisi netral dan Anomali SST di Samudera Hindia juga menunjukkan kondisi  Indian Ocean Dipole (IOD) netral.       

                                           

5

6 of 52

PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST�(PEMUTAKHIRAN DASARIAN III AGUSTUS 2021)

  • SST Pasifik di Wilayah Nino 3.4 diprediksi didominasi kondisi dingin pada September 2021 hingga Februari 2022
  • SST Wilayah Samudera Hindia pada September hingga Desember 2021 di bagian barat diprediksi dalam kondisi netral sedangkan dibagian timur didominasi hangat  kemudian berangsur netral hingga Februari 2022.

6

7 of 52

ANALISIS & PREDIKSI ENSO  �(PEMUTAKHIRAN DASARIAN III AGUSTUS 2021)

*Agustus 2021 = pemutakhiran s.d. 31 Agustus 2021

  • Indeks ENSO Agustus 2021* sebesar -0.46 menunjukkan ENSO dalam kondisi Netral.

  • BMKG memprakirakan fenomena ENSO Netral akan berlangsung hingga Desember-Januari-Februari 2022.

  • Sebagian besar pusat layanan   iklim lainnya memprakirakan kondisi ENSO netral akan berlangsung hingga awal tahun 2022, kecuali Model NMME, CFS dan AUS ACCESS yang memprakirakan La Nina akan kembali berlangsung.

Prediksi ENSO BMKG

JAS'21

ASO'21

SON'21

OND'21

NDJ'21

DJF'22

-0.28

-0.21

-0.24

-0.28

-0.30

-0.29

7

8 of 52

ANALISIS & PREDIKSI IOD�(PEMUTAKHIRAN DASARIAN III AGUSTUS 2021)

*Agustus 2021 = pemutakhiran s.d. 31 Agustus 2021

  • Indeks IOD Agustus 2021* sebesar -0.34, yang menunjukkan kondisi netral.

  • BMKG memperkirakan kondisi IOD akan berada pada kondisi netral dan akan berlangsung setidaknya hingga Februari 2022.

  • NMME dan NASA memperkirakan kondisi IOD Negatif hingga netral akan berlangsung hingga akhir tahun 2021.

PREDIKSI IOD BMKG

Sep'21

Okt'21

Nov'21

Des'21

Jan'21

Feb'22

-0.10

-0.02

0.31

0.21

-0.08

-0.03

8

9 of 52

ENSO UPDATE : AGUSTUS 2021

  • ENSO Alert System Status: La Niña Watch
  • ENSO-neutral is favored for the remainder of summer (~60% chance in the July-September season), with La Niña possibly emerging during the August-October season and lasting through the 2021-22 winter (~70% chance during November-January).

IRI ENSO Forecast,   CPC/IRI ENSO Update

Published: 12 August 2021

  • La Niña has ended in May 2021, based on both oceanic and atmospheric indicators.
  • Model predictions and expert assessment indicate a relatively higher likelihood for ENSO-neutral conditions to prevail over the next five months, with a probability of 78% during May-July 2021 and 55% during August-October 2021.

  • The ENSO Outlook is INACTIVE.
  • This means the El Niño–Southern Oscillation (ENSO) is neutral with no strong indication that El Niño or La Niña will develop in the coming month with most ENSO indices at neutral levels.
  • Two out of seven of the models surveyed by the Bureau forecast La Niña conditions from late southern spring into early summer.

  • ENSO-neutral conditions persisted in July.
  • ENSO-neutral conditions are likely (60%) to continue until early boreal winter.

El Niño Outlook 

Last Updated:  11 August 2021  next update 10 September 2021

El Niño Outlook

Issued : 31 August 2021 next update 14 September 2021

El Niño Outlook 

Updated : May 2021

9

10 of 52

Analisis dan Prediksi Monsun

10

10

11 of 52

ANALISIS ANGIN ZONAL LAPISAN 850 mb

Pola angin zonal (Timur-Barat): 

  • Angin timuran mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia, kecuali wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara dan Kalimantan bagian tengah hingga utara.
  • Angin timuran umumnya relatif lebih kuat dibanding klimatologisnya kecuali di wilayah Sumatera bagian tengah, Kalimantan bagian barat, Maluku dan Papua.

