Sumber Anggaran �dan �Metode Penyusunan Anggaran
M. Faozi Kurniawan
Prodi Kebijakan dan Manajemen Kesehatan
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
2024
Outline
Bagian 1: Sumber Anggaran
Outline
Bagian 2: Sumber Anggaran
Bagian 3. Metode Penyusunan Anggaran
Bagian 1. Pengantar
Siapa sasaran program
Program yang bisa memenuhi sasaran
Siapa sasarannya?
Apa yang diberikan kepada sasaran?
Sejauh mana perencanaan bisa berdampak
Sistem Kesehatan
Perencanaan Program sampai pelaksanaan belum banyak yang berdasarkan health system
Planning activities and stakeholders involved
Sumber: Health sector operational planning and budgeting processes in Kenya—“never the twain shall meet”
DO - 10.1002/hpm.2286�https://www.researchgate.net/publication/273785506_Health_sector_operational_planning_and_budgeting_processes_in_Kenya-never_the_twain_shall_meet
Health Planning and Budgeting Structure in local level
Sumber:
Bagian 2. Sumber Anggaran
11
Sumber Anggaran Kesehatan
APBN
APBD
Donor/ Bantuan/ Hibah
Perusahaan
Masyarakat
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA
12
Revenue Collection
13
RASIO BELANJA 10% URUSAN KESEHATAN PROVINSI
TERHADAP TOTAL BELANJA DILUAR GAJI APBD TA 2019-2022
Sumber: Kemenkeu, olah data, 2022
Menghitung Kebutuhan Dana
Sumber: Bappenas, 2020: http://www.healthpolicyplus.com/ns/pubs/18471-18877_RPJMNCostingReportInd.pdf
Total Biaya untuk Mencapai Target RPJMN Berdasarkan Program Kesehatan 2020-2024
Sumber: Bappenas, 2020: http://www.healthpolicyplus.com/ns/pubs/18471-18877_RPJMNCostingReportInd.pdf
Bagian 3. Penyusunan Anggaran
Perencanaan dan Penganggaran Nasional
Siklus APBN
Siklus APBD
Efektifitas keuangan daerah
Titik mana advokasi bisa memperkuat perencanaan dan penganggaran untuk kesehatan
PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
APBD
ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DAERAH
Setiap Pengeluaran Daerah harus memiliki dasar hukum yang melandasinya
“Money Follows Programs”
Pasal 282 UU 23/2014
Pendanaan atas fungsi-fungsi pemerintahan dilakukan berdasarkan pembagian urusan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah
Pemerintah Daerah
Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah
Pemerintah Pusat
Urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pusat
didanai dari
ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA DAERAH
didanai dari
disusun sesuai kebutuhan penyelenggaraan Urusan Pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan Daerah dan kemampuan Pendapatan Daerah
disusun dengan mempedomani KUA PPAS yang didasarkan pada RKPD
Penerimaan Daerah merupakan rencana Penerimaan Daerah yang terukur secara rasional yang dapat dicapai untuk setiap sumber Penerimaan Daerah dan berdasarkan pada ketentuan PUU
Pengeluaran Daerah merupakan rencana Pengeluaran Daerah sesuai dengan kepastian tersedianya dana atas Penerimaan Daerah dalam jumlah yang cukup
Setiap Pengeluaran Daerah harus memiliki dasar
hukum yang melandasinya
Semua Penerimaan Daerah dan
Pengeluaran Daerah dalam bentuk uang
dianggarkan dalam APBD
Prinsip PENGELOLAAN APBD
* Termasuk kegiatan dekonsentrasi dan tugas
pembantuan
23
Sebagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, RPJMD harus mempedomani RPJMN
Kata mempedomani bermakna perlu adanya penguatan sinergi dan konsistensi antara perencanaan pusat dan daerah, dalam upaya mencapai sasaran dan tujuan pembangunan nasional.
