1 of 53

Jawilan, 16 September 2025

WORKSHOP

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM

Nara Sumber

Dr DEDI DARYANTO, SE, MM

2 of 53

ICE BREAKING

https://www.youtube.com/watch?v=L3I6ntubZLI

3 of 53

4 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

PENGANTAR

PEMBELAJARAN

Schooling Without Learning

fenomena Schooling Without Learning atau "Murid Sekolah tetapi Tidak Belajar" terjadi ketika murid hadir di kelas secara fisik, tetapi secara kognitif dan emosional tidak terlibat dalam pembelajaran. Akibatnya, mereka hanya menjalani rutinitas sekolah tanpa mendapatkan pemahaman mendalam atau keterampilan yang relevan

Surface Learning

Murid hanya menghafal informasi dan memahami konsep secara dangkal, tidak dapat menerapkan dalam konsep lain.

Belajar hanya untuk mengerjakan soal dan LKS

Tanpa memahmi konsep secara mendalam

5 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

PEMBELAJARAN MENDALAM

DIMENSI PRODFIL LULUSAN

PENGALAMAN PEMBELAJARAN

KERANGKA PEMBELAJARAN

PRINSIP PEMBELAJARAN

6 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengertian

Pembelajaran Mendalam 

Definisi

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik dan terpadu.

7 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pembelajaran Mendalam 

Memuliakan

Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati  dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan 

Pembelajaran Mendalam

Berkesadaran

Bermakna

Menggembirakan

Olah Pikir

Olah Hati

Olah Rasa

Olah Raga

Mewujudkan

Profil Lulusan (8 Dimensi)

8 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Mewujudkan

Profil Lulusan (8 Dimensi)

RUMUS

PEMBELAJARAN MENDALAM

8 – 3 – 3 - 4

8

3

3

4

Dimensi Profil Lulusan

Keimanan dan Ketakwaan thd Tuhan YME, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan dan Komunikasi

​

Kerangka Pembelajaran (PLKP)

Praktik Pedagogis, Lingkungan Pembelajaran, Kemitraan Pembelajaran dan Pemanfaatan Digital

​

Pengalaman Pembelajaran (3M)

Memahami, Menagplikasi dan Merefleksi

Prinsip Pembelajaran ( BBM )

Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan

9 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Dimensi profil lulusan merupakan fokus profil lulusan yang akan dicapai yaitu keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, kewargaan, kreativitas, penalaran kritis, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi

Prinsip Pembelajaran merupakan dasar karakteristik pembelajaran mendalam yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan

Pengalaman belajar sebagai proses yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu memahami, mengaplikasi, merefleksi

Kerangka pembelajaran sebagai panduan sistematis dalam menyusun desain pembelajaran, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital

Dimensi Profil Lulusan

Prinsip Pembelajaran

Pengalaman Belajar

Kerangka Pembelajaran

Empat Kerangka Pembelajaran diadaptasi dari Four Elements of Learning Design �©️ copyright 2018 Education in Motion (New Pedagogies for Deep Learning) https://deep- learning.global

10 of 53

Dimensi Profil Lulusan

11 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

1

Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME

Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

2

Kewargaan

Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.

3

Penalaran Kritis

Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.

4

Kreativitas

Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.

12 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

5

Kolaborasi

Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.

6

Kemandirian

Individu yang  mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.

7

Kesehatan

Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).

8

Komunikasi

Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.

13 of 53

ADA YANG MASIH INGAT………..

FENOMENA APA YANG MEMBUAT PEMBELAJARAN KURANG BERMAKNA ?

​

SEBUTKAN 8 DIMENSI PROFIL LULUSAN ………..?

BISA DIKAITKAN DENGAN PERATURAN APA 8 DPL TERSEBUT …….?

