1 of 18

BAB V

Tren Wirausaha Sebagai Pengembangan Bisnis Dengan

Menggunakan Digital

Tujuan Instruksional Umum

Mahasiswa dapat menguasai

konsep-konsep E-Business dengan baik, sehingga dapat

mengimplementasikannya untuk kegiatan dalam e-business sesuai

dengan prinsip-prinsip e-business.

Tujuan Instruksional

Khusus Mahasiswa memiliki kemampuan menjelaskan dan

memahami serta menganalisa tren wirausaha sebagai bentuk

pengembangan dengan menggunakan digital sebagai tren

kewirausahaan mengembangkan bisnis dan kewirausahaan digital

yang merupakan tren kewirausahaan sekarang dan di masa

mendatang, serta digitalpreneur sebagai tren baru entrepreneurship

2 of 18

BAB V

Tren Wirausaha Sebagai Pengembangan Bisnis Dengan

Menggunakan Digital

Secara internasional diawali dari franchising adalah suatu hubungan

yang berkelanjutan dari pemilik (franchise) untuk memberikan hak dan keistimewaan berlisensi untuk mengoperasikan bisnisnya termasuk

bantuan dalam pengorganisasian, pelatihan, penyediaan barang, dan manajemen sebagai imbalan dari pembayaran yang telah disepakati oleh penerima franchaising (franchise)🡪kata franchising didasari oleh Peraturan Pemerintah RI No.16 tahun 1997, tanggal 18 Juni 1997 dan didukung oleh ketentuan dan tata cara yang ditentukan dalam PP tentang waralaba

3 of 18

Manfaat dan keunggulan waralaba: bagi pemberi waralaba (franchise):

  1. Kecepatan ekspansi dengan modal eksternal atau dari franchise
  2. Motivasi penerima waralaba (franchise)untuk sukses jauh lebih

tinggi dibanding wirausahawan yang memulai tidak membeli

franchise

  1. Adanya shared advertising yang dapat meningkatkan brand

awareness secara tepat, hemat dan luas

  1. Franchise akan sangat membantu shared experince mengenai

pengetahuan di lokasi lainnya

  1. Pengelolaan SDM akan lebih mudah, efisien
  2. Franchise mendapat pemasukan:

a. Franchise fee (imbalan franchise)

b. Royalti fee (imbalan royalti)

c. Biaya pelatihan dan franchise

d. Efisiensi dari marketing training yang budgetnya bisa lebih besar

dari kenyataan karena faktor negoisasi atas besarnya jaringan yang

dimilikinya.

4 of 18

Beberapa kerugian dan kelemahan dari sistem waralaba, yaitu:

  1. Sekalipun bisnis dimiliki sendiri, tetapi kebijakan-kebijakannya masih

ditentukan oleh franchise, tidak fleksibel bila dibandingkan dengan

bisnis yang dirintis sendiri.

2. Kekakuan dari sistem franchise terkadang tidak bisa diterapkan untuk

semua lokasi, tempat, keadaan, dan perilaku pasarnya

  1. Proses kerja yang birokratis
  2. Sistem pemasaran satu atap franchise harus menunggu untuk

diizinkan melakukan iklan secara individual

5 of 18

Perbandingan membeli franchise dengan membuka usaha bisnis sendiri

adalah sebagai berikut:

No

Uraian

Membeli Franchise

Membuka Usaha Sendiri

1

Merek dagang

Merek dagang sudah dikenal

Membutuhkan waktu untuk memperkenankan

2

Pemilik Merek

Milik franchisor dan hanya untuk waktu kontrak

Konsumen butuh kepercayaan untuk mencobanya, bervariasi, dan tidak dibatasi

3

Lokasi

Mendapatkan bantuan

Tidak mendapat bantuan tetapi bisa meminta bantuan konsultan

4

Pelatihan

Telah teruji

Masih perlu diuji dan dipertahankan

5

Kehandalan bisnis

Bersama dengan outlet lainnya

Bebas mencari dan menawarkannya

6

Produk yang dijual

Dibantu untuk memilih lokasi

Bebas memilih lokasi

6 of 18

Lanjutan

Perbandingan membeli franchise dengan membuka usaha bisnis sendiri

adalah sebagai berikut:

No

Uraian

Membeli Franchise

Membuka Usaha Sendiri

7

Promosi

Diatur dengan ketat

Setelah sukses bisa dijual dan menjadi milik sendiri

8

Sumber pemasok

Franchise tidak bisa dijual, jadi terbatas

Bebas mencari dan menawarkannya

9

Kepemilikan bisnis

Franchise tidak bisa dijual, jadi terbatas

Setelah sukses bisa dijual dan menjadi milik sendiri hasilnya

10

Membayar royalti

Ya dan selama selama kontrak

Tidak pernah membayar

Presentasi ke 1 materi E-Bussines untuk tanggal 13 November 2020)

