Jawilan, 16 September 2025
WORKSHOP
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM
Nara Sumber
Dr DEDI DARYANTO, SE, MM
ICE BREAKING
https://www.youtube.com/watch?v=L3I6ntubZLI
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
PENGANTAR
PEMBELAJARAN
Schooling Without Learning
fenomena Schooling Without Learning atau "Murid Sekolah tetapi Tidak Belajar" terjadi ketika murid hadir di kelas secara fisik, tetapi secara kognitif dan emosional tidak terlibat dalam pembelajaran. Akibatnya, mereka hanya menjalani rutinitas sekolah tanpa mendapatkan pemahaman mendalam atau keterampilan yang relevan
Surface Learning
Murid hanya menghafal informasi dan memahami konsep secara dangkal, tidak dapat menerapkan dalam konsep lain.
Belajar hanya untuk mengerjakan soal dan LKS
Tanpa memahmi konsep secara mendalam
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
PEMBELAJARAN MENDALAM
DIMENSI PRODFIL LULUSAN
PENGALAMAN PEMBELAJARAN
KERANGKA PEMBELAJARAN
PRINSIP PEMBELAJARAN
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengertian
Pembelajaran Mendalam
Definisi
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pembelajaran Mendalam
Memuliakan
Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan
Pembelajaran Mendalam
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Olah Pikir
Olah Hati
Olah Rasa
Olah Raga
Mewujudkan
Profil Lulusan (8 Dimensi)
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Mewujudkan
Profil Lulusan (8 Dimensi)
RUMUS
PEMBELAJARAN MENDALAM
8 – 3 – 3 - 4
8
3
3
4
Dimensi Profil Lulusan
Keimanan dan Ketakwaan thd Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan dan Komunikasi
Kerangka Pembelajaran (PLKP)
Praktik Pedagogis, Lingkungan Pembelajaran, Kemitraan Pembelajaran dan Pemanfaatan Digital
Pengalaman Pembelajaran (3M)
Memahami, Menagplikasi dan Merefleksi
Prinsip Pembelajaran ( BBM )
Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi
Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan
Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi
Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital
Dimensi Profil Lulusan
Prinsip Pembelajaran
Pengalaman Belajar
Kerangka Pembelajaran
Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design �©️ copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global
Dimensi Profil Lulusan
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
1
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
2
Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.
3
Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.
4
Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
5
Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.
6
Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.
7
Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
8
Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
ADA YANG MASIH INGAT………..
FENOMENA APA YANG MEMBUAT PEMBELAJARAN KURANG BERMAKNA ?
SEBUTKAN 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN ………..?
BISA DIKAITKAN DENGAN PERATURAN APA 8 DPL TERSEBUT …….?
Prinsip Pembelajaran
Penguatan
Prinsip dan Pengalaman Belajar
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Berkesadaran
Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan
Berkesadaran
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Bermakna
Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Menggembirakan
Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan
PRINSIP PEMBELAJARAN
BERKESADARAN
BERMAKNA
MENGGEMBIRAKAN
CLUE
HURUF PERTAMA
ICE BREAKING
CLUE
SATU MINGGU 7 HARI
CLUE
ABJAD
Pengalaman Belajar
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM
Pendalaman Pengetahuan
Regulasi Diri
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.
Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
Memahami
Jenis Pengetahuan
Karakteristik
Contoh
1
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
Memahami
1
Pengetahuan Esensial
Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks
Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)
Pengetahuan Aplikatif
Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)
Pengetahuan Nilai dan Karakter
Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang
Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
Mengaplikasi
2
Pendalaman Pengetahuan
Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.
Karakteristik
Contoh
Topik: Persamaan Linear
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar
Merefleksi
3
Regulasi Diri
Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.
Karakteristik
Contoh
SIMPULAN
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar PM | Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis |
Merefleksi | Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari perannya terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya. |
Mengaplikasi | Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan. |
Memahami | Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar proses fotosintesis. |
Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat menjelaskan bagaimana atau mengapa fotosintesis terjadi. |
Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Pengalaman Belajar PM | Afektif | Psikomotorik |
Merefleksi | Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta didik menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka. Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka. | Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung. Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat. |
Mengaplikasi | ||
Memahami | ||
Contoh Pengalaman PM pada Ranah �Afektif dan Psikomotorik
Kerangka Pembelajaran Mendalam
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
1/5
1
Praktik Pedagogis
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
3
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.