(Sumber : ITACS - JRA-55)​

11

12 of 52

ANALISIS ANGIN MERIDIONAL LAPISAN 850 mb

Pola angin meridional (Utara-Selatan): 

  • Angin dari selatan umumnya mendominasi di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera bagian utara, Kalimantan bagian tengah hingga utara dan Papua.
  • Angin dari selatan umumnya lebih lemah dari klimatologisnya terutama di wilayah Indonesia bagian utara. 

(Sumber : ITACS - JRA-55)​

12

13 of 52

ANALISIS & PREDIKSI ANGIN LAPISAN 850 mb

(Sumber : ITACS - JRA-55)​

  • Analisis Dasarian III Agustus 2021

Aliran massa udara di wilayah Indonesia umumnya masih didominasi angin timuran kecuali wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara dan Kalimantan bagian tengah hingga utara. Terdapat pola siklonal di Samudera Hindia barat Sumatera dan perairan barat Kalimantan Barat. Pola angin sedikit berbeda dengan normalnya.

  • Prediksi Dasarian I September 2021

Aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi masih didominasi angin timuran terutama di wilayah selatan ekuator. Pola siklonal diprediksi terbentuk di wilayah barat Sumatera dan Kalimantan bagian barat.

13

14 of 52

PREDIKSI ANGIN LAPISAN 850 mb(Sumber : ECMWF)

SEPTEMBER – NOVEMBER 2021

Angin Timuran sebagai representasi Monsun Australia diprediksi masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan hingga Oktober 2021.

Pada November 2021, angin Monsun Asia mulai memasuki wilayah Indonesia bagian barat.

14

15 of 52

ANALISIS & PREDIKSI INDEKS MONSUN

  • Monsun AsiaPada dasarian III Agustus 2021 tidak aktif dan diprediksi tetap tidak aktif hingga dasarian III September 2021. Kondisi tersebut diprediksi kurang mendukung pembentukan awan di wilayah utara Indonesia.
  • Monsun Australia: Pada dasarian III Agustus 2021 aktif dan diprediksi masih aktif hingga dasarian III September 2021 dengan intensitas relatif lebih kuat dibandingkan dengan klimatologisnya, tidak mendukung pembentukan awan di wilayah selatan Indonesia.

15

16 of 52

ANALISIS & PREDIKSI INDEKS SCS-CEF & CENS�(monitoring potensi peningkatan curah hujan di ibu kota)

  • Indeks SCS CEF (South China Sea Cross Equatorial Flow): Pada dasarian III Agustus 2021 tidak aktif dan diprediksi tetap tidak aktif hingga dasarian III September 2021. 

  • Indeks CENS (cross-equatorial northerly surge): Pada dasarian III Agustus 2021 tidak aktif dan diprediksi tetap tidak aktif hingga dasarian III September 2021.  

16

17 of 52

ANALISIS OUTGOING LONGWAVE RADIATION (OLR)

17

17

18 of 52

ANALISIS OUTGOING LONGWAVE RADIATION (OLR)

(Sumber : NOAA/ PSD)

Daerah pembentukan awan (OLR ≤ 220 W/m2terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian utara, Maluku Utara  dan Papua.

Tutupan awan di wilayah Indonesia umumnya lebih luas dibandingkan normalnya. 

Ref: Evans and Webster, Aust. Meteorol. Oceanogr. J, 2014

18

19 of 52

Analisis dan Prediksi MJO

19

19

20 of 52

ANALISIS DAN PREDIKSI MJO & GEL. ATMOSFER

(Sumber : NCEP – NOAA)

Analisis pada tanggal 1 September 2021 menunjukkan MJO mulai aktif pada Fase 3 (Samudera Hindia bagian timur) dan diprediksi terus aktif di awal dasarian I September 2021 hingga pertengahan dasarian II September 2021.