SINERGI PERENCANAAN PEMBANGUNAN PUSAT-DAERAH
DASAR HUKUM
Merupakan tindaklanjut dari Amanat Pasal 277 UU No. 23 Tahun 2014, yang menyatakan bahwa Ketentuan Lebih Lanjut 🡪 tata cara perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan Daerah, tata cara evaluasi rancangan Perda tentang RPJPD dan RPJMD, serta tata cara perubahan RPJPD, RPJMD, dan RKPD diatur dengan Peraturan Menteri.
1
Beberapa Materi Pokok Amanat UU No. 23 Tahun 2014 yang perlu diintegrasikan kedalam Rancangan Permendagri, Substansi Pengaturan tidak hanya tentang Tatacara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Pasal 277), tetapi juga mencakup:
2
Tatacara Perubahan Rencana Pembangunan Daerah (RPJPD, RPJMD, RKPD. Renstra dan Renja PD)
Tatacara Evaluasi Ranperda tentang RPJPD/Perubahan RPJPD dan RPJMD/Perubahan RPJMD.
a
b
R E V I S I
25
Upaya Kesehatan
01
SDM Kesehatan
02
Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, & Makanan Minuman
Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
04
03
SUB URUSAN KESEHATAN
Lampiran UU No. 23 Tahun 2014 Telah membagi habis kewenangan antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten & Kota
02
26
TATA RUANG SEBAGAI ACUAN DALAM PERENCANAAN 🡪 HARUS DIIMPLEMENTASIKAN
RPJPN
PEDOMAN
5 TAHUN
PEDOMAN
PEDOMAN
DIJABARKAN
DIJABARKAN
20 TAHUN
DIACU
RPJMN
RKP
RPJPD PROV
RPJMD
PROV
RKPD
PROV
RENSTRA PD PROV
RENJA
PD PROV
DIPEDOMANI
DIACU DAN DISERASIKAN
PEDOMAN
DIJABARKAN
PEDOMAN
1 TAHUN
DIACU
RPJPD K/K
RPJMD
K/K
RKPD
K/K
DIPEDOMANI
RENSTRA PD K/K
RENJA
PD K/K
RENSTRA K/L
RENJA
K/L
PEDOMAN
PEDOMAN
DIACU DAN DISERASIKAN
PEDOMAN
DIACU
PEDOMAN
RAPBN
RAPBD
PROV
RAPBD
K/K
PEDOMAN
PEDOMAN
PEDOMAN
DIPEDOMANI
DIPEDOMANI
PUSAT
DAERAH
RTRWN
RTRW PROV
RTRW KAB/KOTA
RTR Pulau
RTR KSN
RTR KSP
RTR KSK
RDTR
SPASIAL
ASPASIAL
Perencanaan pembangunan daerah harus selaras dengan perencanaan pembangunan nasional, salah satunya antara lain dengan Surat Edaran Bersama (SEB) Mdn dengan Mppn.
Apa yang direncanakan dibuat anggarannya dan apa yang dianggarkan telah (ada) dasar perencanaannya. Tidak boleh lagi ada program/kegiatan yang ada dalam dokumen APBD namun tidak ada dalam RKPD (dan juga sebaliknya).
