1 of 12

STRATEGI AUDIT DAN PENGUJIAN AUDIT��Gustani, SEI.,M.Ak.,SAS

2 of 12

POKOK BAHASAN

Mahasiswa setelah mempelajari bab ini diharapkan mampu memahami dan menjelaskan tentang perencanaan audit dan penyusun program audit secara benar

  1. Strategi Audit
  2. Pengujian Audit
  3. Program Audit

2

3 of 12

1.

STRATEGI AUDIT

Perencanaan dan pelaksanaan audit maka auditor berupaya untuk dapat menurunkan risiko pada tingkat rendah sehingga mampu mendukung opini audit atas kewajaran laporan keuangan. Strategi audit yang dipilih auditor akan menentukan banyaknya bukti audit dan materialitas yang ada dalam laporan keuangan.

3

4 of 12

PENDEKATAN STRATEGI AUDITOR

  1. Primarily Subtantif Approach

Strategi audit ini lebih mengutamakan pengujian subtantif dari pada pengujian pengendalian. Biasanya dipakai untuk program audit pertama kali.

Langkah yang dilakukan :

    • Memperoleh pemahaman pengendalian intern dan mendokumentasikan pengendalian intern yang ada pada perusahaan.
    • Menetapkan risiko pengendalian berdasarkan pengujian pengendalian yang dilakukan atas pengendalian intern perusahaan klien.
    • Melakukan penilaian terhadap risiko pengendalian yang telah ditetapkan untuk mendukung pengujian substantif yang direncanakan auditor
    • Merancang pengujian substantif

4

5 of 12

PENDEKATAN STRATEGI AUDITOR

  1. Lower Assesed Level of Control Risk Approach

Strategi ini lebih banyak digunakan untuk atas klien yang lama. Lebih banyak melakukan pengujian pengendalian. Pengujian substantif dilakukan tidak mendalam.

Langkah yang dilakukan :

    • Memperoleh pemahaman industri dan usaha klien, serta pengendalian intern yang ada pada perusahaan klien.
    • Merencanakan dan melaksanakan pengujian pengendalian dan dokumentasi pengendalian intern perusahaan klien
    • Menetapkan risiko pengendalian berdasarkan pengujian pengendalian
    • Melakukan penilaian terhadap risiko pengendalian yang telah ditetapkan untuk mendukung pengujian substantif yang direncanakan auditor
    • Merancang pengujian substantif.
    • Pengujian pengendalian dapat dilakukan pada dua periode :�
      1. Selama pelaksanaan pekerjaaninterim
      2. Bersamaan dengan pelaksanaan prosedur audit

5

6 of 12

PENGUJIAN AUDIT – PENGUJIAN PENGENDALIAN

6

“Pengujian Pengendalian adalah pengujian yang dilakukan untuk menilai efektifitas Dari pengendalian intern yang dimiliki oleh perusahaan klien. Pengujian ini dilakukan untuk mendukung Pengurangan penilaian risiko pengendalian“

Contoh pengujian pengendalian atas efektifitas pelaksanaan proses persetujuan kredit, prosedur yang dilakukan :

  1. Meminta keterangan dari manajemen perusahaan pd karyawan yang tepat
  2. Memeriksan dokumen, catatan, dan laporan keuangan
  3. Mengamati aktivitas yang berkaitan dengan pengendalian

Jumlah bukti tergantung pada :

  1. Luas bukti audit
  2. Pengurangan risiko pengendalian yang direncanakan

7 of 12

PENGUJIAN AUDIT – PENGUJIAN SUBSTANTIF

7

Pengujian Substantif adalah prosedur yang dirancang untuk menguji salah saji moneter yang secara langsung mempengaruhi kebenaran saldo laporan keuangan.

Ada tiga jenis pengujian substantif :

  1. Pengujian substantif atas transaksi, yaitu pengujian yang digunakan untuk menentukan apakah tujuan audit atas asersi yang berkaitan dengan transaksi telah dipenuhi. Contoh : membuktikan apakah transaksi penjualan benar terjadi dan ada pada tanggal neraca (asersi keterjadian dan keberadaan) dan membuktikan apakah semua transaksi penjualan telah di catat dengan benar (asersi kelengkapan)

8 of 12

PENGUJIAN AUDIT – PENGUJIAN SUBSTANTIF

8

Ada tiga jenis pengujian substantif :

  1. Pengujian rincian saldo adalah pengujian yang berfokus pada saldo akhir buku besar, baik akun laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi. Contoh konfirmasi saldo pelanggan menyangkut piutang usaha dan melaksanakan stock opname pada persediaan.
  2. Prosedur analitis substantif adalah prosedur yang memperlihatkan perbandingan jumlah yang tercatat dengan harapan yang dikembangkan oleh auditor. Fungsinya:
      • Menilai kemampuan perusahaan dalam menjaga kelangsungan usahanya
      • Mendeteksi kemungkinan adanya kesalahan yang berdampak material pada laporan keuangan perusahaan klien
      • Menentukan dapat tidaknya dilakukan pengurangan pengujian rincian saldo

9 of 12

Tabel Perbedaan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif

9

Ket

Pengujian Pengendalian

Pengujian Substantif

Kegunaan

Menentukan efektivitas rancangan, operasi, dan kebijakan dari pengendalian intern perusahaan klien

Menentukan kewajaran asersi laporan keuangan yang signifikan

Sifat pengukuran

Frekuensi penyimpangan dari kebijakan pengendalian intern perusahaan klien

Kesalahan monter dalam transaksi dan saldo

Prosedur audit yang digunakan

Bertanya (inquiry), pengamatan (observasi), dan inspeksi

Bertanya, pengamatan, inspeksi, menghitung, konfirmasi, analisis, kalkulasi, dan rekonsiliasi, penelusuran, dan pengusutan.

Saat dan waktu

Lebih banyak dilakukan selama pekerjaan interim

Lebih sering dilakukan pada saat mendekati atau saat tanggal neraca

Komponen risiko audit

Risiko pengendalian

Risiko deteksi

Strategi audit

Lower assesd level of control risk approach

Primarily substantif approach

10 of 12

PROGRAM AUDIT

Program audit disusun dalam tahap perencanaan audit dan direvisi sepanjang pekerjaan audit dilakukan.

10

11 of 12

11

12 of 12

QUIZ 5

  1. Bagaimana hubungan materilatitas dengan bukti audit
  2. Sebutkan 5 jenis pengendalian intern ! (35)
  3. Rumus risiko audit (15)

12