Prediksi anomaly OLR secara spatial menunjukkan bahwa terdapat potensi pertumbuhan awan yang lebih banyak sepanjang dasarian I dan II September 2021 disebabkan oleh kombinasi dari fenomena MJO dan Equatorial Rossby wave.

20

21 of 52

Analisis dan Prediksi �Suhu Muka Laut Perairan Indonesia

21

21

22 of 52

�ANALISIS ANOMALI SUHU MUKA LAUT INDONESIA

SSTA Indonesia : 0.54 (Hangat)

Rata-rata anomali suhu perairan Indonesia umumnya menunjukkan kondisi netral - hangat dengan kisaran anomali SST antara –1.0 s.d +2.0 °C. Suhu muka laut yang lebih hangat (anomali positif) umumnya terjadi di wilayah perairan barat daya Lampung, perairan Jawa bagian barat, perairan Bali, perairan Nusa Tenggara, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Banda dan perairan utara Papua.

(Sumber : ICOBE-SST)

22

23 of 52

PREDIKSI SPASIAL ANOMALI SST INDONESIA�(PEMUTAKHIRAN DASARIAN III AGUSTUS 2021)

Anomali SST Perairan Indonesia pada September 2021 diprediksi didominasi kondisi hangat (anomali positif) dan menguat di seluruh wilayah Indonesia hingga November 2021, kecuali di wilayah perairan utara Papua yang tetap didominasi kondisi netral. Kemudian kondisi anomali positif melemah hingga Februari 2022.

23

24 of 52

Analisis dan Prediksi �Kelembapan Udara Relatif (RH)

24

24

25 of 52

ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) PERMUKAAN�Sumber: ECMWF

  • Analisis Dasarian III Agustus 2021

Kelembapan udara relatif (relative humidity) pada lapisan permukaan umumnya di atas 85 %.

  • Prakiraan Dasarian I September s.d III September 2021 

Kelembapan udara relatif permukaan diprediksi umumnya di atas 80% dan terjadi hingga Dasarian III September 2021.

25

26 of 52

ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) 850mb�Sumber: CFSv2

  • Analisis Dasarian III Agustus 2021

Kelembapan udara relatif pada lapisan 850mb umumnya berkisar 45 – 80 %.

  • Prakiraan Dasarian I September s.d III September 2021 

Kelembapan udara relatif pada lapisan 850mb umumnya diprediksi berkisar antara 40 – 90 %.

26

27 of 52

ANALISIS & PREDIKSI RELATIVE HUMIDITY (RH) 700mb�Sumber: CFSv2

  • Analisis Dasarian III Agustus 2021

Kelembapan udara relatif pada lapisan 700mb umumnya berkisar 25 – 70 %.

  • Prakiraan Dasarian I September s.d III September 2021 

Kelembapan udara relatif pada lapisan 700mb umumnya diprediksi berkisar antara 30 – 90 %.

27

28 of 52

Analisis dan Prediksi �Suhu Rata-rata, Minimum dan Maksimum

28

28

29 of 52

ANALISIS & PREDIKSI SUHU RATA-RATA PERMUKAAN�Sumber: ECMWF

  • Analisis Dasarian III Agustus 2021

Suhu rata-rata permukaan berkisar 21 – 28 °C.

  • Prakiraan Dasarian I September s.d III September 2021 

Suhu rata-rata permukaan diprediksi berkisar  21 – 28 °C.

29

30 of 52

ANALISIS & PREDIKSI SUHU MINIMUM�Sumber: ECMWF

  • Analisis Dasarian III Agustus 2021

Suhu minimum permukaan berkisar 20 – 24 °C.

  • Prakiraan Dasarian I September s.d III September 2021 

Suhu minimum permukaan diprediksi berkisar  20 – 28 °C.