Pembangunan Nasional Dan Daerah (UU No. 23 Tahun 2014)
Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Nasional Dan Daerah
(UU No. 23 Tahun 2014)
Siklus Perencanaan - Permenkes
Permenkes No. 48 tahun 2017
28
28
ALUR SINKRONISASI & HARMONISASI RPJMN-RPJMD
29
29
Perbandingan Budget Governance
Sumber: Yuli Indrawati: https://slideplayer.info/slide/11836949/
Pengganggaran (Budgeting)
Jenis Anggaran
Fungsi Anggaran
Prinsip-prinsip Penganggaran
Anggaran Berbasis Kinerja (ABK) - Definisi
Anggaran Berdasarkan Prestasi Kinerja
Capaian kinerja
Indikator kinerja
Analisis standar harga
Standar satuan harga
Standar pelayanan minimal
Penyusunan anggaran berdasarkan prestasi kinerja dilakukan berdasarkan
Ditetapkan dengan keputusan kepala daerah
Aliran Anggaran
Berbasis Kinerja
Alur Penganggaran Berbasis Kinerja
Masalah/ potensi
Program/ kegiatan
Laporan Pertanggungjawaban
Anggaran
PROSES PENYUSUNAN RANCANGAN APBD | |||
| JANUARI-APRIL | MEI-AGUSTUS | SEPTEMBER-DESEMBER |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
Musrenbang
SE/Pedoman
Mendagri
Pembahasan
Rancangan KUA
& PPAS
Rancangan Awal
Kerangka
Ekonomi Daerah
Pemutakhiran Data &
Proyeksi Ekonomi &
Fiskal
Indikatif Tahunan
RPJMD/Dokumen
Perencanaan Daerah
Yg disepakati
SE Prioritas
Program &
Indikasi Pagu
Rencana Kerja
Pemerintah
Daerah
RENSTRA SKPD
RENJA SKPD
RKA
SKPD
Rancangan
KUA & PPAS
Pedoman Penyusunan
RKA SKPD, KUA,
Prioritas & Plafon
Nota Kesepakatan
KUA, Prioritas &
Plafon
Raperda
Ttg APBD
Ra Per KDH
Ttg Penjab
APBD
Perda
Ttg APBD
Pert. KDH ttg
Penjab
APBD
RAPBD &
Lampiran
Pembahasan
Tim Anggaran
Pemda
Pembahasan
Tim Anggaran
Pemda
Pengesahan
Draft
DPA SKPD
DPA SKPD
Lampiran RAPBD
(Himpunan RKA
SKPD)
Pembahasan
RAPBD
Evaluasi
Mendagri/
Gubernur
SKPD
PPKD
SEKDA
Kepala
Daerah
DPRD
Depdagri/
Provinsi
UU No.23 Th. 2014, Pasal 263-264
RPJPD
Renstra
RPJMD
Renja
RKPD
Perencanaan
Pembangunan
Daerah
Rencana
Pembangunan
Daerah
Rencana
Perangkat Daerah
memuat tujuan, sasaran, program,dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah.
memuat program, kegiatan, lokasi, dan kelompok sasaran yang disertai indikator kinerja dan pendanaan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah.
ditetapkan dengan
Perkada setelah RPJMD ditetapkan.
ditetapkan kepala daerah setelah RKPD ditetapkan
penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan Daerah dan keuangan Daerah, serta program Perangkat Daerah dan lintas Perangkat Daerah yang disertai dengan kerangka pendanaan bersifat indikatif untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPD dan RPJMN.
penjabaran dari RPJMD yang memuat rancangan kerangka ekonomi Daerah, prioritas pembangunan Daerah, serta rencana kerja dan pendanaan untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RKP dan program strategis nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat
ditetapkan dengan Perkada
penjabaran dari visi, misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan daerah jangka panjang untuk 20 (dua puluh) tahun yang disusun dengan berpedoman pada RPJPN dan RTRW.
Ditetapkan dengan PERDA
paling lama 6 (enam) bulan setelah RPJPD periode sebelumnya berakhir
UU No.23 Th. 2014, Pasal 272-273
Ditetapkan dengan PERDA paling lama 6 (enam) bulan setelah Kepala Daerah terpilih dilantik
DOKUMEN PERENCANAAN
PEMBANGUNAN DAERAH
Kemendagri, 2020
ARSITEKTUR
DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH
RPJMD
Renstra
PD
Renja
PD
RKPD
KUA
PPA
Rancangan
APBD
RKA-SKPD
RPJPD
APBD
DPA-SKPD
Kemendagri, 2020
FUNGSI
DOKUMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
Apabila penyelenggara Pemerintahan Daerah tidak menetapkan Perda tentang RPJPD dan RPJMD anggota DPRD dan kepala daerah dikenai sanksi administratif berupa tidak dibayarkan hak-hak keuangan yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan selama 3 (tiga) bulan.
Apabila kepala daerah tidak menetapkan Perkada tentang RKPD, kepala daerah dikenai sanksi administratif berupa tidak dibayarkan hak-hak keuangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan selama 3 (tiga) bulan.
( Pasal 265 & Pasal 266 UU No. 23 Tahun 2014)
RPJPD
RPJMD
RKPD
Menjadi pedoman dalam perumusan visi, misi, dan
program calon kepala daerah
Sebagai instrumen evaluasi
penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Kemendagri, 2020
RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH &
RENCANA PERANGKAT DAERAH
(Pasal 11 Permendagri 86/2017)
RPJPD
RPJMD
RKPD
RENSTRA PD
RENJA PD
DOKUMEN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH
DOKUMEN RENCANA PERANGAKAT DAERAH
BAPPEDA
PERANGKAT DAERAH
Menyusun
Menyusun
Mengkoordinasikan
RENJA PD�(Permendagri 86/2017)
PROGRAM
KEGIATAN
LOKASI
KELOMPOK SASARAN
yang disertai indikator kinerja dan pendanaan sesuai dengan tugas dan fungsi
setiap Perangkat Daerah, yang disusun berpedoman kepada Renstra Perangkat Daerah dan RKPD
1
4
3
2
Perangkat Daerah melakukan koordinasi, sinergi dan
harmonisasi dengan BAPPEDA dan pemangku
kepentingan
Kemendagri, 2020
TAHAPAN PENYUSUNAN �RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH
1
2
3
4
5
6
RPJPD/RPJMD/RKPD
Kemendagri, 2020
TAHAPAN PENYUSUNAN �RENCANA PERANGKAT DAERAH
1
2
3
4
5
6
RENSTRA /RENJA
Kemendagri, 2020
SISTEMATIKA RPJMD
Renstra Perangkat Daerah memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah, yang disusun berpedoman kepada RPJMD dan bersifat indikatif
RENSTRA PD
SISTEMATIKA RENSTRA PD
sesuai
BAGAN ALIR TAHAPAN DAN TATACARA PENYUSUNAN RENSTRA PD
Persiapan Penyusunan Rentra-PD
Musrenbang RPJMD
Rancangan Akhir RPJMD
Perda RPJMD
Rancangan RPJMD
Pengolahan data dan informasi
Perumusan sasaran
Perumusan Tujuan
Perumusan Isu-isu strategis berdasarkan tupoksi
Analisis Gambaran pelayanan PD
SPM
Penelaahan RTRW & KLHS
Renstra-KL & Renstra PD Provinsi
PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RPJMD
SE KDH ttg Penyusunan Rancangan
Renstra-PD
Perumusan rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif
Perumusan indikator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD
Rancangan RENSTRA-PD
VERIFIKASI
sesuai
Penyesuaian Rancangan Renstra-PD
Tdk sesuai
Rancangan akhir RENSTRA-PD
Penyempurnaan
Rancangan Renstra-PD
Penetapan Renstra PD
RENSTRA-PD
VERIFIKASI
Tdk sesuai
Perumusan Strategi
dan Kebijakan
1
3
5
6
2
FORUM PD/LINTAS PD
4
Kemendagri, 2020
50
TATA CARA PENYUSUNAN RENJA PERANGKAT DAERAH
Permendagri 86/2017
Kemendagri, 2020
TATA CARA PENYUSUNAN RENJA
Persiapan Penyusunan Renja Perangkat Daerah
Penyusunan Rancangan Awal Renja Perangkat Daerah
Penyusunan Rancangan Renja Perangkat Daerah
Pelaksanaan Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah
Perumusan Rancangan Akhir Renja Perangkat Daerah
Penetapan Renja Perangkat Daerah
PENYUSUNAN RANCANGAN AWAL RENJA PD
ANALISIS GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH DAN HASIL EVALUASI RENJA PERANGKAT DAERAH TAHUN LALU
SISTEMATIKA RANWAL RENJA
(MIN)
PENYUSUNAN RANCANGAN RENJA PERANGKAT DAERAH
PENYUSUNAN RENJA
PEMBAHASAN FORUM PD/LINTAS OPD
DISAJIKAN SESUAI SISTEMATIKA
PROSES PENYEMPURNAAN RANCANGAN AWAL RENJA
Rancangan Renja Perangkat Daerah disampaikan kepada Kepala BAPPEDA
untuk diverifikasi dan dijadikan sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD menjadi rancangan RKPD disampaikan paling lambat minggu ketiga bulan Maret.
