1 of 19

WILMAR NABATI INDONESIA – GRESIK�K3 pada Safety Traffic Management & Safety Trucking

Created: 29/11/2024

Revision 0 Issued: 29/11/2024

Created by Yohanes R

2 of 19

Presensi

Kontributor:

KARYAWAN�

Judul Training:

Safety Traffic Management

Safety Trucking

3 of 19

4 of 19

Tujuan Pelatihan

Mengidentifikasi bahaya lalu lintas dan pengendalian untuk meminimalkan paparan bahaya dengan mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen keselamatan lalu lintas yang baik, melalui:

  1. Identifikasi bahaya
  2. Penilaian risiko
  3. Pengendalian pada operasional

5 of 19

Referensi

  1. Undang Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2017 tentang Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,
  3. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
  4. Permenhub No. 13 Tahun 2014 Tentang Rambu Lalu Lintas.
  5. Permenhub No. 34 Tahun 2014 Tentang Marka Jalan.
  6. Wilmar Traffic Safety Management Standard WTSMS v. 01.
  7. Standar Label Inspeksi Peralatan.

6 of 19

Definisi

Sistem management lalu lintas untuk memastikan keselamatan pejalan kaki, supir dan kendaraannya, serta properti lainnya yang dapat terdampak dari kegagalan ketika berlalu lintas. Dengan cara memastikan kondisi baik dan benar sesuai SOP/WI/Checklist pada:

  • Area pejalan kaki (pedestrian),
  • Rambu – rambu,
  • Sistem pelindung (barrier),
  • Kondisi jalan,
  • Kondisi kesehatan supir,
  • Kondisi kelayakan kendaraan,
  • Perilaku pejalan kaki & supir.

7 of 19

Identifikasi Bahaya

Sebagian besar kecelakaan kendaraan di tempat kerja disebabkan oleh tabrakan antara pejalan kaki dan kendaraan yang mundur, memuat dan menurunkan barang. Orang yang bekerja dengan atau di dekat kendaraan adalah yang paling berisiko.

Kenapa hal tersebut terjadi:

  • Kondisi supir & kendaraan?
  • Perilaku pejalan kaki?
  • Fasilitas penunjang?

8 of 19

Penilaian Risiko

Penilaian risiko diperlukan untuk mengidentifikasi potensi seseorang terluka oleh bahaya dan seberapa serius bahayanya. Penilaian risiko dapat membantu menentukan tindakan apa yang harus diambil untuk mengendalikan risiko dan seberapa mendesak tindakan tersebut perlu diambil. L1-5.

9 of 19

Pengendalian pada Operasional

Tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan risiko, mengurangi bahkan menghilangkan risikonya. Pengendalian dapat berupa:

  • Layout & Aturan berkendara.
  • Management kendaraan.
  • Management driver.

Substitusi: E.g. penggantian forklift dgn walkie stacker/hand pallet.

Engineering control: E.g. pemisahan area lalu lalang kendaraan dgn pedestrian.

Adm. Control: E.g. melakukan inspeksi form ceklis.

Eliminasi: E.g. penggantian transfer material menggunakan truk diganti dengan conveyor.

10 of 19

Layout Area Kerja & Aturan Berkendara (1)

Area kerja/operasional pastikan memiliki:

  • Safety sign: speed limit, APD, dll.
  • Pemisahan antara area kendaraan dgn pedestrian, area parkir.
  • Visibilitas area jelas: rambu, garis, blind spot, pencahayaan, kondisi permukaan & lebar jalan, dll.
  • APD bereflektor.
  • Barrier untuk melindungi titik kiritikal: hydrant, rak, beam, dll.
  • Alat penanda ketika kendaraan beroperasi: alarm, lampu rotary/pembatas, APAR, dll.

11 of 19

Layout Area Kerja & Aturan Berkendara (2)

Layout jalur kendaraan

Cermin cembung

Sign K3

Overhead walkway

Barrier

Batas kecepatan

12 of 19

Management Kendaraan (1)

Pengendalian ini didasarkan pada aktifitas kendaraan yang dipergunakan: jenis kendaraan, jenis kegiatan & perawatan kendaraan.

  • Jenis kendaraan:

Forklift, truck/kontainer, alat berat, kendaraan pribadi, shuttle bus, dll.

  • Jenis kegiatan

Loading – unloading, antar – jemput, angkat – angkut, dll.

  • Perawatan kendaraan

13 of 19

Management Kendaraan (2)

Jenis kendaraan:

Forklift, truck/kontainer, alat berat, kendaraan pribadi, shuttle bus, dll.

Semua kendaraan yang beroperasi di Wilmar gresik harus memiliki izin masuk dan diinspeksi dan tidak boleh meninggalkan kunci pada kendaraan.

Inspeksi R2-R4

Inspeksi Kendaraan Transporter

Inspeksi Crane

Stiker Izin Masuk Kendaraan Kontraktor

14 of 19

Management Kendaraan (3)

Jenis kegiatan:

Loading – unloading, antar – jemput, angkat – angkut, dll.

Hal – hal yang perlu diperhatikan:

  • Speed limit,
  • APD sesuai kegiatan,
  • Alarm ketika mundur,
  • Dll.

Inspeksi Crane

15 of 19

Management Kendaraan (4)

Perawatan kendaraan:

Kegiatan maintenance kendaraan bermotor hanya boleh dilakukan oleh tenaga ahli, seperti mekanik.

Hal – hal yang perlu diperhatikan:

  • Checklist harian, mingguan, bulanan,
  • Keterampilan mekanik,
  • LOTO,
  • Sisa B3, oli bekas,
  • Rotary part yang tercover,
  • BPJS Ketenagakerjaan utk mekanik

eksternal yang berkegiatan di wilmar.

  • Dll.

Ganjel pada bak

Flame arrestor

16 of 19

Management Driver

Pengendalian ini didasarkan pada tingkah laku dan kompetensi driver.

  • Kompetensi

Tersertifikasi (SIO/SIM).

  • Kebiasaan dan Perilaku

Perokok, mengebut, penggunaan sabuk pengaman, menelpon sambil berkendara, dll.

  • Kesehatan driver

https://wilmar.jotform.com/heri.purwanto/deklarasi-kesehatan-pengemudi

17 of 19

Lampiran Form Inspeksi

F-GRK_EHS-810-24-009

Vehicle Safety Inspection

F-GRK_EHS-810-24-007

Loader & Dozer Inspection Checklist

F-GRK_EHS-810-24-006

Excavator Inspection Checklist

F-GRK_EHS-810-24-004_Crane Safety Inspection Checklist

F-GRK_EHS-810-24-003

Forklift Inspection

F-GRK_EHS-810-29-001

Cek Kendaraan Transporter (Khusus)

Ketentuan:

  1. Per bulan: Inspeksi mandiri oleh PIC Safety Plant.
  2. Per 3 bulan: Verifikasi hasil inspeksi oleh EHS untuk mendapatkan label inspeksi.
  3. Jika hasil inspeksi/verifikasi adalah tidak ok maka mendapatkan label reject. Kendaraan dengan label reject hanya boleh digunakan untuk perbaikan.

18 of 19

Post Test

Kontributor:

KARYAWAN

Jenis Test:

Post Test�

MateriTraining:

Traffic Safety Management & Safety Trucking

19 of 19

Terima Kasih