JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET
BAB 4
A
Pengantar Jaringan Komputer
Berdasarkan jangkauan areanya, jaringan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
Jenis Jaringan Berdasarkan Area
PAN (Personal Area Network)
MAN (Metropolitan Area Network)
LAN (Local Area Network)
WAN (Wide Area Network)
PAN merupakan jaringan dengan daya jangkau area yang terbatas, biasanya terhubung melalui gelombang radio dengan jarak maksimal 10 m. Contoh penerapan tekonologi PAN adalah pada mouse wireless yang menggunakan jaringan bluetooth sebagai perantara input ke komputer.
Konsep PAN.
PAN (Personal Area Network)
Keunggulan penggunaan teknologi PAN dalam jaringan:
LAN atau jaringan lokal merupakan sekempulan peranti jaringan yang terhubung satu sama lain melalui media transmisi dengan jangkauan 100 m–2 km. LAN memiliki kemampuan transfer data antara 1–100 Mbps. Jaringan ini biasa diimplementasikan dalam ruangan tertutup atau area terbuka dengan jarak tertentu, seperti kantor, gedung, laboratorium, dan sekolah.
Konsep LAN
LAN (Local Area Network)
Karakteristik LAN:
MAN merupakan jaringan komputer dengan jarak atau radius media transmisi antara 10 hingga 50 km. Secara struktur, MAN terdiri atas beberapa LAN yang saling terhubung. Teknologi MAN sering digunakan untuk sambungan jarak jauh
Konsep MAN
MAN (Metropolitan Area Network)
antarkantor antarkantor atau organisasi yang masih dalam satu sistem manajemen, dengan tujuan untuk menyinkronkan sistem informasi, memudahkan pengontrolan, dan membuat sistem yang terpusat.
WAN merupakan jaringan dalam skala besar dengan jangkauan mencakup seluruh dunia. Suatu jaringan dikatakan sebagai WAN, jika mempunyai panjang media transmisi lebih dari 100 km.
Konsep WAN
WAN (Wide Area Network)
Berdasarkan jangkauan areanya, media transmisi yang digunakan dalam jaringan dapat dilihat pada tabel berikut.
Jarak Antarkomputer | Lokasi/Area | Media Transmisi | Jenis Jaringan |
1–10 m | Ruangan | Kabel UTP/wireless LAN | LAN |
100 m–1 km | Gedung perkantoran | Kabel UTP/kabel telepon | LAN |
1–10 km | Kota | Kabel fiber optic/kabel telepon/gelombang radio | MAN |
10–100 km | Kebupaten, provinsi | Kabel fiber optic/gelombang radio | MAN |
>= 100 km | Negara | Kabel fiber optic/satelit | WAN |
>= 1.000 km | Benua | Satelit | WAN |
>= 10.000 km | Planet | Satelit | Internet |
Jika dilihat dari kecepatannya jaringan komputer dapat dibagi menjadi empat, yaitu sebagai berikut.
Klasifikasi Jaringan Berdasarkan Kecepatan
Low Speed Network
Medium Speed Network
High Speed Network
Super High Speed Network
Low Speed Network
Medium Speed Network
High Speed Network
Super High Speed Network
Kecepatan transfer data antarperangkat kurang dari 1 Mbps dan biasa diterapkan di rumah atau sarana percobaan di laboratorium.
Kecepatan transfer data antarperangkat kurang dari 1 Mbps dan biasa diterapkan di rumah atau sarana percobaan di laboratorium.
Kecepatan transfer data antarperangkat mulai dari 20 Mbps bahkan 100 Mbps. Saat ini, umumnya komponen pendukung jaringan yang tersedia di pasaran telah mendukung kecepatan ini.
Kecepatan transfer data antarperangkat bisa mencapai 1 Gbps atau lebih. Contohnya, perangkat dengan teknologi Giga Ethernet.
B
Komponen Jaringan
Beberapa komponen yang digunakan dalam jaringan komputer, antara lain sebagai berikut.