Pelaporan Keuangan untuk Pertanggungjawaban (Accountability)
Rencana Kerja Anggaran�(RKA – SKPD)
Peraturan Menteri Dalam Negeri 90/2019�PERSPEKTIF DALAM SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH (SIPD)�
SIPD dalam Proses Penyusunan Dokumen Perencanaan Daerah
Sumber: Ditjen Bina Pembangunan Daerah KEMENDAGRI, 2018, Frans Dione, Utami Faradina, DOI: https://doi.org/10.33701/jkp.v3i1.1061
Peran Kodefikasi Dalam Sistem
Kode Akun, Kode ID dan Kode Tabel
Kode Akun
Kode yang dibuat untuk keseragaman dan menselaraskan suatu alur dan proses data
menjadi informasi
Kode ID
Kode yang disiapkan dan akan melekat pada setiap perlakuan intervensi dan proses transaksi data
Kode Table
Kode yang diciptakan untuk memudahkan dan memastikan kumpulan data yang ditabulasi sesuai serta memudahkan pengolahan data
Kode Akun
Kode Proyek, Kode Wilayah, Kode Barang, Kode Urusan, Kode Program, Kode Kegiatan, Kode Rekening Anggaran, Kode Rekening Neraca, dll
Kode ID
ID Pengguna, ID Referensi yang diproses, ID Transaksi, dll
Kode Tabel
Kode tabel Transaksi, Kode Tabel Satuan Harga, Kede tabel Rekapitulasi, dll
Permendagri 90/2019 dan SIPD�Penggunaan Klasifikasi, Kode & Nomenklatur dalam SIPD
SIPD
& Kodefikasi
Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur menjadi Kunci dari Dibangunnya SIPD
Keuangan
Merepresentasikan aspek keuangan, Aset, Pendapatan, Belanja & Pembiayaan
Perencanaan dan Penanggungjawab
Merepresentasikan Pos, Missi,
Tujuan, Aktivitas dan Penanggungjawab
SISTEM
Melakukan dokumentasi data, proses, pencatatan, pelaksanaan, pelaporan, pertanggungjawaban dan evaluasi,
Anggaran, Neraca, LRA, LO
Sumber Dana
Organisasi
Urusan
-Sub Kegiatan
Keterkaitan Antar Referensi
Permendagri 90/2019 dan SIPD�Pemetaan Kode Urusan, Bidang Urusan, Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan
Urusan
Bidang Urusan
Program Kegiatan
Sub Kegiatan
Kegiatan Program Bidang Urusan Urusan
Sub Kegiatan
Pertimbangan
Output dan Outcome
Contoh | No | Kemungkinan Permasalahan | |||||||||||
1 | 02 | | | | URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KESEHATAN | | |||||||
1 | Kegiatan Lama Menjadi Sub Kegiatan Baru | ||||||||||||
1 | 02 | 02 | | | PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORAN GAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT | ||||||||
2 | Kegiatan Lama Menjadi Lebih Dari Satu Sub Kegiatan Baru | ||||||||||||
1 | 02 | 02 | 1.01 | | Penyediaan Fasilitas Pelayanan, Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan Untuk UKP Rujukan, UKM dan UKM Rujukan Tingkat Daerah Provinsi | ||||||||
3 | Lebih dari satu kegiatan lama menjadi satu Sub Kegiatan Baru | ||||||||||||
1 | 02 | 02 | 1.01 | 01 | Pembangunan Rumah Sakit Beserta Sarana dan Prasarana Pendukungnya | | 4 | Kegiatan Lama Menjadi Lebih Dari Satu Kegiatan Baru | |||||
| | | | | | ||||||||
Permendagri 90/2019 dan SIPD�Pemetaan Kode Urusan, Bidang Urusan, Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan
Contoh
Urusan
Bidang Urusan
Program Kegiatan
Sub Kegiatan
Kegiatan Program Bidang Urusan Urusan
Sub Kegiatan
Kodefikasi Mengikuti Urusan dari SKPD
X | | | | | |
X | XX | | | | |
X | XX | 01 | | | PROGRAM PENUNJANG URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH |
X | XX | 01 | 1.01 | | Perencanaan dan Evaluasi Kinerja Perangkat Daerah |
X | XX | 01 | 1.01 | 01 | Penyusunan Renstra dan Renja Perangkat Daerah |
Permendagri 90/2019 dan SIPD
1 | | Pelayanan Umum |
1 | 1 | Statistik |
1 | 2 | Kearsipan |
1 | 3 | Komunikasi & Informatika |
1 | 4 | Persandian |
1 | 5 | Perencanaan Pembangunan |
1 | 6 | Penelitian dan Pengembangan |
1 | 7 | Pendidikan dan Pelatihan |
1 | 8 | Keuangan |
1 | 9 | Kepegawaian |
1 | 10 | Sekretariat Daerah |
1 | 11 | Sekretariat DPRD |
1 | 12 | Inspektorat |
1 | 13 | Kecamatan |
1 | 14 | Kekhususan |
| | |
2 | Ketertiban dan Keamanan | |
2 | 1 | Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri - Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindun gan Masyarakat |
2 | 2 | Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat |
2 | 3 | Pengelolaan Perbatasan Daerah |
| | |
3 | Ekonomi | |
3 | 1 | Perhubungan |
3 | 2 | Tenaga Kerja |
3 | 3 | Koperasi dan Usaha Kecil Menengah |
3 | 4 | Penanaman Modal |
3 | 5 | Pemberdayaan Masyarakat dan Desa |
3 | 6 | Pertanian |
3 | 7 | Kehutanan |
3 | 8 | Energi dan Sumber Daya Mineral |
3 | 9 | Kelautan dan Perikanan |
3 | 10 | Perdagangan |
3 | 11 | Perindustrian |
3 | 12 | Transmigrasi |
| | |
4 | Perlindungan Lingkungan Hidup | |
4 | 1 | Penataan Ruang |
4 | 2 | Lingkungan Hidup |
4 | 3 | Pertanahan |
| | |
5 | Perumahan dan Fasilitasi Umum | |
5 | 1 | Pekerjaan Umum |
5 | 2 | Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman |
| | |
6 | Kesehatan | |
6 | 1 | Kesehatan |
6 | 2 | Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana |
| | |
7 | Pariwisata | |
7 | 1 | Kebudayaan |
7 | 2 | Pariwisata |
| | |
8 | Pendidikan | |
8 | 1 | Pendidikan |
8 | 2 | Kepemudaan dan Olahraga |
8 | 3 | Perpustakaan |
| | |
9 | Perlindungan Sosial | |
9 | 1 | Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil |
9 | 2 | Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak |
9 | 3 | Keluarga Sejahtera-Bantuan Sosial |
9 | 4 | Sosial |
9 | 5 | Pangan |
9 | 6 | Penanggulangan Bencana |
Kodefikasi dan Nomenklatur Fungsi dilekatkan secara mandiri oleh Daerah Pada Sub Kegiatan
Kodefikasi dan Nomenklatur Fungsi
Permendagri 90/2019 dan SIPD�Kodefikasi dan Nomenklatur SKPD
2-18 | Penanaman Modal | | 2-18 | 0-0 | 0-0 | 01 | | Dinas Penanaman Modal |
| | | 2-18 | 0-0 | 0-0 | 01 | XX | Suku Dinas*****) |
| | | 2-18 | 0-0 | 0-0 | 01 | XX | UPTD |
| | | | | | | | |
| | | 2-18 | 2-17 | 0-0 | 02 | | Dinas Penanaman Modal, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah |
| | | 2-18 | 2-17 | 0-0 | 02 | XX | UPTD |
| | | | | | | | |
| | | 2-18 | 3-31 | 0-0 | 03 | | Dinas Penanaman Modal dan Perindustrian |
| | | 2-18 | 3-31 | 0-0 | 03 | XX | UPTD |
Kodefikasi Bidang Urusan 1-3
Diatur sendiri oleh Daerah sesuai dengan Perda dan Perkada OPD dengan menitik beratkan pada Bidang Urusan yang diampu oleh masing masing OPD
Nomenklatur bisa
berbeda disetiap Daerah
Nomor Urut SKPD Disesuaikan dengan Referensi
Permendagri 90/2019 dan SIPD�Kodefikasi dan Nomenklatur Sumber Pendanaan
Penggunaan Sumber Dana Pada Setiap Sub Kegiatan disesuaikan dengan kemampuan daerah menyediakan datadetail pendanaan
1 | | | | | Dana Umum |
1 | 1 | | | | Pendapatan Asli Daerah |
