Passive VoiceοΏ½(Kalimat Pasif)
π’
Passive Voice
Passive voice (kalimat pasif) adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu pekerjaan atau menderita suatu. Dengan kata lain subyek kalimat tersebut menjadi sasaran kegiatan yang dinyatakan oleh kata kerja.
Di dalam bahasa Indonesia ciri-ciri kalimat pasif adalah kata kerjanya yang berawalan βdi-β misalnya (dipukul, dipanggil, dimakan, diminum dan lain-lain).
π’
Example:
Pada kedua contoh di atas, subyek dari kalimatnya dikenai sutu pekerjaan yaitu βhelpedβ dan βcalledβ.
Dari contoh kalimat aktif dan kalimat pasif di atas dapatlah diketahui bahwa kalimat pasif (passive voice) dapat dibentuk dari kalimat aktif (active voice).
π’
Membentuk Active Voice Menjadi Passive Voice
To be + Past Participle (V3)
To be + being + Past Participle
π’
Sembilan Belas Ketentuan Perubahan Active Voice Menjadi Passive Voice
π’
01
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Simple Present Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + (is, am, are) + Past Participle
Catatan:
Penggunaan To be (is, am, are) sesuai dengan objek yang dibentuk dari obyek kalimat aktif.
Example:
A : She writes a letter.
Dia menulis sebuah surat.
P : A letter is written by her.
Surat itu ditulis oleh dia.
Catatan:
A = Kalimat Aktif (Active Voice)
P = Kalimat Pasif (Passive Voice)
π’
02
Apabila kalimat aktifnya berberntuk Present Continues Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + (am, is, are) + being + Past Participle
Example:
A : He is closing the window.
Dia sedang menutup jendela.
P : The window is being closed by him.
Jendela itu sedang ditutup olehnya.
π’
03
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Present Perfect Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + have/has + been + Past Participle
Catatan:
Penggunaan have atau has harus disesuaikan dengan subek yang berasal dari objek kalimat aktif.
Example:
A : They have played the ball.
Mereka telah bermain bola.
B : The ball has been played by them.
Bola itu telah dimainkan oleh mereka.
π’
04
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Present Perpect Continous Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + have/has + been + being + Past Participle
Example:
A : Fuad has been writing the lesson
Fuad sudah menulis pelajaran itu
P : The lesson has been being writing by Fuad
Pelajaran itu telah ditulis oleh Fuad
π’
05
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Simple Past Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + was/were + Past Participle
Catatan:
Penggunaan was/were dalam kalimat pasif disesuaikan dengan subyek yang berasa; dari objek kalimat aktif.
Example:
A : Syah Rozak opened the door.
Syah Rozak membuka pintu.
P : The door were opened by him.
Pintu itu dibuka oleh dia.
π’
06
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Past Continuous Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + was/were + being + Past Participle
Example:
A : Rifki was drinking some water.
Rifki sedang meminum banyak air.
P : Some water was being drunk by him.
Banyak air sedang diminum oleh dia.
π’
07
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Past Perpect Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + had been + Past Participle
Example:
A : Acep had written a letter.
Dia telah menulis sebuah surat.
P : A letter had been written by him.
Sebuah surat telah ditulis olehnya.
π’
08
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Past Perpect Continous Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + had been + being + Past Participle
Example:
A : Enteng had been riding a motorcycle.
Enteng telah mengendarai sepeda motor.
P : A motorcycle has been being ridden by him.
Sebuah sepeda motor telah dikendarainya.
π’
09
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Simple Future Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + will + be + Past Participle
Example:
A : My wife will make some cake.
Istriku akan membuat beberapa kue.
P : Some cake will be made by my wife.
Beberapa kue akan dibuat oleh istriku.
π’
10
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Future Continues Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + will + be + being + Past Participle
Example:
A : Nanda will be playing the ball.
Nanda akan sedang bermain bola itu.
P : The ball will be being played by him.
Bola itu akan dimainkan olehnya.
π’
11
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Future Perpect Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + will + have been + Past Participle
Example:
A : They will have finished that work.
Mereka akan sudah menyelesaikan pekerjaan itu.
P : That work will have been finished by them.
Pekerjaan itu akan sudah diselesaikan oleh mereka.
π’
12
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Future Perpect Continuous Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + will + have been + being + Past Participle
Example:
A : Nur Kalam will have playing volly ball.
Dia akan sudah sedang bermain bola voly.
P : Volly ball will have been being played by him.
Bola Voly akan sudah sedang dimainkan olehnya.
π’
13
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Future Past Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + would + be + Past Participle
Example:
A : He would open the door
Dia akan membuka pintu itu
P : The door would be opened by him
Pintu itu akan dibuka olehnya
π’
14
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Future Past Continuous Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + would + be + being + Past Participle
A : They would be playing tennis.
Mereka seharusnya bermain tenis.
P : Tennis would be being played by them.
Tenis seharusnya dimainkan oleh mereka.
π’
15
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Future Past Perpect Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + would + have been + Past Participle
Example:
A : Hudzaifah would have finished that work.
Hudzaifah akan sudah menyelesaikan pekerjaan itu.
P : That work would have been finished by him.
Pekerjaan itu akan sudah selesai olehnya.
π’
16
Apabila kalimat aktifnya berbentuk Future Past Perpect Continous Tense, maka kalimat pasifnya mempunyai pola kalimat:
Subyek + would + have been + being + Past Participle
A : Rahmat would have been painting the house.
Rahmat akan sudah sedang mengecat rumah itu.
P : The house would have been being painted by him.
Rumah itu akan sudah sedang dicat olehnya..
π’
17
Apabila subyek dalam kalimat aktif tidak diketahui orangnya atau hanya disebutkan secara umum, misalnya seperti people (orang-orang), someone (seseorang), him (dia, laki-laki), her (dia, perempuan), them (mereka), maka apabila menjadi objek dalam kalimat pasif dapat dihilangkan.
Example:
A : People speak English well all over the world.
Orang-orang berbicara bahasa Inggris di seluruh dunia.
P : English is spoken well all over the world by people.
Bahasa Inggris dipergunakan dengan baik diseluruh dunia oleh orang-orang.
English is spoken well all over the world.
Bahasa Inggris dipergunakan dengan baik diseluruh dunia .
π’
18
Objek pelaku kalimat pasif harus tetap ditulis jika yang melakukan tindakan tertentu orangnya, misalnya by George, By Billy.
Example:
A : Hilman painted the door.
Hilman mengecat pintu itu.
P : The door painted by Hilman.
Pintu itu dicat oleh Hilman.
π’
19
Apabila kalimat aktifnya menggunakan Auxiliarly Verb (kata kerja bantu) maka kalimat pasifnya akan mempunyai pola kalimat seperti di bawah ini
Subyek + auxiliarly + be + Past Participle
Example:
A : Rifaβi can paint the house.
Rifaβi dapat mengecat rumah itu.
P : The house can be painted by him.
Rumah itu dapat dicat olehnya.
π’
Catatan:
π’
Thank You for Your Attention