30

31 of 52

ANALSIS & PREDIKSI SUHU MAKSIMUM�Sumber: ECMWF

  • Analisis Dasarian III Agustus 2021

Suhu maksimum permukaan berkisar 22 – 34 °C.

  • Prakiraan Dasarian I September s.d III September 2021 

Suhu maksimum permukaan diprediksi berkisar  22 – 33 °C.

31

32 of 52

Analisis dan Prediksi �Hari Tanpa Hujan Berturut-turut (HTH)

32

32

33 of 52

MONITORING HARI TANPA HUJAN �(pemutakhiran: 31 AGUSTUS 2021)

33

34 of 52

PRAKIRAAN HARI TANPA HUJAN (HTH)

34

35 of 52

PRAKIRAAN PELUANG HARI TANPA HUJAN (HTH)�(PERIODE HTH : 01 SEPTEMBER – 14 OKTOBER 2021)

35

36 of 52

PERINGATAN DINI KEKERINGAN METEOROLOGIS�PEMUTAKHIRAN : 31 AGUSTUS 2021

36

37 of 52

ANALISIS CURAH HUJAN

37

37

38 of 52

Analisis Curah dan Sifat Hujan Agustus 2021

Analisis Curah Hujan – Agustus 2021

Analisis Sifat Hujan – Agustus 2021

Umumnya curah hujan pada Agustus 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 - 300 mm/bulan). Curah hujan tinggi-sangat tinggi (>300 mm/bulan) terjadi di sebagian Aceh, sebagian Sumatera Utara, Sumatera Barat bagian utara, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara bagian utara, sebagian Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah bagian utara dan tengah, Sulawesi Selatan bagian utara, Sulawesi Tenggara bagian utara, sebagian Papua Barat dan Papua bagian tengah.

Sifat hujan pada Agustus 2021 umumnya Normal – Atas Normal. Sifat hujan Bawah Normal terjadi di Aceh bagian selatan, Sumatera Utara bagian utara, Sumatera Barat bagian selatan, Bengkulu bagian selatan, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara, Banten bagian barat, Jawa Barat bagian timur, Jawa Tengah bagian utara, sebagian Jawa Timur, Bali bagian timur, sekitar Kupang, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah bagian tengah, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua.

38

39 of 52

Analisis Curah dan Sifat Hujan Agustus III

Umumnya curah hujan pada Dasarian III Agustus 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 – 150 mm/dasarian). Curah hujan tinggi dan sangat tinggi (> 150 mm/dasarian) terjadi di sebagian Aceh, Sumatera Utara bagian selatan, Sumatera Barat bagian timur, Jambi bagian timur, P. Belitung, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, Kalimantan Utara bagian barat, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian Papua.

Sifat hujan pada Dasarian III Agustus 2021 umumnya Atas Normal. Sifat hujan Bawah Normal terjadi di Aceh bagian barat, sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, Jambi bagian tengah, Bengkulu bagian selatan, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian barat, Banten bagian utara, sebagian Jawa Barat, Jawa Tengah bagian tengah, sebagian DIY, sebagian Jawa Timur, sebagian besar Bali, sebagian Kalimantan Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian Papua.

Analisis Curah Hujan – Agustus III/2021

Analisis Sifat Hujan – Agustus III/2021

39

40 of 52

ANALISIS PERKEMBANGAN MUSIM

40

40

41 of 52

Analisis Perkembangan Musim Kemarau 2021

41

42 of 52

PRAKIRAAN DAN PELUANG CURAH HUJAN

42

42

43 of 52

Prakiraan Hujan Dasarian�(Update 30 Agustus 2021)

PRAKIRAAN CH DASARIAN

PRAKIRAAN SH DASARIAN

SEP - I

SEP - II

SEP - III

43

44 of 52

Prakiraan Peluang Hujan Dasarian�(Update 30 Agustus 2021)

PELUANG HUJAN >150mm

PELUANG HUJAN >50mm

AGT - III

SEP - I

SEP - II

44

45 of 52

Prakiraan Curah Hujan Bulanan 2021-2022

OKTOBER

NOVEMBER

SEPTEMBER

DESEMBER

September - Oktober pada umumnya berada pada kategori rendah – menengah. Curah hujan tinggi (>300mm/bulan) diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Kalimantan bagian utara, Sulawesi Barat, sebagian Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat dan sebagian besar Papua. 