Server
NIC (Network Interface Card)
Kartu Wi-fi
Hub
Switch
Router
Access Point
Modem
Media transmisi
Sever merupakan komputer berspesifikasi tinggi yang memiliki peran utama memberikan layanan pada klien dalam jaringan. Beberapa layanan yang disediakan server, antara lain sebagai berikut.
1.
Server
NIC atau kartu jaringan atau kartu LAN berfungsi sebagai penghubung satu komputer dengan komputer lain dalam jaringan, yang tersambung media transmisi tertentu, seperti nirkabel atau kabel. Kartu LAN biasanya menggunakan slot PCI, ISA, Mini PCI, dan PCI Express serta ditancapkan pada slot bus mainboard.
2.
NIC (Network Interface Card)
Ada dua tipe kartu wi-fi, yaitu kartu wi-fi internal dan kartu wi-fi eksternal.
3.
Kartu Wi-fi
Kartu Wi-fi adalah versi dari NIC yang menghubungkan komputer-komputer yang tersambung dengan media transmisi nirkabel, seperti melalui jaringan wi-fi.
Insert Gambar 4.15 Kartu wi-fi (a) internal dan (b) eksternal.
4.
Hub
adalah perangkat yang berfungsi sebagai pusat sambungan yang menghubungkan beberapa perangkat dalam jaringan yang sama. Hub bersifat distributor pasif yang akan membagikan setiap data yang diterimanya ke semua perangkat yang terkoneksi.
Hub atau Konsentrator
5.
Switch
Switch memiliki fungsi yang sama dengan hub, namun switch bersifat distributor aktif. Selain mendistribusikan data, switch juga menyimpan MAC adress setiap perangkat yang terhubung sehingga setiap data yang ditransfer akan diteruskan ke port yang menjadi tujuannya.
Insert Gambar 4.17 Switch.
Switch
Router adalah perangkat jaringan yang bertugas mengirimkan paket data melalui jaringan internet dari sumber data ke tujuannya. Proses pengiriman paket data tersebut disebut dengan routing.
6.
Router
Access point merupakan perangkat yang berfungsi menerima dan mendistribusikan data. Berbeda dengan router, access point hanya berperan untuk mengoneksikan perangkat yang ingin terhubung dalam jaringan. Oleh karena itu, perangkat access point dan router saling berhubungan dalam menjalankan fungsinya.
Insert Gambar 4.18 Access point.
7.
Access Point
Access point
Modem adalah perangkat yang berfungsi melakukan modulasi dan demodulasi. Modulasi adalah proses pengubahan sinyal informasi ke dalam sinyal pembawa, sedangkan demodulasi adalah proses penyaringan sinyal informasi dari sinyal pembawa.
Insert Gambar 4.18 Modem.
8.
Modem
Modem
Secara umum media transmisi dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
9.
Media Transmisi
C
Protokol Jaringan
Protokol jaringan adalah sekumpulan aturan baku yang ditetapkan oleh badan standarisasi dunia tentang jaringan dan teknologi informasi yang mengatur mekanisme komunikasi data antarmesin komputer.
Ada dua model protokol jaringan yang dapat digunakan, yaitu sebagai berikut.
Model DoD
Model OSI
Model layer DoD dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Departement of Defence (DoD) sebagai upaya meningkatkan strategi pertahanan. Berikut perbandingan layer model DoD dan OSI.
1.
Model DoD
Layer DoD | Layer OSI | Contoh Protokol |
Process/ Application | Application Presentation Session | Telnet, FTP, Kerberos, SMTP, DNS, TFTP, SNMP, NFS, dan Xwindows |
Host-to-Host | Transport | UDP dan TCP |
Internet | Network | ARP, IP, ICMP, BOOTP, dan RARP |
Network Access | Data Link Physical | Token ring, Ethernet, dan FDDI |
Model OSI (open standard interconnection) yang dikeluarkan oleh ISO (International Standard Organization) membagi proseskomunikasi dalam tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah sebagai berikut.
2.
Model OSI
Model OSI memiliki tujuh layer yang dibagi menjadi application, presentation, session, transport, network, data link, dan physical layer.