2
Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
4
Pemanfaatan Digital
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis
Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:
Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.
Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya
MODEL | KATA KUNCI | KETERANGAN |
INQUIRY | INVESTIGATIF. EKSPERIMEN / PENELITIAN | MURID MENCARI INFORMASI DAN MEMECAHKAN MELALUI PENYELIDIKAN SISTEMATIS |
DISCOVERY | PENEMUAN, PENYELIDIKAN | MURID MENEMUKAN KONSEP DAN PRINSIP SENDIRI MELALUI EKSPLORASI , LEBIH TERSTRUKTUR DARI INQUIRY. PENGGUNAAN AR UNTUK IDENTIFIKASI TUBUH HEWAN |
PROBELEM BASE LEARNING / PBL | BERPIKIR KRITIS, PEMECAHAN MASALAH | BELAJAR DIMULAI PERMASALAAN NYATA DAN MENDORONG MURID UNTUK BERPIKIR KRITIS DAN KOLABORATIF MENCARI SOLUSI |
PROJECT BASED LEARNING / PjBL | MENGHASILKAN KARYA ATAU PRODUK | KEGIATAN PADA MENGHASILKAN PRODUK NYATA DALAM PROYEK TERTENTU MELALUI KOLABORATIF, KREATIVITAS DAN INOVASI |
CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING / TCL | MENGHUBUNGKAN DENGAN DUNIA NYATA DARI LINGKUNGAN SEKITAR | MENGAITKAN MATERI PEMBELAJARAN DENGAN DUNIA NYATA YANG RELEVAN DENGAN KEHIDUPAN MURID |
KOOPERATIF | KERJA SAMA KELOMPOK , KOLABORASI | MURID BEKERJA DALAM KELOMPOK KECIL UNTUK MENCAPAI TUJUAN BELAJAR BERSAMA MELALUI KOMUNIKASI DAN KETERAMPILAN SOSIAL |
ROLE PLAYING / BERMAIN PERAN | MENGEKSPRESIKAN PERASAAN, TINGKAH LAKU DAN KOMUNIKATIF | MURID BERPERAN SEBAGAI TOKOH TERTENTU UNTUK MEMAHAMI EMOSI, INTERAKSI SOSIAL DAN SITUASI |
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kerangka Pembelajaran
Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi/ serta umpan balik kepada peserta didik melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.
Contoh Kemitraan:
Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan peserta didik, dan lainnya
Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga Pendidikan, Media, dan lainnya
Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kerangka Pembelajaran
Lingkungan Pembelajaran
1
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM
2
Lingkungan pembelajaran yang mendukung
budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.
optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya
pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.
KARAKTERISTIK PM ( Fullan & Quinn)
Murid memiliki keterampilan bertanya dan berbahasa untuk menggali lebih dalam tentang materi dan tidak secara pasif menerima jawaban atau penjelasan dari guru. | 2. Pertanyaan lebih dihargai daripada jawaban: Murid aktif bertanya, menemukan, dan menyampaikan argumentasi saat proses belajar sama pentingnya dengan hasil akhir pembelajaran | 3. Hubungan eksplisit dengan dunia nyata: Desain pembelajaran tidak dibiarkan mengalir begitu saja rancang sesuai dengan kondisi nyata dalam kehidupan murid, sehingga membangun kesesuaian dan kebermaknaan bagi murid. |
4. Pembelajaran yang bervariasi: Pemilihan model pedagogis disesuaikan dengan kebutuhan dan minat murid, serta mendorong murid melakukan tantangan berikutnya | 5. Kolaborasi: Murid memiliki keterampilan untuk berkolaborasi di dalam kelas dan di luar kelas | 6. Asesmen yang terpadu, transparan dan otentik: Murid menentukan tujuan pribadi, memantau kemajuan, dan terlibat dalam memberikan umpan balik kepada teman-temannya |
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah
Kerangka Pembelajaran
Pemanfaatan Digital
Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.
Contoh:
Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek), desain bahan ajar visual dan infografis, pembuatan konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya.
Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring, pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.
Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.
TERIMA
KASIH
Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah