1 of 12

POLA INTERAKSI

PADA PEMBAHASAN MENGENAI INTERAKSI DESA-KOTA TELAH DIPELAJARI BAHWA INTERAKSI KERUANGAN MERUPAKAN SUATU HUBUNGAN TIMBAL BALIK (RESIPROCAL RELATIONSHIP) YANG SALING BERPENGARUH ANTARA DUA WILAYAH ATAU LEBIH YANG DAPAT MENIMBULKAN GEJALA, KENAMPAKAN, ATAU PERMASALAHAN BARU.

KUAT-LEMAHNYA INTERAKSI SANGAT DIPENGARUHI OLEH TIGA FAKTOR UTAMA,

YAITU ADANYA WILAYAH-WILAYAH YANG SALING MELENGKAPI (REGIONAL COMPLEMENTARY), ADANYA KESEMPATAN UNTUK BERINTERVENSI (INTERVENING OPPORTUNITY), SERTA ADANYA KEMUDAHAN TRANSFER ATAU PEMINDAHAN DALAM RUANG (SPATIAL TRANSFER ABILITY).

2 of 12

A. TEORI GRAVITASI

Reilly berpendapat bahwa kekuatan interaksi antara dua wilayah yang berbeda dapat diukur dengan memerhatikan factor jumlah penduduk dan jarak antara kedua wilayah tersebut. Untuk mengukur kekuatan interaksi antarwilayah digunakan formulasi sebagai berikut.

3 of 12

Contoh soal:

Misalnya ada 3 buah wilayah A, B, dan C, dengan data sebagai berikut.

(1) jumlah penduduk wilayah a = 20.000 jiwa, B = 20.000 jiwa, dan C = 30.000 jiwa.

(2) jarak antara a ke b = 50 km, dan b ke c = 100 km.

4 of 12

CONTOH SOAL 2

Jawab

1. Jarak tempat A dengan tempat B adalah 50km, jika penduduk A 10.000 jiwa dan penduduk B adalah 20.000 jiwa, hitunglah kekuatan interaksi kedua tempat tersebut

5 of 12

B. TEORI TITIK HENTI

Teori titik henti juga dapat digunakan dalam memperkirakan penempatan lokasi industry atau pusat pelayanan masyarakat. Penempatan dilakukan di antara dua wilayah yang berbeda jumlah penduduknya agar terjangkau oleh penduduk setiap wilayah.

6 of 12

CONTOH SOAL:

Kota A memiliki jumlah penduduk 20.000 jiwa, sedangkan kota B 30.000 jiwa. Jarak antara kedua kota tersebut adalah 100 kilometer. Di manakah lokasi pusat perdagangan yang tepat dan strategis agar terjangkau oleh penduduk setiap kota tersebut?

7 of 12

CONTOH SOAL 2

Jawab

1. Jumalh penduduk kota A adalah 2.000.000 juta jiwa, sedangkan penduduk kota B adalah 500.000 jiwa. Jika jarak AB adalah 60km, tentukan titik hentinya !

8 of 12

Teori ini menggambarkan perkiraan posisi garis batas yang memisahkan wilayah-wilayah perdagangan dari dua kota/wilayah-wilayah perdagangan yang berbeda jumlah penduduknya.

9 of 12

B. TEORI GRAFIK

Untuk menganalisis potensi kekuatan interaksi antarwilayah ditinjau dari struktur jaringan jalan sebagai prasarana transportasi, K.J. Kansky mengembangkan Teori Grafik dengan membandingkan jumlah kota atau daerah yang memiliki banyak rute jalan sebagai sarana penghubung kota-kota tersebut.

10 of 12

Menurut kansky, kekuatan interaksi ditentukan dengan indeks konektivitas.

Semakin tinggi nilai indeks, semakin banyak jaringan jalan yang menghubungkan kota-kota atau wilayah yang sedang dikaji. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap potensi pergerakan manusia, barang, dan jasa karena prasarana jalan sangat memperlancar tingkat mobilitas antarwilayah. Untuk menghitung indeks konektivitas ini digunakan rumus sebagai berikut.

11 of 12

CONTOH SOAL 2

Jawab

1. Perhatikan gambar kota dengan jaringan berikut ini !

12 of 12

Jawab