7 of 18

Tren Kewirausahaan Sekarang dan di Masa Mendatang

Tren berbisnis kewirausahaan (entrepreneurhip)lebih cenderung

berkembang mengarah pada technology based, contoh orang-orang muda

yang bergelut di dunia digital dan teknologi informasi:

Jeff Bezos dengan Amazon.com

Bill Gates mendapat kontrak 1 juta USD di usia 24 tahun

Mark Elliot dengan facebooknya dengan penawaran Yahoo

dengan harga 1 miliar USD di tahun 2006

(Lanjutan presentasi ke 2 materi mata kuliah E-Bussines untuk

tanggal 20 November 2020)

8 of 18

Tren enterpreneurship yang terjadi dari dulu dan di masa sekarang:

1 Enterpreneurship based on economic (ecopreneur)

(faktor kuncinya ekonomi, berbasis pada faktor ekonomi)🡪dimulai

sejak era Revolusi Industri abad 19 sebelum berkembangnya teknologi

entrepreneur, CD, hard disk🡪orientasi entrepreneur dipengaruhi oleh

tren perubahan pasar, perilaku konsumen, dan pola persaingan pasar

2. Enterpreneirship based on technology (technopreneur)

(dunia bisnis, pasar, persaingan, perilaku konsumen berubah setelah

aspek teknologi telah mengubah segala baik dari sisi konsumen

hingga proses produksinya). Untuk itu jenis entrepreneurnya berbasis

teknologi atau engineering based on creativity (creativity entrepreneur)

3. Enterpreneurship based on creativity (creativepreneur)

(perubahan faktor-faktor kunci kesuksesan bisnis yang bersumber

dari aspek teknologi juga mengalami perkembangan). Munculnya

pengusaha muda yang kreatif menciptakan model entrepreneur gaya

baru yang membutuhkan konsep marketing yang kreatif agar mereknya

tetap bertahan dipasar

9 of 18

Munculnya pengusaha muda yang kreatif akan menciptakan modal

Enterpreneurship gaya baru, yaitu creativepreneur :

  1. Enterpreneurship based on digital technology (digitalpreneur)

(semua diawali dengan munculnya teknologi digital dalam dunia

informasi, telekomunikasi, dan kehidupan sosial seseorang dengan

ditemukannya ipad, komputer, CD, flash disc, smartphone)

  1. Enterpreneurship based on community and social concept

(socialpreneur)🡪situs-situs jejaring sosial seperti facebook, twiter,

friendster dan lain-lain membuat strategi pemasaran berubah menjadi

strategi pemasaran horisontal (community marketing) yaitu tren

entrepreneurship yang muncul berbasis komunitas dan cara individu

bersosial dari seorang seorang entrepreneur, sehingga menumbuhkan

bisnisnya dengan hati berkonsep sosial.

Membangun komunitas tersendiri dengan cara berorientasi pada

lingkungan menciptakan UKM baru, dan meluncurkan konsep CSR

(Corporate Social Responship). Tren perubahan itu disebut social

entrepreneurship yang tipe pengusahanya disebut socialpreneur

10 of 18

Digitalpreneur Tren baru Entrepreneurship

Seiring dengan berkembangnya dunia internet, mobile phone, dan

munculnya smartphone seperti Blackberry. Generasi baru berbasis budaya

teknologi internet yang sering disebut dengan Netizen, yang juga

merupakan komunitas baru yang dibidik oleh wirausahawan yang

bergerak dibidang teknologi digital.

Adapun faktor-f aktor yang memicu digitalpreneurship adalah sebagai

berikut:

  1. Murahnya akses internet
  2. Jumlah pelanggan operator telepon seluler
  3. Keterbatasan tenaga pengembang
  4. Dukungan pemerintah dan perbankan terhadap perkembangan dunia

ICT

  1. Hampir semua provider dan operator telekomunikasi mengakui

40-60% didominasi oleh facebook

  1. Munculnya komunitas baru yakni facebook
  2. Gelombang IT dan komunikasi menawarkan peluang
  3. Murahnya bahasa pemrograman sederhana canggih dan mudah didapat

11 of 18

9. Dukungan dna dari vendor-vendor besar seperti Telkom mempercepat

digitalpreneurship

10. Dalam memulai bisnisnya tidak perlu membutuhkan modal yang besar

Faktor-faktor dalam individu yang bisa memunculkan berkembang

nya digitalpreneurship adalah sebagai berikut:

  1. Hobi akan internet
  2. Keterampilan yang dimiliki tentang teknologi informasi internet, dan

komunikasi

  1. Pengetahuan dan latar belakang pendidikan
  2. Kebutuhan pribadi
  3. Lingkungan pribadi yang kental dengan wawasan IT
  4. Media yang dibacanya
  5. Merupaka ahli programmer
  6. Pekerjaan yang memungkinkan menggunakan internet