1 | 1 | 1 | | | Pajak Daerah |
1 | 1 | 1 | 01 | | Pajak Kendaraan Bermotor |
Permendagri 90/2019 dan SIPD�Kodefikasi dan Nomenklatur Rekening Anggaran
4 | | | | | | PENDAPATAN DAERAH |
4 | 1 | | | | | PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) |
4 | 1 | 01 | | | | Pajak Daerah |
4 | 1 | 01 | 01 | | | Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) |
4 | 1 | 01 | 01 | 01 | | PKB-Mobil Penumpang-Sedan |
4 | 1 | 01 | 01 | 01 | 001 | PKB-Mobil Penumpang-Sedan-Pribadi |
4 | 1 | 01 | 01 | 01 | 002 | PKB-Mobil Penumpang-Sedan-Umum |
5 | | | | | | BELANJA DAERAH |
5 | 1 | | | | | BELANJA OPERASI |
5 | 1 | 01 | | | | Belanja Pegawai |
5 | 1 | 01 | 01 | | | Belanja Gaji dan Tunjangan ASN |
5 | 1 | 01 | 01 | 01 | | Belanja Gaji Pokok ASN |
5 | 1 | 01 | 01 | 01 | 001 | Belanja Gaji Pokok PNS |
5 | 1 | 01 | 01 | 01 | 002 | Belanja Gaji Pokok PPPK |
Sub Rincian Objek
Akun anggaran lebih
rinci sampai ke
Sub Rincian Obyek
MAPPING RPJMD & RENSTRA DENGAN RKPD & RENJA
LAMPIRAN PERMENDAGRI NOMOR 90 TAHUN 2019 TENTANG KLASIFIKASI, KODEFIKASI, DAN NOMENKLATUR PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KEUANGAN DAERAH
67
KODE | NOMENKLATUR URUSAN PROVINSI | ||||
URUSAN | BID. URUSAN | PROGRAM | KEGIATAN | SUB KEGIATA | |
1 | 02 |
|
|
| URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KESEHATAN |
1 | 02 | 02 |
|
| PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT |
1 | 02 | 02 | 1.02 |
| Penyediaan Layanan Kesehatan Untuk UKP Rujukan, UKM dan UKM Rujukan Tingkat Daerah Provinsi |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 01 | Pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk pada kondisi kejadian luar biasa (KLB) |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 02 | Pengelolaan pelayanan kesehatan bagi penduduk terdampak krisis kesehatan akibat bencana dan/atau berpotensi bencana |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 03 | Pengelolaan pelayanan kesehatan ibu dan anak |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 04 | Pengelolaan pelayanan kesehatan usia produktif |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 05 | Pengelolaan pelayanan kesehatan usia lanjut |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 06 | Pengelolaan pelayanan kesehatan gizi masyarakat |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 07 | Pengelolaan pelayanan kesehatan kerja dan olahraga |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 08 | Pengelolaan pelayanan kesehatan lingkungan |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 09 | Pengelolaan Pelayanan Promosi Kesehatan |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 10 | Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Tradisonal, Akupuntur, Asuhan Mandiri dan Tradisional Lainnya |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 11 | Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Penyakit Menular dan Tidak Menular |
| | | | | |
KLASIFIKASI, KODEFIKASI, DAN NOMENKLATUR SPM PROVINSI
KODE | NOMENKLATUR URUSAN KABUPATEN/KOTA | ||||
URUSAN | BID. URUSAN | PROGRAM | KEGIATAN | SUB KEGIATA | |
1 | 02 |
|
|
| URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG KESEHATAN |
1 | 02 | 02 |
|