No. | Lapisan | Fungsi Utama | Contoh Protokol | Kegunaan |
1. | Application (aplikasi) | Menyediakan interface yang memberikan pelayanan bagi pengguna dalam berinteraksi dengan sistem jaringan melalui komputer. | DHCP (dynamic host configuration protocol) | Protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP terbatas. |
DNS (domain name server) | Basis data berisis nama domain mesin dan IP address | |||
FTP (file transfer protocol) | Protokol untuk transfer file | |||
HTTP (hypertext transfer protocol) | Protokol untuk transfer file HTML dan Web |
No. | Lapisan | Fungsi Utama | Contoh Protokol | Kegunaan |
| | | MIME (multipupose internet mail extention) | Protokol untuk mengirim file biner dalam bentuk teks |
NNTP (network news transfer protocol) | Protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup | |||
POP (post office protocol) | Protokol untuk mengambil mail dari server | |||
SMB (server message block) | Protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows | |||
SMTP (simple mail transfer protocol) | Protokol untuk penukaran mail |
No. | Lapisan | Fungsi Utama | Contoh Protokol | Kegunaan |
| | | SNMP (simple network management protocol) | Protokol untuk manajemen jaringan |
Telnet | Protokol untuk akses dari jarak jauh | |||
TFTP (Trivial FTP) | Protokol untuk transfer file | |||
2. | Presentation (presentasi) | Melakukan enkripsi kompresi, serta deskripsi data | ASCII, EBCDIC, MIDI, MPEG, TIFF, JPEG, PICT, dan qiuck time | Bentuk format kompresi paket data |
No. | Lapisan | Fungsi Utama | Contoh Protokol | Kegunaan |
3. | Session | Mengasosiasikan setiap komunikasi antar-layer sebelum session, dengan layer setelah session | NETBIOS (network basic input ouput system) | BIOS jaringan standar |
RPC (remote procedure call) | Prosedur pemanggilan jarak jauh | |||
SOCKET | Input output untuk network jenis BSD-UNIX | |||
SQL, NETBEUI, dan XWINDOWS | Protokol untuk database, mesin IBM, dan pengaturan GUI OS berbasis Unix |
No. | Lapisan | Fungsi Utama | Contoh Protokol | Kegunaan |
4. | Transport (transpor) | Memastikan setiap paket data dikirm tanpa terjadi kesalahan dan tidak terjadi duplikasi. | TCP (transmission control protocol) | Protokol petukuran data berorientasi (connection-oriented) |
UDP (user datagram protocol) | Protokol pertukaran data non-orientasi (connectionless) | |||
5. | Network (jaringan) | Menentukan letak jalur pengiriman data yang akan ditransmisikan serta meneruskan paket tersebut ke alamat jaringan tertentu. | IP (internet protocol) | Protokol untuk menetapkan routing |
RIP (routing information protocol) | Protokol untuk memilih routing |
No. | Lapisan | Fungsi Utama | Contoh Protokol | Kegunaan |
| | | ARP (adress resolution protocol) | Protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomor IP |
RARP (reverse ARP) | Protokol untuk mendapatkan informasi nomor IP dari hardware | |||
6. | Data link | Mengatur nilai data biner (true and false) yang bernilai ) dan 1 menjadi logical group. | PPP (point-to-point) | Protokol untuk akses point-to-point (biasanya dial-up) |
SLIP (serial line internet protocol) | Protokol dengan menggunakan sambungan serial |
No. | Lapisan | Fungsi Utama | Contoh Protokol | Kegunaan |
7. | Physical (fisik) | Sebagai interface fisik yang melewatkan transmisi data biner (digital) melalui jalur komunikasi. | Ethernet, FDDI, ISDN, ATM, 10BaseT, 100BaseTX, HSSI, V.35, dan X.21 | Contoh bentuk standar penggunaan media transmisi yang berpengaruh terhadap besaran data dan kecepatan transmisi data. |
Berdasarkan fungsinya, ketujuh layer dalam model OSI dapat dikategorikan menajdi dua lapisan, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah.