12 of 18

Tujuan Awal Dari para Digitalpreneur

Sebagian besar para digitalpreneur top dan terkenal adalah seperti

Pendiri Google, Facebook, Twiter, dan lain-lain. Tujuan awal dari para

digitalpreneur adalah sebelum terciptanya inspirasi bisnisnya untuk

dikembangkan lebih besar yaitu :

  1. Ingin memuaskan hobinya terlebih dahulu
  2. Merupakan passion dari individu itu sendiri
  3. Hasrat untuk memberi ide, keterampilan, dan kemampuann

terhadap lingkungan sekitarnya

  1. Aktualisasi diri
  2. Punya institusi yang kuat bahwa idenya suatu saat itu dapat

dibisniskan

13 of 18

Apa Yang Dijual oleh Digitalpreneur hingga bisnisnya menjadi

besar adalah dengan mempelajari apa yang dijualnya dengan meniru

para digitalpreneur yang telah sukses:

  1. Kreativitas dalam konten (isi dan fitur) yang dijualnya bisa berupa

solusi kebutuhan akan komunitas atau jasa yang bisa membantu

komunitas dalam mengatasi masalah.

  1. Inovasi yang ditawarkan
  2. Produk dan jasa yang muktahir dan aspek kecanggihan teknologinya

4. Menciptakan tren baru

  1. Menjual keterampilannya
  2. Keunikan dan perbedaannya
  3. Komunitas yang ia punyai untuk pasang iklan (termasuk sponsor)
  4. Informasi yang terbaru

14 of 18

Para Digitalpreneur untuk dapat berkembang perlu mengetahui

key success faktornya yaitu:

  1. Keunikan yang sulit tertandingi dalam jangka pendek oleh

digitalpreneur

  1. Visi jasa jauh kedepan
  2. Kecepatan pertumbuhan komunitas harus signifikan dan terus

ditingkatkan

  1. Dukungan pemodal besar untuk mempopulerkan dan

mengembangkannya

5. Sulit ditiru oleh orang lain

6. Pemikirannya yang strategis dalam mengembangkan bisnisnya

7. Value yang ditawarkan benar-benar sangat bagus

15 of 18

Apa yang Dijual oleh Digitalpreneur Hingga Bisnisnya menjadi

besar:

  1. Situs jejaring sosial dam media yang menjual komunitasnya,

contohnya facebook, twitter, friendster, myspace dan lain-lain

2. Permainan (game) yang berbau pendidikan (education), contohnya:

angklung, heroes game online (abigdev)

  1. E-payment, contohnya gudangdiscount.com
  2. E-education, contohnya pesonaEdu oleh Bambang Yuwono, Sujanto

Teng dan Harry Sudiyono

  1. E-government, contohnya SIMPEG-aplikasi pendataan pegawai
  2. Game online, contohnya Game Nusantara Online
  3. Mobile Application, contohnya Mobifriends
  4. Moble Content and Advertising, contohnya m-Banking, SMS Quis
  5. Software Business, contohnya Andal Kharisma 2007, Alpha BITS
  6. E-commerce, contohnya Amazon.com
  7. Digital Dictionary, contohnya Digital Works oleh Chandraleka dan

Taufan Chandra Kusuma

16 of 18

Jenis Barang Yang Sering Dimasuki Oleh Digitalpreneur Yang

Sukses danTerbukti Berkembang

Sebaiknya para wirausahawan yang ingin menjadi digitalpreneur perlu

tahu tentang jenis-jenis bisnis apa saja yang pernah dan telah digeluti

oleh digitalpreneur sukses. Jenis-jenis tersebut adalah:

  1. Situs jejaring sosial dan media yang menjual komunitasnya

(facebook, twitter,friendster)

  1. Permainan (game) yang berbau pendidikan (education) 🡪angklung

heroes game online didirikan oleh fajar

  1. e-Payment🡪Gudangdiscount.com
  2. e-Education🡪 PesonaEdu oleh Bambang Yowono
  3. E-Government🡪OTONOM (aplikasi pengelolaan pendapatan daerah)
  4. Game online🡪game online nusantara
  5. Mobile application🡪mobinity-net
  6. E-commerce🡪 Amazon.com
  7. Software business🡪Rhapdody mampu mengitegrasikan seluruh

fungsi pelayanan hotel mulai dari pemasaran dan reservasi

17 of 18

10. Mobile content and advertising🡪m-banking, SMS Quis

11. Digital directory🡪Digital works oleh Candraleka dan Taufan

Chandra Kusuma contoh Gamelan

Hampir semua provider dan operator telekomunikasi mengakui

40-60% didominasi oleh facebook 🡪Socialpreneur

18 of 18