14 of 53

Prinsip Pembelajaran

15 of 53

Penguatan

Prinsip dan Pengalaman Belajar

16 of 53

17 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Berkesadaran

    • Kenyamanan peserta didik dalam belajar
    • Fokus, konsentrasi, dan perhatian
    • Kesadaran terhadap proses berpikir
    • Keterbukaan terhadap perspektif baru
    • Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru

Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan

Berkesadaran

18 of 53

19 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Bermakna

    • Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
    • Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya 
    • Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru
    • Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
    • Pembelajar sepanjang hayat

Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan

20 of 53

21 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Menggembirakan

    • Lingkungan pembelajaran yang interaktif
    • Aktivitas pembelajaran yang menarik 
    • Menginspirasi 
    • Tantangan yang memotivasi
    • Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)

Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi secara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan

22 of 53

23 of 53

PRINSIP PEMBELAJARAN

BERKESADARAN

BERMAKNA

MENGGEMBIRAKAN

24 of 53

CLUE

​

HURUF PERTAMA

ICE BREAKING

25 of 53

CLUE

​

SATU MINGGU 7 HARI

26 of 53

CLUE

​

ABJAD

27 of 53

Pengalaman Belajar

28 of 53

29 of 53

30 of 53

31 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level PM

    • Pengetahuan Esensial
    • Pengetahuan Aplikatif
    • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pendalaman Pengetahuan

Regulasi Diri

32 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Memahami

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

Mengaplikasi

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan. 

Merefleksi

Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

33 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

Memahami

Jenis Pengetahuan

    • Pengetahuan Esensial
    • Pengetahuan Aplikatif
    • Pengetahuan Nilai dan Karakter

Karakteristik

    • Menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya
    • Menstimulasi proses berpikir peserta didik
    • Menghubungkan dengan konteks nyata dan/atau kehidupan sehari-hari
    • Memberikan kebebasan eksploratif dan kolaboratif
    • Menanamkan nilai-nilai moral dan etika dan nilai positif lainnya 
    • Mengaitkan pembelajaran dengan pembentukan karakter peserta didik

Contoh

    • Mengeksplorasi pengalaman- pengalaman peserta didik terhadap permasalahan sosial di masyarakat sebelum menyampaikan topik permasalahan sosial pada pembelajaran IPS
    • Memberikan data kemiskinan di Indonesia serta meminta peserta didik untuk memahami dan memberikan tanggapan

1

34 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

Memahami

1

Pengetahuan Esensial

Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks

Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)

Pengetahuan Aplikatif

Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.

Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)

Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang 

Contoh: Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)

35 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

Mengaplikasi

2

Pendalaman Pengetahuan 

Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.

Karakteristik

    • Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.
    • Menerapkan pengetahuan ke dalam situasi nyata atau bidang lain.
    • Mengembangkan pemahaman dengan eksplorasi lebih lanjut.
    • Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif berdasarkan pengetahuan yang ada.

Contoh

Topik: Persamaan Linear

    • Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya.
    • Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk.

36 of 53

37 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar

Merefleksi

3

Regulasi Diri

Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.

Karakteristik

    • Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar
    • Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri)
    • Menerapkan strategi berpikir 
    • Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran)
    • Meregulasi emosi dalam pembelajaran 

Contoh

    • Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh
    • Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran
    • Peserta didik dapat  membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka sendiri.
    • Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain.

38 of 53

SIMPULAN

39 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar PM

Contoh Pengalaman Belajar pada Topik Fotosintesis

Merefleksi

Peserta didik mengaitkan fotosintesis dalam konteks yang lebih luas dan menyadari perannya terhadap isu nyata seperti ketersediaan pangan, perubahan iklim, dan sebagainya.

Mengaplikasi

Peserta didik menerapkan proses fotosintesis dan keterkaitannya dengan isu ketersediaan tanaman pangan.

Memahami

Peserta didik menjelaskan beberapa elemen yang terlibat dalam fotosintesis, namun tidak dapat mengaitkan antar proses fotosintesis.

Peserta didik dapat memberikan definisi fotosintesis namun belum dapat menjelaskan bagaimana atau mengapa fotosintesis terjadi.

Contoh Pengalaman PM pada Ranah Kognitif

40 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Pengalaman Belajar PM

Afektif

Psikomotorik

Merefleksi

Sikap dan perilaku dalam pembelajaran yang menunjukkan bagaimana peserta didik  menerima, merespons, menghargai, mengorganisasi, dan menginternalisasi nilai-nilai dalam kehidupan mereka.