November pada umumnya berada pada kategori menengah – tinggi. Curah hujan rendah (<100mm/bulan) diprakirakan terjadi di Sebagian NTB, dan Sebagian NTT.

Desember - Februari pada umumnya berada pada kategori menengah – tinggi. Curah hujan sangat tinggi (>500mm/bulan) diprakirakan terjadi di wilayah Papua Barat dan Papua.

JANUARI

FEBRUARI

45

46 of 52

Prakiraan Sifat Hujan Bulanan 2021-2022

Prakiraan sifat hujan pada bulan September 2021 – Februari 2022 umumnya kategori Normal – Atas Normal. 

September – Oktober, sifat hujan Bawah Normal diprakirakan terjadi di sebagian NTB, sebagian NTT, dan Papua bagian selatan

November – Desember, sifat hujan Bawah Normal diprakirakan terjadi di sebagian P. Jawa, sebagian NTB, sebagian NTT dan Papua bagian selatan.

Januari - Februari, sifat hujan Bawah Normal diprakirakan terjadi di sebagian Riau, sebagian Sumatera Selatan, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan Barat dan sebagian Kalimantan Tengah

OKTOBER

NOVEMBER

SEPTEMBER

DESEMBER

JANUARI

FEBRUARI

46

47 of 52

Peluang Curah Hujan Bulanan 2021-2022

Peluang hujan di bawah kriteria RENDAH (curah hujan < 50 mm/ bulan)

September – Oktober : curah hujan <50 mm/bulan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT.

November : curah hujan <50 mm/bulan berpeluang terjadi di sebagian NTB dan NTT.

Desember – Januari : curah hujan < 50 mm/bulan tidak berpeluang terjadi di seluruh wilayah Indonesia.

Februari : curah hujan <50 mm/bulan berpeluang terjadi di Aceh bagian utara dan timur.

OKTOBER

NOVEMBER

SEPTEMBER

DESEMBER

JANUARI

FEBRUARI

47

48 of 52

Prakiraan Awal Musim Kemarau 2021

48

49 of 52

Prakiraan Puncak Musim Kemarau 2021

49

50 of 52

�RINGKASAN�

  • Analisis dan Prediksi ENSO dan IOD 

Indeks ENSO dasarian III Agustus 2021 menunjukkan kondisi netral, sebagian besar institusi memprediksi kondisi netral setidaknya berlangsung hingga awal tahun 2022. Indeks Dipole Mode menunjukkan kondisi IOD netral dan akan terus berlangsung setidaknya hingga Februari 2022.

  • Analisis dan Prediksi Angin 850b 

Dasarian III Agustus 2021, aliran massa udara di wilayah Indonesia umumnya masih didominasi angin timuran kecuali wilayah Sumatera bagian tengah hingga utara dan Kalimantan bagian tengah hingga utara. Terdapat pola siklonal di Samudera Hindia barat Sumatera dan perairan barat Kalimantan Barat. Pola angin sedikit berbeda dengan normalnya. Dasarian III Agustus 2021, aliran massa udara di wilayah Indonesia diprediksi masih didominasi angin timuran terutama di wilayah selatan ekuator. Pola siklonal diprediksi terbentuk di wilayah barat Sumatera dan Kalimantan bagian barat.

  • Analisis OLR 

Daerah pembentukan awan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian utara, Maluku Utara  dan Papua. Tutupan awan di wilayah Indonesia umumnya lebih luas dibandingkan normalnya.    

