1 of 5

KERAJAAN PAJANG (1568-1587)

  • Kerajaan Pajang adalah satu kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah yang bisa disebut sebagai kelanjutan Kerajaan Demak.

  • Kerajaan Pajang adalah salah satu kerajaan Islam di Pulau Jawa yang terletak di daerah perbatasan Desa Pajang, Kota Surakarta, dan Desa Makamhaji, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.

  • Pendiri kerajaan Pajang adalah Sultan Hadiwijaya atau dikenal juga sebagai Jaka Tingkir.

  • Pajang merupakan kerajaan bercorak Islam pertama di Jawa yang letaknya berada di pedalaman. Karena itu, kerajaan ini bersifat agraris dan mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung perekonomian.

  • Setelah 21 tahun berdiri, kesultanan Pajang mengalami kemunduran dan akhirnya dijadikan sebagai negeri bawahan Mataram.

Fatkhul Huda (21041424)

2 of 5

SEJARAH BERDIRINYA

  • Babad Banten menyebutkan bahwa keturunan Sultan Pajang berasal dari Pengging (kerajaan kuno di Boyolali yang dipimpin oleh Andayaningrat)

  • Meski Majapahit ditaklukkan orang-orang Islam pada 1625, Pengging masih berdaulat hingga di bawah pemerintahan Kebo Kenanga, yang bergelar Ki Ageng Pengging. Ketika Ki Ageng Pengging wafat karena dibunuh oleh Sunan Kudus, ia meninggalkan seorang putra bernama Mas Karebet, yang diangkat anak oleh Nyi Ageng Tingkir.

  • Mas Karebet atau lebih dikenal sebagai Jaka Tingkir justru memutuskan untuk mengabdi pada kesultanan Demak. Kesultanan Demak kemudian mengutus Jaka Tingkir mendirikan kerajaan Pajang sekaligus menjadi raja pertamanya dengan gelar Sultan Hadiwijaya.

  • Saat kesultanan Demak mengalami kemunduran dan diserang Arya Penangsang, Sultan Hadiwijaya maju untuk menghadapinya. Hadiwijaya berhasil membunuh Arya Penangsang dan menjadi pewaris takhta kesultanan Demak dan memindahkan ibu kotanya ke Pajang. Dengan begitu, kerajaan Pajang resmi berdiri pada 1568 M.

Fatkhul Huda (21041424)

3 of 5

RAJA RAJA

  1. Jaka Tingkir atau Hadiwijaya (1549-1582)

  • Arya Pangiri bergelar Sultan Ngawantipura (1583-1586)

  • Pangeran Benawa atau Prabuwijaya (1586-1587)

Fatkhul Huda (21041424)

4 of 5

MASA PUNCAK KEJAYAAN

  • Sebagai pendiri dan raja pertama kerajaan Pajang, Sultan Hadiwijaya berkuasa selama 15 tahun.

  • Selama memerintah, ia berhasil mengantarkan Pajang mencapai puncak kejayaan. Wilayah kekuasaan kerajaan Pajang mencapai Madiun, Blora, dan Kediri.

  • Selain itu, Pajang adalah kerajaan bersifat agraris yang mengalami kemajuan pesat di bidang pertanian. Hal ini didukung oleh letaknya yang berada di dataran rendah yang mempertemukan Sungai Pepe dan Dengkeng, sehingga menjadi lumbung beras utama di Pulau Jawa.

Fatkhul Huda (21041424)

5 of 5

Masa kemunduran

  • Pada 1582 M, meletus perang Pajang dan Mataram. Sepulang dari pertempuran, Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dan meninggal dunia.

  • Sepeninggal Sultan Hadiwijaya, Pajang mulai mengalami kemunduran karena terjadi perebutan takhta antara Pangeran Benawa (Putra Sultan Hadiwijaya) & Arya Pangiri (Menantu Sultan Hadiwijaya) yang akhirnya Arya Pangiri menjadi Raja selanjutnya.

  • Namun karena dalam memerintah kurang memikirkan rakyatnya, Pangeran Benowo melancarkan serangan pada 1586, dibantu oleh Sutawijaya dari Mataram. Dalam serangan itu, Arya Pangiri kalah dan dipulangkan ke Demak. Sementara Pangeran Benawa dinobatkan sebagai raja kerajaan Pajang ketiga.

  • Pemerintahan Pangeran Benawa hanya berlangsung singkat karena ia lebih memilih menjadi penyebar agama Islam. Pada 1587, kekuasaannya pun berakhir tanpa meninggalkan putra mahkota. Atas kebijakan Sutawijaya, Pajang kemudian dijadikan negeri bawahan Mataram. Riwayat kerajaan Pajang benar-benar berakhir pada 1618 saat dihancurkan oleh pasukan Mataram yang dipimpin Sultan Agung.

Fatkhul Huda (21041424)