​

Contoh: Guru memfasilitasi diskusi tentang isu sosial dan meminta peserta didik untuk menuliskan refleksi tentang sikap mereka.

Keterampilan fisik, koordinasi gerakan, atau tindakan nyata dalam pembelajaran yang melibatkan aktivitas motorik seperti tindakan fisik dan praktik langsung.

​

Contoh: peserta didik mempraktikkan keterampilan dalam situasi yang menyerupai dunia nyata, seperti simulasi jual beli di pasar atau simulasi debat.

Mengaplikasi

Memahami

Contoh Pengalaman PM pada Ranah �Afektif dan Psikomotorik

41 of 53

Kerangka Pembelajaran Mendalam

42 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

1/5

1

Praktik Pedagogis

Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.

3

Lingkungan Pembelajaran

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.

2

Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.

4

Pemanfaatan Digital

Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.

43 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kerangka Pembelajaran

Praktik Pedagogis 

Pembelajaran Mendalam dapat dilaksanakan menggunakan berbagai praktik pedagogis dengan menerapkan tiga prinsip yaitu berkesadaran, bermakna, menggembirakan, contohnya:

Pembelajaran Berbasis Inkuiri, Pembelajaran Berbasis Proyek, Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Kolaboratif, Pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematic), Pembelajaran Berdiferensiasi, dan sebagainya.

Diskusi, peta konsep, advance organiser, kerja kelompok, dan sebagainya

44 of 53

45 of 53

MODEL

KATA KUNCI

KETERANGAN

INQUIRY

INVESTIGATIF. EKSPERIMEN / PENELITIAN

MURID MENCARI INFORMASI DAN MEMECAHKAN MELALUI PENYELIDIKAN SISTEMATIS

DISCOVERY

PENEMUAN, PENYELIDIKAN

MURID MENEMUKAN KONSEP DAN PRINSIP SENDIRI MELALUI EKSPLORASI , LEBIH TERSTRUKTUR DARI INQUIRY.

PENGGUNAAN AR UNTUK IDENTIFIKASI TUBUH HEWAN

PROBELEM BASE LEARNING / PBL

BERPIKIR KRITIS, PEMECAHAN MASALAH

BELAJAR DIMULAI PERMASALAAN NYATA DAN MENDORONG MURID UNTUK BERPIKIR KRITIS DAN KOLABORATIF MENCARI SOLUSI

PROJECT BASED LEARNING / PjBL

MENGHASILKAN KARYA ATAU PRODUK

KEGIATAN PADA MENGHASILKAN PRODUK NYATA DALAM PROYEK TERTENTU MELALUI KOLABORATIF, KREATIVITAS DAN INOVASI

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING / TCL

MENGHUBUNGKAN DENGAN DUNIA NYATA DARI LINGKUNGAN SEKITAR

MENGAITKAN MATERI PEMBELAJARAN DENGAN DUNIA NYATA YANG RELEVAN DENGAN KEHIDUPAN MURID

KOOPERATIF

KERJA SAMA KELOMPOK , KOLABORASI

MURID BEKERJA DALAM KELOMPOK KECIL UNTUK MENCAPAI TUJUAN BELAJAR BERSAMA MELALUI KOMUNIKASI DAN KETERAMPILAN SOSIAL

ROLE PLAYING / BERMAIN PERAN

MENGEKSPRESIKAN PERASAAN, TINGKAH LAKU DAN KOMUNIKATIF

MURID BERPERAN SEBAGAI TOKOH TERTENTU UNTUK MEMAHAMI EMOSI, INTERAKSI SOSIAL DAN SITUASI

46 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kerangka Pembelajaran

Kemitraan Pembelajaran

Kemitraan pembelajaran membentuk hubungan yang kolaboratif untuk memberikan pengalaman belajar, kebaruan informasi/ serta umpan balik kepada peserta didik melalui pengetahuan yang kontekstual dan nyata.