  • Analisis dan Prediksi MJO 

Analisis pada tanggal 1 September 2021 menunjukkan MJO mulai aktif pada Fase 3 (Samudera Hindia bagian timur) dan diprediksi terus aktif di awal dasarian I September 2021 hingga pertengahan dasarian II September 2021. Prediksi anomaly OLR secara spatial menunjukkan bahwa terdapat potensi pertumbuhan awan yang lebih banyak sepanjang dasarian I dan II September 2021 disebabkan oleh kombinasi dari fenomena MJO dan Equatorial Rossby wave. 

  • Analisis dan Prediksi Kelembapan Udara Relatif (RH) 

Dasarian III Agustus 2021, kelembapan udara relatif pada lapisan permukaan umumnya di atas 85%. Kelembapan udara relatif pada lapisan permukaan umumnya diprediksi diatas 80% hingga Dasarian III September 2021.

  • Analisis dan Prediksi Suhu 

Dasarian III Agustus 2021, suhu rata-rata permukaan berkisar 21-28°C dan diprediksi dasarian I – III September 2021 berkisar 21-28°C. Suhu minimum diprediksi berkisar 20–28°C  dan suhu maksimum diprediksi umumnya berkisar 22-33°C.

  • Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis 

Beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur berpotensi mengalami kekeringan meteorologis pada klasifikasi waspada hingga awas untuk dua dasarian kedepan.

50

51 of 52

RINGKASAN

  • Analisis Curah Hujan Dasarian III Agustus 2021

Umumnya curah hujan pada Dasarian III Agustus 2021 berada kriteria Rendah - Menengah (0 – 150 mm/dasarian). Curah hujan tinggi dan sangat tinggi (> 150 mm/dasarian) terjadi di sebagian Aceh, Sumatera Utara bagian selatan, Sumatera Barat bagian timur, Jambi bagian timur, P. Belitung, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Kalimantan Tengah, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur, Kalimantan Utara bagian barat, sebagian Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan sebagian Papua.

  • Analisis Perkembangan Musim Kemarau Dasarian III Agustus 2021

Berdasarkan jumlah ZOM, sebanyak 85.09% wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau. Wilayah yang sedang mengalami musim kemarau meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau bagian utara, sebagian Jambi, sebagian besar Sumatera Selatan, sebagian besar Lampung, sebagian Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah bagian timur, Kalimantan Selatan barat, Kalimantan Timur bagian selatan, Sulawesi Selatan bagian barat, Sulawesi Barat bagian selatan, Sulawesi Tengah bagian utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian selatan.

  • Prakiraan Curah Hujan Dasarian September I - III 2021:

Pada Sep I meliputi Bengkulu bagian utara, Kalimantan Barat bagian timur, Kalimantan Tengah bagian utara, sebagian Kalimantan Utara, Sulawesi Barat bagian utara, Sulawesi Tengah bagian timur, Sulawesi Selatan bagian utara, Sulawesi Tenggara bagian utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah. Pada Sep II meliputi Sumatera Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Barat, Papua Barat bagian utara dan Papua bagian tengah. Pada Sep III meliputi Papua Barat bagian utara dan Papua bagian tengah.

  • Prakiraan Curah Hujan bawah 50  mm/bulan untuk Bulan September 2021 – Februari 2022

Pada bulan September hingga Oktober 2021curah hujan <50 mm/bulan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT. Pada bulan November 2021 curah hujan <50 mm/bulan berpeluang terjadi di sebagian NTB dan NTT.. Selama Desember  2021 hingga Januari 2022, curah hujan < 50 mm/bulan tidak berpeluang terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Seentara pada bulan Februari 2021 curah hujan <50 mm/bulan berpeluang terjadi di Aceh bagian utara dan timur.

51

52 of 52

TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA

Info Iklim : 021 4246321 ext. 1707

Info Cuaca : 021 6546315/18

Info Gempabumi : 021 6546316

Terima kasih

www.bmkg.go.id

@infoBMKG

Jl. Angkasa 1 No.2 Kemayoran Jakarta Pusat, Indonesia

52

52