D
IP Address
merupakan metode pengalamatan yang diterapkan sebagai identitas pengenal mesin dalam jaringan yang terdiri atas bagisan angka berbasis desimal atau heksadesimal dengan standar aturan tertentu. Saat ini, terdapat dua versi IP address yang digunakan, yaitu IP address versi 4 dan IP address versi 6.
IP Address (Internet Protocol Adress)
IP address dalam penggunaannya terdiri atas dua bagian, yaitu network ID dan host ID. Network ID memperlihatkan alamat network atau jaringan, sedangkan host ID mengidentifikasikan alamat host dalam satu network. Syarat terbentuknya sebuah jaringan lokal adalah jaringan harus dalam satu kelas IP yang sama, memiliki network IP dan broadcast IP yang sama, dan mempunyai IP host yang berbeda. Untuk menghubungkan dua jaringan dengan network ID yang berbeda, dibutuhkan router sebagai jembatan penghubungnya.
IP Address versi 4
Dalam menentukan network ID dan host ID yang akan digunakan dalam jaringan, terdapat beberapa aturan sebagai berikut.
Kelas A
Format : 0xxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Bit pertama : 0
Panjang Net ID : 8 bit
Panjang Host ID : 24 bit
Byte pertama : 0-127
Jumlah : 126 Kelas A (0 dan 127 dicadangkan)
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 126.xxxx.xxxx.xxx
Jumlah IP : 16.777.214 IP address di setiap kelas A
Deskripsi : Diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar
Berikut adalah pembagian range kelas IP address berdasarkan aturan standar internasional.
Kelas B
Format : 10xxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Bit pertama : 10
Panjang Net ID : 16 bit
Panjang Host ID : 16 bit
Byte pertama : 128-191
Jumlah : 19.384 Kelas B
Range IP : 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx
Jumlah IP : 65.532 IP address di setiap kelas B
Deskripsi : Dialokalisasikan untuk jaringan dengan jumlah besar dan sedang
Kelas C
Format : 110xxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Bit pertama : 110
Panjang Net ID : 24 bit
Panjang Host ID : 8 bit
Byte pertama : 192-223
Jumlah : 2.097 Kelas C
Range IP : 1.xxx.xxx.xxx sampai 223.255.255.xxx
Jumlah IP : 254 IP address di setiap kelas C
Deskripsi : Digunakan untuk jaringan berukuran kecil
Kelas D
Format : 1110xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Bit pertama : 1110
Bit multicast : 28 bit
Bit inisial : 224-239
Deskripsi : Kelas D digunakan untuk keperluan IP multicasting (RFC 1112)
Kelas E
Format : 1111xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Bit pertama : 1111
Bit multicast : 28 bit
Bit inisial : 240-255
Deskripsi : Kelas E dicadangkan untuk keperluaneksperimen
Metode classess addressing atau dalam bahasa tekniknya adalah menyediakan rentang IP address dalam notasi classess inter-domain routing (CIDR), bertujuan untuk mengatur sistem pengalamatan IP address yang yang merujuk pada jaringan secara lebih spesifik atau disebut juga dengan network prefix.
Pengelompokan subnet mask.
Subnet Mask | Nilai CIDR | Subnet Mask | Nilai CDR |
255.128.0.0 | /9 | 255.248.0.0 | /13 |
255.192.0.0 | /10 | 255.252.0.0 | /14 |
255.224.0.0 | /11 | 255.254.0.0 | /15 |
255.240.0.0 | /12 | 255.255.0.0 | /16 |
Subnet Mask | Nilai CIDR | Subnet Mask | Nilai CDR |
255. 255.128.0 | /17 | 255. 255.128.0 | /24 |
255. 255.192.0 | /18 | 255. 255.252.128 | /25 |
255. 255.224.0 | /19 | 255. 255.252.192 | /26 |
255. 255.240.0 | /20 | 255. 255.252.224 | /27 |
255. 255.248.0 | /21 | 255. 255.252.240 | /28 |
255.255.252.0 | /22 | 255. 255.252.248 | /29 |
255.255.254.0 | /23 | 255. 255.252.252 | /30 |
Menurut penggunaannya, terdapat dua tipe IP address, yaitu sebagai berikut.
IP Publik
IP publik adalah IP yang digunakan dalam jaringan internet di seluruh dunia.