Contoh Kemitraan:

Lingkungan Sekolah: Kepala sekolah, pengawas sekolah, guru, dan peserta didik, dan lainnya

Lingkungan Luar Sekolah: MGMP, Mitra Profesional, Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja, Institusi/ lembaga Pendidikan, Media, dan lainnya

Masyarakat: Orang tua, Komunitas, Tokoh Masyarakat, Organisasi Keagamaan dan/atau Budaya, dan lainnya

47 of 53

48 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kerangka Pembelajaran

Lingkungan Pembelajaran

1

Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara budaya belajar, ruang fisik, dan ruang virtual untuk mendukung PM

2

Lingkungan pembelajaran yang mendukung

budaya belajar yang dikembangkan agar tercipta iklim belajar yang aman, nyaman, dan saling memuliakan untuk pembelajaran yang kondusif, interaktif, dan memotivasi peserta didik bereksplorasi, berekspresi, dan kolaborasi.

optimalisasi ruang fisik sebagai proses interaksi langsung dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, meningkatkan kenyamanan, serta mendukung PM seperti ruang kelas, laboratorium, ruang konseling, lingkungan sekolah, perpustakaan, lingkungan/alam sekitar, ruang seni, ruang praktik keterampilan, ruang ibadah, aula/auditorium, museum, dan lainnya

pemanfaatan ruang virtual untuk interaksi, transfer ilmu, penilaian pembelajaran tanpa keterbatasan ruang fisik, seperti desain pembelajaran daring, platform pembelajaran daring/hybrid, dan penilaian daring, dan lainnya.

49 of 53

KARAKTERISTIK PM ( Fullan & Quinn)

​

​

​

​

  1. Murid aktif bertanya:

Murid memiliki keterampilan bertanya dan berbahasa untuk menggali lebih dalam tentang materi dan tidak secara pasif menerima jawaban atau penjelasan dari guru.

2. Pertanyaan lebih dihargai daripada jawaban:

Murid aktif bertanya, menemukan, dan menyampaikan argumentasi saat proses belajar sama pentingnya dengan hasil akhir pembelajaran

3. Hubungan eksplisit dengan dunia nyata:

Desain pembelajaran tidak dibiarkan mengalir begitu saja rancang sesuai dengan kondisi nyata dalam kehidupan murid, sehingga membangun kesesuaian dan kebermaknaan bagi murid.

4. Pembelajaran yang bervariasi:

Pemilihan model pedagogis disesuaikan dengan kebutuhan dan minat murid, serta mendorong murid melakukan tantangan berikutnya

5. Kolaborasi:

Murid memiliki keterampilan untuk berkolaborasi di dalam kelas dan di luar kelas

6. Asesmen yang terpadu, transparan dan otentik:

Murid menentukan tujuan pribadi, memantau kemajuan, dan terlibat dalam memberikan umpan balik kepada teman-temannya

50 of 53

51 of 53

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah

Kerangka Pembelajaran

Pemanfaatan Digital 

Teknologi digital dapat dimanfaatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang lebih interaktif, fleksibel, dan kolaboratif.

Contoh:

Perencanaan Pembelajaran: merancang dan mengelola kelas digital, manajemen perencanaan pembelajaran berbasis proyek), desain bahan ajar visual dan infografis, pembuatan konten interaktif seperti kuis dan simulasi, pemanfaatan kecerdasan artifisial, serta aplikasi desain instruksional, dan perencanaan pembelajaran lainnya.

Pelaksanaan Pembelajaran: pembelajaran sinkronus, kolaborasi daring, pembelajaran asinkronus, laman sumber belajar, perpustakaan digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial, video edukasi, multimedia Interaktif, simulasi dan animasi, gamifikasi dan kuis, serta sumber lainnya.

Asesmen Pembelajaran: pembuatan tes otomatis, evaluasi orisinalitas dan kualitas tulisan, tes formatif berbasis interaktif, pemanfaatan kecerdasan artifisial, pengelolaan portofolio digital, dan sebagainya.

52 of 53

53 of 53

TERIMA

KASIH

Kementerian Pendidikan

Dasar dan Menengah