MANAJEMEN MODAL KERJA
(Working Capital Manajemen)
Disampaikan oleh kelompok 7 :
Evy feriyani
Amalia dwiningtyas
NAMA : Evy Feriyani, S.K.M
TTL : Pangkalpinang, 5 Mei 1982
TEMPAT TUGAS : UPTD Puskesmas Tamansari
ALAMAT : Jl. Melangir Bukit Merapi
NAMA : Amalia Dwiningtyas, S. Tr. Par
TTL : Mentok, 10 Agustus 1999
TEMPAT TUGAS : LKP Bina Excel Mandiri
ALAMAT : Jl. Raya Peltim, Mentok
PROFIL
PENGERTIAN
Dalam operasinya, perusahaan selalu membutuhkan dana harian, seperti membeli bahan mentah, membayar gaji karyawan, membayar rekening listrik. Dana yang dialokasikan tersebut diharapkan akan diterima kembali dari hasil penjualan produk yang dihasilkan dalam jangka waktu kurang dari 1 tahun. Dana tersebut berputar selama perusahaan masih beroperasi. Dana yang dipergunakan untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari disebut modal kerja.
�Manajemen modal kerja (Working Capital Management) merupakan manajemen dari elemen-elemen aktiva lancar dan elemen hutang lancar. Tujuan modal kerja adalah mengelola aktiva lancar dan hutang lancar sehingga diperoleh modal kerja netto yang layak dan menjamin tingkat likuiditas perusahaan.�
TUJUAN
Tujuan Manajemen Modal Kerja Manajemen modal kerja juga memiliki beberapa tujuan yang diperlukan, yakni:
PENENTUAN BESARNYA MODAL KERJA
Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi besar kecilnya suatu modal kerja, yakni:
Jika jumlah pada pengeluaran setiap harinya tetap, tetapi makin lamanya suatu periode perputaran, maka dengan itu jumlah modal kerja yang dibutuhkan akan semakin besar.
Yang dimaksudkan dengan periode perputaran atau periode terikatnya suatu modal kerja adalah suatu keseluruhan tau dari suatu periode periode yang meliputi dari jangka pemberi kredit yang di beli, lama nya dari suatu proses produksi itu sendiri, lama nya penyimpanan bahan mentah yang ada di gudang, lamanya barang maka dari itu disimpan dan jangka waktu dari penerimaan piutang. Sedangkan pengeluaran yang dimaksud disini adalah biaya dari rata rata perhari untuk para pembeli bahan baku itu sendiri, pembayaran dari gaji buruh, bahan pembantu lainnya dan lain-lain.
JENIS-JENIS MODAL KERJA
.
KONSEP MODAL KERJA
Konsep Kuantitatif�modal kerja menurut konsep ini adalah keseluruhan aktiva lancar (Gross Working Capital).
Konsep Kualitatif
modal kerja menurut konsep ini adalah kelebihan antara aktiva lancar atas hutang lancar (Net Working Capital).
Konsep Fungsionil
konsep fungsionil mendasarkan pada fungsi dana yang digunakan untuk memperoleh pendapatan. Setiap dana yang dialokasikan pada berbagai aktiva dimaksudkan untuk memperoleh pendapatan (income), baik pendapatan saat ini maupun pendapatan masa yang akan datang.
KEBIJAKAN MODAL KERJA
PENTINGNYA MEMAHAMI MODAL KERJA
KELEBIHAN MANAJEMEN MODAL KERJA
KEKURANGAN MANAJEMEN MODAL KERJA
CONTOH PERHITUNGAN MODAL KERJA
Proses Produksi = 10 hari Lamanya barang Disimpan Digudang = 10 hari Jangka Waktu Penerimaan Piutang = 10 hari Periode Perputaran atau Periode terikatnya Modal Kerja
= 30 hari
Bahan Mentah = 4.000
Bahan Pembantu = 2.000
Upah Buruh = 3.000
Pengeluaran-pengeluaran lain = 1.000 Jumlah Pengeluaran setiap harinya = 10.000
Kebutuhan Modal Kerja bagi suatu perusahaan yang menjalankan aktivitas usaha setiap harinya untuk dapat bisa menjamin kontinuitas dari setiap usahanya dibutuhkan modal kerja sebesar 10.000 x 30 hari = 300.000
THANK YOU!!