IP Privat
IP privat adalah IP address yang tidak digunakan dalam penomoran alamat komputer karena dicadangkan untuk penggunaan jaringan lokal yang mencakup tiga segmen terakhir dari IP address untuk internet.
Daftar IP address yang dicadangkan untuk digunakan sebagai IP privat dapat dilihat pada tabel berikut.
Blok Alamat | Rentang Alamat | Jumlah Host |
0.0.0.0/8 | 0.0.0.0.1 sampai dengan 0.255.255.254 | 16.777.214 |
10.0.0.0/8 | 10.0.0.1 sampai dengan 10.255.255.254 | 16.777.214 |
127.0.0.0/8 | 127.0.0.1 sampai dengan 127.255.255.254 | 16.777.214 |
172.16.0.0/12 | 172.16.0.1 sampai dengan 172.31.255.254 | 1.048.574 (private internet) |
192.0.2.0/24 | 192.0.2.1 sampai dengan 192.0.2.254 | 254 |
Blok Alamat | Rentang Alamat | Jumlah Host |
192.168.2.0.0/16 | 192.168.0.1 sampai dengan 192.168.255.254 | 65.534 (private internet) |
169.254.2.0.0/16 | 169.254.0.1 sampai dengan 169.254.255.254 | 65.534 |
Diketahui bahwa semua range pengalamatan IP address kelas D dan E juga dapat digunakan untuk IP address jaringan lokal. IP tersebut tidak digunakan sebagai IP publik di internet.
Yuk, Kerjakan Asah Literasimu! 3
E
Topologi Jaringan
Topologi merupakan pola hubungan antarterminal atau antarkomputer dalam jaringan. Pola ini berhubungan dengan metode akses dan media pengirim yang digunakan. Namun dalam membangun sebuah jaringan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain ukuran organisasi, tingkat keamanan data, ketersediaan sistem pendukung, beban traffic jaringan, ketersediaan biaya, dan banyaknya pengguna.
Topologi dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis ditinjau dari segi keberadaannya
Physical topology
Bentuk topologi secara fisik yang menekankan teknik koneksi media transmisi antar-nodle atau workstation.
Logical topology
Bentuk topologi secara logika yang menggambarkan model aliran data antar-user dalam jaringan.
Beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan dalam memilih jenis topologi jaringan, yaitu sebagai berikut.
Jenis topologi yang dapat dipilih untuk membangun jaringan komputer, antara lain sebagai berikut.
Topologi Bus
Topologi Star
Topologi Lainnya
Topologi Ring
Karakteristik topologi bus
Pada topologi bus, terminal atau komputer disusun secara serial dalam sebuah media transmisi utama.
Topologi Bus
Topologi Bus
Secara fisik, topologi ring mirip dengan topologi bus, tetapi kedua terminal di bagian ujung saling terhubung sehingga membentuk lingkaran. Pada topologi ring, setiap terminal akan memeriksa informasi yang melewatinya.
Topologi Ring
Topologi Ring
Topologi Star
Pada topologi star, terdapat terminal pusat atau hub sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi dalam jaringan. Setiap transmisi data akan dilewatkan dan didistribusikan oleh konsentrator.
Topologi Star
Topologi Lainnya
Sering dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna, telah banyak digunakan modifikasi pada topologi yang sudah ada. Berikut beberapa topologi yang dihasilkan dari kombinasi topologi bus, ring, dan star.
Topologi Mesh
Topologi Tree
Topologi hybrid
Pada topolgi mesh, setiap komputer dalam jaringan memiliki media penghubung ke komputer lain secara langsung sehingga membuat kecepatan transfer data lebih baik. Namun, kebutuhan media transmisi kabel dibutuhkan lebih banyak.
Topologi tree merupakan kombinasu topolgi star dan bus. Umumnya, hub diletakkan di paling depan dan diikuti beberap terminal yang dihubungjan secara serial.
Topologi hybrid merupakan rangkaian beberapa jenis topologi star, ring, dan bus. Biasanya, topologi ini diterapkan dalam perusahaan yang menggunakan beberapa jenis topologi jaringan.