| PROGRAM PEMENUHAN UPAYA KESEHATAN PERORANGAN DAN UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT |
1 | 02 | 02 | 1.02 |
| Penyediaan Layanan Kesehatan untuk UKM dan UKP Rujukan Tingkat Daerah Kabupaten/Kota |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 01 | Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 02 | Pengelolaan pelayanan kesehatan ibu bersalin |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 03 | Pengelolaan pelayanan kesehatan bayi baru lahir |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 04 | Pengelolaan pelayanan kesehatan balita |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 05 | Pengelolaan pelayanan kesehatan anak usia pendidikan dasar |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 06 | Pengelolaan pelayanan kesehatan usia produktif |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 07 | Pengelolaan pelayanan kesehatan usia lanjut |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 08 | Pengelolaan pelayanan kesehatan penderita hipertensi |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 09 | Pengelolaan pelayanan kesehatan penderita diabetes melitus |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 10 | Pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 11 | Pengelolaan pelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 12 | Pengelolaan pelayanan kesehatan orang denganRisiko Treinfeksi HIV |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 13 | Pengelolaan Pelayanan Kesehatan bagi Penduduk Pada Kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) |
1 | 02 | 02 | 1.02 | 14 | Pengelolaan Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk Terdampak Krisis Kesehatan Akibat Bencana dan/Atau Berpotensi Bencana |
KLASIFIKASI, KODEFIKASI, DAN NOMENKLATUR SPM KAB/KOTA
LAMPIRAN
PERMENDAGRI NOMOR 90 TAHUN 2019
TENTANG KLASIFIKASI, KODEFIKASI, DAN NOMENKLATUR
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAN KEUANGAN DAERAH
Contoh DPA - 90
KELEBIHAN SIPD
1
2
3
4
5
Satu sistem informasi terintegrasi berdasarkan alur proses yang datanya mengalir dan terjadwal
Memiliki jejak digital terpusat sesuai dengan user dan hak akses berdasarkan tugas dan fungsi masing-masing
Menggunakan bagan akun standar yang terupdate dan mengikuti regulasi terbaru
Seluruh data tercatat secara lengkap dan terkini serta diinformasikan kepada Perangkat Daerah secara transparan
Biaya pengembangan sistem, dan infrastruktur server tidak dibebankan kepada Pemda
DATA MENGALIR
TERDOKUMENTASI
UPDATE SESUAI REGULASI
TRANSPARAN
GRATIS
6
7
8
9
10
Telah dilakukan assesment oleh tim STRANAS PK dan PUSILKOM UI dengan memberikanrekomendasi pengembangan SIPD
Telah terintegrasi dengan berbagai aplikasi K/L dalam berbagi pakai data
Mempermudah penyampaian informasi dari dan antar tingkatan pemerintahan pusat dan daerah
MICROSERVICES
SIPD telah dikembangan berbasis arsiktektur microservices sesuai dengan rekomendasi Kemenkominfo, KemenpanRB dan BRIN
ASSESMENT
TERINTEGRASI
MUDAH
AMAN
Telah dilakukan uji keamanan informasi oleh BSSN dengan hasil tingkat kerentanan rendah pada thn 2021 dan celah keamanan closed thn 2022 artinya tidak ditemukan celah keamanan
Sumber: Kemendagri, 2023
Terimakasih
www. manajemen-pembiayaankesehatan.net