1 of 21

2 of 21

CAHAYA DAN OPTIK

Nama :Karisma Bulanda Kusuma

NIM : A1C313023

3 of 21

MENU

MATERI

Contoh soal

4 of 21

MENU

MATERI

Contoh soal

Sifat Cahaya

Pemantulan cahaya

Pembiasan Cahaya

Alat-alat optik

5 of 21

MENU

MATERI

Contoh soal

Pemantulan Cahaya

Pembiasan Cahaya

Alat-alat Optik

6 of 21

1. Sifat Gelombang Cahaya

Sifat-Sifat cahaya :

  • Dapat mengalami pemantulan (refleksi)
  • Dapat mengalami pembiasan (refraksi)
  • Dapat mengalami pelenturan (difraksi)
  • Dapat dijumlahkan (interferensi)
  • Dapat diuraikan (dispersi)
  • Dapat diserap arah getarnya (polarisasi)
  • Bersifat sebagai gelombang dan partikel

Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x 108 m/s.

7 of 21

2. Pemantulan Cahaya

Hukum Pemantulan Cahaya

  • Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar.
  • Sudut datang (i) = sudut pantul (r)

a. Pemantulan pada Cermin Datar

Sifat pembentukan bayangan pada cermin datar :

  • Jarak bayangan ke cermin = jarak benda ke cermin
  • Tinggi bayangan = tinggi benda
  • Bayangan bersifat tegak dan maya, dibelakang cermin

8 of 21

b. Pemantulan pada Cermin Cekung

Sinar-sinar Istimewa pada cermin Cekung :

  • Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus.
  • Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
  • Sinar datang melalui pusat kelengkungan cermin dipantulkan melalui titik itu juga.

Sifat Bayangan :

a. Bila benda di ruang I, maka c. Bila benda di ruang III, maka

Bayangan di ruang IV Bayangan di ruang II

Maya, tegak, diperbesar Nyata, terbalik, diperkecil

b. Bila benda di ruang II, maka

Bayangan di ruang III

Nyata, terbalik, diperbesar

9 of 21

Sinar-sinar Istimewa pada cermin Cembung :

  • Sinar datang sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah berasal dari titik fokus.
  • Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
  • Sinar datang melalui pusat kelegkungan cermin dipantulkan melalui titik itu juga.

c. Pemantulan pada Cermin Cembung

Sifat Bayangan :

Maya, tegak, diperkecil.

10 of 21

(c)

Keterangan: s = jarak benda ke cermin

s’ = jarak bayangan ke cermin

R = Jari-jari kelengkungan Cermin

m = perbesaran

h = tinggi benda sebenarnya

h’ = tinggi bayangan benda

d. Perhitungan Pembentukan Bayangan

11 of 21

a. Indeks Bias

n = indeks bias suatu medium

c = kecepatan cahaya di udara

cn = kecepatan cahaya dlm medium

b. Hukum Pembiasan Cahaya

i = sudut datang

r’ = sudut bias

n = indeks bias medium 1

n’ = indeks bias medium 2

3. Pembiasan Cahaya

12 of 21

Sinar-sinar Istimewa pada Lensa Cembung :

  • Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan melalui titik fokus.
  • Sinar melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
  • Sinar datang melalui titik pusat optik tidak dibiaskan.

Sifat Bayangan :

a. Bila benda di ruang I, maka

Bayangan maya (di depan lensa), tegak, diperbesa

b. Bila benda di ruang II, maka

Bayangan nyata (dibelakang lensa), terbalik, diperbesar

c. Bila benda di ruang III, maka

Bayangan nyata, terbalik, diperkecil

c. Pembiasan pada Lensa Cembung

13 of 21

d. Pembiasan pada Lensa Cekung

Sinar-sinar Istimewa pada Lensa Cekung :

  • Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan seolah-olah berasal dari titik fokus.
  • Sinar datang seolah-olah menuju titik fokus dibiaskan sejajar sumbu utama.
  • Sinar datang melalui pusat optik tidak dibiaskan.

Sifat Bayangan :

Maya, tegak, diperkecil.

14 of 21

e. Perhitungan Pembentukan Bayangan

15 of 21

f. Lensa Gabungan

g. Kekuatan Lensa (P)

16 of 21

4. Alat-alat Optik

  1. Mata
  2. Lup
  3. Mikroskop
  4. Teropong

  • Mata
  • Memiliki sebuah lensa yg berfungsi sbg alat optik.
  • Mata mempunyai penglihatan yang jelas pada daerah yang dibatasi oleh dua titik yaitu titik dekat/ punctum proximum (titik terdekat yg masih dapat dilihat jelas oleh mata yg berakomodasi sekuat2nya) dan titik jauh/punctum remotum (titik terjauh yg masih dapat dilihat jelas oleh mata yg tak berakomodasi)

17 of 21

Mata Normal

Pada mata normal (emetropi) letak titik dekat (PP) terhadap mata sekitar 25 cm, sedang letak titik jauh (PR) terhadap mata adalah ~. Mata normal ini dapat melihat dg jelas suatu benda yg letaknya jauh maupun dekat.

Benda jauh dilihatnya dg mata tak berakomodasi, sedang benda dekat dilihatnya dg mata berakomodasi.

Cacat Mata

Rabun dekat (hipermetropi) Rabun Jauh (miopi)

Tidak mampu melihat Tidak mampu melihat

benda2 dekat benda2 jauh

Titik dekatnya > 25 cm Titik dekatnya = 25 cm

Titik jauhnya ~ Titik jauhnya < ~

Dibantu dg kacamata positif Dibantu dg

kacamata negatif

18 of 21

Contoh pembentukan bayangan pada pemantulan cahaya:

Sebuah benda berdiri tegak 10 cm di depan cermin cembung yang mempunyai titik fokus 30 cm. Jika tinggi bendanya 2 m, tentukanlah tinggi bayangan yang terbentuk dan perbesaran benda.

19 of 21

Contoh pembentukan bayangan pada pembiasan cahaya :

  1. Sebuah lensa cembung-cembung mempunyai jari2 kelengkungan 15 cm dan 10 cm, dengan indeks bias 1,5. Bila lensa itu berada di udara yang mempunyai indeks bias 1, tentukan jarak fokus lensa tsb.
  2. Sebuah lensa cekung-cekung mempunyai jarak fokus 50 cm, tentukan kekuatan lensa.

20 of 21

Contoh Alat-alat optik:

  1. Tentukan kekuatan lensa kacamata yg diperlukan oleh seseorang yg mempunyai titik dekat 40 cm, supaya orang tsb dapat membaca sebagaimana halnya orang normal.

  • Seorang anak mempunyai titik jauh 4 m. Supaya anak tsb dapat melihat benda2 jauh dg normal, tentukan kekuatan lensa kacamata yg diperlukan.

21 of 21