Silahkan kerjakan Uji Kemampuan Diri
F
Menggunakan Layanan Jaringan
1.
Mengonfigurasi IP Address Komputer
Pastikan kartu jaringan telah terpasang dan driver telah terinstal dengan baik.
Sistem operasi yang digunakan adalah Windows 8 (disarankan Windows 10). Pastikan komputer telah tersambung dengan switch atau hub jaringan laboratorium yang telah memiliki akses internet dengan IP address yang telah ditentukan.
Klik start – Control Panel – Network and Internet – Network and Sharing Center – Change adapter settings.
Langkah-langkah mengonfigurasi IP address pada kartu jaringan (NIC) komputer yang terhubung dengan switch jaringan lokal.
Insert Gambar 4.29 Tampilan Change adapter settings.
Klik kanan ikon Ethernet – pilih Properties. Jika ikon tersebut menampilkan tanda silang merah seperti gambar, berarti interface kartu jaringan belum terhubung dengan jaringan.
Insert Gambar 4.30 Tampilan properti Ethernet.
Pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) – Properties atau dobel klik untuk menampilkan menu konfigurasi IP address versi 4.
Selanjutnya, lakukan pengaturan IP address sesuai dengan ketentuan IP dalam laboratorium komputer sekolah. Dalam contoh ini, menggunakan ketentuan sebagai berikut:
Setelah itu, klik OK dan tutup kotak dialog Local Area Connection Properties.
Buka command prompt Windows. Periksa bahwa konfigurasi IP address versi 4 sudah benar dengan mengetikkan perintah iponfig.
Langkah selanjutnya adalah melakukan uji konektivitas jaringan dengan memasukkan perintah berikut.
Jika ditampilkan pesan “Reply from 127.0.0.1 ....”, hal tersebut menunjukkan bahwa loopback adapter dalam kondisi baik.
Jika ditampilkan pesan “Reply from 127.0.0.53 ....”, hal tersebut menunjukkan bahwa kartu jaringan lokal dengan IP address 10.10.10.53 dalam kondisi baik.
Jika ditampilkan pesan “Reply from 8.8.8.8 ....”, hal tersebut menunjukkan bahwa komputer telah terhubung dengan internet.
Jika pengujian koneksi dengan host 8.8.8.8 yang merupakan DNS server Google telah berhasil dilakukan, seharusnya akan ditampilkan informasi bahwa komputer dapat terkoneksi dengan server.
2.
Mengoneksikan Laptop dengan Hotspot
Memiliki SSID yang di-broadcast dan dapat dijangkau oleh perangkat klien.
Biasanya menggunakan gelombang radio dengan frekuensi 2,4 GHz.
Biasanya wi-fi hotspot memiliki autentikasi seperti harus memasukkan password tertentu ketika terkoneksi dengan SSID wi-fi.
Hotspot merupakan area atau wilayah tertentu yang terdapat sinyal pemancar gelombang radio yang memungkinkan pengguna dengan perangkat yang mampu menangkap wi-fi, seperti komputer, laptop, PDA, notebook, dan smartphone dapat terhubung dengan internet.
Terkadang ada beberapa layanan hotspot yang mewajibkan pengguna untuk login melalui web browser untuk mengakses internet.
Web browser merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk mengakses konten informasi, seperti gambar, teks, audio, dan video dari berbagai situs yang ada di internet. Contoh browser adalah Google Chrome, Mozilla Firefox, Opera, dan Microsoft Edge. Sebelum dapat mengakses informasi di internet, harus menginstal web browser pada komputer terlebih dahulu.
3.
Mengakses Internet dengan Web Browser
QR code menginstal Google Chrome dan Mozilla Firefox
4.
Mengaktifkan Proxy pada Web Browser
Proxy bekerja di antara komputer pengguna dengan server website tujuan. Setiap request komputer akan dirutekan terlebih dahulu menuju proxy server, kemudian akan diarahkan kembali menuju server website tujuan.
Tipe web proxy
5.
Mengonfigurasi VPN Client
Virtual Private Network atau VPN merupakan teknologi yang memberikan akses ke website secara aman dengan cara membungkus paket komunikasi data dari pengirim ke tujuan. Teknologi ini akan membuat jalur rahasia dalam kanal jaringan sehingga paket data lebih aman, terenkripsi, dan tidak dapat dilacak. Untuk cara melakukan konfigurasi VPN client, pindai QR code berikut.
QR code mengonfigurasi VPN client.
6.
Chatting dalam Jaringan Lokal
Dalam komunikasi digital, chatting merupakan komunikasi yang memungkinkan pengguna mengirimkan data, baik teks, gambar, audio maupun video dengan menggunakan perangkat digital, seperti komputer dan gadget. Chatting dapat dilakukan menggunakan aplikasi dan website. Untuk cara menginstal dan menjalankan chatting dengan LAN Messenger dalam jaringan lokal, pindai QR code berikut.
QR code menginstal dan menjalankan chatting dengan LAN Messenger dalam jaringan lokal
7.
Sharing Data
Share merupakan mekanisme membagi resource pada perangkat lain dalam jaringan, baik berupa data, program, proses, maupun sistem percetakan dalam perangkat komputer agar dapat digunakan secara bersama-sama dengan terminal lainnya dalam jaringan.
Bentuk kelompok minimal lima anggota dan pastikan komputer dalam kelompok telah tersambung dengan LAN. Lakukan konfigurasi IP address dengan network 192.168.100.0/24 kemudian periksa konektivitas jaringan tersebut.
Langkah-langkah melakukan konfigurasi sharing data dengan Windows 10.
Dalam contoh praktik, komputer dengan IP address 192.168.0.9 akan dikonfigurasi sebagai komputer sharing dengan folder D:/Software.
Selanjutnya, klik kanan folder Software – pilih Properties – klik tab Sharing – klik tombol Share.
Agar folder tersebut dapat diakses oleh semua anggota, tambahkan opsi Everyphone – klik Add – klik Share – klik Done.
Untuk membuka folder yang telah di-share sebelumnya pada komputer lain, tekan kombinasi tombol keyboard Windows + R sehingga muncul jendela Run. Setelah itu, ketikan perintah \\192.168.100.66.
Berikut merupakan hasil tampilan sharing dokumen dalam jaringan.
Insert gmbr 4.38 Tampilan data setelah di share, hlm 295
File transfer protocol (FTP) merupakan protokol transfer data yang memungkinkan pengguna dapat meng-upload dan men-download file dari server tanpa memperhatikan platform mesin dan sistem operasi yang digunakan. Layanan ini sering dimanfaatkan dalam jaringan internet, misalnya untuk pengaturan konten website dan blog. Untuk menjelaskan cara meng-upload data menggunakan server FTP, pindai QR code berikut.
8.
Upload dan Download File dalam Server FTP
QR code meng-upload data menggunakan server FTP
ICS atau internet connection sharing merupakan fitur berbagi koneksi jaringan internet dalam komputer Windows melalui interface kartu LAN dan kartu wi-fi. Adapun konsep tethering adalah proses berbagi koneksi internet menggunakan perangkat mobile (smartphone) pada perangkat lain dengan menggunakan wi-fi atau kabel data. Untuk cara menggunakan layanan tethering handphone, pindai QR code berikut.
QR code menggunakan layanan tethering handphone
9.
ICS/Tethering
Mengakses dan mengoperasikan perangkat komputer bisa dilakukan dari jarak jauh selama terhubung jaringan lokal atau internet. Hal tersebut dapat dilakukan dengan fitur RDP (remote dekstop protocol) yang berfungsi menjembatani pemberian akses ke perangkat komputer dari jarak jauh untuk bertukar data ataupun mengoperasikannya secara langsung. Salah satu contoh pengaplikasiannya yaitu teknik remote smartphone Android ke PC atau sebaliknya menggunakan aplikasi AnyDesk.
QR code Mengonfigurasi AnyDesk Android dan PC
10.
Melakukan Remote dari Smartphone Android ke PC
Yuk, Kerjakan Aktivitas Mandiri 2
Yuk, Kerjakan Ruang Kolaborasi 2